
Setelah menerima 10 juta tambahan emas dari Count Aaron dan meninggalkan kediaman, suasana canggung memenuhi pikiran aku dan seseorang disampingku.
"Emmm, etto ... Jadi apakah Tuan Kyle ingin memakan roti buatanku?"
"Eh, boleh?"
Ketika aku menanyakan itu, Aisha terlihat menggangukan kepala.
"Aku akan senang jika kamu menyukainya. Lagipula, aku sudah berjanji untuk membuatkan Tuan Kyle masakan pada waktu itu."
Ah, benar. Jika aku ingat-ingat lagi dia pernah mengatakannya sebelumnya.
Lalu untuk roti itu.
"Nah, kalau begitu aku inginnya Aisha bekerja di dapurku."
"Eh?!"
Pada saat aku mengatakannya, entah kenapa itu akan membuat Aisha bereskpresi terkejut sebelum aku melanjutkan.
"Oh, tentu saja karena Aisha akan melanjutkan bisnis keluarga."
"Tapi aku tidak akan keberatan bekerja sendiri di restoranku, kok."
Dan suara yang terakhir itu aku dengar dari wanita paruh baya yang ada di dekat kami.
Nyonya Starla mengatakan itu sambil tersenyum dengan mengacungkan jempolnya, mengabaikan Aisha mulai terlihat panik dalam perbincangan setelahnya.
"Eh, Ibu! Apa yang kamu──"
"Sepertinya Aisha menolaknya, sayang sekali."
Sementara aku menghela nafas dalam jawaban Aisha, kepanikan gadis itu sekarang mencapai level baru.
"Aku bukannya tidak mau! Tapi ... Menjadi juru masak untuk Tuan Kyle itu agak ..."
"Oh, tentu saja. Masakanmu cukup enak, lho. Lalu aku yakin semua tamu pasti akan menyukainya."
Aku tidak akan membantah rasa roti yang pernah aku makan sebelumnya.
Yah, meskipun hanya itu makanan buatan Aisha yang aku pernah coba namun aku merasa untuk masakan lain gadis itu pasti akan melakukannya dengan baik.
"Jadi, kalau bisa aku menginginkan seseorang untuk membantuku memasak."
Aku dalam kalimat yang selesai menjelaskan masalahku kepada mereka, entah kenpa itu akan membuat wajah seseorang memerah setelah aku menjelaskannya.
"A-aku mengerti. Jadi jika ini bisa membayar atas kebaikanmu, Tuan Kyle. Lalu aku akan menjadi karyawan pertamamu."
"Tetap pada tujuan. Saa! Ayo dekati Kyle dan rebut hati dia Putriku!"
Dan dengan sedikit "Heheheh" Nyonya Starla mendorong Aisha hingga berada dalam jarak kurang dari 1──Ugh, atau mungkin sudah 0 cm?!
"Ugh, ibu?!"
__ADS_1
Ketika Aisha melotot tajam ke arah wanita itu sambil mengembungkan pipi, Nyonya Starla terkekeh.
"Keputusanku tetap sama, yaitu akan merestui hubungan kalian. Dan kemudian aku memiliki beberapa urusan disini, jadi aku akan menitipkan putriku kepadamu, Kyle."
"Oh, baiklah."
Aku menggangukan kepala, Nyonya Starla sudah menghilang dari hadapan kami setelah hitungan detik.
...----------------...
"Oke, kita sudah sampai."
Ketika aku berniat membuka pintu, ugh ... Aku merasa seseorang dibelakangku sedikit ragu untuk melangkah lebih jauh.
"Ada apa?"
Aku menanyakan alasannya kepada Aisha, tapi gadis itu kemudian menggelengkan kepala.
"Aku hanya sedikit mendengar hal-hal yang kurang menyenangkan dari bangunan ini."
"Oh, apakah sebelumnya kamu mendengar cerita aneh atau seram?"
Yah, aku tidak akan membantah karena bangunan ini cukup tua dan berdebu apalagi kosong tanpa penghuni sebelumnya. Oleh karena itulah tidak jarang beberapa orang bisa menggangap itu sebagai sesuatu yang menyeramkan.
"Namun, mengabaikan soal itu. Pemilik penginapan ini sebelumnya sudah meninggal sebelum cucu dia menjual penginapan ini, lho."
"Jadi dia mati disini, toh?"
