
Kini, posisi Bobi yang sedang pulang menuju kerumah nya setelah mengantarkan Ratna pulang, di dalam mobil ia seketika berpikir, kalau Ratna ini adalah sosok wanita yang baik dan cantik bagi nya.
Sehingga membuat Bobi berniat untuk kembali mengajak Ratna jalan, dan berniat ingin mengungkapkan perasaan nya kepada Ratna.
Diam-diam Bobi ternyata mempunyai perasaan juga kepada Ratna ini, sosok wanita yang menjadi pilihan mama nya sendiri untuk Bobi.
Padahal ketika mama nya memilih Ratna untuk menjadi pasangan hidupnya sendiri, ia sempat menolak dan tidak mau di jodohkan lagi oleh mama nya sendiri.
Nyatanya, sekarang Bobi terpikat juga sama perjuangan Ratna, yang ingin membuat Bobi menjadi jatuh cinta kepada dirinya.
***
Ke esokan pagi nya..
Ratna seperti biasa harus bangun pagi-pagi untuk segera pergi ke rumah Bobi, dengan rasa semangat yang kian membara dalam dirinya, karena sebentar lagi dia akan mewujudkan mimipi nya untuk bisa bersama dengan Bobi seutuhnya.
Ratna bergegas untuk bersiap-siap, dan tak lupa dia dandan terlebih dahulu, supaya Bobi semakin tertarik pada dirinya.
Semuanya telah selesai, Ratna berpamit kepada mama nya untuk pergi ke rumah Bobi.
" Mah, aku pergi dulu ya. " Ucap Ratna berpamit kepada mama nya.
" Iya sayang, semangat ya.. " Jawab mama nya memberikan semangat kepada Ratna.
" Denger tuh apa kata mama, jangan lupa kalau pulang bawa makanan enak lagi ya, minta sama Bobi, " timpal abang nya.
" Berisik ! " hardik Ratna, seraya memplototi abang nya.
Ratna pun berjalan menuju motor yang sering ia gunakan untuk pergi ke rumah Bobi, yang sudah terparkir di depan rumah nya.
Ratna melajukan motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga ia harus terjatuh dan mengalami luka ringan pada tubuhnya.
Ratna di tolong sama orang sekitar, dan di ajak untuk pergi ke puskesmas terdekat untuk sekedar mengobati lukanya.
Akan tetapi, Ratna menolak itu semua, karena dia merasa masih sangat kuat untuk melanjutkan perjalanan nya, meskipun tangan dan kaki nya mengalami luka ringan.
Ia kembali melajukan motornya, karena takut Bobi keburu berangkat untuk kerja.
Kini Ratna sampai di depan rumah Bobi, dia bergegas untuk segera masuk ingin mengobati lukanya.
Tok.. Tok.. Tok..
Ratna mengetuk pintu rumah Bobi yang masih dalam keadaan terkunci.
" Sebentar, " terdengar suara Bobi di dalam rumah nya, yang ingin membuka pintu.
Ketika Bobi membuka pintu, pria itu kaget ketika melihat Ratna, karena terdapat luka di tangan dan di kaki wanita itu.
" Kamu kenapa? Kok kamu luka-luka begitu? " tanya Bobi, dengan perasaan cemas melihat keadaan ratna.
" Aku tadi jatuh dari motor, " jawab Ratna meringis menahan sakit.
" Yasudah ayo masuk, biar aku obatin.. " Ucap Bobi, sambil mengambil alat P3K untuk mengobati Ratna.
Ratna pun duduk di kursi, menunggu Bobi yang sedang mengambil P3K.
Bobi menghampiri Ratna dengan membawa alat P3K yang sudah di ambil nya.
" Ada-ada aja kamu ini, ko bisa kayak gini sih? ". tanya Bobi.
" Iya, mas.. Aku tadi buru-buru, takut kamu kesiangan buat nyiapin sarapan untuk kamu, " jawab Ratna.
" Ya gak harus gitu juga, jangan ngebut-ngebut bawa motornya, kalau sudah begini kan kamu juga yang celaka, " ucap Bobi sambil mengobati luka yang ada di tangan Ratna.
__ADS_1
" Aw, pelan-pelan, mas.. " Ratna merasakan sakit ketika Bobi mengoleskan cairan repanol di tangan Ratna yang luka.
