Mantan Istriku

Mantan Istriku
Pintar berbohong


__ADS_3

Papa nya Reno memutuskan untuk masuk ke dalam kamar, mengikuti istri nya yang tadi masuk kamar, karena di luar banyak sekali nyamuk beterbangan, yang sebagian menggigit kulit dari Papa nya Reno.


Ketika membuka pintu kamar, terlihat Mama nya Reno yang sudah mulai tertidur dengan memakai pakaian baju tidur yang amat sexy. Sehingga Mengundang hasrat Papa nya Reno yang sudah lama tidak di layani oleh istri nya.


Posisi Mama nya Reno ini berbaring dengan kaki yang sedikit mengangkang, sehingga terlihat ****** ***** nya dengan jelas.


Papa nya Reno mendekati istrinya, dan duduk di antara kaki istrinya yang sedikit mengangkang itu.


Lalu Papa nya Reno mengelus-ngelus tangan nya di bagian alat ******** Mama nya yang masih di bungkus. Dan tiba-tiba Mama nya Reno terbangun dan langsung menepis tangan suaminya.


Plak..


"Mau ngapain sih?" hardik Mama nya Reno, sambil melotot memandang wajah dari suami nya.


"Ayo lah, Mah. Sudah lama Mama gak ngelayanin Papa," Ajak pria paruh baya itu, sambil mengelus-ngelus barang miliknya sendiri di balik celana kolor yang di kenakan.


"Gak usah aneh-aneh! Udah tua masih aja pengen begituan," bentak Mama nya Reno.


"Sekali ini aja, Mah. Papa lagi kepengen," Papa nya Reno memohon kepada istrinya.


"Alah, udah tidur! jangan minta yang aneh-aneh," Mama nya Reno menolak ajakan suami nya itu, sambil menarik selimut, menyelimuti dirinya dengan sebuah badcover tebal, memposisikan tubuh nya menyamping.


Melihat hal itu, barang Papa nya Reno yang tadi sudah tegang sekarang malah jadi loyo. Dan malah dirinya menjadi emosi, akan tetapi dia tidak meluapkan emosi nya itu.


"Dasar! istri gak berguna!" gerutu Papa nya Reno dalam hatinya.


Kini Papa nya Reno hanya bisa membaringkan badan nya di samping istrinya itu.


Pantas saja Papa nya Reno mempunyai pikiran kotor kepada calon mantu nya sendiei, ternyata dia gak pernah di layani masalah ranjang oleh istri nya sendiri.


Tanpa tersadar Papa nya Reno kini tertidur sampai pagi.


Ketika pagi hari, Mama nya Reno membangunkan suami nya dengan bantal guling, yang di pukulkan ke arah badan Papa nya Reno.


Bleg.. Suara bantal guling yang di pukulkan ke badan suaminya.


"Bangun! udah siang!" bentak Mama nya Reno.


Papa nya Reno langsung beranjak bangun dari tidurnya, setelah di pukuli dengan bantal guling.


Mama nya Reno langsung keluar dari kamar, dan melihat Reno yang telah bersiap untuk berangkat kerja.


"Kamu mau kemana? Mau ketemu janda miskin itu?" tanya Mama nya kepada Reno.


"Mau kerja lah, biasanya kalau pagi-pagi Reno berangkat kerja, kan?" jawab Reno ketus, dengan mimik wajah yang seperti nya masih kesal dengan Mama nya, sambil meninggalkan Mama nya untuk pergi berangkat kerja.


"Kalau udah pulang kerja langsung ke rumah, jangan ketemu dulu sama Vera." Teriak Mama nya, ketika Reno sudah mulai menjauh.

__ADS_1


***


2 Minggu kemudian.


Nuuuttt.. Nuuuttt.. Nuuuttt..


Suara dering telpon dari ponsel Reno, dia ingin menelpon calon istrinya.


"Hallo, kenapa?" tanya Vera ketika mengangkat telpon dari calon suaminya.


"Kamu nanti sore ada acara gak?" tanya Reno.


"Enggak ada, memang nya kenapa?" tanya Vera kembali.


"Aku mau kerumah kamu, setelah pulang kerja


" Ucap Reno.


"Yasudah kesini aja, aku tunggu," jawab Vera.


"Oke," ucap Reno sambil menutup telpon nya.


Setelah sampai di kantor, Reno di sapa oleh bawahan-bawahan nya sendiri.


"Selamat pagi, Pak." Semua bawahan nya mengucapkan itu kepada Reno dengan kompak.


Reno bekerja seperti biasanya sampai dia pulang, dan sebelum pulang Reno memberitahukan kepada bawahan-bawahan nya.


