
"Eh, maksud Tuan Kyle, Tuan Kyle berniat melakukan [Transfer]?"
Transfer? Ketika dia mengatakan soal itu aku memiringkan kepalaku.
"Apakah itu adalah termasuk skill?"
"Ya, mereka lebih mirip sebuah mantra yang digunakan para penyihir untuk memungkinkan seseorang membangikan energi mereka ke orang lain."
Nah, kalau begitu kenapa aku tidak mencobanya sekarang?
"Bagaimana cara melakukannya?"
"Ya, itu mudah ... Kamu bisa mengulurkan tanganmu sekarang ... Lalu ..."
Aku menuruti apa kata dia dan setelahnya nona elf itu memegangi tanganku.
"Emmm, etto ... Setelah ini aku akan melakukan sedikit pendekatan. Mohon maaf jika ini sedikit lancang ..."
Nona elf kemudian mendekat ke arahku setelah memegangi kedua tanganku, eh ... Uhmmm, jarak ini bukannya terlalu──Ketika bagian dahi kami bersentuhan.
"Nah, sekarang waktunya mantra itu bekerja, setelah kita terhubung satu sama lain, waktunya membuat [Transfer] melakukan tugasnya."
Dalam perkataan gadis itu aku akan mulai merasakan ada yang mengurasku dari dalam tubuhku. Tidak salah lagi, kami sudah terhubung satu sama lain!
Setelah cahaya terang mulai memenuhi tubuh nona elf itu.
"Ini, kekuatan ini sungguh ..."
"Oh, ternyata orang yang dijuluki Dragon Slayer memang mempunyai kekuatan yang luar biasa."
Dan dalam kalimat itu aku akan menemukan dwarf disampingku tersenyum puas melihatnya.
Lalu sekarang apa?
"Tunggu, jadi alasan kau langsung menyetujui [Transfer] itu karena kalian sudah tahu identitasku?"
"Bukannya itu sudah ada dalam berita hari ini? Nah, wajahmu dan wajah di poster itu terlihat sama, bukan?""
"Tunggu, apa?!"
Setelah dwarf itu memberikan aku lembaran kertas yang terlihat sudah usang. Hohoho~ apa-apaan dengan wajah pria yang terlihat bodoh itu!
"Itu adalah aku!"
Aku pikir di dunia ini belum ada yang namanya mesin untuk mencetak, lagipula ... Sejak kapan mereka menempel wajahku di kertas ini?!
Ketika aku mencarinya lebih jelas lagi, akan ada lambang keluarga yang aku kenali sebagai penguasa kota ini.
Benar, itu adalah Keluarga Zoat yang tertulis membuat kertas pengumuman itu pada bagian tertentu beserta keterangan tentang aku yang berhasil mengatasi dragon king.
Disana tertulis seperti,
__ADS_1
'Perhatian untuk semua penduduk kota, pahlawan yang berasal dari guild sudah membantu kita mengatasi naga yang menebar teror di wilayah langit kita. Sekarang kita sudah tidak perlu takut lagi, karena naga beserta apapun yang mengancam kota sudah diatasi berkat kerja sama penguasa kota dengan guild ....'
Seperti itulah yang aku lihat, dan kemudian pada bagian selanjutnya akan ada identitas mengenai pahlawan yang dimaksud itu.
"Ee~ Tebak siapa yang mulai naik daun sekarang?"
Luna tertawa ketika melihat lembaran kertas itu.
"Bisakah kau tidak mengatakan itu lagi?"
Karena aku merasa seperti seluruh pasang mata mengawasiku sekarang.
Aku tanpa sadar mengatakannya agak kerss tadi pada Luna yang tersenyum canggug dihadapanku.
"Menjadi pahlawan untuk banyak orang itu tidak terlalu buruk, tahu? Lalu kamu yang tiba-tiba menjadi terkenal bisa saja menjadi incaran para petualang yang tidak menyukai──"
"Aku tahu, karena biasanya dalam cerita-cerita nov el akan ada karakter tertentu yang akan menyulitkan protagonis ketika dia tiba-tiba saja naik daun."
"Oh, kamu mengatakan apa tadi?"
"Tidak ... Bukan apa-apa."
Sambil menggelengkan kepala aku kemudian menoleh ke papan quest.
"Aa~ sepertinya ada quest penaklukan lagi."
"Apakah itu tentang membasmi orc?"
Ketika aku meminta Luna untuk menjelaskan lebih rinci lagi, akan ada keterangan yang tertulis dalam kertas quest yang menyuruh aku mengalahkan pasukan raja──
"Raja iblis?"
