Manajer Overpower

Manajer Overpower
Chapter 46


__ADS_3

Di dalam kamar tahta, Raja Iblis yang memimpin kerajaan demon, Salavark, memberikan titah kepada para pengikutnya.


Mereka berkumpul hanya untuk mendengarkan rasa kekecewakan raja karena kekalahan pada penyerbuan pertama.


"Tapi kali ini, aku berharap kalian tidak ada kesalahan! Ibu kota kerajaan Relia harus diganti bendera mereka, kemudian baru kita bisa leluasa menyerang wilayah timur. Pastikan jangan kembali sebelum rencana ini berhasil!"


"Baik!"


Karena kerajaan raja iblis terletak diantara bagian tengah yang berbatasan langsung dengan dua benua sekaligus, benua barat dan timur.


Beberapa hari setelahnya.


"Maka dengan itu kami akan mengambil alih ibu kota kalian secepat mungkin. Kami akan mempertimbangkan untuk melepaskan kalian alasankan kau bersedia memenuhi syarat penyerahan diri."


Sementara pengikut raja iblis mengatakan itu dengan sombong dihadapan barisan pasukan angkata ksatria.


Elia, yang pada saat itu memimpin pasukan tersebut tentu membalas sambil tersenyum lebar.


"Kita adalah ksatria terhormat! Jangan biarkan omong kosong mereka mempengaruhi tekad kita untuk terus berjuang! Dan, waktunya untuk mengusir pasukan raja iblis yang berniat menguasai tanah kita!"


Dan dalam kalimat seperti, "Semuanya, serang!" akan terjadi "Perang" yang tidak terduga yang pertama-tama dilancarkan oleh pihak Tuan Putri Elia.


Bersamaan dengan kavaleri ksatria Kerajaan Relia yang mulai memperpendek jarak.


"Jangan sombong dulu, kami memang kalah kemarin. Tapi sekarang aku tidak berniat mengulanginya."


Pertama-tama, pengikut raja iblis itu memerintahkan pasukannya untuk mengganti senjata menjadi tombak, lalu menusuk nya pada barisan kavaleri yang menyerang.


Puluhan orang sudah tewas dalam upaya penerobosan itu, dan kalau mereka tetap nekat untuk menerjang.


"Semuanya ganti posisi."


Barisan archer sudah siap dengan busur mereka, kemudian bersamaan ketika, "Pemanah, tembak!" akan ada hujan panah yang akan menghantam setiap penombak musuh.


Elia tidak habis akal dalam situasi tersebut, sementara pemanah dia berusaha mengacaukan posisi lawan──


"Ketemu, kau!"


Iblis dengan sayap sudah menukik dari atas untuk kemudian SLASH! Akan menjadi suara keras ketika Elia menyilangkan pedangnya pada lawan.


Elia berhasil terpukul mundur dalam periode serangan itu, terjatuh dari kuda dia mencoba untuk bangkit, untuk menemukan pedang lawan hampir menyentuh leher dia.


Dalam waktu beberapa detik itu, akan terdengar suaara PRANG! PRANG! PRANG! yang akan membuat Elia melompat mundur.


"Tadi itu hampir saja."

__ADS_1


"Nah, kau mengatakan dirimu tadi adalah pemimpin pasukan tertinggi bukan?"


"Namaku adalah Elia, setidaknya aku adalah Tuan Putri di kerajaan ini."


"Aku adalah salah-satu pengikut Raja Iblis, Geos yang membanggakan diri karena kekuatan penghancurannya."


Sebelum itu akan menjadi serangan selanjutnya, kali ini Elia berniat untuk tidak menerima serangan itu lagi karena menurutnya melawan kapak dengan pedang akan menghempaskan dirinya.


Lawan dia adalah pengguna senjata berat sementara dirinya hanya menggunakan pedang ringan.


Meskipun pada awalnya Elia cukup mudah menghindarinya, dalam beberapa kesempatan dia harus dengan sekuat tenaga menangkis satu serangan yang tidak bisa dihindarinya──


"Kekuatan yang luar biasa."


Sambil mendorongnya, pedang Elia sudah beradu dengan kapak lawan yang perlahan membuat kaki yang menyentuh tanah menjadi tenggelam secara perlahan.


Wajah demon yang mengaku sebagai salah-satu pengikut raja iblis terlihat senang melihatnya.


