
Pagi hari nya. ratna di bangunkan sama mama nya, untuk kembali kerumah bobi dan mengurus bobi.
" Ratna, bangun ! buruan ke rumah bobi ". Orang tua ratna membangunkan ratna, untuk segera berangkat ke rumah bobi.
Dengan sangat malasnya, ratna harus bangun pagi-pagi dari tidur nya, karena dia sebenarnya anak yang sangat manja sekali di rumah nya.
" Males banget bangun nya, mah. lagian kenapa si? harus aku yang ngurusin? ". Ucap ratna
" Kamu gak boleh gitu, biar kamu tambah deket sama bobi. setidaknya, kalo kamu nanti jadi nikah sama bobi, kan kita juga yang enak ". Ucap mama nya ratna.
Hah, ada apa dengan mama nya ratna ini, sehingga dia bilang kalo ratna jadi menikah sama bobi, mereka bisa hidup enak ? Apa mungkin mereka hanya ingin hartanya bobi saja ?
Ratna pun dengan terpaksa bangun dari tidurnya.
" buruan mandi, nanti keburu siang ". Perintah orang tua nya.
" Iya iya ". Ratna bangun dan segera berjalan ke kamar mandi, untuk mandi dan bersiap siap ke rumah bobi.
Setelah selesai mandi, ratna pun bersiap siap untuk berangkat ke rumah bobi. dan lagi lagi, mama nya memerintahkan ratna supaya dandan yang cantik.
" Dandan yang cantik, supaya bobi terpesona melihat kamu ". Ucap mama nya ratna.
Oh ya, sebelumnya ratna ini hanya tinggal bertiga bersama ibu dan abangnya, karena bapaknya ratna sudah meninggal. Dan mereka ini keturunan dari orang yang gak punya. Tinggal pun hanya di rumah yang bangunan nya sudah lama.
Memang, mama nya bobi tidak melihat ratna dari masalah materi atau apa pun itu yang berhubungan dengan kekayaan. tapi, setidaknya pilihan orang tua bobi adalah pilihan yang tepat untuk mencari pasangan bagi anak nya.
Ratna pun segera bergegas dan pamit untuk pergi ke rumah bobi. " mah, aku jalan dulu ".
abang nya langsung menyambar ucapan ratna " semoga sukses ya, agar kita menjadi orang yang berada ". Ucap abang nya ratna.
" Iya iya, dasar orang malas. bisa nya hanya nyuruh orang saja, cari kerja sana ! biar kita gak begini terus ". Timpal ratna menjawab perkataan abang nya sambil keluar dari rumah.
" Hati-hati ". Ucap mama nya kepada ratna.
Ratna menuju kerumah bobi menggunakan motor milik abang nya yang sudah mulai butut.
Setelah sampai di rumah bobi, ratna bergegas untuk masuk.
Tok. Tok. Tok
" Asslamualaikum ". Ratna mengetuk pintu rumah bobi.
" Walaikum salam ".
" Ini, mas. aku ratna ".
" Oh iya, masuk aja ".
Ratna pun mulai masuk ke dalam rumah bobi. dan ternyata, di dalam rumah bobi sedang menyapu.
" Loh, mas. ko kamu nyapu. udah biar aku saja yang beres beres, kamu istirahat ". Ucap ratna, sambil berusaha merebut sapu yang sedang di pegang oleh bobi.
" Udah biar aku saja yang nyapu, ga papa kok. aku udah mulai baikan ".
" engga, kamu harus istirahat. biar nanti aku kerjain semua nya, setelah masak. sekarang aku mau masak dulu , kamu mau di masakin apa ? ".
" Yasudah, kamu masakin ayam goreng lagi aja, sama tempe tahu, gak usah masak sayur ".
bobi ini bisa di bilang keturunan dari orang yang berada. papa nya aja kerja di perusahaan besar sebagai management. tapi dari segi makan, bobi hanya sederhana saja, gak kayak orang lain yang makan nya harus di luar, di tempat makan yang mewah.
__ADS_1
Tetapi seorang bobi ini memang sangat sederhana dan mandiri dari dulu, walaupun dia keturunan dari orang yang berada. memang dia sudah belajar mandiri dari kecil. karna setelah berumah tangga, dia gak mungkin minta kepada orang tua untuk membiayai hidup nya.
Bobi langsung memberikan uang kepada ratna, yang ingin memasak untuk nya. ratna pun langsung bergegas membeli bahan masakan pesanan bobi.
Kini bobi sudah mulai luluh hatinya, dengan apa yang sering di lakukan ratna tehadap nya.
" Sangat perhatian sekali ratna ini. walaupun dia bukan siapa- siapa, tapi dia rela mengorbankan waktu nya buat aku ". Ucap bobi dalam hati.
Setelah beberapa menit kemudian ratna pun mulai kembali ke rumah bobi, menuju ke dapur untuk memasak.
Tiba-tiba bobi ada inisiatif untuk bertanya kepada ratna, menuju kedapur mengikuti ratna.
" Kamu gak cape harus bolak balik ke rumah aku, dan mengurus aku ? ". Tanya bobi kepada ratna. membuat ratna sedikit canggung, karena bobi sudah bisa memulai percakapan dengan ratna. biasanya kalo bukan ratna yang nanya, bobi ini gak pernah mau nanya duluan. Dan ketika ratna nanya pun, bobi hanya mejawab seperlunya saja.
" E-engga, mas. biasa aja. yang penting kamu sehat. ko kamu malah kesini si? bukan nya istirahat ". Ratna menjawab dengan sedikit canggung.
" Kenapa kamu mau? di suruh mama buat ngurusin aku ? ".
