
Vera lanjut untuk istirahat dan tidur di kamar nya karena waktu sudah mulai malam, dan mencoba untuk menghidupkan alarm di handphone nya pada pukul 01.30 dini hari, Karena Vera berniat untuk sholat di sepertiga malam.
Vera pun mendekatkan handphone nya di samping telinga nya, takut nya dia tidak mendengar suara dari alarm tersebut.
Setelah sekian lama Vera terdidur dengan sangat pulas nya, kini jam pun sudah menunjukan pukul 01.30 dini hari. Alarm di handphone Vera pun berbunyi di samping telinga nya.
Vera langsung terbangun dari tidur nya dan melihat handphone nya, yang sudah menunjukan pukul 01.30. Dengan segera Vera bergegas untuk mengambil air wudhu ke kamar mandi, menggelar sejadah, memakai mukena, dan langsung menjalankan sholat sunah tahajud.
Setelah selesai menjalan kan sholat tahajud sebanyak 4 rakaat, Vera mengangkat kedua tangan nya untuk berdoa kepada yang maha kuasa.
" Ya alloh yang maha pengasih lagi maha penyayang, hamba memohon kepada mu ya alloh, jika memang hamba harus menikah dengan Reno, hamba meminta kepada mu ya alloh, luluhkan hati Reno. Jadikanlah Reno suami yang baik untuk hamba dan untuk anak-anak hamba nanti nya ya alloh. Jadikanlah Reno imam yang bisa membawa hamba ke dalam surgamu ya alloh, dan hamba memohon kepada mu ya alloh, semoga kedua orang tua Reno bisa menjadi mertua yang baik untuk hamba, begitupun sebalik nya. Ya alloh, semoga hamba bisa menjadi istri yang baik kalau memang suami hamba nanti nya bisa menjadi pemimpin yang baik untuk hamba, Amin. " Ucap Vera dalam doa nya, di tutur dengan bacaan al-fatihah dan di lanjutkan dengan membaca al-qur'an surat yasin.
Vera saat ini memang lebih memilih untuk memperbanyak ibadah, berusaha bertaubat dari apa yang telah di lakukan nya.
Setelah selesai sholat sunah itu, Vera memutuskan untuk tidur kembali, karena menjelang waktu subuh masih lumayan lama.
" Tidur aja dulu ah, waktu subuh masih lumayan lama. " Ucap Vera kembali tidur di atas kasurnya.
Setelah beberapa lama Vera tertidur, Vera pun kembali bangun, karena adzan subuh sudah berkumandang.
Vera kembali mengambil air wudhu, dan segera melaksanakan sholat subuh.
Ketika semuanya sudah selesai, Vera melihat dari handphone nya kalau ada pesan whatsapp dari Reno.
" Jadi gak hari ini kita makan? " tanya Reno dalam pesan whatsapp tersebut.
" Gak tau, nanti di kabarin lagi. " Jawab Vera.
" Yasudah nanti kabarin ya, kalo memang jadi nanti aku jemput setelah pulang kerja ke rumah kamu. " Balas Reno.
" Oke. " Balas Vera, dengan simple nya dia membalas pesan singkat dari Reno.
Rasa pusing dan mual-mual sudah mulai lagi menyerang kepala dan perut Vera.
" Aduh, aku sudah mulai pusing lagi, ini sebenarnya kenapa ya? " ucap Vera bertanya-tanya terhadap keadaan dirinya yang sekarang sering kali merasakan pusing dan mual-mual.
__ADS_1
" Apa aku harus ke dokter aja ya, untuk memastikan keadaan ku ini " lanjutnya.
Karena sudah tidak tahan dengan rasa mual yang ada di perutnya, Vera pun langsung berlari ke kamar mandi, dan spontan langsung me-muntahkan rasa mual nya itu. Tetapi tidak ada sama sekali yang keluar dari mulutnya, hanya air liur saja yang keluar dari mulut Vera.
Datang lah mama nya menghampiri Vera yang sedang muntah di kamar mandi.
" Kamu kenapa lagi nak ? " tanya mama nya, sambil berusaha memijat pundak Vera.
" Eng-engga tau, mah. Vera sering sekali merasakan pusing udah 2 hari ini. " Jawab Vera sambil masih menundukan kepalanya.
" Yasudah kita ke dokter aja ya? takutnya kamu kenapa-napa " ajak mama nya, agar Vera bisa di periksa oleh dokter.
" Engga usah, mah. hanya pusing-pusing aja, gak bakalan kenapa-napa kok " ucap Vera, meyakinkan kalau dirinya gak bakalan kenapa-napa.
" mau mama kerokin? biar kamu enakan? " tanya mama nya.
