
Dan, pada beberapa hari setelahnya, di istana ibu kota kerajaan Relia, Fallan.
"Petualang Kyle, saya Albert Von Relia, sudah mendengar kontribusimu atas pertarungan untuk mengalahkan tentara raja iblis yang menyerang wilayah kita."
Aku menundukan kepala.
"Iya ..."
Jika aku tidak salah melihatnya, orang yang ada dihadapanku sekarang adalah pria berjanggut serta kumis unik dengan jubah merah dan memakai mahkota emas di kepala.
Benar, siapa lagi kalau bukan raja itu sendiri!
Lalu, yang berdiri disampingnya adalah Tuan Putri Elia, seseorang yang aku kenali sebagai ratu duduk disamping Raja, beserta orang-orang lain yang menghadirinya, ugh ... Aku belum mengenali mereka soalnya wajah-wajah itu terlalu asing bagiku.
Dan kemudian, yang terakhir tentu saja adalah aku yang saat ini sedang berlutut di paling tengah ruangan yang menghadap ke arah tahta.
Aku, yang merupakan seorang mantan lulusan kejuruan tinggi, mendapatkan kesempatan bertemu dengan raja di dunia lain.
"Berhak mendapatkan jabatan."
Iya, mendapatkan jabatan ju──Eh?
"Bi-bisa anda ulangi lagi perkataan anda, yang mulia?"
Ketika aku merasa ada yang salah dengan kalimat terakhir itu, Raja memiringkan kepala sebelum dengan mudahnya berkata.
".... ... Uhmmm ... Melihat pencapaian serta kontribusi besarmu atas pertempuran itu, maka ... Dengan ini, saya, Albert Von Relia akan memberikan anda gelar anggota ksatria yang akan membawahi sebuah wilayah, dan──"
"Ugh, pemisi? Saya mengira itu bukan bagian dari kesepakatan?"
Ketika aku yang merasa ini sudah melenceng dari apa yang dikatakan seseorang, nah ... Pada saat itulah mata aku akan menatap tajam ke arah gadis berambut pirang yang sekarang membuang wajah seolah-olah tidak pernah terlibat dalam hal ini.
"Apa maksudmu dengan 'bukan bagian dari kesepakatan' itu? Petualang Kyle?"
Ketika Raja terlihat bereskpresi aneh tentang jawabanku, orang-orang disekitarku langsung mulai berbisik dan membicarakan sesuatu.
Sementara aku yang berlutut disana mengangkat tubuhku sebelum dengan tenang berkata.
"Tidak-tidak ... Posisi ksatria itu tidak cocok untuk saya. Lagipula memimpin sebuah wilayah? Mohon maafkan atas sikap saya, tapi saya hanya seorang pelajar yang belum tahu soal pemerintahan."
Dan dengan sedikit hati-hati aku mengatakannya agar Raja tidak tersinggung.
Aku serius, tahu? Memimpin wilayah katamu?! Entah apa yang terjadi sampai raja dengan mudahnya menyerahkan wilayahnya kepadaku!
Pria itu terlihat bingung sebelum seseorang terlibat dalam pembicaraan.
"Benar, yang mulia. Saya sebelumnya sudah berjanji kepadanya untuk tidak memasukan Petualang Kyle ke dalam anggota ksatria kerajaan."
Aku melihat Elia sudah berdiri dihadapanku sekarang. Wow~ Ternyata dia menepati perkataanya.
"Dan kau tahu apa akibat dari menyia-nyiakan kekuatan Petualang Kyle?"
__ADS_1
Raja menaikan alis melihat tindakan putrinya.
"Aku tahu Yang Mulia. Oleh karena itulah aku punya permintaan lain selain menjadikannya penguasa sebuah wilayah."
Mata Raja kemudian melebar sebelum mendengar hal yang mengejutkan dari putrinya seperti,
"Tolong biarkan Petualang Kyle menjadi tanggung jawab saya mulai dari sekarang."
Itulah, dengan mengatakan bahwa aku akan berada dalam tanggung jawabnya──Ugh, apa-apaan ini?
Sementara aku masih bingung dengan perkataan Tuan Putri ini, Raja sedikit tersenyum ke arah kami.
"Nah, kalau Elia menginginkannya, maka bagaimana jika menjadikan Petualang Kyle sebagai pengawal pribadimu?"
Ho~ ternyata yang dimaksud 'berada dalam tanggung jawab' itu adalah menjadikanku pengawal rupanya.
Tapi, nah! Kita berhenti sekarang!
