
"Jadi ... Etto, penjualan dari delapan ribu batu kristal monster adalah delapan puluh juta emas. Selamat, Tuan Kyle. Untuk urusan mengosongkan brangkas guild kamu adalah satu-satunya yang bisa melakukan ini selama sejarah guild petualang di kota ini didirikan."
Ketika aku melihat Luna agak lemas menyaksikan sesuatu yang dia maksud terkuras habis itu, nah ... Aku akan mulai merasakan tatapan panas dari sekitarku.
"Jadi dia adalah orangnya! Woy, dragon slayer itu rupanya yang sudah merebut uang yang seharusnya menjadi penghasilan kita!"
"Sialan! Aku tidak bisa gajian hari ini!"
"Aku juga."
Sementara semuanya mulai membicarakanku di belakang punggung, aku juga tidak lepas dari pandangan orang yang wajahnya terasa akrab bagiku, untuk saat ini.
"Kamu masih berada disini, gadis zirah?"
Ketika aku memanggil Tuan Putri Elia begitu. Nah ... Aku memang sengaja melakukannya agar dia menjadi kesal lalu segera pergi dari sini.
Semua orang yang mendengar itu kecuali Elia itu sendiri saling memandangi satu sama lain dengan bingung.
Elia dengan cemberut berkata kepadaku sambil mendengus kesal.
"Kau harus ikut denganku ke istana. Lagipula yang berhak mendapatkan penghargaan itu bukan aku, tahu?"
Aku menggelengkan kepala mendengar itu.
"Aku tidak bisa. Bukankah aku sudah bilang aku tidak ingin terlihat terlalu mencolok?"
"Duh, dasar kelas kepala. Lalu bagaimana dengan imbalannya? Kau tidak berfikir aku hanya mengundangmu ke istana tanpa memberikan apapun bukan?"
Nah, jika Tuan Putri Elia sampai mengatakan itu.
Aku sambil tersenyum penuh makna berkata, "Tetap saja tidak bisa. Aku tidak mau setelah itu raja memberikanku semacam jabatan khusus untuk memanfaatkan kekuatanku. Aku sudah cukup dengan pekerjaanku sebagai manajer dan petualang sederhana, aku tidak ingin repot-repot terlibat dalam urusan kerajaan setelahnya."
Kadang aku merasa gadis ini juga memiliki niat serupa, yaitu merekrut ku untuk dijadikan anggota pasukan ksatrianya.
Juga, setelah melihat bagaimana cara aku mengatasi 10 ribu monster itu dengan mudahnya. Aku yakin itu yang ada dikepala dia.
Nah, untuk berjaga-jaga meskipun rasanya berat untuk menolak imbalan langsung dari raja, tapi setidaknya kebebasanku masih terjamin selama aku tidak pergi ke istana.
"Jadi begitu, ya? Sepertinya aku harus menyerah untuk saat ini. Kau tahu, meskipun sikapmu begini, tapi aku juga membutuhkan kekuatanmu untuk melawan raja iblis."
Aku memiringkan kepalaku ketika Elia mengatakan itu.
"Bukannya itu adalah tugas pahlawan di kerajaan ini?"
"Memang, namun kami mulai kekurangan orang saat ini. Benar, hanya aku yang tersisa dari lima pahlawan yang dimiliki kerajaan Relia."
__ADS_1
Ugh, apa?
"Aku pikir pahlawan tidak akan pernah mati dalam pertempuran?"
"Oh, hei. Jika ada kekuatan semacam itu maka aku tidak akan repot-repot untuk mengejarmu sampai saat ini. Tapi tentang kau yang seharusnya mendapatkan hak atas imbalan mengalahkan pasukan raja iblis sendirian itu aku serius kok."
Setelah mengatakannya Tuan Putri Elia meninggalkan guild dengan tanpa kalimat apapun lagi selain, "Aku tidak akan menyerah." sebelum suara ... ... ... Tsuu~ angin yang berhembus dan mengakibatkan keheningan dalam ruangan selama beberapa waktu.
"Eh, etto ... Tuan Kyle, jangan bilang gadis yang tadi adalah Tuan Putri?"
"Ya, Elia Von Relia atau apalah namanya itu."
Aku menggangukan kepala membenarkan perkataan Luna.
Dan wajah Luna kemudian menjadi pucat sebelum mulut dia berubah menjadi bentuk "O"──Apa yang sebenarnya terjadi?
Ketika aku menoleh ke arah lain pun, semuanya sekarang memandangiku setelah keheningan itu berubah menjadi sesuatu yang menghebohkan seolah-olah mereka ingin berkata.
