Mantan Istriku

Mantan Istriku
Terpaksa menerima mantan


__ADS_3

Niatan vera untuk membalas kan dendam kepada mantan kekasih nya semakin bulat.


vera bertekad untuk meng-iyakan ajakan mantan kekasih nya, yang sering kali mengajak dia untuk menikah. Agar semua niatan vera untuk balas dendam bisa terwujud.


Sangat sulit bagi vera untuk move on dari masa lalu nya, dengan perasaan yang masih sangat mencintai mantan suami nya. tetapi harus bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi, meskipun itu hanyalah kesalah pahaman.


Vera membahas hal ini kepada orang tua nya, kalau dia mau menikah dengan mantan kekasih nya.


" Mah, pah. ada yang mau aku bicarakan sama mama dan papa ". Ucap vera kepada kedua orang tua nya.


" Mau bahas apa, nak ? ". Tanya mama nya.


" Aku kan sudah bercerai, dan sekarang sudah menjadi janda. aku ingin meminta pertanggung jawaban kepada reno, supaya reno menikahi aku ". Ucap vera.


Ternyata mantan kekasih vera ini namanya adalah reno


" Kamu serius ?. " Timpal papa nya.


" Iya, pah. dia harus tanggung jawab dengan apa yang sudah dia lakukan sama vera ".


" Kamu pikirin dulu baik-baik, apa yang kamu ingin lakukan, kamu juga harus siap dengan segala sesuatu nya ". Ucap mama nya vera.


" Iya, mah. sudah aku pikirin dengan baik ko ". Jawab vera, tetapi vera tidak memberi tau kepada orang tua nya, kalau dia hanya ingin membalaskan dendam nya saja kepada reno.


" Yasudah kalau gitu, semoga nanti nya kamu menjadi keluarga yang bahagia, orang tua hanya bisa mendoakan saja ". Ucap papa nya.


" Iya mah, pah, doain saja ". Jawab vera kepada kedua orang tua nya.


Dan tiba tiba, vera merasakan pusing saat itu, dan merasakan mual di dalam perutnya, berasa ingin muntah. vera langsung bergegas menuju kamar mandi, karena sudah tidak kuat menahan rasa mual.


Di dalam kamar mandi, vera sudah tidak bisa lagi menahan rasa mual nya itu, dan tiba-tiba vera langsung muntah.


" Uooooooooooooo.. uooooooooooo.. uooooooooooo ". Vera muntah-muntah di dalam kamar mandi.


Mendengar hal itu, orang tua vera langsung menuju ke kamar mandi, untuk memastikan anak nya.


" Kamu kenapa, nak ?. " Tanya mama nya.


" Eng-engga tau, mah. vera hanya pusing sedikit saja. Uoooooo-uooooooo ". Vera kembali muntah.

__ADS_1


" Ayo kita periksa saja ke dokter, takut nya kamu kenap-napa ". Papa nya mengajak vera untuk pergi ke dokter, karena merasa khawatir dengan keadaan anak nya.


" Gak usah, pah. hanya pusing sedikit saja ko, vera gak papa ". Vera menolak ajakan papa nya.


" Yasudah, kamu istirahat ". Ucap mama nya.


Di siram lah muntahan yang keluar dari mulut vera itu dengan bersih, dan vera langsung masuk ke kamar nya untuk istirahat.


" Duhhh, kenapa aku jadi kayak gini ya, apa mungkin aku masuk angin ". Ucap vera gelisah, menahan rasa pusing yang masih ada di kepala nya.


Vera memijat-mijat kepala nya sendiri, karena saking tidak kuat nya dengan rasa pusing.


Tiba-tiba saja handpone nya bunyi.


Ada 1 pesan whatsapp masuk di handphone vera.


" Hallo, bagaimana kabar kamu, sayang? Kamu sudah bercerai sama suami kamu ya ? ". Isi pesan dari mantan kekasih vera.


