
Sementara untuk urusan perbaikan sudah beres, yosh! Waktunya untuk melakukan hal lain!
Etto, pertama-tama aku akan pergi ke toko furniture terlebih dahulu.
Nah, karena aku belum memiliki tempat tidur unruk penginapanku, maka aku akan memulainya dari sini terlebih dahulu, menghabiskan 500 ribu emas untuk melengkapi setiap kamar yang kosong.
Sebenarnya aku merasa ini sudah cukup, menghabiskan lima puluh ribu untuk masing-masing kamar.
Namun aku akan menambahkan beberapa hal yang aku pelajari dari penginapan di kota lain.
Yup, benar! Itu adalah pelayan gadis kucing!
Yah, meskipun tidak harus memilikinya, namun aku merasa hal ini bisa menarik tamu.
Di penginapan itu aku melihat tidak hanya satu gadis kucing yang melayani tamu, namun ada banyak sehingga mereka tidak akan kekurangan orang untuk mengurusi para penyewa.
Sementara di penginapan aku, hanya aku sendiri yang bekerja disana. Dan aku masih belum mendapatkan juru masak untuk mengisi kekosongan orang di dapur.
Sementara pikiran demi pikiran itu memenuhi kepalaku, dua orang sudah berdiri dihadapanku sekarang untuk menghentikan langkah kaki ku.
"Hohoho~ apakah ini adalah orang yang disuruh oleh Tuan Muda?"
"Cih, ternyata hanya seorang bocah!"
Aku melihat orang-orang ini cukup garang, penampilan yang mirip seperti gangster itu, lalu dengan otot besar di dua lengan mereka.
Nah, kalau keduanya datang untuk menyapaku seperti ini, aku yakin mereka ada masalah denganku.
"Memangnya apa yang sudah aku lakukan sehingga Tuan Muda kalian itu menyuruh kalian untuk mencariku?"
Ketika aku menanyakan alasannya kepada orang ini.
"Che, banyak omong! Kami sudah mencarimu sejak tiga atau empat hari terakhir ini, ya?"
Aku memiringkan kepala.
"Mencariku?"
"Ah, pokoknya kami disewa untuk memberimu pelajaran. Nah, karena aku sudah menemukanmu maka aku tidak punya waktu lagi. Sini, cepat mendekat dengan wajahmu itu biar aku bisa memukul──Whoaghh!"
Pria itu terlempar sebelum berhasil melanjutkan kalimat dia.
Aku langsung memberikan orang itu sebuah pukulan di wajah setelah mengenali mereka ternyata pesuruh dari──
"Etto, orang yang pernah menagih hutang itu, ya?"
Nah, karena aku sudah tahu apa niat mereka. Jadinya aku hanya perlu membereskan beberapa penggangu ini.
"Kau pikir kau hebat? Kami dari Keluarga Zoat tidak akan membiarkan ikan teri seperti──"
__ADS_1
Ketika dia mulai terlihat banyak mengoceh, aku langsung mendaratkan kaki ku di wajah dia sebelum pandangan orang itu terbalik dan menghantam lantai di bawahnya.
"Lalu siapa sekarang yang banyak omong? Dengar, aku tidak perduli kau dari keluarga mana. Persetan dengan keluarga terkenal, aku hanya ingin kalian mengingat ini."
Etto, apa yang sebaiknya harus aku katakan setelah ini, ya?
Ide seperti menyuruh mereka untuk memberitahu kepada atasan yang sudah menyuruh keduanya menyerangku dan memberikan peringatan mungkin sudah cukup.
Namun mengabaikan sisi tersebut, maka mungkin ada kesempatan dimana mereka akan mengirim lebih banyak orang lagi.
Nah, aku tidak suka tentang orang-orang seperti mereka yang selalu mengganguku setiap waktu, jadi aku akan menyelesaikan ini langsung dari akarnya saja.
"Beritahu aku dimana tempat Tuan Mudamu berada."
Dalam perkataanku, keduanya yang sudah dalam posisi berlutut menggangukan kepala tegas setelah aku mengancam mereka.
Bagus, anak yang penurut~
...----------------...
"Jadi apakah kalian sudah memberi dia pelajaran dan menghancurkan kesombongan orang itu atau menghancurkan tubuh dia?"
