Manajer Overpower

Manajer Overpower
Chapter 21


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang terjadi di tempat ini?"


Ketika aku berhasil menyudutkan Endy beserta beberapa pengawalnya yang sudah kebanyakan berhasil diatasi, aku menemukan pria paruh baya lain muncul dari pintu yang sama tempat aku memasuki ruangan ini.


Wajah dia sungguh berbeda dari pria gemuk dihadapanku.


Sedikit lebih tua dan kurus, lalu ada banyak kerutan di dahi, seolah-olah pikirannya dipenuhi oleh banyak hal.


Setidaknya orang ini memilikinya, untuk aura yang menunjukan kedudukan sosialnya lebih tinggi dariku.


"Ayah!"


Sementara Endy mulai berlari sambil terlihat panik menjelaskan situasinya kepada wajah baru tersebut ... Hmmm? Kenapa aku merasa dia sedikit mengubahnya?


"Ho~ apakah itu benar, penjahat? Kalian sudah menggangu anak ku dan membuat kekacauan di dalam kediaman kami? Nah, aku akan menggangap ini sebagai kejahatan serius sekarang."


Yah, tentang pengerusakan ruangan itu aku tidak akan membantahnya.


Tapi, hmmm, itu akan menjadi cerita lain tentang siapa yang memulai dan memprovokasi terlebih dahulu.


"Karena dia tadi yang menyuruh bawahannya menembak aku dengan busur panah, lalu aku ingat setelah itu dia bilang untuk 'Menghajar wajah' atau apalah itu."


Ketika penjelasanku justru jauh berbeda dari yang dikatakan oleh Endy, wajah pria tua disampingnya itu mulai dilanda kekhawatiran, sementara Endy mulai terlihat panik.


"Apakah ayah lebih percaya dengan orang asing daripada anak ayah sendiri?"


Huh, aku akan mengganggap ini sedikit menyebalkan karena dia memanfaatkan hubungan keluarga dalam perdebatan tersebut.


Tapi tidak masalah, setelah ini jika pria tua itu masih menggangap aku bersalah, maka mungkin aku perlu memberi dia beberapa hal untuk──


"Nah, mari kita dengarkan beberapa ceritamu, nak."


"Ayah!"


Sementara aku yang justru terkejut dengan perkataan orang ini.


"Heh, apa? Kupikir kau akan menyuruh pengawalmu untuk menangkapku atau menghabisiku seperti yang dia lakukan."


"Ohoho~ aku tidak akan semudah itu mencabut nyawa orang lain. Dan, lagipula aku tidak suka kekerasan."


Pria itu terkekeh.


"Che, dasar ayah yang tidak berguna."


Sementara Rendy terlihat kesal dengan itu.


Ini, apakah hanya aku yang belum mengetahuinya? Tentang alasan pria tua ini tiba-tiba berada di pihak ku?

__ADS_1


Oi, oi, bagaimana dengan perkataanmu tadi tentang menggangap perbuatanku ini sebagai kejahatan berat?


...----------------...


"Jadi begitu, jadi begitu rupanya? Oh, aku baru tahu itu."


Setelah selesai mendengar penjelasanku, pria itu menatap tajam seseorang disampingnya.


Setelah tadinya adalah pertarungan yang brutal, sekarang ini menjadi acara minum teh? Ugh, bukannya mereka terlalu santai mengundang lawan mereka untuk minum seperti ini?


Pria itu mulai berbicara lagi setelah dia selesai menyesap secangkir teh dan meletakannya di meja.


"Seperti yang ada dikepalamu. Tentang kenapa aku yang justru berada di pihakmu meskipun dia adalah anak ku, nah ... Sederhana saja, kasus serupa memang pernah terjadi sebelumnya."


"Jadi tentang perbuatan anak mu yang berusaha membeli seorang gadis setelah berhasil membuat mereka terlilit hutang bukan pertama kalinya?"


Yah, uhmmm ... Melihat sifat orang itu aku tidak terlalu terkejut dengan itu.


"Ho~ benar, jadi kau juga termasuk korban rupanya?"


Pria itu menjawab sambil terlihat prihatin.


Jika dia memang seperti ini, maksudku sifat yang baik, penuh kasih sayang, ramah, dan sopan. Berbeda dengan anak dia yang liar, kurang ajar, dan jahat itu.


