Manajer Overpower

Manajer Overpower
Chapter 35


__ADS_3

Setelah mengalahkan para penjaga itu, aku kemudian beralih ke semua orang yang dikurung dalam pagar besi.


"Kamu membebaskan kami?"


"Apa yang sebenarnya terjadi──nya?"


Setelah aku melihatnya lagi, ternyata ada manusia diantara salah satu──Ah, bukan, maksudku banyak yang selain beastman yang terkurung.


Rupanya mereka memperbudak tanpa pandang bulu. Bahkan aku akan melihat anak-anak juga para lansia menjadi korban itu.


"Apa sudah semuanya?"


"Ya, sekitar dua puluhan."


Merasa sudah cukup, Elia menggangukan kepala kepadaku sebelum menyuruh aku mengeluarkan lingkaran sihir, yang segera membuat kami menghilang dari tempat itu secara instan.


Tidak ada waktu untuk menjelaskan setelah tiba-tiba para budak itu mendapati lingkungan baru disekeliling mereka.


Jadi aku akan berkata seperti,


"Aku hanya membawa kalian ke tempat yang aman."


Dan setelahnya, semuanya langsung mengganggukan kepala seolah-olah berusaha menghilangkan rasa penasaran dari dalam diri mereka.


Wow, entah kenapa aku berfikir itu mungkin saja terjadi karena mereka sebelumnya selalu dipaksa mematuhi dan mematuhi.


Nah, sekarang karena semuanya berhasil aku bebaskan.


"Belum, masih ada lagi. Kau bisa membawaku kesana?"


"Tentu saja."


Aku menggangukan kepala sebelum dengan [Teleportation] tiba di ruangan awal dalam waktu singkat, dimana kami akan melihat puluhan pelayan gadis kucing di area tengah.


Ngomong-ngomong aku bersyukur karena tidak ada yang menjadari kemunculan kami secara tiba-tiba ini.


Setelah itu aku akan mengaktifkan skill baru yang aku beli sekarang.


• [-500 000 SP] | [Skills Shadow berhasil dipelajari, menambahkan ke dalam status.]


Level: 9 107 (Up!)


HP: 1 852 660 000 (Up!)


MP: 1 852 660 000 (Up!)


Attack: 1 852 660 000 (Up!)


Physical Endurance: 1 852 660 000 (Up!)


Agility: 1 852 660 000 (Up!)


SP: 1 306 106 (Up!)


Skills: [Strong Body] | [Appraisal] | [Explosion (Medium)] | [Fire Ball (Very Strong)] | [Predator (Small)] | [Sword Mastery (Small)] | [Speed ​​Boost (Strong)] | [Fire Arrow (Small)] | [Night Vision (Small)] | [Materials Magic (Small)] | [Skill Builder (Small)] | [Enemy Detection (Small)] | [Trap Detection (Small)] | [Release of Greatsword Energy (Very Strong)] | [Auto Recovery (Small)] | [Teleportation (Very Strong)] | [Shadow (Small)]


Yup, sepertinya itu berhasil.

__ADS_1


Aku menggunakan [Appraisal] sebelum menguji cobanya. Dan hasilnya akan muncul seperti ini,


Hasil penilaian: Shadow, membuat pengguna skill mampu menyelinap ke bayang-bayang seseorang.


Hohoho~ kekuatan ini sungguh sangat berguna di saat seperti sekarang.


Maksudku, bukankah aku akan terlihat seperti seorang penyusup profesional atau lebih mirip seorang ninja seperti yang ada dalam film-film sekarang?


Nah, karena skill itu akan membawaku ke suatu tempat yang akan dilalui oleh pria yang aku tumpangi.


Ngomong-ngomong dimana Elia?


Gadis itu sekarang sudah menyusup ke lokasi yang tidak aku ketahui.


Sebenarnya aku bertanya-tanya tentang ini sebelumnya, sejak kapan Elia memiki begitu banyak informasi?


Maksudku, pertama-tama dia mengetahui tentang gadis kucing itu yang berusaha menjual diri.


Kemudian lokasi ruangan penjara berada, lalu sekarang?


Oh, iya, tentang kode rahasia yang dia katakan di depan pintu tadi dengan pria penjaga itu.


Koneksi anggota kerajaan sungguh mengerikan.


Setelah ini berakhir aku kemudian tiba di depan sebuah ruangan yang sangat rahasia.


Setidaknya itu berada di lantai tertentu, mungkin paling atas gedung?


Pokoknya, setelah pria itu memasuki tempat tersebut, akan ada yang menyambut dia di dalam.


"Bagaimana hasil penjualan hari ini?"


"Ho~ aku senang mendengarnya."


Lalu keduanya akan tertawa selama beberapa waktu, "Bwahahaha!" seperti itulah yang aku dengar.


