
Ya, ternyata mereka di perintahkan bosnya untuk memperkosa vera.
dengan sangat keji nya perlakuan mereka, bergiliran memperkosa vera di dalam gubuk itu. gubuk terpencil yang jauh dari keramaian, sehingga tidak ada satu orang pun yang bisa mendengar teriakan vera.
" Terimakasih sudah melayani kami, nona ! ". Ucap kedua pria itu, sambil terbahak.
vera hanya meneteskan airmatanya. dan juga merasa kebingungan, dia harus pulang kemana, karena di tempat itu sama sekali tidak ada kendaraan yang lalu lalang.
" Tenang saja, nona ! jangan bingung seperti itu. kami akan mengantarkan nona, sampai depan rumah sesuai perintah bos kami ". Ucap salah seorang pria tersebut.
mereka berdua kembali mengajak vera menuju ke mobil, dan berniat untuk mengantarkan vera kembali ke rumah nya.
" ayo cepat ! ". ajak salah seorang pria tersebut.
Dua orang pria itupun langsung mengantarkan vera untuk menuju kerumahnya. karena mereka berdua, di perintahkan untuk mengantarkan vera kembali sampai rumahnya.
Tibalah mereka di tepi jalan raya rumah vera. vera meminta supaya dia turun di sana. minta berhenti di sana, dan ketika keluar dari mobil itu. salah seorang pria yang sudah memperkosa nya mengucapkan terima kasih kepada vera.
" Terima kasih atas service nya, nona ! sampai ketemu kembali ". Ucap pria tersebut sambil menyeringai dan langsung melajukan mobil nya kembali.
vera berjalan kaki menuju kerumah nya yang tidak terlalu jauh dari jalan raya.
ketika sedang berjalan kaki, vera merasa bersedih. karena dia sudah di perkosa kedua orang pria yang sama sekali tidak dikenalnya. dan juga, vera merasa sedikit ketakutan, kalau orang tuanya mengetahui dia sudah menemui bobi.
tetapi setelah sampai di rumah, ternyata orang tua vera tidak ada di rumah, dan sepertinya mereka tidak mengetahui vera yang sudah menemui bobi.
karena jikalau orang tua nya mengetahui vera yang sudah menemui bobi, maka orang tua nya bakalan menunggu vera hingga pulang ke rumah, tidak akan pergi dari rumah terlebih dahulu sebelum memarahi vera.
" Alhamdulilah, aman ! ". Ucap vera dalam hatinya.
Vera berniat untuk membungkam kejadian yang sudah terjadi padanya, termasuk kepada bobi. dia tidak akan memberi tahu kepada siapapun hal tersebut, karena dia merasa takut jikalau semua orang tidak percaya dengan penjelasan nya.
*****
sementara, bobi yang masih terbaring di rumah sakit, harus terpancing emosinya karena pembicaraan mama nya. bahwa, dari penjelasan mama nya tersebut, dia akan di jodohkan dengan anak dari teman orang tuanya.
__ADS_1
sontak, bobi merasa emosi ketika mendengar hal itu. karena, untuk memikirkan dirinya sendiri yang masih terbaring di rumah sakit pun bobi masih bingung harus bagaimana.
Pria itu sudah seminggu tidak masuk kerja, bobi takut kalau dia di pecat dari tempat kerja nya, karena tempat dimana dia bekerja ini, perusahaan nya sangat ketat sekali meskipun dia sakit nya ini termasuk rawat inap.
bobi sudah tau bagaimana dengan ketatnya perusahaan tempat dimana dia bekerja itu, Belum lagi masalahnya dengan vera yang masih belum terpecahkan.
Tetapi, orang tua nya ini malah sibuk menguruskan perihal perjodohan bobi dengan anak teman orang tua nya sendiri.
karena itu, bobi langsung membantah pembicaraan dari orang tua nya.
" mah, mamah bisa ngerti sama ke adaan bobi gak sih ?, bobi ini masih sakit, mah ! coba pikirkan dulu kesehatan bobi, anak mama. sebelum mama memikirkan untuk kepentingan diri mama sendiri ". Ucap bobi, yang merasa sangat kesal terhadap apa yang di lakukan mama nya ini.
" pokok nya mama gak mau tau ! setelah kamu sembuh, kamu harus ceraikan istrimu itu ! dan kamu harus menikah sama ratna ". kekeh orang tua aldo.
Ternyata anak dari teman mama nya bobi ini bernama ratna. secantik dan sebaik apa sih ratna ini, sehingga orang tua bobi kekeh harus menikahi si ratna.
karena bobi sudah sangat geram dengan sikap mama nya. bobi hanya bisa diam, dan tidak memikirkan masalah itu. yang sekarang dia pikirkan hanya lah kesehatan, dan bagaimana caranya supaya dia dengan vera bisa bersama seperti semula.