"Kamu boleh menghukumnya. Lagipula aku tidak akan pernah mengakui dia bagian dari keluarga Zoat. Aku terlalu malu untuk membuat publik mengetahui aku memiliki darah daging seperti dia. Dan dia bukan anak kandung ku juga."


Sementara aku.


"Oi, oi ... Apakah tidak masalah memberitahu rahasia keluarga kalian kepadaku?"


Bukan anak kandung kata dia? Lalu, tidak mengakui Endy sebagai bagian dari keluarga Zoat? Lalu status Endy sekarang di dalam keluarga ini sekarang apa?


"Yah, meskipun aku masih memiliki satu orang putri kandung yang bisa aku wariskan kekuasaanku kepadanya. Kemudian, alasan kenapa dia memanggil aku sebagai ayah adalah karena kecerobohanku sendiri. Waktu itu, aku tidak sengaja menghamili seseorang dan terjebak dalam tuduhan──"


Aku buru-buru menghentikan ini.


"Aku tidak tertarik dengan ceritamu, lagipula bukan urusanku mengetahui tentang keluarga kalian. Jadi, satu hal yang perlu aku pertegaskan, tentang anak mu yang mengirim seseorang untuk mengganguku."


"Oh, tentu ... Tentu saja aku akan menghukumnya."


Pria tua itu kembali melirik ke arah di sampingnya. Sementara itu aku hanya berdehem sebelum kembali melanjutkan.


"Etto, tentang hutang seseorang. Aku akan melunasinya sekarang."


"Baik, aku akan mendengarnya ..."


Pria tua itu terlihat tersenyum sebelum menepati perkataanya.

__ADS_1


Nah, karena aku juga sudah terlibat dalam hal ini juga. Tapi sungguh, aku tidak menyangka permasalahan kecil semacam itu bisa menyeretku ke dalam masalah besar ini.


Tapi tidak masalah, karena Nyonya Starla secara khusus meminta bantuanku, lalu sekarang aku yang sudah memiliki cukup banyak uang ini.


Umu-umu, kalau bisa dibilang aku bisa melakukannya sekarang, jadi aku berniat untuk mengambil uang ku lalu menyerahkan 900 ribu emas di atas meja.


Sementara itu, dua wajah baru akan muncul di dalam ruangan. Mereka adalah yang aku panggil beberapa waktu yang lalu.


"Nak Kyle, apa itu benar? Kamu membayar seluruh hutang kami bahkan mengembalikan toko?"


Aku menggangukan kepala.


"Setelah aku berbicara dengan ... Etto."


Aku lupa namanya, bahkan, pria tua dihadapanku ini tidak pernah memperkenalkan diri sebelumnya.


"Oh, maafkan saya jika kurang sopan. Meskipun terlambat, namun saya akan langsung memperkenalkan diri saya. Aaron Von Zoat, kepala keluarga Zoat."


"Jadi begitu kata dia."


Setelah pria tua itu mengatakan beberapa hal tentang dirinya, mulai dari namanya adalah Aaron, kemudian merupakan kepala dari Keluarga Zoat.


Lalu, uhmmm, kenapa aku melihat Nyonya Starla dan Putrinya menegang karena satu alasan?


"Apa dia cukup terkenal?"


Ketika aku dengan suara pelan menanyakan itu kepada Aisha yang berdiri di dekatku, gadis itu semakin panik.


"Dia adalah Count. Penguasa kota ini! Atau bisa dibilang gubernurnya!"


Oh, ah! Itu masuk akal sekarang. Dan sepertinya seseorang pernah mengatakan tentang itu sebelumnya, namun kenapa aku tidak menyadari ini lebih awal?


Sementara Nyonya Starla dan Aisha mulai memberi hormat seperti menundukan kepala setelahnya.


"Nah, karena semua sudah beres ..."


"Ho~ santai sekali kau berbicara denganku meskipun kau sudah tahu siapa aku?"


Ya, jika Count Aaron mengatakannya.


"Aku sudah pernah bertemu dengan yang lebih tinggi statusnya darimu."


Setelahnya wajah Count itu dipenuhi oleh rasa penasaran sebelum menyerupai bentuk "O".


Ee~ Aku serius soal itu, tahu? Aku tidak bisa bilang bahwa yang pernah aku temui itu adalah dewi, dan tidak akan mengatakannya.


"Ngomong-ngomong soal ini, bisakah kita melanjutkan pembicaraan sebelumnya?"

__ADS_1


"Oh, tentu saja."


__ADS_2