Manajer Overpower

Manajer Overpower
Chapter 22


__ADS_3

Nah, sederhananya adalah tentang hutang yang dimiliki oleh Nyonya Starla dan Aisha.


"Oh, aku sudah mengerti situasinya. Baiklah, aku akan membiarkan kalian membayarnya sekarang dengan jumlah yang sudah kau pinjam."


Ketika Count Aaron mengatakan itu kepada Nyonya Starla, maksudku wanita itu bisa membayar 100 ribu emas dan mendapatkan penurunan jumlah tagihan.


"Nah, disitulah letak masalahnya, Tuan. Lalu kami tidak mempunyai uang sebanyak itu. Maafkan saya, tapi apakah tuan bisa memberikan waktu untuk kami mengumpulkannya?"


Jadi tetap saja Nyonya Starla tidak memiliki uang, ya?


Yah, aku mungkin sudah menduga situasi semacam ini, jadi aku akan memberikan 100 ribu emas kepada Count Aaron.


"Ini termasuk mengembalikan toko Nyonya Starla setelah diambil oleh dia."


"Tu-tunggu Tuan Kyle!"


Sementara dua orang disampingku mulai terlihat panik.


"Ah, kalian tidak perlu khawatir. Aku yang akan membayar mereka semuanya, lalu tentang restoran kalian yang akan dikembalikan itu──"


"Bu-bukan itu masalahnya. Emmm, etto, bagaimana, ya ... cara untuk menjelaskannya? Tapi pokoknya kami tidak bisa merepotkanmu lebih jauh lagi!"


Aisha mengatakan itu dengan nada bersalah, termasuk ibu dia yang mulai mengkritik tindakanku.


Aku hanya menggelengkan kepala mendengar keluhan mereka.


"Karena aku sudah terlibat sampai sejauh ini, yah ... Aku tidak bisa mundur begitu saja. Lalu aku juga masih mempunyai cadangan emas di kantong ku, jadi kalian tidak perlu khawatir."


Sebagai contoh, ini mungkin akan menjadi sedikit pamer, namun aku tidak punya pilihan lain selain membiarkan mata mereka melihat kantong besar emas yang aku tunjukan.


Sementara Count Aaron mulai terkekeh melihat ini.


"Kenapa kalian menolak niat baik pemuda ini? Nah, kalau kalian tidak menerimanya dan gagal membayar tepat waktu, tentu saja aku akan menagihnya termasuk akan menyita restoranmu kembali jika tidak berhasil membayar."


Wajah Nyonya Starla terlihat gelisah mendengar itu sebelum menghela nafas panjang.


"Baik, ngomong-ngomong aku perlu menegaskan suatu hal."


"Hah? Apa itu?" Ketika Count Aaron bertanya.


"Aku akan serius menjadikan Tuan Kyle sebagai tunangan Aisha selanjutnya!"


...----------------...


Mataku dan mata gadis disampingku mulai melebar mendengar itu.


"Eh, ah! Tunggu, tunggu sebentar! Apa yang kau katakan──"


"Ibu ... B-Bagaimana kamu bisa mengatakan itu?"


Ketika kami berdua masih dilanda keterkejutan yang dahsyat tentang pernyataan mendadak itu.


"Ah, tentang ... Sebelumnya aku minta maaf kepadamu karena sudah meminta Kyle menjadi tunangan bohongan Aisha."

__ADS_1


"Jadi sebelumnya kalian menipuku?"


Dan kalimat terakhir itu semua orang tidak akan pernah mendengarnya.


Mengabaikan Endy yang mulai menoleh ke arahku dendam, Nyonya Starla kembali menjelaskan dan menatapku serius.


"Jadi aku akan merestui kalian jika memang putriku yang kamu incar. Lalu, tentang bagaimana selanjutnya, aku akan menyerahkan keputusan di tangan kalian berdua."


Eh, ah? Apakah dia salah paham atau bagaimana?


Oh iya, mungkin saja ini terjadi karena kecerobohanku tentang mengatakan ingin mencari istri yang pandai mengurusi rumah lalu bisa membuatkanku masalah enak.


Tapi ... Tetap saja aku merasa ragu untuk memulai hubungan ini.


Memang Aisha terlihat ramah dan baik, masakannya juga enak. Namun aku ragu dia memiliki perasaan itu kepadaku.


Ketika aku menoleh ke arah dia, wajah gadis itu sekarang memerah dan mewarnai dirinya sendiri.


Oh, aku tidak tahu perkataan Nyonya Starla akan sampai berdampak seperti itu kepada putri dia.


"Ehem ... Nah, karena sekarang kalian sudah selesai dengan urusan kalian. Lalu aku juga mendapatkan sebuah berita yang mengatakan seseorang sudah membunuh dragon king, yang meneror jalanan yang menghubungkan antara kota Palous dan Aterica."