Hanya papa nya saja yang mengerti dengan keadaan bobi saat ini. papanya selalu memberi semangat kepada bobi, supaya bobi bisa bangkit kembali dan bisa sembuh secepatnya seperti semula, agar apa yang bobi inginkan bisa segera di jalankan.
" sudah, bob ! gak usah mikirin perkataan mama mu ! Supaya kamu bisa cepat sembuh seperti semula ". Ucap papa nya, yang berusaha memberikan ketegaran kepada bobi.
Mama nya bobi langsung keluar dari ruangan rumah sakit itu, dan memutuskan untuk menunggu di luar, sehingga ada waktu luang bagi bobi untuk menelpon vera.
Tanpa basa-basi lagi, bobi langsung menelpon vera untuk memastikan kalau vera sudah sampai di rumah.
" Hallo, ver ! kamu udah sampai rumah ? ". Tanya bobi di dalam telpon itu.
" Iya, mas ! aku sudah sampai rumah sekitar satu jam yang lalu. memangnya kenapa? mas? ". Jawab vera dengan perasaan yang sedikit tegang dan juga merasa ketakutan. dia takut kalau dua pria yang telah memperkosa vera tadi itu orang suruhan bobi untuk menjebaknya.
hah, kenapa vera harus merasa takut? memangnya ketika di perkosa tadi vera melakukan apa? sehingga dia harus merasa takut?.
" Yasudah kalau kamu sudah sampai rumah. mas cuman khawatir aja, selamat istirahat, ya. ". Ucap bobi sambil menelpon nya.
Vera langsung menghela nafas panjang, dia merasa sedikit tenang dan juga lega. berarti kedua pria yang telah memperkosa nya itu bukan orang suruhan bobi.
__ADS_1
Tetapi pikiran vera harus bertanya-tanya, siapa sebenarnya orang yang sudah berani menyuruh kedua pria tadi untuk memperkosa dirinya.
dan vera, tidak memberi tau bobi kalau dia sudah di perkosa oleh kedua pria yang tidak di kenal. karena dia takut kalau bobi kembali marah lagi kepadanya.
*****
Di rumah sakit..
dokter yang sedang bertugas menyarankan, kalau bobi sekarang sudah bisa pulang ke rumah, karena kondisinya sudah mulai membaik.
" pak bobi sekarang sudah bisa pulang, karena kondisi bapak sekarang sudah mulai membaik ". Ujar dokter tersebut.
" baik, dok ! terima kasih ! ". Jawab orang tua bobi.
" Silahkan untuk melunasi biaya administrasi nya, ya. saya pamit dulu, semoga lekas sembuh, ya. pak bobi ! ". Ucap dokter seraya meninggalkan mereka.
Orang tua bobi langsung bergegas menyiapkan segala sesuatu untuk kembali di bawa pulang, dan segera melunasi biaya administrasi nya.
Setelah semuanya selesai, mereka pun bergegas untuk pulang. bobi masih keliatan sangat lemas sekali, sehingga papanya harus membopong bobi untuk menuju kedalam mobil.
Bobi bisa di katakan keturunan dari orang berada, orang tua nya memiliki mobil pribadi dan sopir pribadi. lain hal nya dengan keluarga vera, yang hanya biasa biasa saja dan tidak memiliki kendaraan.
Akan tetapi, walaupun bobi dilahirkan dari keturunan orang yang berada. dia sangat mandiri sekali, dari kecil hingga saat ini. tidak terlalu bergantung kepada orang tua, bahkan rumah yang di tempatinya bersama vera pun, dari hasil jerih payah nya sendiri selama bekerja di perusahaan sekarang.
Kini mereka sudah tiba di halaman rumah bobi, dia kembali di bopong oleh papanya dan juga sopir pribadi papanya untuk masuk kedalam rumah.
Bobi langsung membaringkan dirinya di dalam kamar.
tapi lagi-lagi, mama nya ini kembali membahas tentang perjodohan nya dengan ratna.
Entah kenapa, orang tua bobi ini selalu saja membahas tentang perjodohan itu. dan juga, selalu saja ikut campur dengan masalah asmara nya bobi.
" Besok ratna kesini, mau mama kenalin sama kamu. sekalian nemenin kamu, biar kamu di sini ada yang ngurus. ". Ucap mamanya, sambil merapikan barang barang yang di bawa dari rumah sakit.
Deg
__ADS_1
mendengar hal itu, bobi terkaget. ya, bagaimana tidak? keadaan nya yang masih belum pulih, harus kembali mendengar perkataan mama nya yang membuat bobi merasa geram.
bahkan mama nya barusan berkata, supaya bobi ada yang mengurus. memangnya ratna siapa? kok tiba-tiba harus mengurus bobi?