
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Setelah di bawa ke rumah sakit, kini Canva hanya berani melihat Jasmine dari jauh saja. Dia tidak berani mendekat karena merasa khawatir kalau Jasmine marah padanya saat ini.
“Kamu gak mau masuk?” Tanya Angel pada Canva yang terlihat hanya berdiri saja di depan pintu ruangan Jasmine.
Canva menghela nafasnya, lalu dia menggelengkan kepalanya pelan. “Aku tahu, apa yang sudah aku lakukkan pada Jasmine itu sudah sangat salah, dan -“
“Aku tahu kok kalau kalian sedang menjalin hubungan.” seru Angel dengan cepat, sampai membuat Canva menoleh ke arahnya.
“Kamu?” Tanya Canva, sembari berpikir bagaimana bisa Angel mengetahuinya.
Tak lama kemudian, datanglah Gilang, Andi, Shabrian dan juga Galih. Yang ikut menyusul karena baru saja pulang sekolah. “Kami sudah tahu Canva, kamu mau bohong dan menutupi seperti apa pun, kami tahu, karena kami sahabatmu.” Ucap Gilang, seakan tahu apa yang sedang di bicarakan oleh Angel dan juga Canva.
“Tapi kalau luu hanya ingin meyakitinya, dengan bertunangan dengan wanita lain, lebih baik lu lepaskan saja dia, masih banyak pria lain yang bisa membuatnya bahagia.” Andi memberikan peringatan pada sahabatnya itu. Atas apa yang terjadi pada hari ini, atas kenyataan apa yang dia dapatkan membuat Andi merasa sangat kasihan pada Jasmine.
“Gue memang gak kenal, bagaimana kehidupan Jasmine sebelum ini, tapi yang aku tahu, gadis itu sudah melewati masa sulitnya dengan seorang diri, kalau kamu datang dan hanya untuk menyakiti dia, lebih baik kamu jauhin saja dia dan cari wanita lain yang bisa kamu sakitin seperti itu.” Ucap Shabrina, yang juga ikut merasa prihatin dengan keadaan Jasmine.
Sungguh dia tidak menyangka, kenapa Canva yang terkenal sangat rendah hati, malah menjadi seperti ini.
Canva mendengar satu persatu ucapan mereka, tetapi Canva tidak tahu harus berkata dan membalas perkataan mereka seperti apa.
Jujur saja, kepalanya saat ini sangat sakit, dia merasa sangat frustasi dan depresi. Dia memang tidak ada niat untuk menyakiti Jasmine, apa lagi mengkhianati wanita itu. Namun, pertunangan dirinya dan juga Indri itu adalah sebuah kesalahan karena perjodohan orang tuanya.
__ADS_1
Tetapi, sekarang orang tuanya sudah meninggal dan bahkan dirinya sudah bangkrut, kalaupun Indri tahu, wanita itu pasti akan memilih untuk meninggalkannya.
Tidak lama Canva meratapi nasibnya, seorang dokter terlihat keluar dari ruangan Jasmine, “keluarga pasien Jasmine?” Tanya dokter itu, membuat semua yang ada di sana menoleh.
Angel melihat ke arah Canva yang tetap diam saja tanpa merespon apa pun. “Saya temannya dok, kami semua adalah teman sekolahnya.” Jawab Angel, yang terlihat lebih berani di bandingkan yang lainnya.
“Hemm, tapi saya mencari keluarga pasien?” Dokter itu menolak untuk berbicara dengan Angel, dia mau berbicara tentang kondisi pasiennya dengan kerabat ataupun orang tuanya.
Gilang menghela nafasnya, lalu dia ikut maju mendampingi kekasihnya. “Jasmine adalah anak yatim piatu dan sebatang kara dok, dia tinggal sendiri dan tidak memiliki keluarga. Jadi kami di sini adalah teman - temannya, akan mewakili orang tuanya dan menerima setiap apa pun yang Anda katakan.” Ungkapnya, membuat sang dokter menundukkan kepalanya, merasa sedih dengan cerita hidup Jasmine.
“Baiklah kalau begitu, saya hanya memberi tahu kalau Jasmine sekarang sudah stabil, dan saya juga sudah mengoleskan salep agar rasa perihnya juga cepat meredah, dan -“
“Apakah ada luka serius atau yang bakal membekas dok?” Tanya Shabrina, yang sepertinya lebih khawatir dari pada yang lain.
Dokter tersebut tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya pelan. “Untuk sekarang sih belum ada, hanya saja kalau besok lukanya melepuh - melepuh, kemungkinan besar akan lebih sakit lagi dan membekas.” Jawab dokter tersebut. Membuat yang lain merasa bingung, apakah ini adalah berita baik atau berita buruk.
“Iya benar, kita lihat besok ya.” Jawab dokter itu, sebelum pamit meninggalkan mereka yang masih sibuk dengan pemikiran mereka masing - masing.
“Lu mau kemana?” Tanya Andi, ketika melihat Shabrina melangkahkan kakinya pergi.
“Mau urus administrasi, sama bayar deposit,” jawab Shabrina dengan santai.
Dia tahu, bahwa rumah sakit itu akan lebih menjalani tugasnya jika pembayaran di lakukkan di awal.
Andi yang mendapatkan jawaban itu, langsung mengeluarkan dompetnya untuk mengambil kartu Debit miliknya. “Pakai punya gue, berapa pun harga perawatannya! Pakai aja punya gue!” Tegas Andi, membuat Shabrina tersenyum.
__ADS_1
“Lu pikir gue gak punya duit untuk bantuin teman gue?” Sinisnya pada Andi, lalu memilih untuk melangkahkan kakinya pergi.
“Shabrina tunggu.” Panggil Andi lagi, lalu menyusul Shabrina yang sudah memasuki Lift lebih dulu.
“Hemm, gue pulang duluan ya, udah di cariin sama bokap.” Seru Galih yang sedari tadi terlihat hanya diam saja.
“Ehmm, kita juga, takutnya Angel di cariin Mamahnya, Canva kita pamit ya! Titip Jasmine.” Timpal Gilang yang juga ikut oamit meninggalkan Canva sendiri.
“Oke,” sahut Canva singkat. Lalu dia melihat sahabat - sahabatnya yang sudah pergi meninggalkannya.
Canva tidak tuli, dia juga mendengar apa yang di sampaikan oleh dokter tadi. Apa lagi ketika dia mendengar Andi dan Shabrina yang berdebat membayar tagihan rumah sakit Jasmine, membuatnya merasa sangatlah tidak berguna.
“Maafkan aku Jasmine, maafkan aku.” Lirihnya pelan, tanpa dia sadari meneteskan air mata penyesalaanya.
*To qBe Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
__ADS_1
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*