Mantan Istriku

Mantan Istriku
Di ajak ke hotel


__ADS_3

Begitu lah kisah Bobi dan Ratna, mereka belum juga jadian sampai sekarang ini.


Berbeda dengan Vera dan Reno, hari ini adalah hari mereka untuk mempersiapkan buku undangan pernikahan nya.


Karena tinggal satu bulan lagi waktu mereka untuk menuju akad pernikahan.


Hari ini Vera berencana mengajak Reno untuk mencetak atau membuat buku undangan pernikahan mereka.


Vera segera menelpon Reno.


Nuuuuuttt.. Nuuuuutttt.. Nuuuuttt..


Suara dering terdengar saat Vera menelpon Reno, akan tetapi Reno sama sekali tidak mengangkat telepon dari Vera.


"Arghhhhhh, kemana sih ini orang.." Ucap Vera, yang merasa sangat kesal ketika telepon nya tidak di angkat.


Vera menunggu Reno menelpon balik, akan tetapi sekian lama nya Vera menunggu, Reno pun tidak ada menelpon balik kepada Vera.


Vera kembali berusaha menelpon Reno kembali.


Nuuuuutttt... Nuuuuutttt... Nuuuuutttt...


Suara dering terus terdengar di handphone Vera ketika berusaha menelpon Reno kembali.


Setelah beberapa kali Vera menelpon, Reno kini mengangkat telpon dari Vera.


"Hallo, lama banget sih angkat telpon nya!" Bentak Vera, saat Reno mengangkat telpon dari nya.


"Iya maaf, sayang.. Aku baru bangun, kan hari ini aku libur kerja." Jawab Reno, berusaha menjawab dengan nada yang lemah lembut.


"Kebanyakan alesan ! buruan siap-siap, hari ini kita harus bikin surat undangan." Bentak Vera kembali.


"Oke siapp, sayang.. Aku sebentar lagi jemput kamu yah," jawab Reno.


"Jangan pake lama! buruan aku tunggu!" bentak Vera lagi, sambil menutup telepon nya.

__ADS_1


Vera menunggu kedatangan Reno sambil bersiap-siap, supaya ketika Reno datang mereka langsung jalan, tidak perlu lama-lama lagi.


Kali ini Vera memakai pakaian yang sangat serba ketat, meskipun kepala nya di tutup dengan hijab, akan tetapi bagian dada nya harus kelihatan, karena gaya pakaian nya yang sangat mengundang hasrat para lelaki.


Vera menunggu Reno di kursi ruang tamu rumah nya sendiri, sambil sesekali makan cemilan yang ada di atas meja.


Setelah beberapa lama menunggu, Vera pun melihat mobil yang masuk ke halaman rumahnya sendiri, dan ya itu adalah Reno calon suaminya.


Reno bergegas keluar dari dalam mobil nya, akan tetapi Vera lebih duluan keluar dari rumahnya dan menghampiri Reno.


"Udah, gak usah ke rumah dulu. Kita langsung jalan sekarang." Ucap Vera sambil masuk kedalam mobil, karena kebetulan di rumah nya tidak ada siapa-siapa, jadi dia bergegas mengajak Reno untuk langsung jalan saja.


Reno langsung melajukan mobil nya, dan ketika melirik ke arah Vera, Reno sangat terpesona sekali akan kecantikan calon istri nya.


"Kamu cantik sekali, sayang.." Ucap Reno memuji Vera.


"Alah, bisanya cuman gombal!" Bentak Vera.


"Aku serius, Eh sehabis bikin surat undangan, kita ke hotel yuk?" ucap Reno mengajak Vera untuk check-in hotel.


"Kan kita udah lama gak main, mau yah? kita ke hotel sehabis ini?" Reno sedikit membujuk Vera.


"Nggak, aku gak mau.. Gak usah macam-macam deh!" Bentak Vera.


"Please dong, sayang.. Mau ya? Kita udah mau nikah ini kan? Check-in bentar saja ko." Ucap Reno kembali membujuk calon istri nya.


"Tapi ada syaratnya!" jawab Vera.


"Apa syarat nya?" tanya Reno, seraya mengerutkan kening nya.


