
Setelah kami selesai dengan urusan persiapan penginapan, nah ... Waktunya untuk membuka tempat ini.
Aku buru-buru pergi ke depan pintu untuk mengganti tanda "Tutup" menjadi "buka"!
"Lalu, semuanya, selamat datang!"
...----------------...
Tsuuuuuuuu~
Setelah aku memperhatikannya lagi, hanya ada angin yang bertiup diantara keheningan tersebut.
"Ugh, sepertinya kita tidak kedatangan pelanggan."
"Yah, itu mungkin karena penginapan kita baru buka."
Aku menghela nafas dalam jawaban canggung Aisha.
Tentu saja aku tidak akan berfikir itu langsung ramai dalam sekejab, karena penginapan ini belum menjadi terkenal di kota.
"Nah, kenapa kita tidak mempromosikan saja mereka terlebih dahulu?"
"Oh, apakah kamu mempunyai kenalan yang cocok untuk membantuku melakukannya?"
"Eh, etto ... Bagaimana dengan di restoran di tempat ibuku bekerja?"
Ketika Aisha mengatakan itu. Fumu-fumu, aku rasa itu boleh-boleh saja. Karena selain restoran itu yang diketahui memang cukup ramai didatangi pembeli, nah ... Mungkin saja ada yang berniat mencari penginapan dari salah satu pelanggan.
"Tapi, apakah dia tidak keberatan jika aku menitipkan poster-poster iklan di restorannya?"
"Tentu saja tidak, aku akan membicarakan itu kepada ibuku. Jadi, mohon tunggu sebentar!"
"Ya ..."
Setelah Aisha mengatakan pergi dengan membawa beberapa lembar kertas promosi ke rumah disamping kami.
"Aku kembali."
Eh, cepat sekali kembalinya.
"Bagaimana?"
Aku langsung bertanya dalam elspresi bahagia gadis itu.
Kalau ditebak pun aku tahu jawabannya adalah,
"Berhasil! Dalam satu menit lagi dia akan membawa tamu pertama ke penginapanmu, Kyle."
"Oh, apa?"
Setelah aku berdiri cukup lama, entah kenapa akan ada seseorang yang mendatangiku untuk kemudian mengatakan sesuatu.
"Apakah ini adalah penginapan murah yang dimaksud nyonya disana?"
Seseorang menunjuk ke arah wanita paruh baya yang melambaikan tangan kepadaku.
Ah, dia adalah Nyonya Starla.
Aku menyapa tamu pertama setelah membalas perbuatan wanita itu dengan senyuman canggung.
"Y-ya ...Begitulah. Ini masih baru, jadi aku akan menetapkan diskon untuk pengunjung pertama."
"Jadi memang benar mendapatkan diskon rupanya. Oke ... Kalau begitu aku akan menyewa yang paling murah saja."
__ADS_1
"Ummm ... Terimakasih atas pertolonganmu."
Tamu pertama, oke ... Aku yakin ini akan menjadi aman-aman saja jika aku berhasil menyewa setidaknya setengah dari total keseluruhan kamar.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
"Woy! Aku yang akan memesan pertama kali!"
"Aku tidak mau! Kau saja yang tidur di kandang kuda! Aku mau tidur di tempat yang layak!"
Lautan manusia sudah berada di depan pintu masuk, eh? Ada apa dengan orang-orang barbar yang meributkan soal siapa yang tinggal dan pulang ini?
Ketika aku berfikir semuanya datang untuk mengacau.
"Ah, memang. Katanya petualang di kota ini hanya tidur di kandang kuda karena tidak ada penginapan."
Aisha mengatakan itu kepada aku yang mulutku sekarang menyerupai bentuk "O".
"Sungguh? Kau baru saja mengatakan kita tidak mendapatkan pesaing?"
"Y-ya ... Begitulah, setidaknya orang-orang ini sangat bersyukur bisa menemukan tempat baru untuk tinggal."
Dan penginapanku adalah pilihan terbaik bagi mereka.
Jadi begitu rupanya.
Ternyata di kota ini tidak ada penginapan selain milik ku seorang?!
Whoa ... Kalau dipikir-pikir lagi, menjadi manajer ... mendapatkan kekuatan super ... menjadi petualang terbaik ... mendadak kaya dan ...
Aku tidak akan membantah selama ini aku sudah dipenuhi oleh keberuntungan semacam itu.
Apakah ini hanya kebetulan atau memang hanya kebetulan?
Aku yang dulu merasa hidupku sangat sial karena di hari pertama kerja harus meninggal, sekarang menjadi pekerja sibuk di dunia lain? Dan itu termasuk harus mengatasi kerumunan marah dihadapanku.
