Mantan Istriku

Mantan Istriku
Gagal fokus


__ADS_3

Di perjalanan Reno berusaha memulai pembicaraan kepada Vera.


" Kamu sekarang jadi berhijab yah ? " Reno memandang Vera sambil tersenyum.


" Emang kenapa kalau berhijab ? Memang wanita harusnya seperti ini kan ? " ketus Vera.


" Iya gapapa sayang, cuman aneh aja. " Ucap Reno, sambil sesekali tangan kirinya memegang tangan Vera.


" Jangan pegang-pegang ! fokus aja nyetir, bahaya ! " bentak Vera, sambil melepaskan tangan kiri Reno yang memegangi tangan Vera.


" Ko kamu kayak gitu sih? sama calon suami kamu sendiri. " Ucap Reno.


" Cara kamu untuk bisa menikahi aku, caranya salah. " Jawab Vera memasang wajah datar.


" Kan itu namanya bersaing, sayang. " Reno membela diri.


" Bersaing harus secara sehat, jangan begitu caranya. " Ketus Vera.


" Iya maaf sayang, kan walaupun begitu aku masih bertanggung jawab. " Ucap Reno.


" Kalau bukan lelaki pengecut, ya harus tanggung jawab. " Jawab Vera.


Meskipun di dalam mobil itu mereka saling mengobrol satu sama lain, akan tetapi Vera hanya melihat fokus ke depan saja, tidak melihat wajah dari Reno.


" Kita mau makan dimana, sayang ? " tanya Reno kembali membuka pembicaraan.


" Udah di tempat biasa aja, yang dulu kita reuni. " Jawab Vera.


" Biar kenangan kita gak terlupakan ya? sayang. " Ucap Reno yang berusaha gombal sama Vera.


" Gak usah ngarang ! " ketus Vera.


Kurang lebih perjalanan menuju ke tempat makan itu jaraknya 30 menit dari rumah Vera.


Dan sampailah mereka di tempat makan itu.


Reno memarkirkan mobil nya dengan rapi di halaman parkir tempat makan itu. Lalu Reno keluar dari mobil nya, dan berjalan menuju ke pintu samping mobil sebelah kiri, inisiatif untuk membukakan pintu mobil itu untuk Vera.


Vera pun keluar dari mobil itu, dan mereka berjalan menuju ke dalam ruangan tempat makan, mencari meja yang kosong untuk mereka berdua.


Setelah mereka menemukan meja yang kosong, Reno pun inisiatif kembali untuk menyiapkan tempat duduk buat Vera dan mempersilahkan Vera untuk duduk.


" Kamu mau makan apa sayang ? " tanya Reno kepada Vera.


" Apa aja boleh kok, udah pesenin aja ! samain sama kamu menu nya. " Jawab Vera.


Reno pun memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua.


Kini makanan yang di pesan sudah ada di depan mata mereka.


" Ayo sayang, kita makan dulu. Aku laper belum makan. " Ucap Reno sambil mendekatkan makanan nya kepada Vera.


Tanpa menjawab ucapan Reno, Vera pun langsung menikmati makanan yang sudah di siapkan, dan kini mereka berdua pun makan.

__ADS_1


Dan ternyata di tempat makan ini mereka tidak menyadari, kalau di meja bagian belakang yang terhalang oleh sekat dinding kaca, ternyata ada Bobi juga di sana yang sedang meeting dengan client nya.


Akan tetapi mereka tidak menyadari itu, tidak melihat Bobi yang kebetulan juga ada di sana.


Bobi melihat Vera bersama Reno yang sedang asik makan berdua, membuat hati dia merasa bergejolak melihat hal itu, meskipun Bobi dan Vera sudah resmi bercerai.


" Sial ! malah ketemu mereka disini. " Ucap Bobi dalam hatinya, sambil melanjutkan perbincangan dengan client meeting nya itu.


Akan tetapi matanya tidak fokus, matanya hanya tertuju kepada Reno dan Vera yang sedang asik makan.


" Gimana pak Bobi? setuju atau tidak ? " Client nya Bobi mengagetkan dia yang sedang fokus melihat ke arah Reno dan Vera


" E-eh iya pak, saya setuju. " Bobi hanya menjawab setuju, tanpa menyimak apa yang di bicarakan sama client nya itu.


Terlihat Vera dan Reno sudah selesai makan dan mereka lanjut untuk mengobrol.


***


" Aku mau, hari ini menjadi hari special buat kita sayang. " Ucap Reno sambil memandang wajah Vera dengan senyuman.


" Emang kenapa ? " Vera menanyakan apa yang di bicarakan Reno.


" Aku ada kejutan buat kamu, sebagai tanda hari jadi kita malam ini. " Ucap Reno sedikit gugup, karena memang baru kali ini dia ingin memberikan sesuatu kepada wanita.


" Kejutan apa ? " jawab Vera penasaran.


Reno pun mengambil sesuatu di balik kantong saku jas kerjanya nya.


Dan kini Reno menyuruh Vera untuk menutup mata terlebih dahulu.


" Ah, kenapa harus tutup mata segala sih ! " Vera merasa kesal, karena di perintahkan untuk menutup mata.


