
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
“Maaf, kamu bicara sama aku?” Tanya Jasmine dengan wajah bingungnya.
“Yaiyalah, anak yatim dan miskin selain luu emangnya ada yang lain lagi, Ha!” Sentak Indri membuat Jasmine menatapnya dengan penuh kebingungan.
“Maaf, memangnya saya salah apa? Sampai kamu harus mengatakan hal seperti itu sama saya?” Tanya Jasmine, yang akhrinya berdiri dari duduknya, dan bersiap meladeni wanita itu.
Canva dari jauh terus memperhatikannya, ini pertama kalinya dia melihat kekasihnya Jasmine meladenin seseorang yang sedang menghinanya.
“Masih pura - pura tidak tahu? Luu tuh ya, sudah miskin, Anak yatim masih juga lu mau jadi pelakor, Ha?”
“Lu gak kasihan apa sama orang tua lu yang sudah mati itu sedih liat anaknya jadi wanita gak bener gitu?” Teriak Indri, membuat semua orang yang berada di kantin, kinu terfokus menatap ke arahnya.
“Kamu kalau mau bilangin aku Yatim, bilangin aku Miskin, gak apa - apa, karena emang itu kenyataan, tapi kalau kamu bilang aku wanita murahan, ya jelas aku gak terima dong, aku gak begitu.” Jasmine masih bersuara dengan lembut, membela dirinya dari tuduhan Indri yang sangat tidak berdasarkan.
Indri tersenyum, karena Jasmine masih bisa - bisanya menampilakan wajah polosnya, ketika Jasmine sudah ketangakapan basah seperti itu.
“Ini buktinya apa?!” Indri memperlihatkan sebuah foto yang memperlihatkan dirinya bersama dengan Canva.
__ADS_1
Jasmine terbengong sendiri, pasalnya dia sudah menyimpan rahasia hubungannya bersama dengan Canva serapat mungkin, lalu kenapa? Kenap Indri bisa mendapatkannya?
Jasmine terlihat mulai panik, tetapi dia juga bingung kenapa Indri marah kalau dirinya bersama dengan Canva. “Ada apa sih? Indri kamu masih suka cari masalah ya? Kita udah mau lulus Dri,” tegur Angel yang sejak tadi tidak tahan ketika melihat Indri di menindas orang - orang yang lemah.
“Lu bela dia? Lu jelas tahu Canva itu tunangan gue, terus lu biarin gitu dia ngegodain Canva dan nyuruh gue sabar?” Tanya Indri pada Angel. Dan itu kembali membuat Jasmine terkejut mendengarnya.
Jasmine masih sempat melirik Canva yang berdiri tidak jauh dari dia, “kamu tunangan Canva?” Tanya Jasmine, ingin memperjelas apa yang baru dia dengar tadi.
“Cikhhh, sok - sok gak tau lu, gue udah tunangan sama Canva 4 bulan sebelum orang tuanya meninggal, dan setelah lulus sekolah kita akan menikah dan kuliah bareng.” Jawab Indri dengan sinis, serta senyumnya yang benar - benar meremehkan Jasmine.
4 bulan sebelum orang tuanya Canva meninggal? Itu berarti Canva bertunangan dengan Indri di saat mereka sudah 6 bulan berhubungan, karena orang tua Canva meninggal baru 2 bulan yang lalu.
“But semua itu mulai goyah karena foto - foto kamu ini! Elu sengajakan ngedekatin Canva biar jari populer? Apa yang elu punya sok - sok mau godain Canva, Ha?” Indri mulai mendorong tubuh Jasmine ke belakang, namun karena Jasmine mengelak, dirinya jadi mengenai Angel.
“Angelll,” teriak Canva dan juga Gilang, Dika serta anak - anaknya yang lain, bergegas untuk menolong Angel yang hanya kecipratan sedikit air dari bakso mendidih itu.
“Kamu itu kenapa melibatkan Angel dalam hal ini? Kalau sampai ada apa - apa sama Angel, aku gak akan maafin kamu!” Maki Canva pada Jasmine. Membuat Indri merasa puas karena Canva ternyata tidak membela wanita miskin seperti Jasmine.
Canva, Gilang dan yang lainnya kini langsung membawa Angel yang teriak kesakitan karena tangannya yang melepuh akibat terkena air panas.
“Aduhhh, sakit,” ucap Angel, ketika tangannya terasa sangat perih sekali.
__ADS_1
Sedangkan Jasmine yang badannya full terkena air panas, membuat dirinya sampai menangis karena menahan rasa perih di tubuhnya. Tetapi dia lebih merasakan sakit dengan kenyataan apa yang dia dapatkan dari perlakuan Canva, dia lebih sakit mendapatkan kenyataan bahwa selama ini dia di bohongi oleh pria yang hanya berpura - pura sedih di hadapannya.
“Mau gue bantu?” Tanya seorang pria, yang ternyata adalah salah satu sahabat Canva.
Melihat Jasmine yang susah bangun di saat banyaknya mata yang menatapnya, membuat Andi tahu bahwa Jasmine mengalami luka yang sangat serius.
Jasmine menggelengkan kepalanya pelan, namun Andi tetap memaksanya dan berusaha menggendong tubuh Jasmine untuk pergi ke Uks.
“Shabrina, please minta tolong belikan baju seragam cewek untuk Jasmine ya.” Pintanya pada sahabat wanitanya yang juga sedang ada di sana.
“Oke,” sahut Shabrina, karena dia tahu seragam Jasmine semuanya basah dan tidak bisa di pakai lagi.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*