
Setelah selang beberapa lama ketika Vera dan orang tua nya menunggu, seperti biasa terdengar suara mobil di depan rumah nya.
Reno bersama kedua orang tua nya, keluar dari mobil menuju kedalam rumah Vera.
Tok.. Tok.. Tok.. Tok..
" Permisi, " ucap Reno sambil mengetuk pintu.
Mendengar hal itu, Vera bergegas untuk segera membukakan pintu dan mempersilahkan mereka untuk masuk.
" Silahkan masuk, " ucap Vera sambil tersenyum kecil kepada kedua orang tua Reno.
" Terima kasih, " ucap kedua orang tua Reno, dan mereka pun mulai masuk ke dalam rumah Vera.
Mereka saling bersalaman, termasuk Vera yang bersalaman dengan orang tua Reno, yang nanti nya akan menjadi mertua nya.
Papa nya Vera mempersilahkan mereka untuk duduk.
" Ko kayak gini ya rumah nya? " mama nya Reno berbisik kepada suami nya.
Untung saja bisikan mama nya Reno tidak terdengar oleh kedua orang tua Vera.
Setelah mereka bertiga duduk, Vera mengambilkan air untuk mereka, dan menyimpan nya di atas meja ruang tamu.
" Silahkan di minum om, tante. " Ucap Vera sambil memberikan senyum kepada mereka.
Selang beberapa lama, mereka pun membahas apa yang ingin mereka bahas.
" Jadi begini pak, bu. Saya atas nama orang tua Vera, mengundang kalian kesini untuk membahas kelanjutan dari hubungan anak kita, siap nya kapan dan tanggal berapa dari pihak bapak dan ibu, sebagai orang tua dari nak Reno? " tanya papa nya Vera yang mulai membuka pembicaraan
" Kalau kami bagaimana Reno nya saja, kami sebagai orang tua hanya memberikan dorongan saja. jadi kapan kamu maunya, Reno? " jawab papa nya Reno, seiring bertanya kepada Reno.
" Kalau begitu, satu bulan lagi saja om, tante.. Karena saya dan Vera juga harus menyiapkan undangan dulu untuk acara pernikahan nya, dan menyiapkan segala sesuatu yang lain. " Jawab Reno.
" Yasudah kalau begitu, bagaimana dari pihak bapak dan ibu, apakah setuju dengan apa yang di katakan sama nak reno? " papa nya Vera bertanya kepada kedua orang tua Reno.
" Kalau Reno mau nya seperti itu, kami setuju-setuju aja, " jawab papa nya Reno.
" Nah sekarang buat Vera dan nak Reno, papa dengan sangat mohon kepada kalian, untuk menjaga hubungan kalian, karena kalian sebentar lagi akan menjadi suami istri. " Ucap papa nya Vera menasehati anak nya dan juga calon mantu nya.
Mereka berdua pun mengangguk atas apa yang sudah di ucapkan papa nya Vera, berbeda dengan mama nya Reno yang dari tadi hanya terdiam saja, dengan wajah yang sangat kusut dan tidak bergairah dengan adanya pertemuan ini.
__ADS_1
" Halah, so menasehati banget jadi orang tua. " Ucap mama nya Reno dalam hati.
Entah kenapa dengan mama nya Reno ini, sehingga beliau harus berucap seperti itu.
Karena pembahasan sudah selesai, mereka di persilahkan untuk mencipipi hidangan yang sudah orang tua Vera siapkan, dan akhirnya mereka pun makan bareng-bareng.
Mama nya Reno kembali berbisik kepada suami nya.
" Jangan banyak-banyak makan nya, masakan nya gak enak, nanti saja kita pulang nya mampir ke tempat makan, " bisik mama nya Reno kepada papa nya.
Sangat aneh sekali tingkah laku mama nya Reno ini, dari mulai masuk ke dalam rumah Vera, sampai sekarang lagi makan pun bisa nya cuman hanya mencibir saja.
Selang beberapa lama setelah semuanya selesai makan, Reno dan orang tua Reno berpamit untuk segera pulang karena hari sudah mulai malam.
" Kami pamit pulang dulu, selebihnya nanti biar Reno dan anak bapa yang mempersiapkan segala sesuatu nya, untuk acara pernikahan nya nanti, " ucap papa nya Reno berpamit untuk pulang.
Mereka pun bersalaman kembali dan bergegas untuk segera pulang karena hari sudah mulai malam.
Ya, kini Vera bersama Reno hanya tinggal menunggu waktu saja, mereka berdua tinggal mempersiapkan undangan dan segala sesuatu yang lain.
