Mantan Istriku

Mantan Istriku
Surat undangan untuk mantan suami


__ADS_3

"Yasudah kalau gitu!" jawab Vera sedikit kesal.


"Aku gak bisa lama-lama, aku harus pulang takut besok pagi kesiangan," ucap Reno sambil beranjak dari tempat duduk nya, dan berpamit untuk pulang kepada Vera dan orang tua nya.


"Aku pulang dulu ya, Om.. Tante.." Ucap Reno, sambil mencium punggung tangan keduanya dengan khidmat.


"Oh yasudah, hati-hati di jalan nak Reno. " Jawab Papa nya Vera.


Reno pun kembali pulang ke rumah nya, dan Vera kembali menuju ke kamar nya.


Di kamar Vera sempat kebingungan, karena dia ingin mengundang mantan suami nya di hari pernikahan nya nanti. Akan tetapi, Vera takut kalau Reno marah, kalau dia mengundang mantan suami nya itu.


"Apa aku gak usah bilang aja ya sama Reno, kalau aku mengundang Mas Bobi," ucap nya.


Tapi dia kembali berpikir kalau Bobi datang ke acara pernikahan nya tanpa sepengetahuan Reno, pria itu pasti akan marah kepada Vera.


Vera pun kembali keluar dari kamar, dan menanyakan hal tersebut kepada kedua orang tua nya.


"Mah, Pah.. Vera mau minta saran," ucap Vera.


"Saran apa, nak?" tanya Mama nya.


"Vera kan mau mengundang Mas Bobi, tapi Vera takut kalau Reno marah." Ucap Vera kebingungan.


"Kamu bilang saja dulu sama Reno baik-baik, kalau misalkan dia mengijinkan, berarti kamu boleh undang Bobi. Kalau Reno gak mengijinkan, ya gak usah memaksakan juga." Jawab Papa nya Vera.


Vera pun meng-iyakan apa yang Papa nya katakan, dan kembali balik menuju ke kamar nya.


***


Ke esokan harinya, Vera sudah bersiap untuk mengambil surat undangan dan souvenir, ke tempat percetakan undangan itu.


Akan tetapi Vera harus menunggu kabar terlebih dahulu dari Reno, apakah dia jadi untuk mengantarkan dirinya atau tidak.


"Kamu mau pergi sama siapa?" Mama nya Vera menanyakan.


"Nggak tau, Mah.. Aku menunggu kabar dari Reno dulu," jawab Vera.


"Emang nya kenapa, Mah?" Vera balik bertanya kepada Mama nya.


"Enggak, kalau misalkan kamu mau berangkat sendiri jangan pake angkot, mending kamu pesan ojek online aja, Mama khawatir sama kandungan kamu." Ucap Mama nya Vera.


"Iya, Mah.. Soal itu mah gampang, aku nunggu kabar dari Reno dulu." Jawab Vera sambil mengeluarkan ponsel dari tas nya, untuk menelpon Reno.


Nuuttt... Nuuttt... Nuuttt..

__ADS_1


Tak lama suara dering telepon itu, Reno langsung mengangkat nya.


"Hallo, kenapa Sayang?" tanya Reno.


"Kamu jadi gak nganterin aku?" tanya Vera.


"Maaf, Sayang.. Aku harus lembur, kamu sendiri dulu aja ya, tapi hati-hati. " Jawab Reno, memberi alasan kalau dia harus lembur kerja.


"Yasudah lah, undangan nya mau sekalian aku bagikan, itu juga kalau kemalaman," ucap Vera.


"Oh yasudah, kamu berangkat pake apa?" tanya Reno.


"Pake ojol, tapi aku mau nanya dulu sama kamu, boleh?" ucap Vera.


"Mau nanya apa, Sayang?" Jawab Reno.


"Aku mau ngundang Bobi, gak papa kan?" tanya Vera.


"Gak papa ko, kalau Bobi mau kamu undang. Justru bagus kalau kamu ngundang Bobi untuk datang ke acara pernikahan kita, berarti dia tau kalau dia kalah saing sama aku." Ucap Reno dengan bangga nya.


"Yasudah kalau kamu mengizinkan, aku segera berangkat sekarang." Ucap Vera.


"Oke, Sayang.. Hati-hati ya, biar gak terjadi apa-apa sama anak kita." Reno sedikit memberikan perhatian kepada Vera.


Vera menunggu driver tersebut di depan rumah nya, dan setelah beberapa menit menunggu, datanglah driver gojek itu untuk menjemput Vera.


"Mbak Vera, ya?" tanya driver itu memastikan.


"Iya, Mas.. Lokasi nya sesuai titik, ya." Ucap Vera, sambil menaiki motor tersebut.


