Manajer Overpower

Manajer Overpower
Chapter 34


__ADS_3

"Ughh ... Oke ..."


Setelahnya, pada malam itu kami akan pergi ke tempat paling rahasia di sudut kota itu.


Mengapa aku bisa mengatakannya demikian?


Nah ... Soalnya mereka seperti terletak di tempat yang tersembunyi yang jauh dari jalanan utama kota.


Lalu, setiap jalan kecil yang menjadi satu-satunya jalur ke lokasi itu seolah-olah diawasi oleh seseorang.


Aku tidak tahu kenapa, tapi setiap kali kami memasuki bagian dalam wilayah itu, entah kenapa aku merasa punggungku sedang ditatap oleh sesuatu padahal setahuku tidak ada orang disekitar itu.


"Itu wajar karena pakaian kita."


"Ugh, kau seolah-olah mengatakan hanya kita yang memakai mantel ini?"


Setelah kami sampai disana, hanya ada lautan manusia dengan pakaian yang menutupi seluruh tubuh berwarna hitam yang aku temukan.


Elia berkata kepadaku setelah mata dia menyapu setiap sudut gedung itu.


"Setidaknya mereka mencoba untuk menyembunyikan identitas mereka."


Nah ... Itu adalah alasan yang logis menurutku.


Karena ini merupakan lokasi terlarang, jadinya mereka mungkin tidak menginginkan wajah mereka terekspos karena mendatangi tempat ini.


Siapa yang tahu jika diantara pengunjung ada seseorang dari ksatria kerajaan yang akan menyamar, seperti dalam kasus kami saat ini, nah ... Kira-kira itu adalah alasannya.


"Ayo masuk, kita juga akan berpura-pura menjadi salah-satu diantara mereka."


"Oh, oke."


Rumah itu dan rumah lainnya ternyata berbeda, menurut ukuran mereka paling besar dan tinggi.


Lalu kalau diperhatikan lagi, tidak ada yang semewah rumah ini dalam lingkungan itu.


Setidaknya aku harus mengantre dengan Elia sebelum kami bisa memasuki bagian tengah ruangan, itupun harus melewati seleksi ketat seseorang bertubuh kekar dihadapan kami.


"Kalian orang baru?"


Seolah-olah menanyakan, "Wajah yang asing." pria berkepala licin itu menatapku bergantian sebelum ke arah Elia yang kemudian berkata.


"Ya, uhmmm ... Kami sedang mencari budak, pembelian tanpa batas."


Seolah-olah tersambar petir di bagian kepala, pria itu mematung selama beberapa detik sebelum menggangukan kepala dan mempersilahkan kami masuk.


"Wow, hebat ... Bagaimana caramu melakukan itu?"


"Hanya sesuatu yang sederhanna."


Karena Elia tidak berniat menjelaskan, jadinya dia hanya membuatku agak penasaran di bagian itu. He~ setidaknya kau beri tahu aku karena aku adalah rekanmu sekarang!


Memasuki gedung, kami kemudian disambut oleh beberapa pelayan disana.


Nafasku tertahan ketika memastikan sesuatu yang aku kenali sebagai.

__ADS_1


"Selamat datang di pusat perdagangan budak di kota ini──nyaa!"


"Kami menunggu sudah menunggu kalian──nyaa!"


Apa yang dia katakan di akhir kalimat seperti, "Meow" itu tentu hanya ada satu kalimat untuk menjawabnya.


"Gadis kucing!"


Beastman, setidaknya itulah yang aku temukan di tempat ini. Kemudian jumlah mereka yang juga sangat banyak dan bervariasi.


Mulai dari yang loli (Note: anak-anak berusia di bawah 14 tahunan.) dan ada yang dewasa.


Ugh ... Kalau itu aku, aku tidak akan tahan melihat semuanya yang tiba-tiba memanggilku seperti "master" atau apalah yang bisa membuat jantungku berdetak kencang.


"Kau baik-baik saja? Rupanya Tuan Dragon Slayer sudah tergoda oleh setengah hewan itu?"


Sementara Elia terkekeh sekarang.


"Aku sangat sehat ..."


Meskipun aku mengatakannya begitu, entah kenapa rasa agak canggung ini menempel padaku ketika semakin banyak beastman kucing yang kami temui, dan salah satunya terlihat tersenyum kepadaku.


"Nah ... Untuk inilah aku membenci perbudakan."


Setelah berkata demikian Elia kemudian mengatakan kepadaku bahwa senyuman mereka itu palsu.


"Eh? Apa maksudmu?"


Sekilas aku mungkin akan mengira itu adalah sesuatu yang tulus, namun ternyata ada yang salah di bagian tertentu tubuh dia. Setidaknya itu yang dikatakan oleh Elia.