"Engga-engga, gak jadi.. Aku gak ingin melakukan hal buruk yang menjadi dosa besar" Vera menolak ajakan Reno.


Reno pun hanya menggeleng, dan tidak ingin memaksa Vera untuk mengikuti ajakan nya, karena dia takut kalau Vera marah.


"Sudahlah, ayo kita cari salon rias," lanjut Vera.

__ADS_1


Tanpa basa basi, Reno pun menuruti kemauan Vera, dan mereka pun langsung mencari-cari salon rias pengantin yang menurut mereka cocok.


Sudah 3 salon yang mereka kunjungi, akan tetapi tidak ada yang cocok menurut mereka berdua. Terlalu mahal, dan baju-baju pengantin nya masih sangat jadul sekali.


Reno pun memutuskan untuk membawa Vera ke toko perhiasan terlebih dahulu, untuk acara pernikahan nya.


"Kita ke toko perhiasan aja dulu, nanti kita cari lagi salon rias pengantin, setelah membeli perhiasan." Usul Reno.


"Yasudah, terserah kamu aja gimana baik nya." Jawab Vera meng-iyakan ajakan Reno tersebut.


Mereka pun pergi ke toko perhiasan terlebih dahulu, dan setelah sampai di toko perhiasan yang menurut mereka cocok, mereka pun keluar dari mobil menuju toko perhiasan itu.


Reno mempersilahkan Vera untuk memilih perhiasan yang ia suka. Dan Reno mentargetkan perhiasan nya sampai dengan 50 gram.


Vera memilih 2 cincin, 1 kalung dan 4 gelang. Yang dimana total gram untuk semuanya itu adalah 50 gram, sesuai apa yang di katakan oleh Reno.


Reno pun membayar semua perhiasan yang sudah Vera ambil tersebut, dengan total harga Rp. 20.000.000.


Hah, katanya bekerja di perusahaan besar? tapi membelikan perhiasan yang mencapai 50 gram, cuman seharga 20 juta. Rendah sekali, kadar emas yang di belikan oleh Reno untuk mas kawin pernikahan nya.


Setelah selesai, mereka kambali mencari salon rias pengantin, dan mereka pun menemukan salon yang cocok. Meskipun harganya mahal, tapi baju-baju nya tidak jadul seperti yang ada di 3 salon yang sudah mereka kunjungi sebelumnya.


Mereka langsung memulai fitting baju, dan mereka pun sangat cocok sekali dengan harga dan baju-baju yang ingin mereka gunakan di acara pernikahan mereka.


Karena semuanya sudah selesai, mereka pun kembali masuk kedalam mobil dan bergegas untuk segera pulang.


"Mau nikah ternyata ribet juga, ya."Ucap Reno, karena memang Reno belum punya pengalaman sebelumnya tentang pernikahan.


Vera tidak menggubris apa yang di katakan oleh Reno, yang Vera rasakan sekarang adalah sakit hati, karena Vera teringat masa lalu nya waktu ketika masih bersama mantan suaminya yaitu Bobi.


Vera masih mempunyai banyak kesalahan kepada Bobi yang sebelumnya belum ia tebus. Akan tetapi sekarang takdir sudah berkata lain, dia terpaksa harus menikah dengan selingkuhan nya, dan harus melahirkan anak dari benih mantan suami nya.


Selang beberapa lama, Mereka pun kini telah sampai di depan rumah Vera, akan tetapi Reno langsung bergegas untuk pulang ke rumah nya sendiri, dan Vera langsung masuk kedalam rumah.


"Akhirnya, aku bisa menikahi Vera juga," ucap Reno, ketika dia sedang menuju pulang.

__ADS_1


Apakah seorang Reno akan benar-benar mencintai Vera? setelah mereka berdua menikah nanti? atau, dia hanya ingin menghancurkan rumah tangga Vera saja? karena dulu Vera pernah menghianati Reno, dan menikah dengan Bobi karena di jodohkan oleh orang tua nya? entah lah, Vera hanya ingin rumah tangga nya baik-baik saja, dan berharap Reno menjadi suami yang baik nanti nya.


__ADS_2