
Setelah vera dan orang tua nya berlalu, bobi kembali berbicara kepada orang tua nya sendiri.
" Jangan begitu sama vera, mah ! kasian dia ! dia sudah mau bawa aku ke rumah sakit, dia juga sudah berniat baik untuk merubah sikapnya ". Ucap bobi sambil menatap mama nya.
" Enggak ! kamu harus nya tau diri, bob !, dia itu sudah tidak menghargai kamu lagi sebagai suami nya, dia sudah berani selingkuh dengan pria lain di belakang kamu, bob ! ". Jawab orang tua bobi
" Iya, mah ! bobi juga ngerti, tapi bobi juga masih menyayangi vera, mah ! kasih kesempatan buat vera, untuk merubah sikap nya, mah ! ". Timpal bobi.
" Pokonya mama gak mau ! kalau kamu berhubungan lagi sama wanita murahan seperti dia ! mama bisa merawat kamu tanpa harus dia yang ngerawat ". Ketus orang tua bobi kembali.
" Iya, mah ! tapi aku mohon, kasih kesempatan buat vera, dulu kan mama sama orang tua vera, yang menjodohkan aku sama vera, kenapa mama malah jadi seperti ini? ". Ucap aldo
" Enggak ! mama gak sudi mempunyai menantu seperti dia, sangat memalukan ! ". Bentak orang tua bobi, seraya dengan mata yang membelalak.
Selang beberapa lama, orang tua bobi kembali menyarankan kepadanya. supaya, bobi menceraikan vera se-segers mungkin.
" Pokonya mama gak mau tau ! kamu harus ceraikan istri kamu yang bejad itu ! biar mama cari kan pengganti dia yang lebih baik, masih banyak anak temen temen mama yang mau sama kamu ". Ujar orang tua bobi.
Ternyata, orang tua bobi ini selalu saja mencampuri urusan asamara nya bobi. seolah olah, bobi tidak boleh menentukan pilihan nya sendiri, tetapi harus selalu saja mama nya yang mencari pasangan untuk nya.
Sontak, bobi pun jadi mendadak emosi. karena pria itu menyadari, kalau dia itu bukan anak kecil, yang harus selalu di atur atur sama orang tua perihal masalah asmaranya sendiri.
" Mah ! bobi ini bukan anak kecil, yang harus selalu di atur atur ! masalah pasangan saja harus mama yang ngatur, bobi ini bukan anak kecil, mah ! ". Ucap bobi dengan nada yang sedikit meninggi.
" Pokoknya mama gak mau tau ! kamu harus menceraikan istrimu itu ! mama akan cari kan pengganti wanita murahan itu, dengan wanita yang lebih baik ". kekeh mama nya, seraya melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan tersebut.
Melihat mama nya yang sudah berlalu, kini papa nya bobi mulai angkat bicara kepada anaknya. Tetapi pembicaraan papa nya ini, tidak seperti mama nya yang ingin menjodohkan bobi kembali dengan anak teman nya.
" Sudah, bob ! gak usah di pikirin apa yang di bicarakan mama mu tadi. yang penting kamu sekarang sehat dulu, bob ! urusan vera? itu urusan kamu. jadi apapun itu, jika kamu bisa membuat kamu dan keluargamu kembali harmonis lagi, lakukan lah, nak ! gak usah terlalu memikirkan perkataan dari mama mu. ". Ujar papanya bobi, berusaha menenangkan bobi.
" Iya makasih, pah ! udah ngerti sama keadaan aku yang sekarang ". Jawab bobi.
__ADS_1
" Yasudah kamu istirahat ! jangan terlalu banyak pikiran, kamu harus segera sembuh ". Ujar papanya bobi kembali.
***
Ke esokan harinya, mama nya bobi meminta izin kepada papa nya, untuk bertemu dengan teman nya.
" pah, mama mau keluar dulu ! mau bertemu sama teman mama ". Ucap mama nya bobi, sambil bergegas untuk berangkat dan berlalu dari mereka.
