Manajer Overpower

Manajer Overpower
Chapter 9


__ADS_3

Baru saja aku ingin beranjak dari tempat duduk ku, aku melihat wanita penyihir itu datang sambil menyeringai.


"Aku sudah mengalahkan mereka semua! Lalu, kalian petualang rendahan kenapa tidak mulai mengumpulkan ini? Khususnya untuk kamu anak baru."


Eh? Apakah dia menunjuk ke arahku?


Pria botak disampingku tetap diam dan tidak mau menggubris perkataan dia.


Dan karena melihat dia tidak bertindak, maka aku juga meniru sikap orang itu.


"Bukannya kamu punya tangan untuk melakukannya?"


Hanya untuk beberapa alasan, dia memiliki dua kaki, dua tangan, kenapa tidak mau melakukan pekerjaan gampang seperti "mengambil batu" itu?


Lagipula, jika aku yang memungut batu milik petualang lain, maka itu akan terkesan seperti aku merupakan seorang pesuruh.


"Ho~ untuk petualang level seratus sepertimu, apa perlu diberitahu lagi? Lihat dimana kamu berdiri sekarang?"


Wanita itu menoleh ke arah bawah kakinya.


Aku memiringkan kepala.


"Aku sedang duduk."


"Eh, kamu!"


Sementara wanita itu salah tingkah.


"Bwahaha~"


Pria disampingku tertawa melihat tingkah konyol wanita penyihir tersebut, dan secara reflek membuat dia mewarnai pipi.


"Penghinaan, lalu aku akan menantangmu bertarung kalau begitu. Aku tidak akan melupakan penghinaan ini! Kau akan membayar atas perkataanmu! Saa, lawan aku sekarang!"


Dengan wajah yang mengembung pada beberapa bagian, wanita dewasa itu menantang aku untuk berkelahi.


"Eh, serius?"


Dalam beberapa alasan aku berniat menolak ini.


Tapi sebelumnya aku juga teringat pernah mendapatkan pemberitahuan seperti; Mendapat bonus peningkatan setelah mengalahkan beberapa orang.


Dan jumlah mereka lumayan besar.


Nah, kalau begitu, kenapa aku tidak akan mengambil kesempatan ini untuk mendapatkan lebih banyak statistik.


"Boleh~"


Aku berdiri sambil sedikit melakukan peregangan pada otot ku.


Yosh, karena tadi aku hanya duduk sambil menyantap makananku, jadinya tubuhku tidak bergerak.


"Hee~ untuk petualang rendahan sepertimu, kupikir kau akan kabur seperti lawanku sebelumnya."


"Memangnya ada tempat untuk lari dari sini?"


Ya, kalau itu aku, aku tidak akan repot-repot kembali ke kota Palous dengan berjalan kaki, apalagi lari.


Jadi aku menolak saran dia.


"Masih ada waktu untuk menyerah, aku akan memberikan belas kasihan jika kau──"


"Huh? Bukannya tadi kau mengajak ku untuk bertarung?"


"...──"


Aku rasa dia sedikit mengatakan kalimat surang sopan setelah aku menanyakan itu.

__ADS_1


"Nah, karena kau sudah sangat melewati batas, maka aku akan memberimu sedikit pelajaran."


"Oke~"


Mendengar aku yang terlihat tidak antusias, wanita itu semakin menegang.


Aku justru sengaja memancing dia melakukan itu, setidaknya dengan begini aku bisa menguji coba [Explosion] ku untuk beberapa waktu melawan kekuatan penuh dari sihir dia.


Wanita itu mengangkat tangan dia sambil mengarahkannya ke arahku, aku mengikuti langkah dia.


Sebelum,


"Explosion!"


"Explosion!"


Dan KABOM! KABOM!


Dua cahaya melesat dari dua tempat yang berbeda.


Meledak di langit.


"Apa yang terjadi?"


Sementara wanita penyihir itu terlihat kebingungan melihatku yang bisa menggunakan mantra.


"Ho~ jadi begitu rupanya, aku hanya perlu mengatakan nama skill itu untuk bisa mengaktifkannya. Benar begitu, kan? Mbak penyiar?"


Seperti aku merasa mbak itu menggangukan kepala karena menjawab, [Yup ...] dalam kalimat bertanya ku.


Lawan dihadapanku semakin panas di kepalanya dan mengeluarkan uap.


Setelah melihat satu jurus itu gagal, aku pikir dia akan mulai serius dengan──


"Me-mengejutkan ... Aku tidak mengira kamu adalah seorang penyihir padahal membawa pedang. Tapi tidak lagi, aku akan mulai meningkatkan sihirku sekarang."


