
"Aku buang aja deh undangan nya, supaya Mas Bobi gak tau kalau Vera sudah mau menikah." Ucap Ratna sambil memutar-mutar surat undangan itu di tangan nya.
"Tapi... Kalau pun Mas Bobi tau dia pasti gak bakalan berangkat sendiri dong, pasti dia ngajak aku buat hadir di acara pernikahan nya Vera." Ratna kembali berpikir.
"Argghhhh sudahlah, biar aku buang saja nanti! gak bakalan ada yang ngasih tau ini sama Mas aldo, kalau ada surat undangan dari Vera. Di rumah ini kan cuman hanya ada aku saja." Ucap Ratna kembali, sambil menyimpan surat undangan itu ke dalam tas nya.
Selang beberapa saat setelah Ratna menyimpan surat undangan itu, terlihat mobil milik Bobi yang sudah memasuki halaman rumah nya dan memarkirkan mobil nya.
Ratna langsung membuka pintu dan menghampiri Bobi, seperti biasa dia selalu membawakan tas kerjanya, di ikuti dengan Bobi di belakang nya.
Mereka kembali masuk kedalam rumah dan Ratna menyimpan tas kerjanya Bobi, di tempat biasa dimana tas itu selalu di simpan.
"Kamu kelihatan nya capek banget, Mas." Ucap Ratna sambil memandang wajah Bobi.
"Iya, hari ini banyak banget pekerjaan yang harus aku selesaikan." Jawab Bobi, memperlihatkan wajah nya yang kusut.
Melihat wajah Bobi yang sangat kusut, Ratna inisiatif menawarkan minum kepada pria itu.
"Mau di buatkan teh, apa air putih saja, Mas?" tanya Ratna
"Coba bikinin aku teh manis anget aja, biar agak bugaran dikit badan ku." Jawab Bobi.
Ratna pun langsung bergegas menuju ke dapur, untuk membuatkan Bobi teh.
Pintar sekali Ratna ini cari muka di depan Bobi, dia selalu memberikan Bobi perhatian. Akan tetapi perhatian nya itu tidak di landasi dengan rasa ikhlas, melainkan karena ada mau nya saja dari Bobi.
Ketika Bobi melihat Ratna menuju kedapur, Bobi bingung dia harus bagaimana sekarang dengan Ratna.
Ratna sudah sangat baik di mata Bobi, akan tetapi Bobi masih ragu untuk mengungkapkan perasaan nya itu kepada Ratna.
"Aku bingung kalau sudah kepikiran tentang hal ini, ingin mengungkapkan perasaan ini kepada Ratna. Tapi aku masih ragu, dan keraguan itu belum terjawab kenapa sebenarnya aku harus ragu? padahal Ratna seorang wanita yang baik." Ucap Bobi dalam hati nya.
Karena memikirkan hal itu, sekarang Bobi menjadi melamun dan tiba-tiba di kagetkan dengan kedatangan Ratna yang sudah membawa teh yang di minta oleh Bobi.
"Mas, ini teh nya sudah jadi. Kamu kenapa? ko malah melamun?" tanya Ratna, sambil menyimpan teh itu di atas meja.
"E..Eh engga ko aku gak bengong. Makasih ya udah buatin aku teh." Jawab Bobi, sambil meminum teh yang sudah di siapkan.
"Mau makan sekarang, Mas?" tanya Ratna.
"Entar aja deh, aku ngambil sendiri, kamu udah makan apa belom?" Bobi menanyakan balik.
"Aku sih belom, Mas. Belum laper soalnya." Ucap Ratna.
"Besok kamu libur apa lembur, Mas? Kan besok tanggal merah?" kebetulan besok tanggal merah, jadi Ratna menanyakan hal itu.
"Besok aku libur, memang nya kenapa?" Bobi bertanya balik.
"Tumben kamu gak ngajakin aku jalan malam ini, biasanya kalau besok nya kamu libur kamu suka ngajakin aku jalan malem nya." Ucap Ratna sambil cengengesan.
Ratna sekarang semakin berani sama Bobi, meskipun Bobi tidak mengajak nya untuk jalan, tetapi malah dia yang duluan membuka celah supaya Bobi mengajak nya untuk jalan.