" Ngga usah, mah. nanti juga hilang sendiri ko pusing nya. Yasudah mah, Vera mau ke kamar dulu " ucap Vera sambil berjalan menuju kamar nya, dan kembali membaringkan badan nya di atas kasur, sambil mengoleskan minyak angin di perut dan juga kening nya.
Akan tetapi, Vera merasa sangat tidak kuat kalau memang harus setiap hari menahan rasa pusing yang ada di kepalanya, dan harus terus muntah karena rasa mual yang ada di perutnya.
Setelah Vera sudah mulai merasakan enak dengan keadaan nya sendiri, Vera pun bersiap-siap untuk berobat ke dokter.
" Mah, Vera mau pergi ke dokter, mau di periksa aja biar tau apa sebenarnya penyakit Vera. " Ucap Vera meminta izin kepada orang tua nya.
" Perlu mama atau papa yang anter, nak ? " tanya mama nya.
" Gak usah mah, aku bisa sendiri kok " jawab Vera.
" Yasudah, Kamu hati hati ya, kalau ada apa-apa kamu kabarin mama. " Ujar mama nya.
" Iya mah, aku berangkat dulu, assalamualaikum. " Vera mengucap salam sambil berjalan menuju tepi jalan raya untuk naik angkutan umum.
Hanya selang beberapa detik angkutan umum itu pun datang, Vera langsung masuk ke dalam angkot tersebut. Akan tetapi, di dalam angkot tersebut Vera merasakan bau aneh dan kepalanya kembali merasakan pusing.
" Bau banget ya " ucap Vera dalam hatinya, dan langsung buru-buru mengeluarkan masker dari tas nya, dan memakai masker nya.
__ADS_1
Untung saja jarak dari rumah nya ke klinik tidak terlalu jauh, jadi Vera tidak muntah di dalam angkot.
Dan kini, Vera telah sampai di klinik dimana Vera mau berobat.
" Untung saja tidak jauh, kalau jauh bisa berabe muntah di angkot, malu banget " ucap Vera sambil berjalan masuk ke dalam klinik tersebut, dan melakukan pendaftaran terlebih dahulu sebelum di panggil sama dokter, menunggu di kursi yang sudah di sediakan.
Selang beberapa lama menunggu giliran untuk di periksa, Vera pun kini di panggil sama pihak dokter.
" ibu Vera. " Teriak dari petugas pendaftaran yang memanggil Vera, menandakan kalo giliran Vera sekarang yang harus di periksa.
Vera pun bergegas masuk ke ruangan dokter tersebut untuk segera di periksa. Dan di persilahkan duduk terlebih dahulu oleh dokter yang bertugas tersebut.
" Ada keluhan apa bu? " tanya dokter kepada Vera.
" Ini dok, saya sudah 3 hari merasakan pusing dan mual-mual. " Jawab Vera.
" Kita periksa dulu ya bu, ibu berbaring dulu sebentar. " Ucap dokter, mempersilahkan Vera untuk berbaring di atas kasur yang sudah di sediakan.
Dokter pun langsung menjalankan tugas nya untuk memeriksa Vera sesuai standar operasional sebagai dokter, dan mempersilahkan kembali untuk duduk.
Vera sangat kaget, karea tiba-tiba dokter tersebut mengatakan selamat kepadanya.
" Selamat ya bu, ibu sedang mengandung, usia kandungan nya memasuki 4 minggu. " Dokter itu mengatakan kalau Vera sedang mengandung, dan usia kandungan nya itu sudah 4 minggu.
" O-oh iya dok, makasih ya. " Jawab Vera gugup.
" Iya baik bu. Sebentar ya bu, saya siapkan dulu vitamin buat ibu dan kandungan nya. " Dokter itu pun langsung menyiapkan vitamin untuk Vera dan kandungan nya, dan memberikan vitamin itu kepada Vera.
" Ini bu vitamin nya, jangan lupa di minum ya, agar ibu dan janin dalam kandungan nya sehat. Nanti ibu bisa langsung ke dokter kandungan kalau ibu mau periksa kandungan nya lagiĀ " ucap dokter tersebut.
" Oh iya dok, makasih. " Vera pun langsung membayar administrasi di klinik tersebut, dan langsung pulang kerumah.
Dia sangat kaget apa yang tadi di katakan dokter. Karena kejadian Vera berhubungan dengan Reno jarak nya baru 1 minggu, sedangkan kandungan nya itu sudah jalan 4 minggu.
" Berarti janin yang ada di perutku ini anak mas Bobi, bukan anak dari Reno. " Ucap Vera dalam hatinya.
__ADS_1
Vera kembali naik angkutan umum untuk pulang ke rumah nya.