"Yang benar saja! Kau baru saja menolak tawaran Tuan Putri?!"
...----------------...
[Master ... Master ... Apakah kau tahu apa artinya berurusan dengan gadis yang keras kepala?]
"Ya, aku baru mengetahuinya setelah dia sendiri yang datang ke rumahku."
Ketika aku berniat untuk pulang ke rumah sekaligus penginapanku, nah ... Aku melihat seseorang dengan zirah sedang berdiri disana seolah-olah tengah menunggu kedatangan seseorang.
Ini buruk. Jika aku tidak salah melihatnya, dia adalah gadis berambut pirang dengan tatapan mata mengawasi sekeliling.
"Jangan bilang Elia itu datang sendiri ke penginapanku?!"
Buset ... Baru saja kami berpisah selama beberapa jam, dia sudah tahu dimana lokasi persembunyianku. Koneksi anggota keluarga kerajaan memang mengerikan dan tidak bisa diremehkan.
[Bukankah ini bagus, Master? Setidaknya penginapanmu bisa menjadi terkenal setelah menerima tamu seperti anggota kerajaan.]
Apanya yang terkenal, huh?!
"Master, bolehkah saya memberi dia pelajaran? Aku ingin menghajar wanita yang sudah menggangu Master."
Ketika Claude yang sudah membawa pedang muncul dari dalam lingkaran sihirku, nah ... Tolong jangan lakukan itu! Aku serius!
"Tidak perlu, lagipula aku tidak yakin dia akan menunggu sampai tengah malam."
Tentu saja, ini hanya tentang waktu. Tidak mungkin, bukan? Gadis itu hanya berdiri disana untuk waktu yang lama.
__ADS_1
Ah, tidak mungkin itu terjadi──sampai seseorang membawa dia masuk ke dalam.
Aisha yang dengan polosnya menarik tangan Tuan Putri Elia untuk kemudian menawari dia makan di dalam penginapan.
"Oh, apakah ini yang dinamakan pengkhianatan terhadap atasan?"
Sambil sedikit tertawa, "Hehehe ..." Claude mengatakan itu.
"Aku tahu, kurasa aku tidak bisa menghindarinya lebih dari ini."
Aku memberikan Claude sedikit jitakan di dahi sebelum mengirim dia kembali ke lubang dia muncul tadi.
"Uwaaa ... Master jahat!"
...----------------...
"Tapi ini mengejutkan, Tuan Dragon Slayer. Ternyata kamu memiliki penginapan di kota ini rupanya, huh?"
Aku menggangukan kepala dalam pertanyaan Tuan Putri Elia yang terhormat.
"Jadi, alasan Gadis Zirah datang kesini tetap sama ingin mengundangku ke istana, bukan?"
Tuan Putri Elia menggangukan kepala,
"Kau tahu, aku tidak akan memiliki muka jika raja sampai mengetahui bahwa aku gagal membawa yang menjadi penyelamat pasukan ksatria pimpinanku ke istana. Jadi aku meminta dengan sungguh-sungguh kepadamu untuk menghadiri acara penyerahan imbalan itu."
Dia menundukan kepala, dan dengan sedikit kata seperti, "Kumohon." melakukannya. Maksudku Tuan Putri Elia yang tadinya terlihat sombong sekarang tiba-tiba saja merendah dihadapan orang lain?
"Huh, ada apa dengan sikap yang tiba-tiba itu?"
Tidak-tidak, aku yakin ini adalah akal-akalan dari gadis ini. Tentu saja, aku juga tidak akan melupakan Aisha yang juga menyetujui itu.
"Kyle, bagaimana kalau kau menemani dia ke ibu kota?"
"Aisha, kau tidak mengerti. Apa yang akan aku lakukan jika raja sampai memintaku bergabung dalam pasukan mereka? Nah, aku tidak ingin sampai membuat raja menanggung malu karena aku menolak permintaan dia dihadapan para pengikut dia."
Dan game over, jika aku sampai dibenci oleh kerajaan maka penginapanku akan otomatis ditutup paksa bahkan lebih buruknya lagi, aku akan kehilangan tempat tinggal di wilayah ini.
Sementara jika aku menerima jabatan itu maka pekerjaanku otomatis bertambah menjadi tiga.
"Bagaimana kalau aku berjanji akan membuat raja tidak berusaha untuk merekrutmu?"
"Kau berani menjaminnya?"
"Tentu saja, serahkan saja kepadaku."
__ADS_1