Karena Bobi tipikal orang yang tidak enakan, akhirnya Bobi mengajak Ratna jalan malam ini.
"Kamu mau jalan? Yasudah, kita sekalian aja makan di luar." Jawab Bobi.
__ADS_1
"Ah engga, Mas. Aku cuman bercanda ko, kasian kamu abis capek di kerjaan." Ratna berpura-pura.
"Gak papa kalau kamu mau jalan, aku sekarang mau mandi dulu, ya." Ucap Bobi, sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Yes, Mas aldo mau ngajak aku jalan lagi, enak banget kalau bisa dekat sama cowo yang bisa memberikan segalanya buat aku, gak seperti mantan aku dulu, yang cuman bisa nya ngomong doang," ucap nya dalam hati
Ratna sangat gembira sekali, sudah yang ke 3x nya Bobi mengajak dia untuk kembali jalan.
Wanita itu sengaja, sebelum pergi ke rumah Bobi memakai pakaian yang sudah dia beli dari uang Bobi, karena memang dia punya rencana untuk merayu Bobi supaya membawa nya dia jalan.
Bobi sudah keluar dari kamar mandi, dan menuju kamar nya untuk segera bersiap.
Meskipun Bobi merasakan capek setelah dia bekerja, tapi gak ada salah nya juga bagi Bobi untuk mengajak Ratna jalan, karena dia juga sering membantu pekerjaan di rumah Bobi.
Kini Bobi sudah bersiap dan keluar dari kamarnya.
"Ayo, kita jalan sekarang." Ajak Bobi, sambil mengambil kunci mobil miliknya di atas meja.
"Ganteng sekali kamu, Mas. Pakai baju itu." Rayuan Ratna membuat Bobi menjadi salah tingkah.
"Ah, kamu ini bisa aja." Jawab Bobi, sambil tersenyum bangga mendengar pujian dari Ratna.
Mereka berdua pun masuk kedalam mobil, Bobi langsung melajukan mobilnya keluar dari halaman rumahnya.
"Kita mau makan di mana, Mas?" tanya Ratna, ketika di perjalanan.
"Kita makan di tempat biasa aja." Jawab Bobi, sambil fokus mengendarai mobil nya.
"Di situ lagi ya, Mas?" tanya Ratna kembali kepada Bobi.
"Eng.. Engga, Mas. Bukan gitu, makanan nya enak-enak ko di situ." Jawab Ratna.
"Terus kenapa?"
"Engga, aku jadi teringat sama kemauan Ibuku saja, Mas. Kalau kita mau jalan begini." Ratna berupaya untuk membohongi Bobi.
"Loh emang kenapa?" Bobi penasaran.
"Sewaktu aku masih kerja dulu, Ibu suka kepingin jalan-jalan dan suka kepingin aku belanjain. Karena dulu gajiku selalu di bayarkan untuk utang bekas Bapak, sebelum bapak meninggal. Jadi uang ku selalu habis dan gak sempet sampe sekarang aku ngajak Ibu jalan-jalan ataupun belanjain Ibu. Di atm aku ada sedikit uang tabungan, aku mau belanja buat Ibu, kamu bisa anter aku gak, Mas?" ucap Ratna.
Mendengar hal itu Bobi menjadi merasa kasihan kepada Ratna, dia punya niat baik sewaktu masih kerja untuk belanjain Ibu nya, tapi dia gak bisa, karena uang nya selalu habis di pake untuk bayar utang.
"Yasudah, ayo aku antar. Kita berarti makan nya di pusat perbelanjaan aja, ya." Jawab Bobi.
Ratna pun mengangguk, meng-iyakan ajakan Bobi.
Mereka kini telah sampai di pusat perbelanjaan tersebut, dan mereka pun bergegas untuk makan terlebih dahulu di pusat perbelanjaan itu.
Sempat kepikiran kembali di benak Bobi untuk mengungkapkan perasaan nya kepada Ratna, akan tetapi keraguan masih menyelimuti dirinya, sehingga dia tidak mengungkapkan hal itu lagi.
Setelah mereka selesai makan, Bobi pun menepati janji nya untuk mengantar Ratna belanja keperluan untuk Ibunya.
"Ayo, kita tinggal membeli keperluan Ibu kamu." Ajak Bobi.