Tapi ngomong-ngomong soal ini, jadi itu adalah alasan mengapa ketika aku pertama kali bertemu dengan Aisha, gadis itu terlihat lega ketika mendengarku adalah pemilik dari tempat ini?
"Jadi begitulah, ruangan ini adalah milik mu sekarang, dan selamanya jika kamu masih menjadi pekerja disini."
Aku menunjukan bagian dapur.
Oh iya, saatnya untuk menunggu pesananku.
Seharusnya akan ada gerobak dan beberapa orang sudah berdiri di luar rumahku sekarang.
"Tuan Kyle, ya? Ini adalah pesanan anda, silahkan diterima."
Aku mencoret beberapa hal setelah seorang petugas pengantar barang menunjukan sebuah surat, lalu membuat beberapa orang membawa masuk perabotan yang sudah aku pesan.
Yup, semuanya seharga 500 ribu Emas. Itu bahkan lebih murah dari zirahku.
Ngomong-ngomong tempat tidur tempat tidur itu berada dalam standar untuk penginapan kecil seperti milik ku ini.
Yah, tapi untuk beberapa alasan mereka mungkin bisa tahan lama. Lalu aku juga perlu menata mereka setelah ini.
"Jadi Aisha, bisakah kamu membantuku setelah selesai dengan acara keliling dapurnya?"
"Oh, tentu. Tapi bisakah aku menanyakan ini kepadamu, Tuan Kyle?"
"Panggilan Tuan itu agak terlalu ..."
__ADS_1
"Bagaimana kalau Kyle saja?"
Nah, itu lebih baik. Aku menggangukan kepala dalam pertanyaan Aisha.
"Apa yang sebenarnya ingin kamu tanyakan?"
"Oke, itu soal kompor sihir yang ada di dapur. Bisakah Kyle mengisi mereka dengan energi sihir?"
"Energi sihir?"
Tunggu, jadi itu adalah kompor sihir atau bagaimana?
"Etto, tebak aku menduga mereka akan benar-benar bisa bekerja jika kau menyerahkan beberapa energimu, begitu?"
"Ya, seperti demikian. Namun mereka memerlukannya dalam jumlah yang tidak sedikit agar bisa bertahan lebih lama."
Jadi begitu, aku baru paham soal itu sekarang!
Jadi bahan untuk menyalakan kompor masak di dunia ini adalah energi sihir rupanya?
"Pertama-tama Kyle dekatkan tanganmu ke kompor lalu bayangkan seperti kamu membagi energi──"
"Sudah, apakah seperti ini?"
Ketika aku menunjukan kompor yang mulai bercahaya putih setelahnya.
"Eh, berhasil?"
"Ya, uhmmm ... Mereka memang agak sedikit menguras, namun sepertinya aku baik-baik saja setelah itu."
"Hebat, jadi kamu memang adalah yang sudah mengalahkan dragon king rupanya."
Aku tersenyum canggung ketika Aisha tiba-tiba membicarakan soal itu. Nah, karena bagian ini sudah beres, jadinya aku akan meminta dia untuk memulai tahap lainnya.
"Oh, oke. Kemudian Kyle perlu mengaktifkan mereka, tapi karena aku sudah terbiasa dengan ini, aku mungkin bisa mengatasinya dengan sedikit kerja keras."
Aku tidak tahu apa maksud dari kata "Kerja keras" itu karena setelahnya aku akan mendengar Aisha seperti melakukan sesuatu pada telapak tangan dia.
"Menyalalah! [Fire]!"
Ketika sepercik api muncul di atas kompor, itu akan menjadi cahaya yang menyala terang ketika mereka berubah ke bentuk yang lebih besar lagi.
Maksudku api yang awalnya sangat kecil bisa menjadi sebesar itu hanya karena ada sesuatu yang membuatya terus membakar.
"Ough ... Sepertinya berhasil, cara yang diajarkan Ibu. Sihir untuk memasak."
"Jadi tadi itu apakah adalah semacam pematik api atau ..."
"Ya, begitulah. Ibuku berkata setiap juru masak di dunia ini harus memilikinya. Jadinya aku harus belajar menggunakan mantra api, dan sedikit air untuk berjaga-jaga jika seandainya api menjadi tidak terlendali."
"Ah, aku mulai mengerti sekarang."
Setelah itu, kami akan melanjutkan urusan kami untuk menata perabotan setelah memastikan Aisha sudah benar-benar terbiasa dengan alat-alat didapur.
__ADS_1