Di dalam sebuah ruangan, seseorang yang bertubuh gemuk terlihat senang dari ekspresi wajahnya.
Sementara itu, dua pria lain di dekat dia justru gemetar dengan pertanyaan tersebut.
"Anu ... Kami ..."
Ketika pembicaraan ini menjadi semakin tegang menurut pria berotot yang sekarang gemetar itu.
"Wah, wah ... Ternyata kau gemar menghajar wajah rupanya?"
Sebuah suara yang terasa akrab bagi pria gemuk tersebut tiba-tiba saja mengangetkan dia, sebelum disusul dengan kemunculan wajah baru di dalam ruangan.
Aku, dengan santai masuk kesana sambil menyeringai dalam keheningan yang mulai tercipta tersebut.
"Kau ... Masih hidup?"
Pria itu menoleh ke arah anak buahnya yang sekarang berlari meninggalkan dia sendirian.
"kaburrr!"
Sementara aku masih terus melanjutkan langkah kaki ku, Pria gemuk itu mulai menegang sendiri.
"He~ berani juga kau datang ke kediaman keluarga Zoat? Kau tidak tahu siapa aku?"
Aku menggelengkan kepala.
"Aku tidak perduli, yang penting sekarang adalah aku hanya memiliki masalah kepadamu karena sudah mengirim mereka untuk mengganguku. Nah, sekarang kau akan menyelesaikan ini dengan cara apa?"
__ADS_1
"Cih, rupanya kau masih belum tahu sebesar apa pengaruh keluarga Zoat?"
"Ho~ Memangnya kamu adalah anak penguasa atau──"
"Benar, aku adalah keturunan dari penguasa kota ini, Viscount Endy!"
Ketika dia mengatakannya ... Heh? Viscount kata dia?
Jadi orang ini adalah bangsawan rupanya. Itu terlihat cukup mengejutkan, mengingat sikap orang ini yang tidak menunjukan sisi itu.
"Baiklah, karena kau sekarang sudah tahu siapa yang berkuasa disini. Maka aku akan memperbolehkanmu berlutut untuk meminta pengampunan sekarang."
Dia mulai menoleh ke bawah sementara aku mengikuti gerakan mata dia.
"Kalau aku menolak bagaimana?"
Ekspresi Rendy terlihat memanas setelah aku mengatakan itu.
"Hukuman bagi serangga penggangu adalah, ma-ti!"
Dan dalam perkataan itu──Whoaaa!
Sesuatu yang meluncur dari atas langit-langit terlihat mengincar tubuhku sebelum aku buru-buru menghindar.
"Jika saja aku membawa zirah ku."
Nah, karena aku tidak pernah berfikir akan ada kejadian seperti ini, jadi aku hanya mengenakan seragam kerja ku karena mengira hari ini hanya dipenuhi dengan membeli dan membeli barang.
Sehingga semua perlengkapanku disimpan di rumah kecuali pedang pendek yang sengaja aku bawa untuk berjaga-jaga.
"Claude ... Bagaimana jika kamu menunjukan kemampuanmu sekarang?"
Aku sambil tersenyum membuat bayangan seseorang muncul dari lingkaran sihir yang aku buat.
Sementara nafas pria dihadapanku menjadi tertahan sekarang, aku melihat Claude yang lengkap dengan zirah menundukan kepala ke arahku setelah kaki dia menyentuh lantai.
"Master, mohon perintahmu."
"Oke, sederhana saja, kau bantu aku habisi pemanah-pemanah lain yang bersembunyi disini sementara aku akan mengatasi orang yang disana itu."
Aku menunjuk Rendy yang sekarang mundur beberapa langkah dariku. Dalam hal ini aku tidak akan bisa mendekatinya jika serangga-serangga penggangu itu menembakan beberapa anak panah sekaligus.
"Baiklah."
Ketika Claude sudah menghilang dari pandangan kami, secara alami akan membuat Endy langsung menjadi panik dan panik.
"Kau! Cepat habisi orang itu!"
"Serahkan saja orang ini kepada saya, Tuan Muda!"
__ADS_1
Satu pemanah yang sekarang berganti senjata menjadi ... Ehmn, sebuah pisau? Berlari ke arahku sambil secara sembarangan mengayunkan senjata dengan maksud untuk menusuk ku dari depan.