
#SATU MINGGU KEMUDIAN
Hari ini, adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh Ratna, yang dimana hari ini Bobi sudah berjanji akan mengajak Ratna jalan untuk yang ke 2x nya.
Ratna berharap hari ini menjadi hari spesial untuknya, karena perjuangan nya untuk mendekati Bobi sudah begitu dalam.
Ratna tidak ingin perjuangan nya menjadi sia-sia untuk mendekati Bobi dan memikat hati Bobi.
Hari ini Ratna harus dandan yang cantik ketika mau jalan lagi bersama Bobi.
Kebetulan juga Ratna hari ini tidak pergi ke rumah Bobi, karena Bobi menyarankan Ratna untuk diam saja di rumah nya, supaya Bobi yang menjemput dirinya.
Akan tetapi, Bobi belum juga memberi kabar kepada Ratna, jadi atau tidak nya dia hari ini untuk mengajak Ratna jalan kembali.
Ratna merasakan gelisah ketika Bobi tidak juga memberi kabar. Ingin sekali Ratna menanyakan hal ini, akan tetapi Ratna merasa malu kalau dia yang duluan harus menanyakan kepada Bobi.
" Duhhhhh, kok belum ada kabar juga ya, dari mas Bobi.. " Ucap Ratna, sambil terus menatap handphone nya sendiri, karena belum juga ada kabar.
Tiba-tiba orang tua Ratna masuk kedalam kamar Ratna, melihat Ratna yang sepertinya sedang gelisah, dan orang tua nya Ratna langsung menanyakan hal itu kepada nya.
" Kamu kenapa? Ko kayak yang gelisah gitu? " Mama nya Ratna bertanya.
" Aku lagi nunggu kabar dari mas Bobi, mah.. Dia hari ini mau ngajak aku jalan lagi, tapi sampai saat ini belum juga ada kabar, " jawab Ratna, dengan mimik wajah yang sedikit kesal.
" Sudah, kamu tunggu aja dulu.. Mungkin Bobi ada keperluan lain. " Ucap mama nya.
" Iya, mah.. Aku juga lagi nunggu, " jawab Ratna, sambil terus bolak balik di kamar nya sendiri, menunggu kabar dari Bobi.
" Aduhhhh, mas.. Kamu ini kemana sih, aku udah penasaran banget padahal, kenapa kamu mengajak aku jalan lagi. " Ucap nya.
Setelah beberapa lama menunggu, Ratna mendengar suara handphone nya berbunyi, wanita itu pun segera melihat handphone milik nya itu.
Dan ya, itu adalah telepon dari Bobi, Ratna langsung megangkat telepon itu.
" Hallo, mas.. " Ucap Ratna.
" Iya halo, aku mau jemput kamu sekarang. " Ucap Bobi.
" Iya, mas.. Aku tunggu, hati-hati ya. " Jawab Ratna.
Bobi pun menutup kembali telepon itu, dan Ratna sangat bahagia sekali ketika Bobi memberi kabar ingin menjemputnya.
Ratna Langsung berlari ke arah mama nya. " Mah, mas Bobi mau jemput, aaargggghhhh aku seneng banget, aku udah gak sabar, pasti hari ini dia mau nembak aku, " ucap Ratna kepada mama nya.
Mama nya Ratna pun ikut senang mendengar hal itu, dan mereka berdua berjingkrak-jingkrak sambil berpegangan tangan.
" Sebentar lagi Bobi pasti akan menikahi kamu. " Ucap mama nya Ratna merasakan bahagia, anak nya akan menikah dengan orang yang bekerja di perusahaan besar seperti Bobi.
" Aku siap-siap dulu, mah.. Mau dandan dulu, biar mas Bobi semakin terpikat sama aku ". Ucap ratna sambil menuju ke kamar nya untuk berdandan.
Ratna yang sedang berdandan di kamar nya, mama nya Ratna duduk di kursi yang berada di dekat kaca milik rumahnya, dan mama nya melihat ada mobil yang terparkir di sebrang jalan rumah nya.