KRING... KRING... KRING !!
Suara handphone berbunyi.
Bobi langsung mengambil handphone nya yang berada di atas meja ruangan tersebut.
Ketika matanya menatap layar ponsel, Nama yang terpampang di layar ponselnya itu adalah nama vera.
Ya, vera lah yang menelpon bobi.
" aku sudah mulai baikan kok, ver ! kemungkinan, besok atau lusa aku sudah bisa pulang ". Jawab bobi.
" Maafin aku ya, mas ! aku gak bisa ngerawat kamu disana. karena mama kamu sudah gak mau lagi menerima aku sebagai menantu nya ". Ucap vera.
" Iya gak papa ! lagian, aku juga di sini baik-baik saja ko ". Jawab bobi.
" Aku juga sebenernya pengen kesana, mas ! tapi aku takut, kalau nanti mama kamu marah lagi sama aku ". Ucap vera dengan nada yang terisak.
" Kalo kamu mau kesini, kesini saja ! gak ada mama ko di sini, hanya ada papa doang, mama lagi keluar bertemu sama temannya ". Jawab bobi.
" Kalau begitu, aku kesana sekarang ya, mas ! ". Ujar vera, seraya menutup telpon nya.
Vera langsung bersiap untuk menjenguk bobi.
__ADS_1
wanita itu berangkat tanpa sepengetahuan orang tua nya. karena, orang tua vera tidak mau kalau nanti anak nya, harus di rendahkan lagi di tempat umum.
Vera meminta izin kepada orang tua nya, hanya ingin sekedar cari angin. karena kalau dia berkata jujur untuk menjenguk bobi ke rumah sakit, sudah pasti orang tuanya tidak akan mengijinkan.
Kini, vera akan berangkat ke rumah sakit menjenguk suaminya, dan berpamitan kepada kedua orang tua nya.
" Mah ! Vera mau keluar dulu sebentar, bosan diam di rumah terus ! ". Ucap vera, dengan alasan klasiknya.
" Kamu mau pergi kemana? Jangan sampai kamu pergi ke rumah sakit ! biarkan bobi di sana sendiri ! ada orang tua nya ini kok, yang merawat. ". Ujar orang tuanya, melarang vera untuk pergi kerumah sakit.
" Tenang saja si, mah ! aku gak bakalan pergi ke rumah sakit kok. ". Jawab vera, seraya berlalu dari orang tuanya.
Kini, vera pun berjalan menuju tepi jalan raya, untuk naik angkutan umum yang menuju ke rumah sakit.
ketika sedang menunggu angkutan umum itu. Lagi-lagi, vera harus bertemu dengan mantan kekasihnya.
" Hai sayang ! bagaimana dengan kabar suami mu yang payah itu? ". Ucap reno, lelaki yang merupakan mantan kekasihnya vera.
Dengan luapan emosi yang tidak terkendali, tangan vera langsung menampar reno dengan sangat keras.
PLAK.. PLAK.. PLAK..
Tamparan bolak balik, harus mendarat di wajah reno.
" Ngomong sekali lagi ! ku tonjok mukamu ! ". Bentak vera, dengan nada yang sangat meninggi.
" Tampar lagi ayo ! tampar lagi buruan ! gak papa aku di tampar, yang penting sebentar lagi aku bakalan nikahin kamu, dan membesarkan anak kita berdua ". Dengan rasa percaya diri nya mantan kekasih vera itu menjawab, sambil mengelus ngelus perut vera.
" Jangan berani sentuh saya ! berani sentuh sentuh saya, saya laporin kamu ke polisi ! ". Bentak vera, sambil menepis tangan pria itu, yang sedang mengelus-ngelus tangan vera.
Ancaman vera membuat lelaki itu langsung pergi. Vera pun merasa lega, setelah diri nya di buat risih oleh mantan kekasihnya itu.
__ADS_1
Tak lama berselang, Angkot yang di tunggu tunggu pun akhirnya datang. Vera langsung menaiki angkutan umum tersebut untuk menuju rumah sakit.