Manajer Overpower

Manajer Overpower
Chapter 10


__ADS_3

Karena aku sudah selesai dengan urusanku, aku menyerang pria itu lagi.


Kali ini aku tidak akan membiarkan dia mendapatkan kemajuan pesat di dalam pertarungan.


Karena aku hanya bisa menggunakan tinju andalan ku ini untuk sementara waktu.


Ini akan menjadi seperti gabungan; [2 000 000 Attack + 2 000 000 Agility]──Nah ... Hanya itu saja.


Aku akan mulai dari wajah pria itu yang terkejut, sebelum.


"Ngh!"


Lalu perut dia, "Argh!" sebelum satu DHUAK! terakhir yang menghempaskan tubuh orang itu ke langit.


Aku memberikan dia pukulan demi pukulan tanpa jeda waktu, sampai kemudian terdengar semacam.


"Whoaaaaaaaaaaaa!"


Aku membersihkan tanganku setelah dalam serangan kilat itu, dan dia terlihat mengeluarkan berbagai macam suara sebelum jatuh tengkurap setelahnya.


• [Peningkatan Level Aktif]


[Hadiah setelah mengalahkan lawan] | [HP + 1 000 000, MP + 1 000 000, Attack + 1 000 000, Physical Endurance + 1 000 000, Agility + 1 000 000, SP + 1 000.]


...----------------...


Level: 116 (Up!)


HP: 3 060 000 (Up!)


MP: 3 060 000 (Up!)


Attack: 3 060 000 (Up!)


Physical Endurance: 3 060 000 (Up!)


Agility: 3 060 000 (Up!)


SP: 1 506


Skills: [Auto Tubuh Kuat] | [Appraisal] | [Explosion (Smal)]


"Lalu untuk kamu?"


Setelah selesai melihat pembaharuan pada status level ku, aku mengamati wanita penyihir yang sudah dalam posisi lutut menyentuh tanah.


"Tidak mungkin, bagaimana petualang rendahan sepertimu bisa mengalahkan petualang yang berada diatasnya?"


Aku menaikan alisku, dan dalam satu kalimat bertanya dengan nada agak tersenyum, "Petualang rendahan?" wanita itu langsung terlihat panik dalam beberapa alasan.


"Eh, etto ... Bukan! A-aku tidak, jadi ...Tolong, jangan ... Aku minta maaf!"


Buset ... Apa yang dia katakan?


Wanita itu terlihat hampir menangis ketika menjelaskan. Oh, ho~ apa yang terjadi?


Sementara aku melihat dia yang sibuk menjelaskan, seseorang dari sisi lain muncul sambil memegangi lengan kiri.


"Luar biasa ... Pertama kalinya aku babak belur setelah sekian lama."


Pria itu adalah yang sudah aku buat meluncur tadi.


Eh ... Melihat itu aku merasa tidak enak.


"Apa kau baik-baik saja, paman?"


"Oh, tidak. Tentu saja itu masih sakit."


Aku tersenyum canggung melihatnya.

__ADS_1


"Yah, ini adalah setidaknya hukuman bagi kami karena sudah meremehkanmu."


"Aku juga, tolong ampuni aku!"


Wanita penyihir itu menjerit ke arahku sambil menundukan kepala.


Setelah melihat wajah lelah mereka.


Yah, kupikir aku sudah berlebihan tadi.


...----------------...


Pada keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan.


Karena Otto tidak bergaul dengan kami pada malam itu, nah ... Sepertinya dia memiliki beberapa alasannya.


"Apakah ada sesuuatu yang salah?"


"Haha~ Tidak, kupikir aku sedang sedikit sial saja karena kita tidak menemukan monster di perjalanan."


Aku menaikan alis, apa maksudnya sedikit sial karena tidak bertemu monster?


"Bukankah ini lebih baik daripada dibunuh?"


"Ya, kau benar juga. Tapi, aku merasa sedikit rugi karena menyewa petualang kelas menengah seperti mereka itu, jika perjalanan akan setenang seperti sekarang."


Dia menunjuk ke arah dua orang lainnya di belakangku.


Dalam hal lain aku akan mengerti maksud dia.


Termasuk aku.


Kami akan diuntungkan jika tidak bertemu dengan monster.


Sementara untuk pedagang, mereka akan merasa sedikit rugi karena menyewa jumlah pengawal mahal-mahal namun ketika dalam perjalanan tidak menemukan bahaya seperti dalam prediksi.


Sementara aku larut dalam pembicaraan, tiba-tiba saja seseorang disampingku menyela.


