
"Ini dia──nya! Uang Tuan──nya!"
Gadis kucing memberikan aku sekitar 4 juta──Eh?
"Serius? Aku mendapatkan empat juta dari hasil penjualan itu?"
"Itu benar──nyaa! Kamu kaya sekarang──nya."
Aku tersenyum canggung dan mengabaikan keterkejutanku.
Jika aku tahu itu berarti 10 000 emas untuk setiap mengalahkan 1 orc.
Nah, aku mungkin akan menjadikan pekerjaan memburu monster itu sebagai hal yang utama sekarang.
Dengan kata lain, jika bisa aku akan mengatur agar penginapan menjadi pekerjaan sampingan.
Dan dengan begitu aku bisa menghasilkan uang di dua bidang sekaligus.
Tapi, ngomong-ngomong soal itu.
"Ini untuk kamu."
"Waaa! Terimakasih──nya!"
Gadis kucing tersenyum puas ketika aku memberikan dia 1000 keping emas dan tanpa ragu mengambilnya, sebelum menundukan kepala ke arahku.
"Mau mengelusnya──nya?"
Ughh, ini?
"Oh, jangan sungkan──nya! Ini untuk membalas budi──nya! Tuan sangat baik, dan aku akan merasa senang jika tuan melakukannya──nya."
Nah kalau dia tidak keberatan.
"Aku tidak akan sungkan kalau begitu."
Sungguh, ini seperti mimpi saja. Mengelus-elus kepala gadis imut seperti dia.
Dan dengan tangan ini aku akan mulai merasakan sesuatu yang hangat ketika mereka menyentuh kepada gadis kucing. Hanya saja ini terasa──HoOoh! Sangat lembut.
"Ough, ini dia──nya. Sensasi ini──hehehe~"
Entah kenapa aku melihat gadis itu gelisah dalam periode aku melakukannya.
Tapi mengesampingkan soal itu.
Aku semakin tenggelam dalam kenyamanan itu sampai-sampai melupakan satu hal.
"Aku sudah mempunyai cukup uang, jadi kamu bisa membawaku ke lantai tiga?"
"Tentu saja, Tuan."
Akhirnya, tidak isi kata "meow" lagi.
Tapi, yah ... Bukannya aku tidak suka dengan penambahan itu. Namun aku hanya belum terbiasa dengannya.
Dan Wanita Resepsionis langsung membawaku ke kamar yang ada di lantai tersebut.
Tapi sebelum itu Aku juga melihat ada seseorang di belakangku yang melambaikan tangan.
"Jangan lupa untuk memanggil aku jika ada perlu──nya!"
...----------------...
"Nah, disini kamar Tuan. Kalau begitu saya izin pamit."
"Ough, oke."
Resepsionis menundukan kepala sebelum dengan hati-hati berjalan keluar dari sana.
Oh, kenapa dia melakukannya? Aku pikir ada banyak tamu yang sedang tertidur sehingga mereka membutuhkan ketenangan.
__ADS_1
Sementara itu aku akan memasuki kamar setelah itu.
"Whoaa ... Ruangan yang bagus."
Setidaknya, mereka memang melakukannya, untuk menetapkan harga tinggi pada satu kamar.
Namun sebagai gantinya kamar yang diberikan sungguh sangat terjaga dan terawat.
Di bagian tertentu ada jendela yang mengarah ke luar. Itu juga dilengkapi dengan balkon, lalu ada bangku, lemari pakaian, juga tentunya ada satu kasur.
Enaknya~ sementara aku mulai menelusuri setiap ruangan. Nah, pada beberapa alasan aku tidak akan menemukan kamar mandi.
Tapi tidak masalah, asalkan bisa tidur, lalu.
"O iya. Mbak Penyiar, lalu bagaimana cara aku menggunakan [Summoning Underlings]?"
Karena aku sudah membeli itu sebelumnya dan kehilangan [- 10 000 SP] sebagai gantinya.
[Total SP saat ini: 8 506]
Nah, akan terasa merepotkan jika itu sampai tidak bisa digunakan karena alasan konyol.
Oleh karena itu aku berniat agak Mbak memberikan tutorial.
[Yang pertama, Master hanya perlu mengatakan Nama Skill, kedua Letakan tangan di lantai, lalu muncul cahaya, selesai.]
He? Penjelasan ini adalah──Oh, tentu saja! Tentu saja itu yang akan dikatakannya.
Dan setelah mengikuti tutorial dari Mbak Penyiar.
『Senang bisa mengenal anda Master baruku.』
Seseorang muncul dari dalam lingkaran sihir setelah aku selesai dalam proses menggunakan skill tersebut.
