Mantan Istriku

Mantan Istriku
Segera menikah


__ADS_3

Karena Vera sudah menerima sebuah cincin pemberian dari Reno, maka Vera sudah menerima cinta nya Reno dan bersedia untuk menjadi istri dari Reno.


Karena hari sudah malam, Reno dan Vera bergegas untuk segera pulang. Reno pun menuju ke kasir untuk membayar semua makanan yang sudah mereka makan.


Vera dan Reno pun keluar dari tempat makan itu menuju ke mobil, dan Reno kembali inisiatif membuka pintu mempersilahkan Vera untuk masuk kedalam mobil.


Reno pun melajukan mobil nya, Reno kembali membuka pembicaraan.


" Akhirnya kita bisa bersama ya, sayang. " Ucap Reno sambil tersenyum memandang Vera.


" Iya makasih, sudah memberikan aku cincin yang harga nya mahal. " Jawab Vera.


" Itu mah hanya cincin biasa aja, sayang. " Ucap Reno merendahkan diri.


" Malu lah kalo emang kamu memberikan cincin biasa, kamu kan sekarang sudah kerja di perusahaan besar, " ucap Vera.


" Aku kerja juga kan buat kamu dan anak aku juga yang masih ada di dalam perut kamu, sayang. " Jawab Reno.


" Ingat ya, aku gak mau setelah kamu menikahi aku, kelakuan kamu masih sama seperti apa yang kamu lakukan sama aku, ketika masih bersama mantan suami aku. " Ucap Vera dengan tegas.


" Iya sayang, aku janji gak bakalan seperti itu lagi, aku bakalan menjaga hati aku selamanya buat kamu, dan tidak akan menyakiti hati kamu, tenang saja. " Jawab Reno.


" Aku pegang semua janji-janji kamu itu. " Ucap Vera.


Vera tidak menyangka kalau kejadian nya bakal seperti ini, menikah dengan mantan kekasih nya sendiri waktu masih sekolah SMA.


Dan Vera sangat tidak menyangka, di karuniai anak oleh sang pencipta setelah berpisah dengan suaminya. Tapi Vera juga tidak bisa menolak atas kehendak yang maha kuasa, yang memberikan takdir ini kepada Vera.


Dan entah apa yang terjadi, niatan Vera untuk membalaskan dendam kepada Reno terasa menjadi hambar dan menjadi pudar.


Setelah 30 menit jarak perjalanan, mereka pun sampai di rumah Vera.


" Kamu mau kerumah dulu apa engga ? " tanya Vera kepada Reno.


" Engga sayang, aku mau langsung pulang aja " jawab Reno.


" Yaudah kalau gitu " ucap Vera.


" Kamu jangan lupa jaga kesehatan ya, supaya anak kita juga tetap sehat. " Reno memberikan perhatian kepada Vera.


Vera keluar dari mobil dan masuk ke rumah, Reno pun melajukan kembali mobilnya bergegas pulang ke rumah nya.


" Udah pulang kamu? " tanya mamanya Vera, ketika Vera masuk kedalam rumah.


" Udah mah, baru pulang. " Jawab Vera.


" Nak, papa mau bicara dulu sama kamu sebentar. " Ucap papa nya Vera.


" Mau bicara apa? pah. " Vera balik bertanya kepada papa nya.


" Jadi gini nak, kita kan gak enak sama tetangga, lebih baik Reno secepatnya aja buat nikahin kamu. " Ucap papa nya Vera.


" Iya pah, aku juga pengen nya seperti itu. " Jawab Vera.


" Yasudah kamu ngomong baik-baik sama Reno, supaya dia segera menikahi kamu, nak. " Ucap papa nya Vera.


" Iya pah, nanti Vera bicara lagi sama Reno. " Jawab Vera.


" Iya nak, kamu bicara lagi aja nanti sama Reno, kita gak enak sama tetangga kalo misalkan lama-lama, apalagi kamu sekarang sedang mengandung. " Ucap papa nya Vera.


" Iya baik pah, yasudah aku mau ke kamar dulu, aku ngantuk. " Ucap Vera.


" Iya, kamu harus banyak istirahat nak, supaya janin yang ada di dalam kandungan kamu juga tetap sehat. " Jawab papa nya Vera.