Penyihir tersebut merapal lebih mantra lagi berselang setelah 1 detik selesai mengatakan kalimat.


Setidaknya kali ini sebuah lingkaran demi lingkaran sihir memenuhi depan telapak tangan dia.


"Kali ini kamu jangan berharap bisa lolos dari seranganku!"


Dalam satu yang aku dengar seperti [Fire Ball!] sebelum disusul dengan [Fire Ball!] lagi, dan setelah itu ... ... Selesai.


Aku tidak berniat menangkis mereka dengan pedang, jadi aku hanya perlu menghindari itu dengan mengandalkan Agility ku.


Perlahan aku merasakan dorongan luar biasa yang membuat tubuhku bisa dengan mudah menghindar demi serangan tersebut sambil mempersiapkan kepalan tangan.


Aku akan datang untuk mempersempit jarak kami. Hohoho~ ini luar biasa! Kecepatan ini!


Ketika melihat aku semakin dekat, wanita itu menjadi panik.


Dia bahkan mengabaikan untuk mengaktifkan skill ofensif dan beralih ke defensif.


Perlahan dinding transparan mulai terbentuk di hadapanku.


Namun aku yang lebih cepat dari itu berhasil menerobos penghalang yang ingin dia dirikan, sebelum mendaratkan pukulan di wajah──ah, bukan, maksudku perut dia.


• [Peningkatan Level Aktif]


[Hadiah setelah mengalahkan lawan] | [HP + 500 000, MP + 500 000, Attack + 500 000, Physical Endurance + 500 000, Agility + 5 00 000, SP + 500.]


...----------------...


"Oke, sekarang adalah giliranku."


Pria botak tadi yang hanya duduk untuk menonton beranjak dari tempat duduk untuk menghadapiku, setelah melihat wanita penyihir itu mengerang kesakitan karena pukulanku.

__ADS_1


Aku menyelidiki level dia sebelum dengan [Appraisal] akan ada beberapa tulisan yang muncul di jendela.


Level: 500


HP: 900 000 SP


MP: 100 000


Attack: 500 000


Physical Endurance : 700 000


Agility: 300 000


Mataku melebar ketika itu yang menjadi pemberitahuannya.


"Dengan level yang setinggi itu, kenapa kau hanya diam ketika dia mengejek kita tadi?"


Seolah-olah merasa terkejut dengan ucapanku, penyihir wanita itu menegang ketika pria botak tersebut tidak berusaha membantah.


"Itu karena aku berusaha menahan diri. Tapi untuk beberapa alasan aku terkejut karena kau bisa menilai kemampuanku."


Aku menggangukan kepala, "Ya, itu karena aku memiliki skill [Appraisal]."


Dan ini sangat memudahkanku ketika melawan seseorang yang sudah aku ketahui berapa level mereka.


"Sementara aku tidak. Yah ... Kalau begitu, kenapa kita tidak menyelesaikan ini secepat──"


Kami saling menatap satu sama lain sebelum pada detik berikutnya terdengar suara pedang PRANG! yang mengincar leherku.


Namun aku berhasil tepat waktu menangkisnya dengan senjata, ketika jarak pedang lawan kurang dari 1 inci dari tubuhku.


"Bagaimana dengan ini, nak?"


Pria botak itu kemudian mengepalkan tinjunya sementara satu tangan lagi memegangi pedang.


Aku melompat mundur selama beberapa detik sebelum periode serangan tersebut terjadi, sampai sesuatu yang baru kembali meluncur ke arahku.


Sebuah pukulan tiba-tiba diarahkan ke kepalaku dari samping, bersamaan dengan mataku yang perlahan menangkap gerakannya.


Aku yang pada saat itu belum mencerna situasi dan dengan Explosion.


"Explosion!"


Suara ledakan terdengar selama beberapa waktu.


Aku memberikan serangan itu sebuah ledakan sehingga pria botak tersebut mundur beberapa langkah.


"Ah, panas! Panas!"


Sementara dia masih memegangi kepalan tangan dia yang memerah terkena api, pada saat itu aku akan mulai dari Shop jendela terlebih dahulu.


● [SP - 500]


• Buy Skills - Shop LV 1 》 LV 2 (Up!)


》 Fire Ball (Small): 100 SP


》 Fire Arrow (Small): 100 SP


》 Night Vision: 500 SP (New!)


》 Sword Mastery: 500 SP (New!)


• Upgrade


》 Explosion (Smal): 500 SP

__ADS_1


》 Appraisal (Smal): 1000 SP


Hohoho~ Akhirnya ada skill baru!


__ADS_2