Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat

Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat
Hari Pernikahaan sekaligus Pengajuan Cerai


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Ketika semuanya sudah siap, terlihat penghulu yang menanyakan tentang kesiapan dari ke dua mempelai.


Dan mengajak mempelai, wali hakim, dan juga saksi membaca istighfar dan juga Syahadat sebelum akad nikah itu di mulai.


Karena Jasmine adalah seorang anak yatim piatu, maka walinya di sepakti jadi wali hakim dan karena tidak ada yang tahu siapa nama ayahnya, maka nasab Jasmine menjadi Binti Abdullah yang merupakan nama bapak nabi Muhammad, sesuai dengan agama yang di anutnya.


“Saya terima nikah dan kawinnya Jasmine Tiarani binti Abdullah dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan juga seperangkat perhiasan di bayar Tunai.” Ucap Chiko membacakan ijab kabul.


“Bagaimana para saksi, Sah?”


“Sahhhhh.” Sahut semua saksi dan semua orang yang ada di sana.


***


Sekarang resmilah Jasmine dan Chiko menjadi suami istri. Walaupun keduanya masih bingung dengah hal ini. Namun, Jasmine mau tidak mau menerima hal yang sangat buruk ini.


Setelah semua warga dan juga pak Rt pulang, kini hanya tinggalah Jasmine dan juga Chiko. “Sudah puas kamu?” Tanya Jasmine pada Chiko, yang masih merasa kesal kerena mulut Chiko yang begitu sembarangan mengatakan hal yang membuat mereka mau tidak mau harus menikah.


“Puas apa? Kita melakukkannya saja belum? Kita belum malam pertama Jasmine, bagaimana mau puas?” Tanya Chiko balik , membuat Jasmine semakin stress di buatnya.


“Sekarang lebih baik kamu pulang deh! Aku muak liat wajahmu!” Usir Jasmine pada Chiko.


Dia masih butuh waktu menerima jika ada pria lain yang mengucapkan namanya di dalam ijab kabul.


“Kenapa aku harus pulang, kan aku adalah suamimu sekarang?” Tanya Chiko, mengingatkan Jasmine jika dia adalah suami dari gadis itu.


“Tidak akan pernah, besok aku akan mengurus surat cerainya!” Jawab Jasmine tegas, lalu berdiri dan berusaha mengusir Chiko dari rumahnya.


“Aku bisa melaporkan kamu dengan alasan KdRt.” Ujar Chiko, tidak mau di usir oleh Jasmine.


“Pulang! Pulang!” Teriak Jasmine, sudah merasa letih sekali menghadapi Chiko.


Dan karena merasa jika Jasmine masih membutuhkan waktu, Chiko akhirnya memilih untuk menuruti saja dan pulang terlebih dahulu.


Setelah kepulangan Chiko, Jasmine memilih untuk menutup pintunya rapat dan masuk ke dalam kamarnya. “Hiskkk,,hiskkk.” Jasmine menangis mengingat kejadian hari ini.

__ADS_1


“Ahhhhhhhhrrggghhh.” Teriak Jasmine dengan begitu histeris.


Jika dia tidak ingat dengan adanya Canva, mungkin dia sudah memilih bunuh diri. Jasmine bukan tidak mau bersama dengan Chiko, tapi bagaimana dia bisa bersama laki - laki yang bahkan tidak mengakui kejahatannya.


Dia kembali mengingat kejadian di masa lalu, di mana dia dan Canva saling berjanji untuk sehidup semati. Lalu apa ini? Dia malah menikah dengan pria lain dan tidak mungkin tidak hidup bersama laki - laki itu.


“Apa yang harus aku lakukkan di kedepannya nanti?” Gumam Jasmine, merasa sangat letih dengan semua ini.


Dia merasa capek, lelah, dan muak dengan kehidupan ini. Jika bukan karena Canva yang menguatkannya. Maka sudah lama dia tidak mau bertahan di dunia ini dan memilih menyusul Canva di alam sana.


***


Tokkk,,tokkk,,tokkk, “Maahhh, Mamah.” Panggil Canva dari luar yang sepertinya baru saja sampai dari pulang sekolah.


Jasmine yang mendengar anaknya berteriak itu, langsung mengusap air matanya dan menetralkan perasaanya. Dia berusaha agar anaknya itu tidak tahu kalau dirinya habis menangis.


“Mamah, mamah, Ini Canva Mah.” Panggilnya lagi, karena Mamahnya tak kunjung membukakan pintu kepadanya.


