Manajer Overpower

Manajer Overpower
Chapter 33


__ADS_3

"Oi, apa-apaan dengan kastil itu?"


Ketika aku mengajak Tuan Putri Elia menuju ke kamar dia.


"Nah, disinilah tempat tinggalmu."


Setelah itu selesai di bangun aku kemudian menunjukan tempat tidur dia sebelum pergi ke lokasi paman dwarf.


"Kerja bagus, etto ..."


"Namaku adalah Roy, nah ... Senang bisa berbisnis denganmu."


Dia kemudian pergi dengan gerobak penuh emas di dalamnya.


Melihat itu aku hanya tersenyum canggung, kalau dilihat-lihat lagi sikap dia mirip seperti seseorang yang baru saja merampok karena tertawa, "Bwahahaha!" sepanjang perjalanan itu, orang aneh~


Oke ... Karena semuanya sudah selesai, maksudku karena penginapan yang mengambil tema kastil ini telah selesai dibangun.


"Aku mungkin harus menentukan kamarku sekarang."


Karena sebelumnya aku tidak tidur di tempat yang layak di penginapanku, seperti di depan meja resepsionis selama beberapa waktu karena kehabisan kamar.


Mengabaikan hal itu, sepertinya akan ada banyak ruangan di dalam kastil penginapan ini.


Semuanya terbuat dari bahan batu yang kokoh.


Sesuatu yang bisa kau lihat dari luar tidak lebih hanya bangunan yang berwarna putih dan merupakan sesuatu yang menyerupai gedung militer.


Setidaknya itu yang aku lihat, meskipun pada bagian tertentu masih ada jendela kaca nya.


Nah ... Secara ukuran mereka memang tidak sebesar kastil model besar yang asli, namun setidaknya yang ini lebih setara dengan varian kecil ukuran kastil.


"Aku pikir ini akan baik-baik saja, membangun sebuah benteng di dalam kota."


Setelah itu aku kemudian menemukan setiap kamar di lantai 1 yang masing-masing berjumlah 20, lalu di lantai 2 adalah 20, kemudian lantai 3 tetap sama, begitupun dengan empat, kemudian ...


"Kenapa hanya di lantai lima yang sedikit ruangannya?"


Maksudku itu hanya ada beberapa kamar, lima tepatnya.


"Aku pikir Tuan Roy sengaja membuat kamar khusus untuk tamu VIP."


"Tamu VIP?"


"Ya~ semua penginapan di kerajaan ini memiliki itu."


A~ aku mulai mengerti sekarang.


"Oi, tunggu! Kyle!"


Sementara aku akan melihat-lihat ruangan itu, akan ada seseorang yang meneriaki namaku dari belakang. Nah, kita lihat siapa yang melakukan itu.


"Ini tidak adil! Aku tidak mau tidur disana!"


"Bukankah yang menginginkan menyamar menjadi penduduk biasa adalah kau?"


Sementara Elia terlihat tidak mau tahu soal itu, ughh ... Ini akan menjadi sedikit merepotkan ketika Tuan Putri bawel ini mengeluh soal menentukan kamar itu.

__ADS_1


"Aku punya uang, kau tahu? Tidak bisakah kau menyediakan yang lebih baik?"


"Kalau begitu, kenapa tidak mengambil yang VIP?"


Contohnya lima kamar yang berada di lantai tertinggi ini. Aku rasa dia bisa mengambil 1.


"Nah ... Kau boleh memilikinya asalkan mampu membayar."


"Berapa biaya mereka?"


Etto, ketika Elia menanyakan itu. Tentang harga ini seharusnya aku akan menetapkan mereka ke ...


"Lima puluh ribu."


"Oke, aku akan membayar!"


Setelahnya Tuan Putri itu melempar sebuah baru permata kecil ke arah wajahku. Tapi sebelum mereka menampar pipiku, tanganku sudah menangkap batu permata dalam hitungan detik.


Aku menggunakan [Appraisal] untuk menilai mereka apakah itu memang permata asli atau palsu, dan mataku mulai melebar dengan sendirinya selama peroses tersebut.


• Hasil Penilaian: 100% Asli, senilai 100 000 emas minimal jika pandai menjual


Dan itu berarti harganya bisa lebih tinggi lagi?!


"Oh, Tuan Putri memang hebat. Batu permata yang seharga seratus ribu pun diberikan semudah ini?"


Setelah selesai menilai aku akan mengembalikan 50 000 kepada dia. Karena itu melebihi harga yang sudah ditentukan.


"Tidak ... Simpan saja, maksudku. Kau boleh memilikinya asalkan mengizinkanku tinggal disini."


"Ugh ... Perampokan."


"Eh, siapa yang menginginkan pelayanan VIP disini?"


Sambil tersenyum, aku melihat Elia sedikit cemberut dalam perkataanku itu.


Tapi itu memang benar.