" Tahan, perihnya cuman sebentar kok, " ucap Bobi.
" Lain kali kamu harus hati-hati, biar gak kejadian seperti ini lagi.. Kita ke puskesmas aja yu, biar kamu di obatin dokter, biar cepet sembuh. " Bobi mengajak Ratna untuk berobat.
" Engga, mas.. Aku gak papa ko, nanti juga sembuh sendiri.. Kamu khawatir ya mas, sama aku ? " tanya Ratna kepada Bobi.
" Iya aku khawatir, kamu kan sering mengurus aku ketika aku sedang sakit, " jawaban Bobi membuat perasaan Ratna bahagia.
" Ahh, makasih mas.. " Ucap Ratna, sambil memberanikan diri mencubit pipi Bobi.
" Sakit tau, " ucap Bobi, sambil mengusap pipi nya yang di cubit Ratna.
" Ko kamu kayak nya seneng banget, kalau aku bilang khawatir sama kamu? " tanya Bobi.
Ratna merasakan malu, saat Bobi menanyakan hal itu.
" Iya, kan aku juga suka menghawatirkan kamu, mas.. " Jawab Ratna dengan kepala menunduk merasakan malu.
Luka yang ada di tangan dan kaki Ratna sudah di obati oleh Bobi. Dan Bobi bergegas membeli nasi untuk sarapan mereka berdua pagi ini.
" Aku beli nasi dulu ya, buat sarapan.. " Ucap Bobi.
" Sini, mas.. Biar aku saja yang belikan. " Ujar Ratna, langsung berdiri dari tempat duduk nya.
" Jangan, biar aku saja.. Kamu duduk aja istirahat, " ucap Bobi, melarang Ratna yang ingin membelikan nasi buat sarapan mereka berdua.
Mendengar hal itu, Ratna pun kembali duduk, dan Bobi berjalan keluar untuk membeli nasi tersebut.
Karena pagi ini Bobi yang membeli nasi, Ratna pun inisiatif untuk menyiapkan baju seragam kerja Bobi.
Setelah Bobi kembali pulang dengan membawa nasi, Ratna masih sibuk menyiapkan segala keperluan kerja Bobi.
" Kamu lagi ngapain? udah duduk aja, istirahat, biar aku yang siapin, " ucap Bobi.
" Baik banget sih kamu jadi orang, " ucap Bobi sedikit memuji.
" Ah biasa aja, mas.. " Jawab Ratna, dengan perasaan bahagia ketika mendengar pujian dari Bobi.
Semua keperluan pekerjaan Bobi sudah siap, kini Bobi mengajak Ratna untuk segera makan terlebih dahulu.
" Ayo, kita makan dulu.. " Ajak Bobi.
" Iya, mas.. Tangan aku kayak nya jadi kaku mas, nanti saja aku makan nya. " Jawab Ratna sedikit berbohong, karena dia ingin mengetes Bobi, supaya pria itu menyuapi Ratna.
" Yasudah, sini biar aku suapin.. Mau gak? " usul Bobi, menawarkan diri untuk menyuapi Ratna.
" Iya, mas.. " Jawab Ratna.
" Yesss.. Mas Bobi sudah mulai terpikat sama aku, sekarang tinggal menunggu mas Bobi nembak aku, dan kita jadian deh.. " Ucap Ratna dalam hatinya.
Selesai dari makan, Bobi segera memakai baju seragam kerja miliknya, dan berpamit kepada Ratna untuk berangkat kerja.
" Aku berangkat dulu yah, kamu jangan dulu pulang, disini aja istirahat.. Aku khawatir terjadi apa-apa lagi sama kamu, " Bobi melarang Ratna supaya jangan dulu pulang dari rumah nya.
" Iya siap, komandan.. " Jawab Ratn, meng-iyakan Bobi dengan sedikit candaan dalam perkataan nya.
" Kamu juga gak usah masak ya, nanti biar aku saja yang beli makanan, " ucap Bobi, sambil menuju ke mobil, menyalakan mesin mobil nya, dan segera untuk berangkat.
Saat di perjalanan, Bobi merasakan kasian kepada Ratna.
" Kasian sekali Ratna, meskipun dia sempat terjatuh dari motor, tapi dia masih saja menyempatkan diri untuk dateng kerumah. " Ucap Bobi sambil mengendarai mobil nya.