Tanpa basa-basi, Ratna pun langsung beranjak dari tempat duduk nya.
__ADS_1
Ratna sekarang memilih barang yang menurut Ratna cocok untuk Ibunya tersebut. Setelah Ratna menemukan barang-barang yang cocok, Ratna ingin membayar menggunakan atm nya sendiri di kasir. Akan tetapi Bobi tidak memperbolehkan Ratna membayar barang-barang yang sudah dia ambil itu.
"Sudah, biar aku aja yang bayarin." Ucap Bobi, sambil mengeluarkan dompet di dalam saku celana nya.
"Jangan, Mas. Biar aku saja yang bayar." Timpal Ratna dengan berpura-pura.
Bobi tidak menggubris ucapan Ratna, dan Bobi membayar barang-barang itu semua.
"Ayo kita pulang, gak ada lagi kan?" tanya Bobi.
"Udah cukup, Mas." Jawab Ratna sambil menenteng belanjaan itu di tangan kiri dan tangan kanan nya.
"Mas, ini aku bayar ya? Sekarang kita cari atm dulu, biar aku transfer ke no rekening kamu." Ucap Ratna basa-basi
"Udah, gak usah." Timpal Bobi.
"Aku gak enak, Mas. Udah 3x ini aku di belanjain sama kamu, lagian ini kan bukan buat aku, buat Ibu aku," ucap Ratna.
"Udah gak papa, anggap aja itu hadiah dari aku buat Ibu kamu," ucap Bobi.
Mereka pun menuju ke mobil untuk segera pulang, dan Bobi mengantarkan Ratna sampai depan rumah nya.
"Mampir dulu yu, Mas." Ratna mengajak Bobi untuk mampir ke rumah nya.
"Engga makasih, aku langsung pulang aja, gak enak sama orang namu malem-malem begini," jawab Bobi.
"Yasudah kalau gak mau mampir dulu, kamu hati-hati di jalan ya, Mas. Kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin aku. oh iya, makasih udah bayarin belanjaan aku." Ucap Ratna.
"Iya sama-sama, salam buat orang rumah ya, aku pulang dulu." Bobi pun kembali melajukan mobilnya untuk kembali pulang.
Ratna melambai-lambai kan tangan ketika Bobi melajukan mobilnya, dan Ratna segera masuk kedalam rumah.
"Taraaaaaaaaaaa," Ratna mengagetkan Ibunya yang sedang asik nonton televisi.
"Nih buat Mama." Ucap Ratna, sambil memberikan barang belanjaan yang sudah Bobi belikan intuk Ibunya.
"Ini buat Mamah?" tanya orang tua Ratna sambil menganga, ketika melihat barang belanjaan yang cukup lumayan banyak.
"Iyalah, buat siapa lagi." Jawab Ratna.
"Wah, kamu hebat bisa memperalat Bobi untuk membeli barang-barang buat Ibu. Makasih ya, Nak." Mama nya Ratna sangat bahagia, sambil memeluk Ratna dengan sangat erat.
"Ah sudahlah, Mamah liat-liat dulu tuh barang-barang nya, Ratna mau istirahat." Ucap Ratna, sambil melepaskan pelukan dari Ibu nya dan menuju ke kamar nya.
Senentara, Bobi yang tadi bergegas pulang ke rumah nya, kini dia telah sampai dan langsung memarkirkan mobilnya.
Pria itu langsung masuk kedalam rumah nya, mengunci pintu, dan bergegas menuju ke kamar.
"Huuhhhhhhh, cape sekali hari ini." Ucap Bobi, sambil membaringkan badan nya di atas kasur.
Bobi membuka ponsel milik nya, dan dia kaget ada pesan singkat yang masuk, dan pesan itu ternyata dari mantan istrinya yaitu Vera.
Lalu Bobi membuka pesan singkat itu.
"Maaf, Mas.. Mengganggu waktunya, aku hanya sekedar ingin memberi tau kepada kamu, tadi aku mengantarakan surat undangan untuk kamu. Tapi kamu kayak nya sedang tidak ada di rumah, dan yang menerima surat undangan nya seorang perempuan. Makasih ya, Mas.. Semoga kamu bisa hadir di acara itu." Isi pesan yang Vera kirim kepada Bobi.
__ADS_1