Vera pun berjalan menuju kamarnya, memutuskan untuk tidur.


***


Karena Bobi tadi melihat Vera dan Reno berduaan di tempat makan, dan Bobi sempat melihat Reno memberikan cincin kepada Vera.

__ADS_1


Bobi menjadi kepikiran untuk segera mencari pasangan untuk hidup nya, karena memang sekarang dia sudah menjadi duda.


Dan dia pun tidak mau kalah sama Vera yang menjadi mantan istrinya itu.


***


Kini terdengar suara ayam yang sudah mulai berkokok dan suara adzan yang sudah berkumandang.


Jam menunjukan pukul 04.30, Vera segera bangun dari tempat tidurnya, berjalan menuju ke kamar mandi, mengambil air wudhu dan menjalankan ibadah sholat subuh.


Setelah selesai menjalankan sholat subuh yang 2 rakaat itu, Vera pun berdoa dan mengaji.


Ya, hari ini adalah hari dimana Vera harus meminta Reno untuk segera menikahi dirinya.


Karena hari ini hari minggu, Vera berniat untuk olahraga ringan agar janin yang ada di dalam kandungan nya tetap sehat.


Vera segera berganti pakaian, memakai celana training, sepatu olah raga, dan tidak lupa Vera memakai hijab, meskipun hanya sekedar olahraga.


" Mau kemana pagi-pagi begini? Ver. " Mama nya bertanya kepada Vera.


" Mau olahraga sebentar mah, biar sehat. " Jawab Vera.


" Oh, yasudah hati-hati. " Ucap mama nya.


Vera pun pergi berjalan kaki menuju ke taman, untuk sekedar olahraga ringan saja, dan menghirup udara segar di pagi hari, supaya dirinya dan janin nya tetap dalam keadaan sehat.


Vera mengirim pesan singkat melalu whatsapp kepada Reno, bahwa hari ini mereka harus bertemu.


" Hari ini kamu libur kan? " Vera mengirimkan pesan singkat untuk Reno.


Selang beberapa lama kemudian setelah Vera mengirim pesan itu, Reno pun membalas pesan singkat yang di kirimkan Vera kepadanya.


" Iya, aku hari ini libur, kenapa emang? " balas Reno.


" Kamu nanti bisa dateng kerumah? " tanya Vera di dalam pesan singkat itu.


" Mama sama papa aku mau bicara lagi sama kamu. " Balas Vera.


" Yasudah, jam berapa aku harus kesana? " tanya Reno.


" Terserah kamu, ada waktu nya kapan. " Balas Vera.


" Oke "


Vera yang kini sudah bercucuran keringat, karena terlalu semangat nya dia berolahraga demi kesehatan si buah hati yang masih ada di dalam kandungan nya, dia segera untuk pulang ke rumah.


Tak lama setelah sampai rumah, handphone Vera mendapat pesan singkat dari Reno.


" Aku otw sekarang ya, papa sama mama kamu nya apakah ada di rumah? " tanya Reno kepada Vera di dalam pesan whatsapp itu.


" Iya ada, di tunggu. " Balas Vera.


Vera pun memberitahukan kepada orang tua nya kalau Reno mau datang sekarang.


Papa dan mama Vera sedang duduk di kursi ruang tamu mereka, kebetulan juga papa nya Vera sedang libur bekerja, jadi bisa di jelaskan sama papa nya Vera kalau Reno harus segera menikahi anak nya.


" Pah.. mah.. Reno mau datang kesini. Biar jelas, nanti saja papa yang bicara sama Reno. " Ucap Vera.


" Yasudah kalau gitu, papa tunggu. " Jawab papa nya Vera sambil menikmati secangkir kopi hitam.


" Iya pah, Vera mau mandi dulu. " Ucap Vera sambil berjalan menuju kamar untuk mengambil handuk, dan bergegas pergi ke kamar mandi.


Beberapa saat sesudah Vera selesai mandi, terdengar suara mobil dari depan rumah nya.


Dan terdengar suara mama nya memanggil Vera.


" Vera.. Vera.. itu Reno baru datang. " Ucap mama nya.


" Oh iya mah, sebentar. " Vera bergegas untuk keluar kamar dan berjalan menuju pintu untuk membuka nya.