"Jangan lupa yah, minggu depan kalian harus hadir ke acara pernikahan saya." Ucap Reno.


Semua karyawan memberi tepuk tangan kepada dan mengucapkan selamat kepada atasan nya.


"Selamat ya, Pak." Bawahan-bawahan Reno mengucapkan selamat kepada dirinya.


"Iya, terima kasih buat semuanya." Respon Reno, sambil berjalan menuju ke mobil nya, untuk segera menuju ke rumah Vera.


Di tengah perjalanan dia membeli makanan terlebih dahulu untuk calon istrinya dan calon mertuanya, dan kembali lagi melanjutkan perjalanan nya.


Kini Reno telah sampai di halaman depan rumah Vera, dan langsung memarikirkan mobilnya, berjalan menuju kedalam rumah Vera yang pintu nya tertutup rapat.


Tok.. Tok.. Tok..


"Permisi." Ucap Reno sambil mengetuk pintu.


Tidak ada sahutan sama sekali dari dalam, dan Reno kembali mengetuk pintu itu dengan sedikit kencang.


Tokk.. Tokk.. Tokk..

__ADS_1


"Permisi."


Reno berniat untuk berusaha iseng, dan ingin mengagetkan Vera ketika membukakan pintu.


Dan setelah beberapa lama, Reno melihat gagang pintu bergerak ke bawah, menandakan Vera sudah ingin membuka pintu itu.


"DUAAAAAAAAAAARRRRRRRR," Reno sedikit berteriak untuk mengagetkan Vera.


Mendengar itu Papa nya Vera yang sudah membuka pintu pun terkaget. "Duar.. Duar.. Ehh.. Duar.. Ehh.. Astagfirullohhh.. Astagfiruulloh." Teriak Papa nya Vera dengan nada latah, sambil loncat ke kursi yang berada tidak jauh dari pintu, karena saking kagetnya.


Reno pun kaget dan wajah nya langsung me-merah. Menahan rasa malu juga menahan tawa, ternyata yang membuka pintu itu Papa nya Vera.


"Ma.. Ma.. Maaf, Om. Kirain Vera yang buka pintu" Reno tergagap, karena menahan rasa malu dan menahan tawa.


"Ahh kaget, kamu ini! kirain siapa, berasa mau copot jantung." Ucap Papa nya Vera, sambil mengelus-ngelus dada nya sendiri di atas kursi.


Reno tak kuasa menahan tawa di campur dengan rasa malu, sehingga dia harus sedikit kencing di dalam celana.


"Ma.. Ma.. Maaf, Om." Reno kembali meminta maaf.


"Iya sudah, gak papa. Untung jantung saya gak copot, No." Papa nya Bera masih merasakan detak jantung nya yang berdebar kencang, seperti ingin menembak seorang wanita cantik.


"Vera nya ada, Om?" tanya Reno.


"Bentar, Om panggil dulu.. Huuuuuuhh," jawab Papa nya Vera, menuju kamar Vera sambil menghela nafas dalam-dalam.


Setelah Papa nya memanggil, Vera pun langsung keluar dari kamarnya, dan menghampiri Reno yang masih berdiri di ambang pintu.


"Ngapain di situ? Duduk di kursi!" ucap Vera, dengan nada yang sedikit meninggi.


Reno pun langsung duduk di kursi ruang tamu, dan menyimpan makanan yang sudah dia beli tadi di atas meja.


"Nih, makanan buat kamu." Ucap Reno, sambil menahan air kencing yang seperti nya ingin keluar lagi, karena berusaha menahan tawa.


"Iya, makasih makanan nya." Jawab Vera.


"Besok jangan lupa, kita mau ambil surat undangan." Vera mengingatkan Reno untuk mengambil surat undangan yang sudah mereka pesan.


"Kalau besok aku gak bisa kayak nya, karena aku harus lembur, karena sudah mau tutup buku." Jawab Reno.


"Yah elah, terus aku berangkat sendiri gituh?" jawab Vera sambil mengerutkan kening nya.


"Mau gimana lagi, Sayang. Kan pekerjaan juga penting buat masa depan kita." Ucap Reno.


"Yasudah deh, nanti aku besok berangkat sendiri aja." Jawab Vera sedikit kesal.


"Yaudah gimana besok aja ya, kalau misalkan aku gak jadi lembur kita berangkat berdua, tapi kalau misalkan aku lembur maaf, ya. Aku gak bisa antar," ucap Reno.

__ADS_1


Entah berbohong atau tidak, Reno bilang kalau besok mau lembur kerja. Karena, pria seperti Reno seperti nya sangat susah di andalkan, dan juga sangat pintar berbohong.


__ADS_2