
Setelah aku mendengar penjelasan dari Nyonya Starla.
"Heh? Jadi ada kejadian seperti itu?"
"Ya, karena baru-baru ini suamiku sakit parah, lalu karena dia yang membutuhkan banyak uang untuk bisa berobat. Jadinya aku kekurangan uang dan meminjam pada seseorang."
"Lalu, aku bisa menebak, yang nyonya Starla pinjam itu akan meninggikan bunga pinjaman melihat kamu yang kesulitan, bukan?"
Ketika aku mengatakannya, nyonya Starla menghela nafas.
"Karena aku pada saat itu membutuhkan sangat banyak uang dan tidak memiliki pilihan selain menerima pinjaman itu."
Nah, aku akan menemukan itu sebagai sesuatu yang serius setelahnya.
Maksudku, ini hanya akan menjadi "mengambil kesempatan dalam kesempitan". kurang lebih seperti itulah.
"Kalau begitu, apa yang bisa aku bantu?"
Aku tidak berharap dia melimpahkan masalah utang itu kepadaku.
Tapi mengingat sikap dia, aku rasa dia tidak akan seperti demikian.
"Tentu saja, ini masih berhubungan dengan Aisha."
"Memangnya ada apa dengan aku, ibu?"
Dan suara yang terakhir itu mengangetkan kami ketika seseorang keluar dari dalam restoran.
...----------------...
Ketika yang berbicara itu ternyata adalah Aisha yang baru saja keluar dari dalam restoran.
"Ah, oh! Ini ... Aku hanya ..."
Nyonya Starla langsung menegang.
Aku tidak tahu kenapa dia tidak mengatakan itu dihadapan putrinya.
Tapi aku akan menyadari bahwa itu bukanlah sesuatu yang sederhana.
"Yah, lagipula cepat atau lambat kamu akan mengetahuinya ..."
"Tentang hutang kita, ya kan bu?"
Ketika keduanya menjadi murung karena beberapa alasan.
Sebuah suara langkah kaki yang kasar terdengar ketika mendekat ke arah kami.
"Ho~ Nyonya Starla, aku sudah menunggumu, lho. Sekarang, cepat bayar hutangmu atau aku akan menyita bisnismu itu!"
Kemudian, bersamaan dengan itu aku mendengar suara latang seseorang pada saat aku ingin mencari tahu alasan Nyonya Starla dan Putrinya murung.
Ada tiga orang yang dengan penampilan mewah datang ke tempat itu.
Masing-masing dengan jubah merah, lalu ada warna emas di kalung dia kemudian cincin yang banyak di jari.
Meskipun demikian, tubuh laki-laki yang mengatakan kalimat itu cukup pendek, dengan badan gemuk lalu kumis yang unik.
Dia memain-mainkan kumisnya ketika dia berbicara.
Sementara itu, aku hanya melihat Nyonya Starla menjadi pucat dalam beberapa alasan.
Huh? Bertanya-tanya kenapa itu terjadi, dan ketika aku melihat wajah baru itu melirik Aisha, dia menyeringai.
Ho~ Jadi begitu rupanya.
"Memangnya berapa hutang dia?"
Aku secara reflek mengatakannya.
__ADS_1
Tapi meskipun begitu, jika aku tahu seberapa jumlah rinciannya, mungkin saja aku bisa menolong Nyonya Starla.
"Satu juta emas ... Nah, kalau kamu sanggup membayar itu dalam waktu satu minggu, akan aku beri kemudahan sembilan ratus ribu emas."
"..."
Aku merasakan hampa selama beberapa detik sebelum.
...----------------...
Buset ... Satu juta?!
"Huh, bukannya ibu meminjam sebanyak seratus ribu emas?"
Ketika Aisha mencoba meluruskan ini, pria gemuk itu hanya tersenyum jahat sebelum mulai terkekeh.
"Aku tidak peduli, kau hanya menyetujui yang ada di kertas dan meminjam uang, lalu aku akan menagih semuanya dan mendapat imbalan setelah jatuh tempo."
Ini, jika aku tidak salah melihatnya, jadi siapa yang bersalah diantara mereka?
Tunggu, satu juta dari awalnya 100 ribu? Ini bukannya terlalu berlebihan?
Kalau saja aku bisa membantu mereka, oh, tidak.
Hentikan pikiran itu, aku bahkan hanya mempunyai uang 60 emas sebelum setelah dikurangi 5, dan satu juta itu terlalu mahal.
Jadi, aku hanya diam sampai pria itu berbicara lagi.
"Atau kami akan menyita toko mu, dan mengubah kepemilikan, bagaimana?"
Nyonya Starla menghela nafas.
"Jika itu bisa melunasi──"
"Hahaha ... Kamu pikir bangunan tua dan kecil ini sanggup melunasinya? Berikan juga putrimu, lalu aku akan menggangap ini selesai."