Sebelum bersama-sama menoleh ke sudut ruangan, yang dimana ada seorang perempuan dengan busana agak terbuka diikat disana.


Mataku terbuka lebar melihat itu, meskipun aku belum tahu apa yang mereka lakukan, dari tingkah keduanya, kupikir itu sudah jelas.


"Boleh aku menikmati dia, bos?"


"Tidak, tapi kau boleh mencicipinya setelah giliranku. Jarang-jarang aku bisa mendapatkan mainan seperti dia."


Gadis itu seolah-olah ingin mengatakan, "Jangan mendekat!" namun karena mulutnya diikat, hanya ada suara dengan kalimat berantakan yang muncul dari mulitnya.


Aksi pria itu kemudian berlanjut, dari yang awalnya menatap liar menjadi memainkan lidah.


Sebelum tangannya berusaha untuk menangkap sesuatu dari tubuh gadis itu.


Namun sebelum itu bisa berlanjut, tangan dia sudah terjatuh di bawah bersamaan dengan warna merah yang mulai memenuhi lantai.


"Apa yang terjadi?"


Sementara dia masih kebingungan kenapa tangan dia bisa tiba-tiba terjatuh.


"Bos! Tanganmu! Tanganmu putus!"

__ADS_1


"Uaaaaa!"


Pria itu menjerit bersamaan ketika aku muncul dari balik bayang-bayang setelah menonaktifkan [Shadow].


Kemunculanku begitu mendadak sampai membuat keduanya tidak sempat bereaksi banyak.


Aku yang sudah mengayunkan pedang menebas satu pria yang aku tumpangi tadi sebelum mengincar yang satunya──


"Tunggu! Tunggu sebentar! Aku bisa menjelaskan ini! Sungguh, berikan aku kesempatan untuk berbicara!"


Ho~ karena dia sudah berlutut sekarang, aku pikir dia sudah mengibarkan bendera putih. (Note: Tanda menyerah.)


Nah, selama periode itu aku akan melakukan sesuatu pada tali yang mengikat tangan gadis yang sekarang menatapku terkejut itu dan memotongnya.


"Tuan menyelamatkan aku?"


"Tenang, aku bukan orang jahat."


Setelah aku membebaskan dia gadis itu kemudian berdiri dibelakangku, pasti dia merasa ketakutan tadi, bukan?


Aku bersyukur karena dia tidak takut kepadaku, meskipun sudah melihat apa yang aku lakukan tadi.


"Oke, sekarang adalah giliranmu."


Karena pria itu jahat, tentu perbuatannya harus dibalas dengan sesuatu yang setimpal juga.


Tuan Putri Elia dengan kesal juga mengatakan seperti, "Sikat habis mereka." nah, seperti itulah.


Oh iya, aku baru mengetahui bahwa orang ini ternyata adalah pemilik dari tempat ini. Benar, dialah pedagang budak yang aku cari.


"Tunggu! Apa kau tidak mendengar aku sudah menyerah tadi?! Tolong! Tolong jangan angkat pedangmu lebih dari itu!"


"Nah, kalau kau mengatakannya maka aku tidak sungkan akan menurunkannya."


Nafas pria itu menjadi tertahan sementara pedangku hampir menyentuh leher dia. Nah, siapa yang menginginkan itu turun tadi, hah?


"Tolong jangan! Uaaaa!"


"Penawaran, aku akan memberikanmu kesempatan hidup namun sebagai gantinya kau memberitahu aku bagaimana cara melepaskan kerah ini?"


Aku kemudian menunjuk ke leher gadis disampingku yang diikat oleh benda yang aku maksud, wajah pria itu sekarang menjadi pucat bersamaan dengan pedangku yang mulai menunjukan ketajamannya disini.


"Uaaaa! Aku mengerti! Tolong singkirkan benda itu! Ampun!"


Dia mulai menjerit tidak wajar, sementara itu aku akan mulai memaksa dia untuk buka mulut.


Mulai yang dari pertama, pria itu menjelaskan bahwa kerah hanya bisa dilepaskan oleh seseorang yang memiliki sihir elemen cahaya.


"Ini adalah sihir gelap yang membawa kutukan. Jadi satu-satunya senjata untuk melawan itu adalah dengan memurnikannya."


"Contohnya?"


"Nnn, aku ragu untuk mengatakan ada yang memilikinya disini. Tapi sihir itu hanya bisa digunakan oleh orang tertentu──"


"Kalau kau berusaha mengulur waktu maka aku akan──"


Setelah aku mengatakan itu akan ada seseorang yang muncul dari balik tembok tempat aku berdiri.

__ADS_1


Gadis yang dibelakangku dengan wajar menjerit melihat ada yang mengarahkan pedangnya ke arahku, sementara musuh melakukannya. Untuk melakukan penyerangan secara tidak terduga ini.


__ADS_2