__ADS_1
Kini, Bobi pun sampai di tempat kerjanya, dan menjalankan aktivitas kerja seperti biasanya.
***
Ketika jam sudah menunjukan pukul 16.00, menandakan kalau jam kerja Bobi sudah selesai, dan Bobi segera membereskan semua berkas-berkas pekerjaan yang ada di atas meja kerjanya.
Setelah semuanya beres, Bobi bergegas untuk pulang, sambil menenteng tas kerja nya, menuju kedalam mobil.
Ketika di perjalanan Ratna menelpon Bobi.
" Hallo, mas.. "
" Iya, kenapa? " jawab Bobi.
" Kamu dimana, mas? Ko belum pulang juga? "
" Ini aku lagi di jalan menuju kerumah. " Jawab Bobi.
" Oh yasudah mas sukur, hati-hati ya.. " Ucap Ratna sambil menutup telepon nya.
Di tengah perjalanan, Bobi membeli makanan terlebih dahulu, karena di rumah sedang ada Ratna yang sudah menunggu kedatangan Bobi.
Setelah membeli makanan untuk mereka berdua, Bobi pun melanjutkan perjalanan menuju pulang.
Ratna melihat dari balik kaca rumah, mobil Bobi sudah memasuki halaman rumah nya. Ratna pun segera membuka pintu, keluar dari rumah untuk menyambut kedatangan pria itu.
Melihat Bobi yang sudah keluar dari mobilnya, Ratna pun membantu Bobi untuk membawakan tas kerja milik Bobi tersebut, dan mereka pun masuk kedalam rumah.
" Nih aku bawain makanan, kita langsung makan aja yu, aku laper. " ucap Bobi, sambil memberikan makanan itu kepada Ratna.
Ratna pun membuka makanan yang sudah di bawakan Bobi, dan inisiatif mengambil air minum juga untuk mereka berdua.
" Tangan nya masih kaku gak? Sudah bisa makan sendiri, apa mau aku yang suapin lagi? " tanya Bobi sambil sedikit tersenyum.
" Aku bisa sendiri kok, mas.. Tangan aku sudah mulai ringan, " jawab Ratna.
Mereka berdua pun mulai makan, dan sambil mengobrol kembali.
" Nanti kalau aku libur, aku ingin mengajak kamu jalan lagi, kamu mau gak? Ada acara gak? " tanya Bobi.
" Iya, mas.. Aku pasti selalu ada waktu kok buat kamu, " jawab Ratna, dia merasa senang mendengar Bobi mengajak dia jalan untuk yang ke 2x nya.
" Masa sih? Selalu ada waktu buat aku? " tanya Bobi kembali, seraya mengerutkan kening nya.
" Iyalah, kalau bukan buat kamu, buat siapa lagi? " jawab Ratna sambil tersenyum.
Mendengar hal itu, Bobi pun semakin memiliki banyak ruang untuk mengungkapkan perasaan nya kepada wanita itu.
Karena mereka berdua sudah selesai makan, Ratna pun berpamit kepada Bobi untuk pulang.
" Mas, aku pulang dulu ya.. " Ratna berpamit kepada Bobi.
" Aku antarkan ya, takutnya ada apa-apa, " jawab Bobi.
" Nggak usah, mas.. Gak usah repot-repot, aku gak bakalan kenapa-napa kok, tenang saja. " Ucap Ratna.
" Serius? " tanya Bobi merasa kurang yakin.
" Iya, mas.. Aku pulang sendiri aja, gak papa. " Jawab Ratna dengan yakin, kalau dia gak bakalan kenapa-napa.
" Kalau memang kamu mau pulang sendiri, kamu hati-hati ya, kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin. " Ucap Bobi.
" Iya tenang saja, nanti aku kabarin kamu kok kalau terjadi apa-apa.. Yasudah, aku pulang dulu, takut keburu malem. " Ucap Ratna berpamit, dan pulang kembali menuju rumahnya sendiri.
__ADS_1
Ratna sudah tidak sabar menunggu waktu yang sudah di janjikan oleh Bobi tadi, untuk mengajaknya kembali jalan. Membuat dia semakin yakin, kalau Bobi ini pasti ingin mengungkapkan perasaan nya kepada dia.
Dan apakah yang Ratna pikirkan itu benar?