Dengan pesan whatsapp mantan kekasih nya ini, vera pun merasa sangat gampang untuk membalaskan dendam nya. Karena sudah beberapa hari ini dia menghilang, tanpa mengirimkan pesan whatsapp apapun kepada vera, semenjak vera bercerai dengan bobi.


" Iya memang, terus kenapa ? ". Balas vera.


" Ahhh ngga, ngga mungkin, masa baru hubungan seminggu sudah ngidam aja, lagian kan ketika hubungan sama dia pake pengaman ". Ucap vera dalam hati nya.


Lalu vera pun membalas kembali pesan whatsapp dari mantan kekasih nya.


" Kalo memang serius, datang ke rumah ! temui orang tua ku, ngomong sama orang tua ku ! minta restu dari mereka ".


Selang beberapa lama reno pun membalas kembali pesan dari vera.


" Siapa takut ". Balas reno.


" Kapan kamu berani dateng ke rumah? ".


" Sabar lah, besok aku bakalan kesana, ngomong sama orang tua kamu ". Balas reno.


" Jangan cuma ngomong doang, dan hanya mau enak nya doang ". Jawab vera kembali.


" Tenang, sayang. aku bakalan bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan sama kamu ". Balas reno.

__ADS_1


" Oke, kalau kamu gak berani dateng dan gak berani tanggung jawab, kamu tanggung resiko nya ". Jawab vera.


" Tenang, gak perlu mengancam, aku bakalan tanggung jawab ko ". Balas reno


" Kupegang semua janjimu ! ".


" Meskipun aku mau menikah sama kamu, aku hanya ingin membalaskan dendam saja sama kamu. gak bakalan lebih dari itu, biar kamu ngerasain bagaimana rasa nya sepertiku sekarang ". Ucap vera dalam hatinya.


Vera memaksakan diri untuk keluar dari kamar, meskipun kepala nya masih terasa sedikit pusing. tetapi, dia harus memberi tahukan hal itu kepada orang tua nya.


" Mah, pah. besok reno mau kesini, mau ngomong sama mama dan papa, mau minta restu sama mama dan papa ". Ucap vera kepada kedua orang tua nya.


" Yaudah bagus, berarti dia mau tanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan ". Jawab mama nya.


" Iya mah, semoga saja dia tidak mengingkari janji nya sendiri, kalau dia mau bertanggung jawab ". Ucap vera.


" Kalau dia bohong, ya dia harus menanggung akibat nya ". Timpal papa nya vera.


" Iya pah, vera juga bilang begitu sama dia ".


" Yasudah pastiin lagi aja, dia mau dateng jam berapa ". Timpal papa nya vera kembali.


" Iya pah, nanti besok vera pastiin lagi pagi-pagi ". Jawab vera.


Setelah memberitahukan hal itu, vera kembali menuju ke kamar nya, untuk istirahat.


Tetapi, orang tua vera masih membahas soal itu.


" Kalo dia bener kesini dan meminta restu kepada kita, papa mau jawab apa? ". Tanya mama nya vera kepada suaminya.


" Ya kita harus ngerestuin lah, mah. kalo memang dia bener-bener mau menikahi anak kita dan mau bertanggung jawab dengan perbuatan nya ".


" Iya mama takut aja, kalo kita restuin lelaki itu malah nyakitin hati vera ".


" Ya mudah-mudahan aja engga, mah. kita berdoa aja yang terbaik buat vera ".


" Sebenarnya sih kalau boleh jujur, mama sangat enggan sekali untuk merestui lelaki itu, tapi mama juga kasian dengan vera. dan kalau bukan karena hal yang tidak senonoh itu, yang sudah dia lakukan sama vera, mama gak mau banget punya menantu seperti dia ".


" Udah gimana besok saja, mah. dia juga kan harus bertanggung jawab, jangan hanya ingin enak nya saja ".

__ADS_1


Mereka pun berhenti membahas hal itu, hanya menunggu kepastian di hari esok saja, menunggu kedatangan reno, yang katanya mau meminta restu mereka.


__ADS_2