Meskipun Elia terlihat masih tidak mempercayai ucapanku, aku kemudian menjelaskan bahwa masing-masing penginapan di kerajaan ini menetapkan standar mereka masing-masing tentang biaya sewa.


"Aku tahu, sebagai gantinya aku akan menaikan gajimu sebagai pengawalku, bagaimana?"


"Oh, kalau begitu kita bisa melupakan tentang pembayaran ini sekarang."


Karena semua sudah beres, oke ... Waktunya untuk menambah perabotan di penginapan.


Aku baru saja menambah sekitar kurang lebih delapan puluh lima kamar baru, dan masing-masing akan aku tetapkan biaya menginapnya, 100 emas di lantai bawah, lantai dua adalah 1000 sementara tiga dan empat 5 000 dan 15 000.


Itu termasuk pengaturan tingkat kualitas kamar setiap lantai.


Karena aku sengaja membuat lantai 1 bisa disewa oleh siapa saja, nah untuk itulah aku akan membuat beberapa perbedaan tertentu dalam mengaplikasikannya, seperti jumlah fasilitas yang didapat serta tingkat kenyamannya.


"Kau bisa mengurus itu, Aisha?"


"Eh, maksud Kyle, Kyle ingin aku mengurusi penginapan ini?"


Aku menggangukan kepala, "Ya, aku minta maaf jika harus merepotkanmu untuk menjadi asistenku, tapi setidaknya untuk saat ini aku belum mendapatkan orang kepercayaan, jadi ..."

__ADS_1


"Ti-tidak ... Bukan begitu maksudku! Oke, kalau ini bisa membantu Kyle!"


Nah, aku senang Aisha setuju tentang menyerahkan pekerjaan mengatur desain ruangan itu kepada dia.


Setelah ini aku mungkin perlu menambah uang lagi.


Aku memberikan Aisha sisa uang yang aku miliki sekitar 9 juta emas setelah menghabiskannya sebanyak 100 juta tadi, kemudian jika itu ditambah penghasilan dari 10 biaya sewa kamar sebelumnya dan 1 batu permata dari tuan putri ... Uhmmm, kurasa itu akan cukup.


"Jika sudah begini, mungkin saja aku perlu menambah karyawan lagi."


Contohnya pelayan. Dalam hal ini aku akan memikirkannya nanti, sementara itu aku akan fokus dengan yang ada dihadapanku sekarang.


...----------------...


"Jadi, apa yang bisa aku bantu untuk Tuan Putri?"


"Sederhana saja, ini tentang menyelidiki kelompok yang memperdagangkan manusia."


"Maksudmu perbudakan?"


Tuan Putri Elia menggangukan kepala sebelum menutup kepala dengan mantel hitam, begitupun dengan aku yang kami sekarang pergi ke suatu tempat yang agak gelap dalam kota itu.


Sebelumnya aku pernah mendengar soal ini sebelumnya, tentang perdagangan itu dari seseorang kenalanku.


"Tapi kupikir kerajaan memperbolehkan perbudakan."


Elia menggelengkan kepala, "Tidak, aku pikir seharusnya berita tentang pelarangan itu sudah berlaku mulai sekarang sementara orang-orang ini masih keras kepala melakukannya."


"Jadi apa yang kau akan lakukan setelah ini?"


"Aku akan membebaskan semua budak secara paksa."


He~ ini juga tidak sesuai dengan yang dia katakan tadi. Maksudku gadis itu sebelumnya mengatakan tugas aku sebagai pengawal dia adalah hanya sekedar mengantarnya berkeliling kota.


Ini bahkan lebih buruk lagi, maksudku dia mengajak aku berkeliling ke lokasi berbahaya yang aku tahu akan dipenuhi dengan perkelahian brutal dan kejam.


"Tidak, bukankah lebih mudah melakukannya secara berkelompok?"


Contohnya menyerbu dengan bantuan seluruh tentara kerajaan di wilayah ini.


Tidak logis rasanya menyerang dengan hanya kekuatan 2 orang sementara jumlah musuh mungkin lebih banyak dari perkiraan.


"Sayangnya itu akan memancing masalah dari pihak tertentu. Kau tahu? Di kerajaan ini ada yang menentang dan menyetujui adanya peraturan tentang perbudakan itu. Dan aku tidak ingin tentang kita yang berasal dari pihak raja ketahuan sebagai pelakunya."


"He~ aku tidak mengerti soal politik kerajaan kalian."


Jadi ini hanya tentang melakukannya secara rahasia agar tidak memicu konflik? Untuk alasan inilah aku tidak ingin terlibat dalam urusan pemerintahan kerajaan.


"Ya, agar tidak terjadi pemberontakan."


"Mereka terlalu rumit."


"Benar, kan? Tapi setelah kau melakukannya kau akan terbiasa."


"Tunggu, apa Elia pernah melakukan ini sebelumnya?"


"Tentu saja, sebagai seorang pahlawan di balik bayang-bayang. Ayo, kita sudah dekat dengan lokasi."

__ADS_1


__ADS_2