" Udah, mas. gak usah di bahas. yang penting sekarang ada yang ngurus kamu ".
bobi menemani ratna saat ratna sedang memasak, sehingga membuat ratna sangat tidak pede, memasak sambil di liatin terus oleh bobi.
Tiba-tiba tangan nya terkena minyak panas saat menggoreng ayam, saking tidak fokus nya ratna memasak sambil di liatin terus sama bobi.
" Awwwwwwww, ucap ratna kesakitan ".
Melihat hal itu, bobi langsung mendekati ratna.
" kamu kenapa ? ". Tanya bobi, sambil melihat tangan ratna yang terkena minyak panas.
bobi langsung mengambil cairan repanol, untuk mengobati luka yang ada di tangan ratna.
" Awwwwwwww, pelan-pelan mas, perih ". Ratna mengerang kesakitan.
" Kamu hati-hati dong. jangan sambil bengong masak nya, kan bisa bahaya kalau kayak gini ".
" Iya, mas. lagian mas bobi ngeliatin aku terus yang lagi masak, jadi aku gak pede ". Ucap ratna sambil tersenyum malu menatap bobi.
" Ah kamu ini bisa aja, orang aku hanya ngeliatin doang ko, gak nge gangguin atau nge goda kamu. udah aku obatin, hati-hati jangan sampe kayak gini lagi ".
" Iya, mas. makasih ya, siaga banget sih kamu mas ". Ratna sedikit memuji bobi.
" Ah sudah, kamu terusin masaknya , aku nunggu di kursi aja ".
Ratna pun sangat merasa senang, perlahan ia bisa meluluhkan hati bobi.
" Semoga aja, aku bisa mendapatkan hati nya dia ". Ucap ratna dalam hati nya.
Begitu pun dengan bobi. kini rasa nyesek yang ada di dalam hati nya setelah bercerai dengan vera, sedikit mulai pudar. karna kehadiran sosok wanita yang bernama ratna.
Mereka sudah berani saling berkomunikasi, walaupun belum terlalu jauh, tetapi ratna sudah mulai bisa meluluhkan hati bobi.
Ratna kembali masuk ke dalam ruangan dan menyiapkan makanan yang sudah selesai di masaknya.
" Ayo, mas. makan dulu. masakan nya sudah siap ".
bobi langsung bergegas untuk makan, karna dia sudah sangat lapar sekali.
" Wahhhh, kayak nya enak ". bobi sedikit memuji ratna.
__ADS_1
" Di coba aja dulu, mas. emang kemarin masakan aku gak enak yah? ".
" Enak ko masakan kamu, ayo kita makan bareng aja ". Ajak bobi.
" Sini, mas. aku ambilin nasi nya ". Ratna pun langsung mengambil nasi untuk bobi.
" Udah, jangan terlalu banyak. nanti badan aku malah jadi gemuk ". Ucap bobi sedikit bercanda.
" Biar cepet sehat, mas. ". Jawab ratna sambil memberikan nasi yang sudah di ambilkan.
" Aku sudah sehat kok, mungkin besok juga aku sudah mulai kerja lagi ".
" sukur deh kalau begitu, mas. tapi kalo belum kuat, jangan terlalu maksain buat kerja ya, mas ". Jawab ratna yang so perhatian kepada bobi.
Setelah mereka selesai makan, ratna pun langsung inisiatif mengambil obat dan memberikan obat itu kepada bobi. Supaya perhatian nya ratna bisa di sukai sama bobi.
" Nih, mas. obat nya udah aku siapin sama minum nya ". Ucap ratna sambil memberikan obat beserta se gelas air putih untuk bobi.
" Iya makasih ya, kamu perhatian sekali sama aku ".
Ratna pun merasa kegirangan setelah bobi mengucapkan itu.
" Sudah mulai luluh nih hatinya ". Ucap ratna dalam hatinya.
" Aku mau beres beres dulu, mas. kamu langsung istirahat ya ".
Setelah semuanya beres, ratna pun segera bergegas untuk pulang ke rumah nya sendiri, dan kembali pamit kepada bobi.
" Mas, aku pulang dulu yah. kamu jangan lupa minum obat ". Ucap ratna berpamit kepada bobi
" Oh iya, makasih ya untuk hari ini ".
" Iya sama-sama, mas. nanti besok aku kesini lagi ".
Ratna pun langsung pulang ke rumah nya. Dan setelah sampai rumah abang nya pun bertanya kepada ratna.
" Gimana? kamu udah sukses meluluhkan hati nya bobi ? ".
" Ikut campur aja sama urusan orang ".
" Yeh, anak ini kalo di tanya sama abang nya sendiri kagak pernah bener ".
" Ada apa sih ribut-ribut ? Kamu sudah pulang ratna ". Timpal mama nya ratna yang tiba-tiba keluar dari kamarnya.
" Udah, mah. baru saja pulang ".
" Gimana hari ini, kamu sama bobi? ". Tanya orang tua ratna kembali.
" Sekarang sudah mulai luluh si, bahkan tadi ketika ratna kena minyak panas pun , dia berusaha untuk ngobatin ratna ".
" Sukur deh kalo begitu, tinggal nunggu waktunya aja ". Ucap orang tua ratna.
" Sukur gimana? tangan aku sakit banget, mah. ". Ucap ratna degan nada manja.
" Alah, lebay ! baru segitu doang udah lebay, segala sesuatu itu butuh perjuangan cuy ". Timpal abang nya, meledek ratna.
" Gak usah ikut campur ! jangan so menasehati orang, kalau sendiri nya gak bisa berjuang buat keluarga ". Jawab ratna dengan nada sedikit kesal.
" Sudah-sudah, gak usah ribut ". orang tua ratna berusaha melerai.
__ADS_1
" Yasudah ratna mau istirahat. capek sekali hari ini ". Ucap ratna, sambil berjalan menuju kamarnya.