...----------------...
"Woy ... Elia, apa yang kau lakukan?"
"Diamlah! Kau tahu aku sangat kesulitan tadi ketika berbicara dengan Yang Mulia?"
"Bukan itu maksudku!"
Ah, ini menjadi sedikit merepotkan.
Lalu, ugh ... Pedangku dan juga zirahku otomatis harus diganti agar kompatibel dengan yang dipakai oleh rekan-rekanku.
Dan ini agak menyulitkan untuk sampai aku terbiasa dengan zirah model ringan seperti ini.
"Selamat atas jabatan barumu (Ksatria). Lalu aku minta maaf harus melibatkanmu dalam semua ini. Kau tahu, ayahku sangat membutuhkan banyak kekuatan sekarang untuk melawan raja iblis."
"Itu memang benar, tapi kenapa harus aku?"
"Ya, kenapa, ya?"
Seolah-olah tidak mengetahui jawabannya padahal Elia sudah bisa menebaknya dengan benar bahwa itu karena aku memiliki kekuatan yang tidak biasa ... Aku menghela nafas dalam perkataannya selanjutnya.
"Aku tidak bisa terus-terusan di ibu kota menjadi ksatria seperti ini."
"Aku tahu, oleh karena itulah aku sudah meminta izin pada ayah untuk membiarkan kamu pergi ke luar ibukota."
"Sungguh?"
Elia menggangukan kepala.
"Tapi dengan satu syarat."
Ketika aku mendengarkan syaratnya──Aku dengan tegas menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin kau bisa menginap di tempatku?!"
Nah, aku tahu itu mustahil.
Maksudku Elia mengatakan bahwa dia meminta ayah dia untuk mengizinkannya menyamar menjadi penduduk biasa, lalu selama periode itu dia akan melakukan sebuah penyelidikan rahasia tentang kehidupan di kota dan tinggal di rumahku.
"Bukannya ini menguntungkanmu? Kau bisa bekerja seperti biasanya, lalu pekerjaanmu untuk mengawalku hanya sebatas menemaniku pergi berkeliling kota."
Ini, bukannya aku sedikit heran atau bagaimana. Baik sekali raja itu mengabulkan keinginan putrinya ini, dibiarkan tidur di rumah orang lain juga!
Jika itu aku yang berada dalam posisinya, maka aku akan langsung menampar wajahku sebelum memberikan lampu hijau atas permintaan tersebut.
"Bagaimana?"
"Kalau kau tidak ada masalah dengan itu, maka aku akan menerimanya."
Aku menggangukan kepala.
Lagipula, aku juga tidak keberatan asalkan Elia tidak mengatakan soal identitasnya dihadapan publik.
Juga, mengabaikan soal itu, Tuan Putri inilah yang tadi sudah membantuku dari akan terjerat urusan kerajaan.
Ini lebih baik daripada harus melayani Raja itu sebagai penguasa wilayah. Dan aku benci jika harus terikat dengan sesuatu yang akan membuat kebebasanku dihilangkan.
Nah, karena dia sudah repot-repot melakukannya, aku mungkin hanya perlu mengikuti arus.
"Kalau begitu kita akan pulang sekarang, apakah kau sudah mempersiapkan barang-barangmu?"
"Aku belum. Tapi, bukannya kita bisa ke rumahmu besok dengan kereta kuda?"
Aku menggelengkan kepala.
"Tidak, kita akan pergi ke rumah secara instan sekarang."
Mengabaikan Elia yang masih belum memahami maksud dari perkataanku.
"Nah ... Kau akan mengetahuinya setelah mengemas semua barang-barangmu."
Setelah mengatakan itu, dalam beberapa waktu aku akan melihat Elia yang sudah membawa beberapa tas besar yang berisikan beberapa muatan umum seperti pakaian dan sedikit benda ke tempatku berdiri.
"Oi, oi ... Bukankah itu adalah permata?"
"Aku tahu, hmmm ... Tidak mau memberitahu alasan membawanya."
Aku tersenyum canggung sebelum meminta dia mengulurkan tangannya. Rahasia para gadis~
"Baik, karena ini akan sedikt ada goncangan."
"Hei, jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal."
Apa yang dia maksud tidak masuk akal akan menjadi hal yang mengejutkan untuk dilihat, karena setelah aku mengatakan nama skill tertentu seperti [Teleportation], akan ada lingkaran sihir yang muncul dibawah kakiku sebelum menyedot kami ke──Whoaaa!
__ADS_1