“Eh, Canva, sudah pulang ya?” Tanya ibu - ibu yang lewat dan mendengar Canva memanggil Mamahnya.


“Mungkin Mamah kamu lagi keluar dengan suami barunya, tadi mamah kamu sudah menikah Canva.” Ucap salah satu ibu itu lagi.


“Hish, anak ini di kasih tau tidak percaya tanyakan saja pada Mamahmu sana!” Ketus ibu itu, dan lalu pergi meninggalkan Canva begitu saja.


Canva menggelengkan kepalanya pelan, merasa heran kok bisa ada ibu - ibu seperti itu di dunia ini.


Tak mau ambil pusing, Canva kembali mengetuk pintu rumahnya. “Mah, Mamah.” Panggilnya lagi.


Cklekkkk, suara pintu terbuka dan terlihat Jasmine yang berada di belakang pintu.


“Mah, Mamah tidak apa - apakan Mah? mamah ada yang terluka?” Tanya Canva, merasa khawatir karena mamahnya ini begitu lama tidak membukakan pintu untuknya.


Jasmine memaksakan senyumnya, lalu dia mengelus lembut puncak kepala putranya. “Mamah tidak apa - apa sayang, memangnya Mamah kenapa?” Tanya Jasmine balik, membuat seakan dirinya tidak kenapa - kenapa.


“Mah, tadi ibu - ibu itu bilang, katanya Mamah sudah menikah ya mah, Apa itu benar Mah? Tanya Canva, merasa juga penasaraan dengan apa yang di katakan oleh ibu - ibu itu.


“Ha? Menikah? Mamah mau menikah sama siapa nak? Kamu ada - ada saja.” Elaknya, tidak mau jujur pada putranya kalau dirinya sudah menikah.


“Ya, Canva tidak tahu Mah, mungkin saja dengan Uncle Chiko.” Balasnya lagi asal.

__ADS_1


“Sudah, jangan di dengarin orang - orang itu Nak, kalau Mamah menikah, pasti Mamah akan memberitahu kamulah, kan kamu putra Mamah satu - satunya, jadi tidak mungkin Mamah tidak membagikan kebahagiaan mamah sama kamu.” Ujar Jasmine, yang berusaha menutupi segala kebenaranya.


Dia belum siap melihat wajah kecewa putranya, jika tahu kau dirinya sudah menikah dengan Chiko tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


“Bener yah Mamah, kalau Mamah menikah kasih Tahu Canva.” Tuntutnya, tidak ingin di bohongi Mamahnya sendiri.


“Iya sayang, sudah yuk, sekarang Canva Mandi, biar mamah siapkan Snack untum Canva.” tandasnya, mengganti topik agar putranya tidak terus menerus membahas hal yang sama seperti itu.


“Baik mah.” Sahut Canva, lalu segera masuk ke dalam kamarnya untuk segera pergi mandi karena dia yang baru pulang sekolah pasti sangatlah kotor.


Sedangkan Jasmine menatap putranya dengan perasaan bersalahnya. Dia tidak tahu harus bagaimana mengambil tindakan. Tapi yang pasti, besok akan dia bicarakan dengan Chiko untuk perceraian mereka.


***


Sedangkan di sisi lain, Chiko yang sedang beridiri di lantai dua rumahnya, melihat ke bawah ke arah 11 anak buahnya serta barang - barang berharga yang bernilai sangat fantastis itu.


“Ketua, kita sudah berhasil membawa seluruh barang lelangan ketua.” Ucap Samuel yang di jawab dengan senyum oleh Chiko.


“Samuel, aku berikan tugas kepadamu, bakar rumah Jasmine dan juga rusak toko bunganya itu!” Perintahnya pada wakilnya.


“Anda yakin Ketua?” Tanya Samuel, merasa Chiko benar - benar akan sangat gila kalau berani merusak tempat tinggal dan usaha milik Jasmine yang notabennya adalah gadis yang dia sukai.


“Yakin sekali, dan kalian bisa melakukan tugas itu malam ini!” perintah Chiko lagi, dan lalu dia masuk ke dalam kamarnya.


Samuel dan Reza sama - sama saling melihat satu sama lain, dan begitu juga Fatih yang terlihat hanya diam saja dan tidak tahu harus berkomentar apa.


“Lakukan sajalah,” perintah Shila, yang di respon dengan hembusan nafas kelelahan dari Samuel.


*To qBe Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2