" Udah tutup mata aja. " Ucap Reno kembali memberi perintah kepada Vera.


Vera pun menuruti perkataan Reno dengan menutup matanya.


" Yasudah, ayo buruan jangan lama-lama. " Jawab Vera.


Reno pun menarik tangan Vera, dan memasukan cincin di jari manis Vera.


" Udah, kamu buka mata lagi. " Ucap Reno.


Vera pun kembali membuka mata dan melihat di jari manis nya yang sudah di pakaikan cincin mewah oleh Reno.


Bobi yang mengintip melihat hal itu, hati nya semakin bergejolak , mungkin masih ada perasaan yang masih tersimpan di hati Bobi untuk Vera.


Akan tetapi Bobi pun menyadari semua ini, kalau dia dan Vera sekarang sudah tidak ada lagi hubungan apa-apa.


Vera mengucapkan terima kasih kepada Reno yang sudah memberi nya cincin, yang harganya lumayan cukup mahal.


" Makasih ya, sudah memberikan cincin sebagus ini sama aku. " Ucap Bera.


" Iya sayang, semoga kita nanti menjadi keluarga yang bahagia, ya. " Jawab Reno.

__ADS_1


" Iya mudah-mudahan aja, dan aku mohon sama kamu, tolong kamu harus menjadi imam yang baik di dalam rumah tangga setelah nanti kita menikah. " Ucap Vera.


" Iya siap, sayang. Aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuk kamu. " Jawab Reno meyakinkan Vera.


***


Bobi sangat penasaran, apa yang mereka bicarakan, membuat Bobi sedikit bertanya-tanya, meskipun dia sudah bukan menjadi bagian dari hidup Vera.


" Bisa-bisa nya Vera menghianati aku demi pria brengsek seperti dia. " Ucap Bobi dalam hatinya.


Ketika meeting nya yang masih berjalan degan client nya sendiri, bukan nya fokus dengan meeting bersama client kerjanya, tetapi matanya masih fokus tertuju kepada Vera dan Reno.


***


" Sebenarnya ada yang aku ingin bicarakan juga sama kamu. " Ucap Vera.


" Apa sayang? ngomong aja gak usah sungkan-sungkan. " Jawab Reno sambil memandang wajah Vera yang mimik wajah nya terlihat sangat ketakutan.


Ya, dia takut kalau Reno ingin memastikan janin yang ada di kandungan Vera itu.


Akan tetapi Vera harus membicarakan itu semua, supaya Reno juga bersedia untuk menikahi dirinya, jangan cuman kepengen enak nya saja, habis manis sepah di buang.


" A-aku, aku sebenarnya sedang mengandung anak kamu. " Ucap Vera ketakutan dengan jawaban Reno, jikalau jawaban Reno ingin memastikan janin yang ada di dalam kandungan Vera.


" Kamu jangan bercanda? " tanya Reno, memperlihatkan mimik wajah yang sedikit bergairah.


" Iya serius, aku sedang mengandung anak kamu, masa aku bohong, kan kamu juga tau 10 tahun aku belum di karuniai anak, kalau kamu gak percaya ayo kita cek ke dokter sekarang. " Ucap Vera yang berusaha meyakinkan Reno.


Reno pun memeluk Vera dan berkata.


" Kamu harus jaga kesehatan bayi kita ya, sayang. Kku percaya ko sama kamu, aku juga bakalan tanggung jawab demi anak kita ini. " Ucap Reno.


" Udah lepasin, malu di lihat sama orang. " Vera memerintahkan Reno untuk melepaskan pelukan nya.


Reno pun melepaskan pelukan itu.


Mendengar perkataan Reno, Vera merasakan lega dalam hatinya, karena Reno tidak ingin memastikan lagi janin yang ada di dalam kandungan nya.


" Dasar pemikiran yang masih bocah, masa dia percaya aja sama kandungan ini, kalau kandungan ini anak nya dia " ucap Vera dalam hatinya.


***


Bobi yang masih fokus melihat ke arah Vera dan Reno, perasaan nya semakin bertambah penasaran apa yang sebernarnya mereka bicarakan, sehingga Reno harus memeluk Vera di tempat umum seperti itu.


" Sangat tidak tau malu sekali pria brengsek itu, pelukan di tempat umum seperti ini. " Ucap Bobi dalam hatinya.


" Ada apa pak Bobi? Kelihatan nya pak Bobi tidak fokus dengan pertemuan kita sekarang ini. Kalau misalkan pak bobi seperti ini, yasudah saya memutuskan untuk tidak jadi bekerja sama dengan perusahaan pak Bobi. " Ucap client nya, sehingga membuat Bobi menjadi terkaget.


" Iya pak maaf , saya sudah fokus dengan apa yang bapak bicarakan. " Jawab Bobi sedikit memberikan alasan klasik.


" Harus fokus dong pak Bobi, kalau memang benar-benar ingin bekerja sama ! bisa di lanjutkan


? " Client Bobi kembali menegurnya.

__ADS_1


" Iya pak baik, silahkan. " Jawab Bobi.


" Sial ! gara-gara mereka berdua ada di sini, aku jadi tidak fokus dengan pertemuan client ku. " Ucap Bobi dalam hatinya.


__ADS_2