... Dan, wow ... Dia mengatakannya? Sungguh serakah.
"Aku?"
Ketika Aisha menunjuk dirinya.
"Ya, kamu akan menjadi selirku, bagaimana? Dan, oke, berbahagialah! Karena kalian akan menjadi bagian dari keluarga Zoat yang terkenal!"
──Tunggu! Dia tadi mengatakan keluarga Zoat? Apakah mereka adalah keluarga bangsawan atau penguasa?
Ketika aku memperhatikannya.
Pria itu terlihat memainkan lidahnya ketika berkata demikian, dan itu membuat aku sedikit merasa aneh melihat sikap dia.
Aku menepuk tanganku ketika dia mengatakannya.
Sekaligus itu akan membuat seluruh pasang mata menoleh ke arahku.
"Wah, wah ... Sungguh mengejutkan, setelah kamu menyita bangunan ini? Sekarang, kamu ingin membeli putrinya dengan uang?"
Jika itu aku, aku tidak bisa hanya diam melihat seseorang yang aku kenal dalam kesulitan.
Aku memang tidak mempunyai uang untuk saat ini, tapi aku lebih mempercayai kekuatanku jika mereka berniat menggunakan cara kekerasan.
Karena aku juga merasa bahwa pihak Nyonya Starla sedang ditipu, nah ... Itu akan menjadi saalah-satu alasan mengapa aku bertindak sejauh ini.
Sementara itu, Starla yang sudah menemukan dimana tempat keberpihakan ku.
"Itu benar, karena Tuan ini adalah tunangan Aisha!"
Aku menggangukan kepala tegas.
"Jadi begitulah, aku adalah──Heh?!"
__ADS_1
...----------------...
Sementara aku masih terkejut dengan keputusan tiba-tiba nyonya Starla.
"I-ibu ... Ah, apa yang kamu──"
"Ya, bukankah kamu datang ke restoranku tadi hanya untuk pembicaraan ini?"
Nyonya Starla buru-buru menutup mulut putrinya.
Dan, dengan sedikit memainkan mata dia setelah melirik ku, Nyonya Starla sepertinya menyuruhku untuk ... Oh, aku mengerti sekarang.
"Jadi, begitulah. Aku──Emmm, aku adalah tunangan Aisha, kemudian, anda tidak akan bisa merebut dia begitu saja."
"Hah~"
Tepat sekali, dan ketika aku selesai mengumumkan itu, pria dihadapanku langsung berwajah seperti dendam ke arahku.
Namun aku tidak gentar dan menatap balik.
Memperlakukan orang dengan seenaknya hanya karena terlilit hutang? Lalu, ada apa dengan pengaturan pinjaman yang merugikan itu?
Merasa tidak mempunyai pilihan, akhirnya dia menunjukan tanda-tanda menyerah. Huh, aku merasa senang karena dia tidak bertindak ceroboh.
"Seratus ribu emas dalam waktu seminggu ... Aku akan menunggumu membayarnya, atau aku akan mengambil putrimu."
"Ough ... Oke ..."
Dia kemudian pergi sambil tidak terlihat puas, dan Nyonya Starla agak lega melihatnya.
"Terimakasih, Kyle."
Aku tersenyum canggung.
"Ah, bukan apa-apa."
Tapi, meskipun ini sudah selesai.
Entah kenapa aku akan melihat wajah seseorang diwarnai karena beberapa alasa──Oh, tentu saja, tentu saja ini akan terjadi.
"Aku hanya mengatakannya karena mengikuti rencana ibumu, jadi kamu tidak perlu salah pa──"
"Oh, tentu ... Tentu aku akan paham dengan situasinya ..."
Tapi, oi, oi ... Ada apa dengan ekspresi itu?
Seolah-olah dia baru saja melihat hal yang memalukan, wajah Aisha semakin semerah tomat sekarang.
Mengabaikan hal tersebut, nyonya Starla justru mengatakan hal yang lain.
"Sekarang yang bisa aku lakukan adalah kembali ke pekerjaan lamaku sebagai buruh, lalu bekerja keras mengumpulkan seratus ribu emas."
"Ah, tenanglah ibu ... Aku akan membantumu."
Sementara mereka akan pergi setelah keduanya mengucapkan selamat tinggal.
"Maaf, ya. Kyle, karena sudah merepotkanmu padahal kita baru saling mengenal."
"Ah, tidak masalah. Senang bisa membantu kalian."
Kemudian, dalam perbincanganku dengan Nyonya Starla.
Aku akan melihat Aisha tersenyum ke arahku, sebelum bayangan mereka hilang setelah berjalan cukup jauh.
...----------------...
Jadi, meskipun semuanya berjalan sesuai yang diinginkan, tapi tetap saja endingnya akan sama seperti ini rupanya?
Dan itu berarti aku tidak akan bisa makan roti enak itu lagi?
__ADS_1
Wah, kehidupan makan enak ku!