__ADS_1


Reno pun keluar dari mobil nya yang sudah terparkir di halaman depan rumah Vera.


" Assalamualaikum. " Reno mengucapkan salam ketika masuk kedalam rumah Vera.


Dan terlihat ada orang tua Vera yang sedang duduk di atas kursi yang berada di ruang tamu rumah mereka tersebut.


" Wa'alaikumsalam " kedua orang tua Vera membalas ucapan salam dari calon mantunya.


" Om, tante. " Ucap Reno sambil menganggukan kepala.


" Silahkan duduk. " Papa nya Vera mempersilahkan Reno untuk duduk.


" Makasih om " jawab Reno sambil duduk di atas kursi.


" Vera, buatkan Reno minum ! nak Reno mau minum apa? " orang tua Vera menawarkan minum kepada Reno.


" Gak usah repot-repot om, makasih. " Jawab Reno sambil tersenyum.


" Yasudah kamu buatkan teh saja, Ver. " Papa nya Vera memberi perintah kepada anak nya, untuk membuatkan teh buat Reno.


Tanpa basa-basi lagi Vera pun langsung menuruti perintah dari papa nya, berjalan menuju ke dapur untuk membuatkan teh.


" Kerjain ah sesekali. " Ucap Vera dalam hatinya, sambil tersenyum.


Vera mengambil gelas dan memasukan teh dengan air ke dalam gelas tersebut, dan juga Vera mencampurkan garam ke dalam teh itu.


Vera berusaha iseng dan ingin mengetes kesabaran Reno, apakah dia akan marah atau akan baik-baik saja, setelah Vera berbuat seperti itu.


***


" Sebenarnya Vera nyuruh kamu untuk dateng kesini, ada yang mau om bicarakan sama kamu. " Papa nya Vera membuka pembicaraan kembali.


" Bicara masalah apa om? " tanya Reno.


" Jadi gini, kita kan malu sama tetangga, kalau misalkan kalian gak buru-buru untuk segera menikah, jadi om harap kamu segera menikahi Vera, nak Reno. " Ucap papa nya Vera memerintahkan Reno untuk segera menikahi Vera.


" Baik om, saya usahakan secepatnya, mungkin besok saya akan kesini lagi bersama orang tua saya. " Jawab Reno dengan lugas.


" Ya bagus kalau begitu, berarti kamu benar-benar serius untuk menikahi Vera, anak om. " Ucap papa nya Vera.


Eva kembali berjalan dari dapur, menuju ke ruangan tamu, sambil membawa segelas teh buatan nya untuk Reno.


" Nih minum dulu biar gak tegang, kusut banget mukanya. " Ucap Vera sedikit mencandai Reno.


Mendengar perkataan Vera seperti itu, Reno terlihat sangat malu sekali di hadapan kedua orang tua Vera.


" Gitu aja sih nak Reno kalau menurut om, besok om tunggu kedatangan dari orang tua nak Reno. " Timpal papa nya Vera kembali.


" Baik om, saya pastikan besok orang tua saya bisa datang kesini. " Jawab Reno.


" Iya nak Reno, om sangat menunggu kedatangan orang tua kamu, silahkan di minum dulu teh nya. " Ucap papa nya Vera sambil mempersilahkan Reno untuk minum.


Reno pun mengambil segelas teh yang sudah di buatkan Vera, dan meminum teh tersebut.


Akan tetapi Reno merasakan rasa yang sangat aneh ketika minum teh yang sudah di buatkan Vera.


Bukan manis rasanya, akan tetapi sangat asin sekali.


Melihat wajah Reno yang aneh, ketika minum teh yang rasanya sangat asin, Vera pun tertawa kecil sambil kepala nya menengok ke belakang, agar Reno tidak mengetahui kalau Vera sedang menertawakan dirinya.


" Maafin Vera ya alloh, " ucap Vera dalam hatinya sambil menahan tawa.


Papa nya Vera pun bertanya-tanya melihat wajah Reno yang sangat aneh ketika meminum teh tersebut.


" Kenapa nak Reno ? " tanya papa nya Vera kepada Reno.


" Eh, engga om. " Jawab Reno sambil merasakan rasa asin di lidahnya.


Vera hanya bisa menahan tawa, dengan posisi kepala yang membelakangi Reno.

__ADS_1


__ADS_2