__ADS_1
Mamanya Ratna melihat orang itu keluar dari mobilnya, berjalan menuju ke rumahnya dan ternyata itu Bobi yang sudah bersiap untuk menjemput Ratna.
Rumahnya Ratna ini sangat kecil dan sudah merupakan bangunan lama, jadi tidak ada halaman untuk mobil yang bisa masuk sampai depan rumah nya.
Maka dari itu Bobi memarkirkan mobil nya itu di pinggir jalan raya, karena memang rumahnya Ratna ini pas di depan jalan raya.
Setelah sampai di depan pintu rumah milik Ratna, Bobi mengetuk pintu.
Tok.. Tok.. Tok..
" Assalamualaikum, " Bobi mengucapkan salam ketika mengetuk pintu rumah Ratna tersebut.
Mama nya Ratna langsung bergegas membuka pintu dan langsung menyapa Bobi. " Ehhh, nak Bobi.. Ayo masuk nak. " ucap Mama nya Ratna, mempersilahkan Bobi untuk masuk dan duduk di kursi butut nya.
Mama nya Ratna inisiatif mengambilkan air minum untuk Bobi.
" Ini minum dulu nak Bobi, sambil menunggu. " Ucap mama nya Ratna, sambil menyimpan air minum yang sudah di ambilkan nya, dan di taruh di atas meja.
" Gak usah repot-repot tante, saya hanya ingin menjemput Ratna saja, hanya sekedar mengajak nya jalan sebentar, apakah boleh tante? " Aldo meminta izin terlebih dahulu kepada orang tua nya Ratna.
" Iya silahkan nak aldo, tante izinkan, " jawab mama nya Ratna, sambil tersenyum ke arah Bobi.
Selang beberapa menit Bobi menunggu, Ratna pun keluar dari kamarnya memakai pakaian yang sudah di belikan Bobi ketika mereka jalan.
Dan Ratna sangat cantik sekali memakai pakaian itu, membuat Bobi menjadi terkesima melihat dirinya.
" Wah, cantik sekali dia hari ini. " Ucap Bobi dalam hatinya, sambil memandang ke arah Ratna.
" Ah engga ko, baru juga sampe. " Jawab Bobi, dengan perasaan yang masih terkesima melihat kecantikan Ratna.
" Mau jalan sekarang? " tanya Bobi kepada Ratna.
" Iya ayo, mas.. " Ratna meng-iyakan ajakan Bobi.
" Tante, saya pamit dulu ya.. Saya izin membawa Ratna jalan sebentar. " Ucap Bobi, meminta izin kembali saat mereka mau berangkat.
" Mah, aku jalan dulu. " Ucap Ratna.
" Ohh iya, kalian hati-hati, ya. " Jawab orang tua Ratna.
Mereka segera menuju ke mobil dan pergi menuju ke sebuah tempat makan favorit nya Bobi.
" Kita mau jalan kemana, mas? " tanya Ratna kepada Bobi saat di perjalanan.
" Ke tempat makan yang waktu kita jalan kemaren aja ya, kamu mau gak? " jawab Bobi.
" Iya mau, mas.. Gak papa. " Ucap Ratna sambil tersenyum melihat ke arah Bobi.
Selang beberapa lama, mereka pun sampai di tempat makan yang mereka tuju.
Bobi langsung memesan makanan dan minuman untuk nya dan juga Ratna.
__ADS_1
" Sebenarnya aku ngajak kamu kesini mauuuuuuuuuuuuuuuu... " Perkataan Bobi terpotong sama pelayan yang mengantar makanan ke tempat mereka duduk.
" Ini Pak, Bu.. Makanan nya, " ucap pelayan itu sambil menyimpan makanan dan minuman nya di atas meja.
" Mau apa, mas? " tanya Ratna dengan rasa penasaran, dengan perkataan Bobi yang belum selesai karena terpotong sama pelayan tadi.
" Udah nanti aja bahas nya, sekarang kita makan dulu " jawab Bobi, dengan perasaan nya yang masih gugup, seolah-olah belum siap untuk mengungkapkan perasaan yang sebenarnya kepada Ratna.
