
"Eh, jadi Tuan adalah Master baru kami──nya?"
Aku menggangukan kepala kepada gadis kucing, juga ke pekerja lain yang bekerja di penginapan itu.
"Ya ... Mulai dari sekarang, aku menginginkan kerja keras kalian!"
Aku tersenyum kepada semuanya yang menggangukan kepala ragu sekarang.
Namun, karena ini begitu tiba-tiba ... Yah, aku memaklumi sikap mereka yang cukup waspada terhadapku.
...----------------...
"Tapi ini cukup aneh, kenapa dia bisa mempekerjakan budak untuk menjadi pelayan di penginapan itu?"
"Tunggu, apa katamu tadi?!"
Ketika aku mengatakannya secara gamblang kepada Elia──Eh, berhenti!
"Kau mencekik leherku!"
Sampah! Aku bahkan tidak bisa bernafas karena dia melakukannya!
Sementara Elia yang sebelumnya memegangi kerah bajuku melepaskannya dengan sedikit, "Hmmph!" yang menyatakan suasana dirinya kesal.
"Kau tahu sudah berapa kali ayahku membuat seluruh warga dia untuk menaati peraturan?"
"Tidak."
Karena aku tidak tahu, jadi aku hanya menggelengkan kepala, Elia semakin cemberut dalam tanggapanku ini.
"Nah kalau begitu, kenapa kau tidak membantu aku menegakan peraturan di wilayah itu?"
"Jangan bilang kau──"
"Benar, bantu aku melakukan inspeksi khusus ke wilayah bangsawan lain!"
"Tidak mau!"
"Kumohon──meow!"
"... ... ... ."
Oh, tidak! Apapun asalkan tidak dengan suara itu lagi!
...----------------...
Karena ini terjadi begitu cepat dan mendadak, jadinya aku tidak mempunyai waktu untuk mempersiapkan banyak hal.
"Apa yang sedang kau lakukan? Tidak bisakah kau bersikap seperti seorang ksatria?"
"Aku sedang berusaha, tahu?"
Memangnya siapa yang membuat aku dalam kondisi yang seperti demikian, huh?
Ketika aku memikirkannya lagi, apakah aku bisa melakukannya?
Maksudku, ini akan menjadi pertama kalinya dalam hidupku aku akan menjadi petugas inspeksi di bawah naungan Tuan Putri Elia yang terhormat.
Nah, tugasnya hanya sederhana, menyelidiki tentang perbudakan.
Namun resikonya rupanya cukup tinggi jika sampai aku ketahuan melakukannya, seperti akan dibunuh, mungkin? Agar kejahatan ini tidak bocor ke pihak Raja.
"Maksudku kita akan menyamar sebagai tamu biasa, lalu setelahnya kau mengumpulkan bukti untuk aku bisa membongkar kejahatan penguasa kota Aterica."
"Oi, oi ... Kenapa harus sekarang? Bukankah kau mengatakan tidak ingin membuat konflik dengan bangsawan lain?"
Elia menggelengkan kepala dalam pertanyaanku──Hmmm?
"Kota Aterica dipimpin oleh Count Abbas, jadi dia tidak berbahaya. Maksudku, kekuasaan orang ini hanya memimpin satu kota dan beberapa desa, jadi mereka bukan ancaman."
1 kota, huh? Tapi menurutku itu tidak sederhana kelihatannya.
__ADS_1
Nah, jadi begitulah.
Pokoknya aku harus menyelesaikan ini secepat mungkin.
Pertama-tama kami akan berhenti di kediaman Count Abbas dan melewati serangkaian pembicaraan hangat, tentu dengan senyuman hangat pula.
Namun tidak boleh sampai terlalu berlebihan sampai mengatakan,
"Yo! Apa kabar Count."
Seperti itulah! Kalimat akrab meskipun baru kenal itu, pokoknya tidak boleh!
"Dalam aturan keluarga bangsawan di kerajaan ini, biasakan untuk memberi hormat sebelum berjabat tangan."
"Tunggu, kau tidak pernah menjelaskan tentang ini sebelumnya."
Lalu etika apa kata dia?
Hormat, kalau di film-film biasanya laki-laki akan melakukan sesuatu ketika ada seseorang yang lebih tinggi berada dihadapannya, seperti menundukan kepala mungkin?
Namun tunggu sebentar, jika dunia ini mengambil tema abad pertengahan di barat.
"Wah, wah. Tuan Putri Elia, saya count Abbas dengan senang hati menerima kedatangan anda di kediaman sederhana kami."
Pria berkumis unik dengan tubuh gemuk dan agak pendek, berdiri di depan untuk melebarkan tangannya sambil mengatakan itu.