Akan tetapi, bagaimana hubungan antara Bobi dengan Ratna? Bobi yang kemarin-kemarin sempat melihat Vera dengan Reno sudah jadian, Bobi pun sekarang berniat untuk mencari pasangan hidup nya kembali.
Bobi tidak mau kalah juga dengan mantan istrinya, yang kini sudah jadian dan tinggal menunggu waktu saja untuk acara pernikahan mereka.
" Aku harus cari pengganti Vera, jangan terlalu kelamaan menduda juga, " ucap Bobi dalam hatinya.
Meskipun Bobi sekarang sudah sembuh dari penyakit yang di derita nya, akan tetapi Ratna masih suka mengurus Bobi di rumah nya.
Hari ini Bobi berniat untuk mengajak Ratna makan malam bersama di luar.
Pagi ini terasa sangat malas sekali Bobi untuk berangkat bekerja.
Dengan rasa malasnya, Bobi pun terpaksa berjalan menuju kamar mandi, untuk mandi di pagi hari dan bersiap berangkat kerja.
Setelah Bobi selesai dari mandinya, Ratna tiba-tiba sudah ada di dalam rumah dan sedang duduk di kursi rumah Bobi.
Bobi pun kaget dan bertanya kepada wanita itu.
" Kamu kapan kesini? " tanya Bobi kepada Ratna.
" Barusan mas, aku baru sampai. " Jawab Ratna yang sedang duduk di kursi rumah Bobi.
__ADS_1
" Aku mau siap-siap dulu berangkat kerja, " ucap Bobi sambil menuju ke kamar nya untuk bersiap-siap.
Selang beberapa detik kemudian Bobi pun keluar dari kamar, menghampiri Ratna yang sedang duduk di kursi, dan Ratna pun kembali bertanya kepada Bobi.
" Mas, kamu pagi ini mau sarapan apa? " tanya Ratna.
" Sekarang gak usah masak, kamu beli nasi kuning saja kedepan, kita makan nasi kuning, " jawab Bobi, sambil memberikan uang nya kepada Ratna.
" Yasudah, aku beli nasi kuning nya dulu, " jawab Ratna, sambil berjalan keluar untuk membeli nasi kuning.
Bobi pun menunggu Ratna yang sedang membeli nasi kuning.
Selang beberapa lama, Ratna pun kembali ke rumah Bobi dengan membawa dua bungkus nasi kuning.
" Ini mas nasinya. " Ratna menyiapkan nasi nya untuk Bobi, dan mengambil air minum untuk mereka berdua.
Kini mereka berdua pun memakan nasi kuning tersebut sambil mengobrol.
" Kamu nanti malem ada acara enggak? " tanya Bobi.
" Engga mas, emangnya kenapa? " Jawab Ratna dengan rasa penuh penasaran.
" Aku mau mengajak kamu untuk makan malam, mau gak? " tanya Bobi.
" Serius mas? " jawab Ratna dengan penuh gembira.
" Serius lah, masa aku bohong. " Ucap Bobi.
" Yasudah mas, aku mau. " Jawab Ratna.
" Yasudah, nanti kita jalan setelah adzan magrib aja ya, nanti kamu kesini lagi pas aku pulang kerja. " Ucap Bobi.
" Iya, nanti aku kesini lagi sebelum kamu pulang kerja, mas. " Jawab Ratna.
Karena Bobi makan nya sudah selesai, Bobi pun berpamit kepada Ratna untuk berangkat kerja.
" Aku berangkat dulu yah, kamu kalau mau pulang hati-hati, " ucap Bobi, memberikan sedikit perhatian kecil kepada Ratna.
Ratna mengantarkan Bobi terlebih dahulu sampai masuk mobil, dan membawakan tas kerja nya Bobi.
Bobi pun masuk kedalam mobilnya dan Ratna memberikan tas nya kepada pria itu sambil berkata. " Hati-hati di jalan ya, mas. " Ucap Ratna, sambil tersenyum menatap Bobi.
__ADS_1
Bobi melajukan mobilnya, dan Ratna kembali masuk ke rumah.
Dengan perasaan senang, Ratna berucap dalam hatinya. " Yes.. Mas Bobi mau ngajakin aku makan malam, sebentar lagi dia akan menjadi milik aku, dan aku bakalan mempunyai banyak uang setelah menikah dengan mas Bobi, dia kan bekerja di perusahaan besar, " ucap Ratna sambil menyeringai.