"Siap, Mbak." Jawab driver tersebut sambil melajukan motornya.


"Mas, pelan-pelan ya. Soalnya saya lagi mengandung," Vera memerintahkan abang ojol nya supaya jangan terlalu ngebut.


"Oke siap, Mbak." Jawab driver tersebut, dan kembali fokus mengenderai motornya.


Setelah 15 menit jarak perjalanan, mereka pun sampai di lokasi tempat percetakan undangan.


Akan tetapi Vera memerintahkan driver itu untuk menunggu, supaya dia tidak perlu memesan ojol yang lain untuk mengantarkan nya kembali.


"Mas, bisa nunggu ga? saya disini cuman sebentar doang kok, saya mau langsung jalan lagi untuk mengantarkan undangan." Tanya Vera.


Driver tersebut pun menganggukan kepalanya, menandakan kalau dia bersedia menunggu Vera, untuk mengantarkan nya kembali.


"Oke, Mbak.. Saya tunggu," jawab driver tersebut.

__ADS_1


Vera pun langsung bergegas mengambil pesanan nya kedalam, dan Vera meminjam pensil untuk menulis satu undangan yang akan di berikan kepada Bobi.


Seusai itu, Vera kembali menghampiri ojol tersebut.


"Mas, sekarang antarkan saya ke alamat ini, ya." Vera memperlihatkan suatu alamat yang sudah ia tulis di ponsel nya.


Driver tersebut langsung membuka maps di ponsel milik nya sendiri, untuk menuju alamat yang sudah Vera berikan.


Driver ojol itu kembali melajukan motornya dengan sangat hati-hati. Setelah 10 menit perjalanan, mereka pun sampai di dekat rumah Bobi.


Vera malah bengong ketika sampai di lokasi, dia kembali teringat masa lalu nya bersama Bobi, ketika melihat rumah bekas tempat tinggal nya itu. Bahkan, wanita itu sekarang meneteskan air mata, dan ojol tersebut sedikit heran, karena Vera tidak turun-turun dari motornya.


"Mbak.. Mbak.. Ini kan alamat nya? Kalau ini alamat nya, kita sudah samapi." Ucap ojol tersebut.


Vera langsung mengusap air matanya. "Oh iya, Mas.. Sebentar," Vera pun kembali turun dari motor.


Vera ragu-ragu sekali untuk memberikan surat undangan itu kapada mantan suami nya, terlihat pintu rumah Bobi tertutup rapat, akan tetapi di dalam rumah Bobi terlihat ada orang.


Karena Vera sangat ragu dan tidak kuasa menahan air mata, Vera meminta tolong kepada Abang driver ojol itu, untuk memberikan surat undangan nya ke rumah Bobi.


"Mas, saya mau minta tolong anterin surat undangan ini ke rumah itu." Ucap Vera, sambil menunjukan rumah Bobi kepada ojol tersebut.


"Oh iya siap, Mbak." Ojol itu membawa surat undangan yang sudah Vera berikan kepada nya. Tetapi, Vera hanya mengintip dari kejauhan.


Ketika driver ojol itu mengetuk pintu, seseorang di dalam rumah Bobi langsung membuka dan mengambil surat undangan yang di berikan driver tersebut.


Dan ternyata yang menerima undangan itu bukanlah mantan suami nya, melainkan seorang wanita yang pernah bertemu di tempat persidangan, ketika Bobi dan Vera bercerai.


Akan tetapi Vera tidak tau nama dari seorang wanita tersebut, hanya mengenal wajah nya saja karena sempat berpapasan.


Wanita yang di maksud Vera itu adalah Ratna, yang sudah Bobi anggap sebagai adik nya sendiri, meskipun Bobi mempunyai perasaan cinta kepada Ratna.


Vera tidak tau menau tentang kehidupan Bobi yang sekarang, karena mereka sudah bercerai.


Ketika sedang mengintip, tangan Vera sesekali mengelus-ngelus kandungan nya. " Ini rumah Papa kamu yang sebenarnya, Nak."


Vera merasakan sedih yang sangat luar biasa, karena anak yang berada di dalam kandungan nya ketika lahir nanti, harus mempunyai seorang Papa tiri dan tidak mengenali Papa kandung nya sendiri.


"Kita kemana lagi, Mbak?" tanya driver ojek online itu, ketika sudah kembali menghampiri Vera.


"Kita pulang saja, Mas." Jawab Vera.


Vera kembali pulang ke rumah nya, di antar kembali oleh jasa ojek online itu.


Dan untuk masalah undangan yang Ratna terima dari ojol itu, Ratna berpikir untuk membuang surat undangan itu, sebelum Bobi belum pulang kerja. Karena Ratna tau siapa yang mengundang Bobi.

__ADS_1


__ADS_2