Yosh! Waktunya untuk aku melakukannya!!
Setelah pria yang kami bicarakan itu berdiri di depan pintu kereta bersamaan dengan Elia dan aku yang mulai turun dari sana.
"Terimakasih atas sambutan hangatnya, Count."
"Saya ... Kyle ... Dengan senang hati ... Menerima ... Sambutan ... Ini ... Terimakasih."
Rasanya aku ingin di e daripada memperlihatkan ekspresi wajahku saat ini kepada Elia yang terlihat berusaha menahan tertawa dalam prosesnya.
"Huh, pengawal anda, ya?"
"Oh, orang dekat Tuan Putri rupanya!"
Setelah mendengar itu──Hmmm? Ksatria pribadi?
"Tidak suka, ya?"
"Ngomong-ngomong apa itu?"
Karena Elia tidak berniat memberitahunya, kami sudah sampai di depan pintu kediaman yang adalah mansion.
Mansion itu cukup besar.
Kalau bisa dibilang, itu bahkan lebih menyerupai istana di ibu kota, setidaknya lebih mewah sedikit.
Dan inikah yang namanya sederhana?
"Mansion yang bagus, Count."
"Ah, anda terlalu memuji, Tuan Putri."
Count Abbas kemudian memberitahu beberapa pelayan pribadinya untuk membawa aku dan Elia ke dalam rumah sementara dia terlihat mengatur sesuatu.
Dalam kesempatan itu, aku akan mengambil situasi tersebut untuk mengatakan sesuatu kepada Elia.
"Kenapa kau bisa yakin dia telah melanggar aturan?"
"Kau lihat bangunan ini?"
Aku menoleh ke arah mansion yang ditunjuk oleh Elia.
"Ya, uhmmm ... Mereka memang besar."
"Benar, kan? Kupikir itu dibangun dengan cara yang tidak benar."
__ADS_1
Eh? Apa maksud dia?
Karena aku masih belum bisa mencerna yang dikatakan Elia, permisi~
Aku akan mulai memasuki setiap rumah besar itu atas perintah dia selanjutnya, dan dengan [Shadow] aku akan menyelinap di bayang-bayang pelayan terdekat.
"Kemana Tuan Kyle pergi?"
"Ah, dia ada urusan mendesak."
Count Abbas memiringkan kepala, kemudian mulutnya "O" setelah Elia mengatakan itu adalah sesuatu yang benar-benar mendesak seperti.
"Dia sudah tidak tahan lagi untuk tidak pergi ke toilet."
"Hahaha~ jadi itu urusan mendesak nya, ya?"
...----------------...
Sementara itu.
"Hei, kamu! Bisakah membantu aku merapikan kamar Tuan Abbas?"
"Ya, tentu saja."
Kebetulan sekali, aku kemudian keluar dari dalam bayangan pelayan itu untuk menyelinap lagi ke setiap bagian gelap ruangan lain.
Dalam prosesnya aku tidak sengaja membuat──
"Huh, apa kau mendengarnya?"
"Dengar apa?"
"Aku seperti merasakan ada yang mengikutiku tadi."
"Mungkin hanya perasaanmu."
Setelah para pelayan itu selesai dengan urusannya, waktunya aku beraksi sekarang!
"Etto, karena Elia meminta aku mengumpulkan bukti. Seharusnya akan ada beberapa lembar dokumen di dalam ruangan ini."
Seperti dokumen kontrak atau hal-hal yang berhubungan perbudakan di kota ini.
Namun aku tidak menemukan semuanya, justru hanya dokumen tentang pencabutan izin perbudakan dari raja yang ada.
Ketika aku mendiskusikan ini kepada Elia.
"Tunggu, apa? Jadi maksudmu Count Abbas tidak memberitahu warga dia tentang pembaharuan dalam peraturan kerajaan itu?"
"Ya, seperti itulah. Kurasa pemilik penginapan itu tidak bersalah karena tidak mengetahui tentang ini."
"Masuk akal, jadi apa lagi yang kau temukan?"
"Tidak ada."
"Huh, jadi ini hanya tentang Count yang tidak memberitahu warganya soal pembaruan itu?"
"Ya seperti itulah."
Aku juga tidak mengerti apa motif dia melakukan ini, tapi kurasa Elia akan tahu jawabannya.
"Aku juga belum tahu, bagaimana kalau kita mencari tahunya lagi?"
"Jadi kau akan memulainya dari──"
"Tentu saja, pusat perdagangan budak di kota ini."
"... ... Aku tidak mau setelahnya kau menyerahkan semua korban itu kepadaku."
"Nah, karena Tuan Kyle sudah mengerti."
"Serius? Woy! Aku tidak berniat menambah karyawan lagi!!"
__ADS_1