Terlalu banyak kata "Yang" nya, sobat. Pria itu sekarang menatapku dalam senyuman penuh makna. Ugh, entah kenapa firasatku mengatakan ini buruk.


"Aku tidak ..."


Sementara aku terlihat ingin menghindari ini.


"Dan kebetulan juga nama petualang itu adalah Kyle, yang baru saja mendaftar di guild, lalu peringkat E yang sekarang B, lalu memiliki rambut hitam dan mata coklat, lalu──"


"Etto, itu adalah aku."


"Mengejutkan, nak Kyle. Nah, untuk satu alasan itulah aku mulai merasa masuk akal kamu bisa mengalahkan para penjaga kediaman kami."


Count Aaron tertawa keras ketika mengatakannya sambil menepuk meja.


"Lalu kamu akan meminta apa? Uang, jabatan?"


"Aku tidak ingin jabatan, tapi uang mungkin boleh."


Karena aku juga membutuhkan koin-koin itu untuk menjalankan bisnis penginapanku, nah ... Mungkin dengan memiliki sedikit emas akan membantuku melakukannya.


"Kalau begitu, karena ini juga merupakan permintaan langsung dariku──"


"Jadi kau yang memasang poster itu rupanya."


Yah, ini akan menjadi masuk akal bagi penguasa kota itu melakukannya.


Menurut Aaron, dragon king yang aku kalahkan itu sering menggangu pedagang yang lewat dan mengakibatkan beberapa pasokan makanan berkurang.


Sehingga membuat harga melambung tinggi karena berkurangnya persediaan.


Sebagai hasilnya, banyak warga yang mulai protes dan menyerukan untuk mengalahkan penggangu itu.

__ADS_1


Namun yang terjadi setelahnya adalah kekalahkan total karena lawan mereka bisa terbang di langit sementara mereka tidak bisa.


"Aku tidak ingin rugi lebih banyak lagi, oleh karena itu aku memasang permintaan itu di guild. Kemudian, aku juga akan memberikan hadiah tambahan lain kepada petualang yang berhasil menyelesaikan quest tersebut."


"Oh, apakah kesempatan untuk memilih tadi itu adalah hadiahnya?"


"Yup, namun lebih dari itu. Sebenarnya aku sedang mencari seorang pendamping untuk putriku, dan aku mengira petualang yang sanggup mengalahkan dragon king akan lulus dalam syarat asalkan dia adalah laki-laki."


Oi, oi ... Aku sudah mulai merasakan niat lain dari senyuman orang ini.


"Tentu saja aku tidak akan melakukannya karena didahulu oleh orang lain. Maksudku aku ingin menjodohkanmu dengan putriku pada awalnya! Jadi, jika kau gagal mengejar gadis itu, maka beralihlah ke putriku, oke?"


Dan kata-kata terakhir dalam kalimat itu Count Aaron katakan dengan suara pelan di samping telingaku.


Aku menggelengkan kepala tegas mendengar semuanya.


"Apakah pantas bagi seorang Count mengatakan itu?"


Lagipula, ini berbeda dari yang kebanyakan orang seperti dia melakukannya.


"Kau tahu aku hanya seorang warga biasa saat ini dan tidak lebih."


Ketika aku mengatakannya, dia hanya semakin tertawa mendengar kalimatku itu.


"Memang, untuk itulah aku kemudian berniat menjadikanmu bangsawan tingkat ksatria jika kau menerima tawaranku untuk menikahi putriku."


Dan, dahsyat. Penawaran pria ini sungguh mengerikan. Lalu selanjutnya apa? Setelah aku menerima itu dan menuruti setiap kemauannya, itu hanya akan membuatku menjadi terlihat mudah untuk dikendalikan.


Kemudian, karena orang ini sudah tahu tentang kemampuanku, nah ... Aku memiliki beberapa dugaan dia berniat untuk memanfaatkan kekuatanku.


Jadi aku sudah menemukan jawabanku.


"Sayang sekali, aku tidak berniat terlibat dalam urusan politik kerajaan, dan karena aku sudah cukup senang dengan kehidupanku yang sekarang. Bebas dan damai tanpa terikat apapun, hanya itulah yang aku inginkan untuk saat ini."


"Jadi begitu rupanya, ya? Nah ... Kita lihat saja nanti."


Ketika dia membalas perkataanku, ugh ... Apa maksud dia tentang "Kita lihat saja nanti." itu?


── ── ──


**Terimakasih untuk



Rizky Rahmawan


Ariq Baihaqis


Hunter


By One Kak


Nakal Ridzwan

__ADS_1



Atas dukungannya ke karya ini😊😀👍**


__ADS_2