Aku berhenti selama beberapa waktu sebelum memanggil Mbak Penyiar.
"Eh, etto ... Kau tidak bilang ini akan memanggil gadis cantik?"
Roh?!
Wah──Kalau begitu gadis dihadapanku ini adalah ...!
...----------------...
Oke, aku akan mulai dari awal terlebih dahulu.
Dengan kata lain aku akhirnya berhasil memanggil seseorang dengan skill tersebut, dan dia kebetulan adalah seorang gadis dan bukan seekor monster ataupun hewan seperti dugaanku.
"Tapi ini cukup aneh. Kalau di game biasanya aku akan mendapatkan satu makhluk Summoning."
Nah, kalau begitu mungkin saja Summoning di dunia game dengan [Summoning Underlings] di dunia ini berbeda.
Ya, setidaknya aku akan menggangapnya demikian.
Namun untuk saat ini.
"Etto, nama kamu adalah?"
『Claude, anda bisa memanggil saya begitu, Master.』
Oke, Claude rupanya.
Aku akan melihat dia sebagai seorang gadis cantik berusia sekitar 16 tahunan, kemudian memiliki rambut pirang dan memakai atasan putih lalu rok pendek di bawah, tapi dengan kaus kaki hitam setinggi melebihi lutut.
Namun, dalam beberapa kesempatan aku akan menilai dia sebagai seseorang yang tidak banyak bicara.
Dengan kata lain, pendiam namun serius.
"Nah, Claude. Kalau begitu apa yang bisa kamu lakukan?"
Aku sebenarnya tidak terlalu peduli tentang penampilan dia.
__ADS_1
Lalu bisa memeriksa orang ini dengan [Appraisal] untuk mengetahui seberapa berguna makhluk tersebut, dan dalam kesempatan itu aku akan diberitahu tentang.
• Claude - Holy Knights
Level: 200
HP: 2 00 000
MP: 2 00 000
Attack: 200 000
Physical Endurance: 200 000
Agility: 200 000
SP: 100 000
Skills: [Holy Sword (Strong)] | [Master of the Sword (Medium)]
Semuanya setara, itu bagus. Setidaknya tidak ada yang statistiknya unggul satu seperti yang aku temui pada Berg atau Elles.
Namun pada bagian SP itu yang akan membuat mulutku terbuka lebar.
Penilaian masih dilakukan, dan setelah itu aku akan mendengar suara lagi dari Mbak Penyiar.
[Claude, putri ksatria yang gagal melindungi Tuan lama dia ketika bekerja di kerajaan tertentu dan tewas secara mengenaskan ketika berusaha membalas dendam.]
Ee~ jadi begitu rupanya.
Aku baru tahu sekarang, kalau roh ini ternyata mempunyai kisah semacam itu.
Nah, karena dia bukan manusia seperti yang aku kira sebelumnya.
Tapi ini terasa aneh, ketika aku mencoba untuk, "Permisi, boleh aku sentuh?" pipinya, itu tidak tembus seperti yang aku kira akan terjadi seperti menyentuh asap.
『...』
Dan ketika aku mencoba untuk menggerak-gerakan jari-jari tanganku untuk setidaknya memastikannya lebih jauh lagi.
『... ... ...』
Fumu-Fumu, setidaknya mereka cukup empuk lalu seperti yang aku akan rasakan ketika menyentuh pipi seseorang.
『... ... ... ... ... Master menyebalkan.』
Aku akan melihat gadis itu mengembungkan pipi setelah aku selesai melakukannya.
Eh, ah?! Apa yang terjadi?
Ketika aku menanyakan alasan kenapa dia terlihat cemberut.
『Aku marah ... Hmmmm!』
Claude memalingkan muka ketika mengatakannya, dan itu akan membuat aku terlihat sedikit panik.
"Oi, oi? Mbak Penyiar, kau tidak pernah bilang bawahan bisa ngambek sama Masternya?"
Ketika aku bertanya kepada Mbak Penyiar.
[... Tidak ada jawaban yang tepat untuk itu. Anda 100 % salah karena melakukannya secara berlebihan.]
Wah! Memang benar aku sedikit kelepasan tadi.
Nah, aku pikir sebagai seorang pria aku harus melakukan sesuatu.
Aku mempersiapkan diriku untuk kemudian berdiri dihadapannya, dan mulai melakukan jurus andalanku menaklukan wanita!
"Mohon maafkan aku!"
Dan dengan begitu, pria yang dikagumi dan baru saja menghancurkan 400 pasukan orc menundukan pada bawahannya sendiri.
__ADS_1
Kisah yang memalukan, woy!