"Ya, sepertinya baru-baru ini seseorang di garis depan meminta bantuan para petualang untuk membantu pahlawan mereka menangani serangan balik tentara musuh."
Lalu setelahnya, aku mendengar orang yang meminta bantuan tersebut adalah para ksatria kerajaan, kemudian aku merasa Luna seperti merasa cemas tentang itu.
"Ada apa?"
"Tidak ... Hanya saja ini cukup aneh, tiba-tiba para ksatria kerajaan yang tidak menyukai petualang meminta bantuan."
"Apakah kalian ada masalah sebelumnya?"
Aku bertanya, Luna langsung menghela nafas setelah itu.
"Tidak, hanya saja aku khawatir jika kamu menerima quest ini ..."
"Oh, karena bayarannya adalah sepuluh juta emas ..."
Tentu saja, itu masih belum cukup untuk mengimbangi imbalan dari mengalahkan dragon king.
Juga, hasil dari penjualan tanduk naga dan 80 kristal orc ternyata adalah 50 juta emas.
__ADS_1
Gila gak tuh? Dengan begini aku sudah berhasil mengumpulkan sekitar 79 300 000 emas dalam waktu kurang dari satu minggu.
Nah, aku rasa dengan sedikit perburuan lagi aku bisa menghasilkannya sampai 100 000 000 jika melawan monster kuat.
"Untuk itulah, aku memerlukan pasukan raja iblis ini untuk memperoleh batu kristal mereka dan mendapatkan imbalan besar dari penjualan tersebut."
Karena aku berfikir semuanya akan menjadi mahal karena mereka adalah pasukan iblis, jadi aku rasa ini akan berjalan dengan baik.
Dengan begitu, mengabaikan Luna yang menatapku agak panik, aku mengambil quest tersebut sebelum dengan zirah berat yang sudah aku kenakan meluncur ke lokasi yang sudah ditentukan.
...----------------...
Pada saat aku sudah sampai disana, aku menemukan selusin pasukan manusia berdiri di dalam sebuah lubang besar.
"Ugh, apakah mereka berhasil disudutkan?"
Karena disekelilingnya mirip dengan tebing yang tinggi dan dipenuhi oleh spesies monster yang bervariasi.
Lalu, mengabaikan soal itu. Ternyata tentara kerajaan dan ksatria kerajaan berbeda dari dugaanku.
Mereka setidaknya mengenakan zirah yang semuanya menutupi tubuh, dari atas sampai ke bawah, semuanya dilapisi oleh logam berwarna perak terang.
Lalu, ada yang sedikit terlihat mencolok diantara mereka, itu adalah seorang gadis dengan kuda putih berdiri pada bagian depan barisan ksatria.
Berbeda dari orang-orang dibelakangnya, hanya gadis itu yang terlihat tetap tenang dalam situasi mencekam tersebut.
Rambut pirangnya yang panjang tersebut, lalu tatapan matanya yang dipenuhi oleh kebencian seolah-olah itu yang membuatnya mampu bertahan dalam kondisi seperti demikian.
"Semuanya! Jangan ragu! Kita adalah ksatria kerajaan, ksatria terhormat! Lalu ... Semua orang mengandalkan hasil kerja keras kita ... Apakah kalian ingin mengkhianati kepercayaan mereka terhadap pasukan kerajaan──"
"Maafkan aku tuan putri. Oh, maksudku Pahlawan. Sepertinya kita kekurangan bantuan disini."
"Dan dimana petualang yang sudah aku suruh kalian mintai bantuan itu?"
Sementara gadis itu sibuk berbincang dengan bawahannya, aku mulai melihat monster-monster yang berada di atas tebing mengarahkan panah-panah mereka untuk.
"Ugh, Master ... Ini gawat, setidaknya mereka tidak akan bertahan lama dalam serangan itu. Kemudian karena mereka berada di bawah."
Claude yang sudah muncul dari dalam lingkaran sihir pemanggilanku mengatakan itu dengan sedikit khawatir di wajahnya.
Aku menggangukan kepala mendengar pendapatnya.
"Aku tahu, tentu saja mereka akan menjadi target yang empuk jika kita membicarakan soal para pemanah itu, bukan?"
"Bagaimana selanjutnya, Master?"
Ketika dia mengatakan itu, aku memperbaiki sikap berdiriku.
"Bukankah sudah jelas? Kita bantu mereka bertarung kemudian klaim seluruh kristal monster yang berhasil dikalahkan!"
"Ah, sifat Master memang mudah untuk ditebak."
__ADS_1