
Ke esokan hari nya, ratna harus mulai kembali ke rumah bobi, kembali mengurus bobi seperti biasa.
Ratna harus kembali berjuang lagi, supaya bobi semakin terpikat oleh ratna. Kali ini sangat pagi sekali ratna bangun, tanpa harus di bangunkan orang tua nya. Karena kemaren bobi bilang, kalau dia sudah ingin bekerja lagi seperti semula.
Jam menunjukan pukul 05.30, ratna bergegas untuk bangun, dan pergi ke kamar mandi untuk segera mandi dan siap siap.
Ketika keluar dari kamar, ratna di kagetkan dengan suara abang nya.
" Idih, yang sedang memperjuangkan seseorang, jam segini udah bangun haha ". Ucap abang nya ratna, yang sedang asik ngopi sambil ngerokok di kursi, berhadap-hadapan dengan mama nya.
" Gak jelas banget lu jadi kaka, bisa nya ngeledekin doang ". Timpal ratna sambil berjalan menuju kamar mandi.
" Memperjuangkan seseorang demi hartanya bukan demi cintanya hahaha ". Ucap abangnya kembali sambil terbahak.
Ratna menghiraukan pertakataan abang nya itu. dia segera berjalan menuju kamar mandi dan segera bergegas untuk mandi.
Setelah selesai mandi, ratna segera menuju kamar, untuk bersiap-siap pergi ke rumah bobi. ratna berdandan sangat cantik sekali, dengan memakai pakaian yang serba kekinian, dan juga mengenakan minyak wangi yang sangat harum.
Tanpa menunggu lama lagi, ratna langsung berpamit kepada ibu nya.
" Mah, aku pamit dulu ". Ucap ratna sambil mengucapkan salam kepada ibunya.
" Harum bener lu, kayak susana hahaha ". Ledekan abang nya membuat ratna kesal dan melempari abang nya dengan sandal ibunya dan segera berlari kecil menuju motor nya dan melajukan motornya.
Ketika sampai di rumah bobi, ratna langsung mengetuk pintu rumah lelaki itu.
Tok.. tok... Tok.. tok.. " asslamualaikum ". Ucap ratna mengucapkan salam pada saat mengetuk pintu.
Wanita itu sudah mengetuk pintu rumah aldo beberapa kali, tetapi tidak juga ada sahutan dari dalam.
Ratna mencoba untuk membuka pintu itu, karena sesekali ia mengetuk pintu itu dan mengucapka salam, tetapi tidak ada jawaban juga.
Dan saat ratna membuka pintu itu, ternyata pintunya tidak di kunci.
" Ko pintu nya gak di kunci. tapi, mas bobi kemana ya? ". Ucap nya dalam hati.
__ADS_1
Ratna pun menuju kamar nya bobi, dan ternyata bobi masih dalam keadaan tertidur.
" wah masih tidur, seperti nya pintu tidak di kunci dari semalam ". Tutur ratna kembali, dalam hatinya.
Melihat bobi yang masih tertidur dengan mengenakan kaos oblong dan celana kolor, yang saat itu di pakai pas pertama kali bertemu dengan ratna. Antusias, ratna pun membangunkan bobi.
" Mas, bangun mas ". Ucap ratna, sambil menggoyang-goyangkan badan bobi dengan tangan nya. tetapi bobi sangat susah sekali untuk bangun.
" Mas ! bangun, mas ! katanya hari ini mau masuk kerja lagi ". Ucap ratna kembali menggoyangkan tubuh bobi.
Tiba-tiba, Ratna di kagetkan dengan tangan nya bobi, yang menarik badan ratna dan memeluk ratna.
" Mas masih ngantuk, eva. dingin sekali hari ini ". Ucap bobi, dengan mata yang masih belum terbuka, sambil tangan nya menarik ratna dan memeluk ratna dengan sangat erat.
Pelukan bobi yang sangat erat, membuat ratna mejadi susah untukk bernafas.
" ma--mas, ini aku ratna ". Ucap ratna sambil berusaha untuk bernafas.
Tiba tiba bobi langsung terbangun dan kaget mendengar ucapan dari ratna, dan langsung melepaskan pelukan nya dari badan ratna. Sehingga ratna merasa lega dan sangat ngos-ngosan sekali, seperti orang di kejar anjing.
