
Reno tidak berani marah sama Vera, setelah di perlakukan seperti itu. Hanya saja Reno sangat tidak kuat menahan rasa asin di lidahnya.
Karena pembicaraan mereka sudah selesai, Reno berpamit untuk pulang saja kepada kedua orang tua Vera.
" Om tante, besok aku kesini lagi, aku sekarang pulang dulu. " Reno berpamitan.
" Oh iya nak Reno, tante sama om menunggu kedatangan kalian. " Jawab mama nya Vera, yang dari tadi hanya mendengarkan pembicaraan mereka saja.
Reno menyalami kedua orang tua Vera terlebih dahulu, lalu berjalan keluar dari rumah Vera, di ikuti dengan Vera yang berada di belakang nya, mengantarkan Reno sampai masuk mobil.
Ketika Reno mau memasuki mobil nya, Vera berkata kepada Reno sambil tertawa.
" Asin ya? hahahahaha " ucap Vera, yang sudah tidak bisa lagi menahan tawa.
" Kamu ngerjain aku ? Pantes saja rasa teh nya sangat asin. " Ucap Reno sedikit mengerucutkan bibirnya.
" Haha rasain, itu namanya bukan kejahatan, tapi itu cuman iseng, daripada kamu menghancurkan rumah tangga orang lain. " Ucap Vera sambil terus tertawa.
" Yasudah aku pulang dulu ya, besok aku kesini lagi. " Reno pamit kepada Vera.
" Iya di tunggu kedatangan nya. " Jawab Vera.
Reno pun masuk kedalam mobilnya, dan melajukan mobilnya sambil membunyikan klakson, menandakan kalau dia mau jalan.
Vera pun masuk kembali kedalam rumah nya.
****
Pagi hari ini adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh keluarga Vera, karena mereka akan kedatangan tamu dari keluarga Reno.
Jam menunjukan pukul 04.30.
Seperti biasa Vera dan keluarga nya di bangunkan oleh suara ayam yang mulai berkokok, dan suara adzan yang sudah berkumandang.
Vera bergegas bangun dari tempat tidurnya, dan pergi menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Vera mulai sholat dengan khusu, dan setelah selesai sholat Vera mengangkat kedua tangan nya untuk berdoa.
" Ya alloh jika memang Reno itu jodoh yang sebenarnya yang kau berikan kepadaku, aku memohon kepadamu ya alloh, jadikanlah dia imam yang baik untuk aku dan anaku, dan berikan aku ketabahan dalam menjalani takdir darimu ini ya alloh.
Ya alloh, sehatkanlah aku dan anaku supaya aku bisa menjalani semuanya ya alloh.. Amin " ucap Vera dalam doanya, dan Vera melanjutkan untuk membaca al-quran.
Setelah seselai sholat subuh Vera kembali berolahraga, akan tetapi sekarang dia tidak pergi ke taman, hanya di luar rumah nya saja dia berolahraga.
Karena keringat sudah bercucuran, Vera menghentikan kegiatan olahraga nya, dan kembali masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Mama nya mengajak Vera untuk pergi kepasar.
" Kamu sudah selesai olahraga nya ? " tanya mama nya Vera.
" Udah mah, emang kenapa ? " Vera balik bertanya.
" Kalau sudah selesai, kita ke pasar yuk, beli bahan-bahan buat masak nanti. " Ucap mama nya Vera.
" Kenapa harus kepasar sih mah, jauh banget. Biasa nya juga mama kalau mau beli bahan-bahan buat masak suka di warung sayur depan. " Jawab Vera sedikit menolak.
" Ini bukan buat kita Vera. " Jawab mama nya sedikit kesal.
" Lah, terus buat siapa dong ? " Vera kembali bertanya sambil mengerutkan keningnya.
" Buat nanti kalau orang tua Reno dateng. " Jawab mama nya.
" Oh gitu, yasudah tunggu dulu, aku mau mandi dulu. " Jawab Vera sambil menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Vera masuk ke kamar nya untuk berdandan.
Mama nya yang sedang menunggu Vera di kursi merasa heran, karena anak nya sangat lama sekali.
Inisiatif mama nya Vera mengintip dari balik pintu kamar anak nya yang sedikit terbuka.
" Ya alloh, pantesan lama sekali, mama nunggu dari tadi belum kelar-kelar juga. " Ucap mama nya Vera.