Ratna pun menuruti perkataan Bobi, dan kini mereka berdua saling menikmati makanan yang sudah tersedia.
Bobi berniat ingin melanjutkan perbincangan yang tadi sempat terpotong, ketika mereka sudah selesai makan.
Akan tetapi Bobi menjadi berubah pikiran, entah apa yang terjadi.
Memang sebenarnya Bobi mempunyai rasa cinta dan kasih sayang kepada Ratna, akan tetapi Bobi pun menganggap Ratna ini sudah seperti adik nya sendiri.
Perasaan ini membuat Bobi menjadi bingung, dan menjadi bertanya-tanya.
" Duh, kenapa jadi seperti ini ya? padahal kan aku sudah berniat untuk menembak Ratna, ingin mengungkapkan perasaan cinta ini, tapi kan di sisi lain , aku juga sudah menganggap dia ini sebagai adik sendiri, " ucap Bobi dalam hatinya.
Karena hal itu, Bobi pun tidak jadi untuk mengungkapkan perasaan nya kepada Ratna, Bobi lebih baik menunda dulu niatan nya ini.
Karena dia juga merasa bingung, Ratna ini sudah di anggap sebagai adiknya sendiri.
Sekarang Bobi lebih memilih untuk memikirkan kembali tentang hal ini secara pasti, karena Bobi memilih untuk menunda terlebih dahulu niatan nya. Bobi pun mengajak Ratna untuk belanja saja, supaya dia tidak merasakan penasaran karena perbincangan yang sempat terpotong tadi.
Akan tetapi sebelum Bobi mengajaknya untuk belanja, Ratna malah menanyakan lagi hal itu.
" Mas, tadi kamu mau bicara apa? " tanya Ratna dengan penuh rasa penasaran.
" Oh iya, aku sebenarnya mengajak kamu kesini ingin sekalian mengajak kamu untuk belanja lagi. " Jawab Bobi sedikit berbohong, karena dia sangat bingung.
Mendengar hal itu Ratna menjadi sangat kesal, karena dia mengira kalau Bobi mengajak nya jalan itu untuk mengungkapkan perasaan nya kepada Ratna.
Meskipun perasaan nya di penuhi dengan rasa kekesalan, akan tetapi Ratna pun harus menyembunyikan kekesalan itu.
Dan kini, mereka menuju ke pusat perbelanjaan, yang dimana tempat nya itu masih sama seperti waktu mereka jalan minggu lalu.
Bobi mempersilahkan Ratna untuk belanja kembali, dan saking kesal nya Ratna dengan Bobi, Ratna membeli barang-barang yang cukup lumayan banyak, akan tetapi Bobi tidak mempermasalahkan itu semua, karena Bobi hanya ingin mengalihkan rasa penasaran Ratna ketika pembicaraan Bobi yang sempat terpotong tadi.
Setelah Ratna merasa puas dengan barang-barang yang sudah dia pilih, Bobi mengajak Ratna untuk kembali pulang, dan tak lupa Bobi membeli makanan terlebih dahulu untuk orang tua Ratna.
Setelah semuanya selesai, Bobi mengantrkan Ratna kembali pulang ke rumah nya.
Setelah sampai di depan rumah nya, Ratna langsung masuk kedalam rumah.
Ternyata mama dan abang nya sudah tidur karena hari sudah mulai malam. Ratna langsung bergegas masuk saja kedalam kamar.
Meskipun perasaan nya sekidit kesal terhadap Bobi, akan tetapi Ratna sangat senang sekali, bisa belanja barang-barang yang mahal sebanyak itu.
" Ku kira mas Bobi mau mengungkapkan perasaan nya, eh malah ngajakin aku belanja, tapi gak papa deh, meskipun gak jadian juga aku bisa belanja barang-barang mewah sebanyak ini. " Ucap Ratna.
__ADS_1
Ratna pun langsung tertidur, tidak memikirkan hal itu lagi, karena malam ini dia sangat sudah puas bisa belanja barang-barang yang harga nya cukup lumayan mahal.