Ketika para orang-orang ini mulai saling mendorong disana. Oi, oi! Aku serius soal jangan merusak pintu itu, tahu?!
Ah, tidak ada gunanya.
Ketika aku membentak mereka pun, orang-orang yang mayoritas petualang ini masih mencoba untuk memasuki penginapan meskipun tubuh mereka sudah tidak──Ah, aku harus melakukan sesuatu untuk ini.
Ya, menambah kamar mungkin bisa membantuku melakukannya.
Jadi, dengan begitu aku akan pergi ke bengkel para dwarf meninggalkan Aisha dalam kesulitan tersebut.
"Eh, kamu mau pergi kemana?"
"Ke rumah sahabatku, paman dwarf ..."
...----------------...
"Jadi, kau ingin kami membangun satu rumah besar yang mampu menampung sebanyak mungkin orang?"
"Ya, bisakah kalian melakukannya untuk membantuku?"
Karena tidak mungkin aku bisa memenuhi permintaan para petualang itu jika penginapanku hanya mampu menyediakan 10 saja kamar.
"Umu-umu ... Kami sudah tahu detailnya. Jadi ini hanya tentang menambah kamar penginapan rupanya."
"Nah, kenapa kau tidak memanfaatkan halaman rumahmu itu untuk ditambahkan satu bangunan lagi?"
Oh, sepertinya itu adalah ide yang bagus.
__ADS_1
Ketika keduannya dengan ide dikepala mereka memberitahuku bahwa aku mungkin saja bisa mendirikan penginapan berlantai 5 dengan gaya kastil.
"Eh, kalian bisa melakukannya?"
"Hanya saja kami membutuhkan uang, oke? Tapi tenang saja, itu termasuk biaya pembangunan, bahan material dan upah untuk kami."
Kalau begitu aku akan setuju-setuju saja jika dia menawarkan itu.
"Tapi memangnya berapa harga pembangunannya?"
"Seratus juta."
Aku menggangukan kepala.
Baiklah, karena jumlah tagihan ternyata jauh melebihi dari yang aku pikirkan.
"Oh, kamu tidak terlihat terkejut dengan biaya itu."
Aku dengan polos menjawab, "Aku bisa mencari uang dari hasil menyelesaikan quest."
Dan karena sekarang peringkat petualangku adalah B, jadinya mungkin-mungkin saja aku menerima quest yang sulit lalu menghasilkan banyak uang.
Yosh! Mulai dari hari ini aku akan berusaha!
Meskipun aku sudah mengatakannya dalam hatiku, tetap saja sebagian besar dari lautan manusia itu tidak mendapatkan keinginannya untuk menginap di sana dan pulang dengan kekecewaan yang besar.
Nah, aku akan meminta mereka untuk kembali dalam beberapa waktu lagi.
Aku juga memiliki alasan ketika mengatakan itu, karena para dwarf di bengkel akan melakukan sesuatu selama periode tersebut.
Seperti menggunakan sihir untuk membangun.
"Eh? Bagaimana──"
Ketika aku terkejut pada saat seorang yang aku lihat memiliki telinga runcing melakukan sesuatu dengan tanah di halaman rumahku.
"Begini nak, dia adalah rekan kami dari desa elf."
"Senang bisa bertemu denganmu."
Orang yang diperkenalkan para dwarf, maksudku dia adalah seorang gadis dan adalah elf.
Nama dia adalah Eina, setidaknya dia memperkenalkan diri begitu.
"Ten-tentu saja ..."
Karena ini adalah pertama kalinya aku berbicara langsung dengan makhluk ini.
Yah ... Meskipun aku agak tidak terbiasa pada awalnya, namun ini akan menjadi lancar setelah aku melakukannya sebanyak beberapa kali.
"Lalu Tuan Kyle. Seperti pesanan, satu model kastil akan selesai dibangun jika nona ini menyediakan banyak batu dan material."
"Oh, apakah kalian berniat membangun rumah dengan sihir?"
Dwarf itu menggelengkan kepala.
"Memang aku mengandalkan nona elf untuk menyediakan materialnya lewat sebuah mantra sihir, namun untuk membangunnya kami harus melakukannya sendiri."
Eh, jadi tidak bisa selesai hanya dengan sihir rupanya.
"Lalu aku juga membutuhkan banyak energi (MP) untuk melakukannya. Jadinya waktu untuk mengerjakan ini menjadi lebih panjang."
Nona Elf menghela nafas ke arahku. Maksudku Eina benar-benar dilanda masalah karena kekurangan di bagian itu.
__ADS_1
Nah, kalau begini aku rasa aku memiliki jawaban dari masalah tersebut.
"Bagaimana jika aku memberikanmu sebagian MP ku?"