" Sabar dong mah, kan mamah biar gak malu punya anak cantik seperti Vera. " Jawab Vera dengan sedikit tersenyum membanggakan dirinya sendiri.
" Halah, Buruan keburu siang ! " ucap mama nya dengan nada yang sedikit meinggi.
" Iya-iya, ayo kita berangkat " Vera keluar dari kamarnya dan mereka berdua langsung berangkat pergi ke pasar.
Setelah sampai di pasar, mereka membeli bahan-bahan untuk memasak.
Dan ketika sedang membeli ayam, pedagang ayam tersebut memuji Vera lewat mama nya sendiri.
" Ini anak nya ya bu ? Cantik banget, gadis atau janda ? " candaan dari pedagang ayam tersebut.
" Aku duda mang, " timpal Vera.
Pedagang ayam itu hanya tertawa kecil saat Vera menyambar pertanyaan dari pedagang tersebut.
Dan kini mereka berdua pun kembali berjalan untuk pulang.
" Tuh kan mah, apa yang Vera bilang tadi, pedagang ayam aja tau kalo anak mamah ini cantik. " Ucap Vera sambil tertawa.
__ADS_1
" Sudah diam, jangan ngomong mulu, buruan jalan nya biar cepet sampe. " Jawab mama nya.
Kini mereka berdua pun tiba di rumah, dan segera menuju ke dapur untuk memasak bahan-bahan yang sudah mereka beli.
" Ko malah masuk kamar, ayo buruan kita masak. " Ucap mama nya ketika melihat Vera yang malah masuk ke dalam kamarnya.
" Di masak sekarang mah? Mereka juga kan dateng nya gak mungkin sepagi ini, Reno nya aja masih kerja. " Jawab Vera.
" Emang menurut kamu, kalau mereka dateng nya sore kita gak boleh masak gituh? memangnya kamu gak mau makan? Meskipun kita masak sekarang juga kan gampang, nanti sore tinggal di angetin doang. " Hardik mama nya, seraya dengan mata yang membelalak.
" Yaudah ayo, kita masak. Bawel banget sih punya orang tua. " Jawab Vera, sambil mereka berdua menuju kedapur dan mulai memasak.
***
Sore hari jam sudah menunjukan pukul 16.00, keluarga Vera bersiap untuk menyambut kedatangan dari orang tua Reno.
Vera dan mama nya mempersiapkan hidangan untuk keluarga Reno.
" Ayo Ver, siapkan makanan yang tadi sudah kita masak. " Mama nya Vera memberikan perintah kepada untuk menyiapkan makanan yang sudah mereka olah.
Tanpa basa basi, Vera pun langsung membantu mama nya mempersiapkan hidangan tersebut.
Datanglah papa nya Vera yang sudah pulang kerja, membuka pintu rumah, dan langsung mendekatkan diri untuk menyantap makanan yang sudah di siapkan oleh Vera dan mama nya.
" Wah, makan enak nih. " Ucap papa nya Vera bersemangat sambil mengambil piring.
Melihat hal itu, mama nya Vera langsung menepis tangan papa nya yang ingin mengambil piring.
" Pah, entar dulu makan nya ini buat nanti, keluarga Reno kan mau dateng. " Ucap mama nya Vera.
" Haduh padahal papa sudah laper, kirain kalian berdua menyiapkan makanan ini buat papa. " Jawab papa nya Vera, tidak jadi mengambil piring tersebut.
" Haha.. Kasian deh loh papa, mau makan gak jadi. " Vera menertawakan papa nya sendiri, yang sedang menggaruk bagian kepala nya yang sama sekali tidak gatal.
Setelah mereka selesai mempersiapkan semuanya, Vera mendapat pesan singkat dari Reno, kalau pria itu akan segera berangkat ke rumah nya Vera.
" Aku berangkat sekarang, bersama kedua orang tua aku. " Isi pesan singkat yang di kirimkan oleh Reno.
Vera pun meberitahukan hal itu kepada kedua orang tua nya.
" Mah, pah, Reno sudah mau jalan kesini. " Ucap Vera.
" Yasudah kita ganti baju, siap-siap. " Jawab mama nya Vera, sambil bergegas.
Vera pun langsung bergegas segera mengganti pakaian, memakai pakaian rapi, selayaknya orang yang ingin kedatangan tamu.
__ADS_1