" Iya ga papa, mas. huuuuuuuuhhhh ". Jawab ratna, sambil menghela nafas nya.
bobi langsung beranjak dan bergegas keluar dari kamar, untuk menuju kamar mandi.
Setelah bobi keluar dari kamar nya. ratna merasa sangat kesal sekali, karena bobi mengira kalo dia adalah eva.
" Masih memikirkan mantan istrinya ternyata ". Ucap ratna dalam hatinya, dengan mimik wajah yang sangat kesal sekali terhadap bobi, yang masih memikirkan mantan istrinya itu.
Kini, bobi keluar dari kamar mandi yang hanya mengenakan handuk saja, dan masuk ke kamar untuk segera memakai baju.
Akan tetapi ketika ingin memakai pakaian kerja nya sendiri, pakaian nya sangat kusut sekali. dia ingin menyuruh ratna, tetapi perasaan nya tidak enak, kalau harus menyuruh ratna untuk menggosok pakaian kerjanya.
bobi langsung mengambil setrika dan alas penggosokan baju di dalam kamarnya.
Melihat hal itu, ratna pun langsung ambil inisiatif untuk menggosok pakaian kerja dari bobi tersebut.
__ADS_1
" sudah biar aku yang gosok, kamu siapin aja yang lain ". Ketus ratna, dengan memperlihatkan wajah yang masih kesal sama bobi, dan mengambil baju yang sedang di pegang oleh bobi.
bobi langsung bertanya tanya dalam pikiran nya " ratna kenapa ya? ko sensi banget, apa karna tadi aku meluk dia ya ? ". Ucap bobi dalam hatinya.
" Argghhh sudah lah, ngapain juga mikirin dia ". Lanjutnya, sambil menuju ke kamar nya lagi, untuk menyiapkan segala keperluan kerjanya.
Ketika ratna sudah selesai menggosok pakaian kerja nya, ratna langsung memberikan nya kepada bobi.
" Nih, baju nya ". Lagi-lagi dengan sensi nya ratna memberikan pakaian itu.
" Oh iya, makasih ya. maafin aku, soal hal yang tadi. aku gak sengaja meluk kamu ". Ucap bobi meminta maaf kepada ratna.
" Iya, gak papa ". Jawaban ratna sangat ketus sekali, sambil menuju keluar rumah membeli bubur untuk bobi sarapan, kebetulan ada tukang bubur melewati halaman rumah bobi.
" Kamu mau kemana ? ". Tanya bobi heran.
" Mau pulang ! ". Jawab ratna sedikit membohongi bobi, karena perasaan kesal nya.
" Lah kok pulang? kan kamu belom buatkan aku sarapan ". Ucap bobi sambil mengerutkan keningnya.
Ratna pun menghiraukan bobi. Dan membeli 2 mangkok bubur ayam.
Ratna kembali kedalam rumah sambil membawa dua mangkok bubur ayam untuk sarapan mereka berdua.
" Katanya mau pulang? ". Ucap bobi sambil cengengesan.
" Tau ah, nih sarapan dulu. masak nya nanti aja, kalo kamu udah mau pulang kerja ". Ucap ratna.
" Kamu kenapa ? Marah ya? karna aku tadi peluk kamu ". Tanya bobi, sambil mengambil bubur yang sudah di siapkan ratna.
" Engga ko. sudahlah, buruan makan dulu ". Jawab ratna. padahal sebenarnya ratna marah bukan karena bobi sudah memeluk ratna, tapi karena bobi masih menyebut nyebut nama vera.
" Sudah lah gak perlu aku bahas, gak seharusnya juga ngomong sama mas bobi, kalau aku sebenarnya ngga suka kalau dia masih mengingat mantan istrinya. tapi aku juga sadar, belum menjadi siapa-siapa nya dia, jadi gak perlu juga aku bahas masalah ini ". Ucap ratna dalam hatinya.
Mereka berdua pun langsung makan, dan tidak membahas kembali masalah tersebut.
__ADS_1
bobi yang sudah selesai dari makan nya, langsung bergegas untuk berangkat kerja, memanaskan mesin mobil nya yang sudah lama tidak di hidupkan.