Wanita penyihir mengatakan itu sambil menunjuk ke satu arah.


Aku mengikuti gerakan itu, hanya untuk menemukan badai debu di depan kami.


Setelah aku mengamati lagi, itu bukan badai pasir seperti yang aku kira.


Atau lebih tepatnya, mereka adalah efek yang terjadi karena sesuatu yang melewati bagian itu.


Karena jaraknya masih jauh, aku akan secara samar-samar menemukan bayangan-bayangan makhluk dengan zirah berbaris rapi sebelum berlari ke arah kami.


"Oi, oi. Kau tidak bercanda bukan? Akhirnya keberuntunganku datang, gagal rugi! Yeah!"


"Tutup mulutmu, pedagang bodoh!"


Ketika wanita disampingku mengatakannya, tanpa sadar kami sudah meningkatkan kecepatan kereta kuda.


Sepertinya Otto menanggapi itu tenang, namun aku yang secara samar menemukan yang menjadi pengejar kami bukanlah sesuatu yang sederhana.


"Explosion!"


Penyihir di kereta tersebut kemudian menargetkan monster di barisan depan sebelum dengan [Fire Ball] lagi menargetkan di bagian tengah.


Sementara menunggu bola api menghantam lawan, kereta kuda berhenti tiba-tiba dan menghempaskan──Whoaaa!


Aku terjatuh dari sana sambil berguling.


Sementara yang lainnya, oh no──Aku membantu seseorang yang terjebak di dalam kereta yang ternyata adalah Otto.


"Kau baik-baik saja?"


"Buruk."

__ADS_1


Dan dalam kalimat itu aku melihat wanita penyihir yang mengatakannya, bukannya Otto.


Aku melihat kesekeliling.


Atau lebih tepatnya aku akan menemukan lautan makhluk berbadan besar namun berkepala babi yang terlihat buas mendekat ke arah kami sekarang.


...----------------...


"Kupikir mereka adalah orc."


"Kau tahu tentang mereka?"


Ketika wanita penyihir bertanya, aku langsung menggangukan kepala.


"Ya, bukankah mereka ada di papan pengumuman guild?"


Kalau tidak salah monster-monster ini seharusnya berada di dekat──Oh, aku mengerti sekarang.


"Jadi apa yang harus kita lakukan?"


Sementara wanita penyihir menunggu jawaban dariku.


"Hoho~ tentu saja. Kita tidak akan bisa pergi sebelum mengatasi mereka."


"Benar, kan?"


Pria botak terlihat tertawa sebelum mengambil pedangnya.


"Ini konyol, kau berniat mengalahkan seratus orc sendirian?"


Untuk beberapa alasan, Otto terlihat tidak ingin mati konyol sekarang. Yah, aku mengerti perasaan dia.


Tapi, nah──Aku masih ingat tentang dia yang mengatakan ini sebuah keberuntungan tadi.


Sebelum itu akan menjadi pertarungan, sebuah kilatan cahaya akan muncul dari barisan pasukan orc sebelum sesuatu dari atas langit menghujani kami.


"Oi, oi! Itu adalah panah!"


Pria botak menujuk ke satu arah dengan mulut menyerupai bentuk "O".


"Aku tahu!"


Penyihir itu segera membuat lingkaran pelindung di atas kami dalam serbuan anak panah tersebut.


Aku melihat mereka berhasil ditangkis, namun serangan lain justru datang dari depan.


"Kau bisa mengalahkan mereka, Tuan Kyle?"


Aku melihat wanita tersebut memperhatikanku penuh harapan.


Jika dia menanyakan itu kepadaku ... Aku mungkin bisa mencoba [Explosion]──


"Ah──tidak, mungkin ini akan bekerja."


Sebelum itu akan menjadi sebuah ledakan──Pertama-tama aku akan melakukan sesuatu pada statusku sebelum muncul pemberitahuan seperti;


• [SP - 100] | [Skills Fire Ball berhasil di pelajari.]


"Lalu, mbak penyiar, bisakah kau meningkatkan mereka sampai SP ku habis?"


[Master sekarang mempunyai 1406 SP. Namun master hanya bisa melakukannya sampai medium.]


"Oke, lakukan."


• [- 500 SP]


[Fire Ball (Small) 》 Fire Ball (Medium) (Up!)] |


[Total SP saat ini] 》 [906!]

__ADS_1


Dan setelah pemberitahuan itu aku kemudian menggunakan Fire Ball untuk menghujani Orc dengan bola api.


Yosh! Waktunya pembalasan!


__ADS_2