"Apa hanya ini kekuatan yang dimiliki oleh manusia."


Dia terkekeh sambil melanjutkan tekanannya lagi, dan pada saat itulah Elia akan sedikit bergetar di bagian lututnya, sebelum dengan──


"Gah! Aku masih belum──"


...----------------...


Aku yang melihat pemandangan yang ada dibawahku cukup terkejut karena sepertinya situasinya lebih parah dari yang aku duga.


Menggunakan sesuatu yang bisa aku sebut sebagai balon udara, nah ... Aku akan menjatuhkan diri dari atas langit karena sepertinya mereka membutuhkan bantuanku.


"Master, tapi ini luar biasa. Kau tahu, aku tidak pernah menyangka akan bisa terbang seperti ini selama sisa hidupku."


Claude yang berdiri disampingku terkagum-kagum, sementara aku yang melihat dia terlihat menikmati itu──aku melempar dia ke bawah. Mengabaikan Claude yang agak menjerit sekarang.


"Nah, karena semuanya sudah terjadi, mengapa kita tidak boleh ikut terlibat sekarang?"


Pertama-tama, aku akan menggunakan beberapa kesempatan untuk pendaratan yang KABOOM! menghancurkan sekeliling lingkunganku, sebelum menangkap tubuh lain yang akan terjatuh pada kedua lenganku.


"Hmmm! Tidak mau bertarung! Hmmm! Master nakal."


"Hmmm! Kalau begitu aku akan menggunakan [Teleport] dan menjatuhkanmu lagi dari──"


"Ampun Master, saya hanya bercanda!"


Ketika ada beberapa monster yang mendekat ke arahku, sambil melempar Claude lagi aku akan mengeluarkan pedangku.

__ADS_1


"Claude fokus dengan mereka sementara aku akan mencari seseorang."


"Ya ..."


Biasanya aku tidak pernah mengira ini akan terjadi begitu cepat dari dugaanku.


Perkiraannya memang akan terjadi invasi ke kerajaan Relia karena aku pernah mendengar tentang laporan pengerahan besar-besaran pasukan raja iblis kerajaan Salavark yang melintasi perbatasan.


Namun aku tidak menyangka, ternyata target mereka adalah ibu kota yang berjarak cukup jauh dari lokasi awal.


Yah, itu akan menjadi masuk akal bagi siapapun untuk menargetkannya paling utama. Lagipula, ibu kota adalah pusat dari semua pemerintahan.


Pada serangan pertama aku akan mengalahkan beberapa lawan yang menghalangi jalanku.


Kemudian, satu lagi akan mengenai bagian yang ada kavaleri angkatan ksatrianya──Hmmm?


"Kami membutuhkan bantuan Tuan Kyle, bisakah kau membantu menyelamatkan Tuan Putri?"


"Apa yang terjadi pada Elia?"


"Beliau sepertinya sedang menghadapi salah-satu petinggi militer musuh."


...----------------...


"Holy Sword!"


"Dark Magic!"


Pedang Elia dan sihir gelap petinggi pasukan raja iblis itu saling beradu kekuatan.


Antara cahaya terang melawan cahaya gelap, kemudian sesuatu akan secara BLITZ! perlahan-lahan mengendap-endap untuk memperpendek jarak Elia dengan lawannya.


Bersamaan dengan itu, Geos yang menjadi lawan Elia mulai menarik senjata dia untuk menemukan pedang lain hampir menebas leher dia.


"Ugh, kemampuan ini? Jangan bilang kau menggunakan elemen listrik?"


"Itu adalah salah-satu permainan pedangku. [Lightning Step], tapi untuk apa aku menjelaskannya kepada lawan yang akan segera──"


"Seperti biasa, kalian terlalu sombong hanya karena berhasil membuat beberapa trik murahan."


Geos tertawa sebelum dia membuat tanah disekelilingnya perlahan melayang, sebelum mengangkat tangannya sambil memberikan perintah.


"Serang!"


Elia yang melihat itu tentu sedikit agak terkejut karena batu yang melayang itu adalah hal yang sulit dia percayai.

__ADS_1


"Tapi ini terjadi karena kau menggunakan sihir, bukan?"


"Iya, mereka adalah Sand Magic. Nah, kali ini kau tidak akan bisa──Gahgahagh!"


__ADS_2