"Jadi ..."


Aku menoleh ke sekeliling, hanya untuk menemukan ternyata seluruh beastman manusia setengah kucing ternyata memakai hal yang sama.


"Apakah mereka juga berada dalam pengaruh?"


"Ya, kau benar. Kau tahu alasan kenapa semuanya di biarkan menjadi pelayan seperti itu?"


A~ Karena aku tidak tahu, aku hanya menggelengkan kepala.


Tepat setelah Elia mengatakan sesuatu yang mengejutkan seperti, "Mereka sedang memohon kepada kita untuk membeli mereka." rasa keterkejutan ku bertambah menjadi level baru.


"Jadi alasan para gadis kucing itu mendatangiku karena berniat menjual diri mereka?"


"Ya, mereka terpaksa melakukannya. Juga, kalau tidak ada yang laku diantara para budak itu, justru hal yang lebih buruk akan menimpa dia seperti dibuang. Nah, satu-satunya cara untuk menghindari itu adalah dengan menarik minat pengunjung seperti kita, agar membeli mereka."


"Bagaimana itu bisa terjadi?"


Oh tentu, tentu saja akar dari masalah ini adalah pemilik tempat ini. Ada yang salah dengan orang iru. Nah ... Kalau begini aku akan mencari dia sekarang.


Aku bisa saja menghancurkan gedung ini dengan skill [Fire Ball] jika aku mau, namun sepertinya itu akan melenceng seperti tujuan kami yang tidak ingin terlalu menarik banyak perhatian.


"Kalau itu aku, aku hanya akan melakukan tugasku. Ayo, waktunya untuk bertindak."


Aku menggangukan kepala.

__ADS_1


"Katakan rencanamu."


...----------------...


"Tapi sebelum ini dimulai aku ingin mendiskusikan beberapa hal kepadamu."


"Nah, aku akan mendengarkan selama mereka tidak merugikanku."


Kemudian Elia membisikan sesuatu di samping telingaku yang segera membuat aku menggangukan kepala tegas.


"Kalau begitu, kenapa kita harus menunggu lebih lama lagi?"


Pertama-tama, kami akan pergi ke lokasi yang diketahui sebagai tempat komoditas itu disimpan.


Misalnya, pada ruangan yang dipenuhi oleh pagar besi.


Kami melompat dari atas langit-langit untuk kemudian berhadapan dengan seseorang yang menjaga pintu.


"Siapa──uakh"


Elia melumpuhkan satu penjaga setelah menusukan sesuatu di leher orang itu, yang secara tidak langsung akan membuat penjaga lain didekat itu akan berteriak keras.


Tapi sebelum dia berhasil mengeluarkan suara, aku sudah berada dihadapan dia dan dengan bantuan skill [Speed Bost], memungkinkanku mendaratkan pukulan di dahu orang ini dan satu orang lain di belakang penjaga itu.


Tubuh keduanya terjatuh ke tanah setelah aku membuat mereka menjadi mayat.


Benar, mereka sudah mati. Pertama kali aku melakukannya adalah di hari ini, entah kenapa perasaan bersalah mulai menghantuiku.


Namun setelahnya, pemberitahuan naik level kemudian muncul bersamaan dengan.


• [Peningkatan Level Aktif]


[Hadiah setelah mengalahkan musuh] | [HP + 5 00 000, MP + 5 00 000, Attack + 5 00 000, Physical Endurance + 5 00 000, Agility + 5 00 000, SP + 500.]


• [Peningkatan Level Aktif]


[Hadiah setelah mengalahkan musuh] | [HP + 5 00 000, MP + 5 00 000, Attack + 5 00 000, Physical Endurance + 5 00 000, Agility + 5 00 000, SP + 500.]


── ── ──


Level: 9 107 (Up!)


HP: 1 852 660 000 (Up!)


MP: 1 852 660 000 (Up!)


Attack: 1 852 660 000 (Up!)


Physical Endurance: 1 852 660 000 (Up!)


Agility: 1 852 660 000 (Up!)


SP: 1 306 106 (Up!)


Skills: [Strong Body] | [Appraisal] | [Explosion (Medium)] | [Fire Ball (Very Strong)] | [Predator (Small)] | [Sword Mastery (Small)] | [Speed ​​Boost (Strong)] | [Fire Arrow (Small)] | [Night Vision (Small)] | [Materials Magic (Small)] | [Skill Builder (Small)] | [Enemy Detection (Small)] | [Trap Detection (Small)] | [Release of Greatsword Energy (Very Strong)] | [Auto Recovery (Small)] | [Teleportation (Very Strong)]

__ADS_1


__ADS_2