
Pagi hari ini adalah hari dimana mantan kekasih Vera ingin meminta restu kepada orang tua nya.
Vera terbangun dari tidur nya, saat mendengar adzan subuh berkumandang.
Vera segera bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah mengambil air wudhu, Vera pun segera melaksanakan sholat subuh.
Setelah menyelasaikan sholat subuh nya, Vera mengangkat kedua tangan nya untuk berdoa.
" Ya alloh, lindungilah Vera beserta keluarga Vera, ya alloh. Aku memohon dan meminta hanya kepada mu, ya alloh. Jikalau aku harus menikah sama Reno, lindungilah aku, selama menjalankan rumah tangga dengan nya. Dan jikalau Reno itu benar-benar menjadi suami yang baik buat aku, tolong istiqomah kan kebaikan nya itu, ya alloh. Sehingga aku tidak memberikan keburukan kepadanya, dan aku meminta kepada mu, ya alloh. Semoga Reno menjadi suami yang baik buat aku, sehingga aku bisa melebihi kebaikan nya nanti.. amin. " Ucap Vera di dalam doa nya.
Ya, mungkin maksud Vera, jikalau Reno benar-benar menjadi suami yang baik untuk nya, dia tidak akan membalaskan dendam nya. Tetapi, jikalau Reno tidak sebaik Bobi, ketika sudah berumah tangga dengan Vera, bisa saja Vera membalaskan dendam kepada nya dalam jangka waktu yang sangat dekat.
Setelah selesai berdoa, Vera kembali merasakan pusing lagi dan mual-mual berasa ingin muntah lagi.
" Ya alloh, sudah dua hari ini aku sering kali merasakan pusing dan mual mual, ini kenapa ya? " ucap Vera.
Dia mengambil minyak angin untuk di hisap nya, supaya rasa mual itu hilang. Vera takut kalau dia ini hamil, meskipun Reno mantan kekasih nya, hari ini ingin meminta restu kepada orang tua nya. Tapi Vera sangat takut sekali, karena belum tentu juga Reno menepati janjinya itu.
Vera kini memastikan lagi dengan mengirimkan pesan whatsapp kepada Reno.
" Jam berapa mau dateng ke rumah ? " tanya Vera dalam pesan singkat nya.
Akan tetapi, Reno belum membalas pesan singkat dari Vera.
Setelah beberapa lama menunggu balasan dari Reno, Vera kembali mengecek handphone nya, berharap Reno membalas pesan darinya.
Akan tetapi, setelah Vera membuka handphone nya, belum ada jawaban sama sekali dari Reno.
" Kenapa belum ada jawaban juga ya? apa mungkin dia berbohong sama aku " Vera sedikit menaruh rasa curiga kepada mantan kekasihnya.
Jam yang berada di dinding kamar Vera sudah menunjukan pukul jam 07.00, tetapi Reno masih belum membalas pesan dari Vera. sehingga Vera menjadi gelisah, takut kalau Reno itu mengingkari janji nya.
Sedangkan, Vera sekarang sering merasakan pusing dan mual mual, takut kalau dia ini sedang mengidam.
Karena kelamaan menunggu jawaban dari Reno, Vera pun iseng membuka galeri yang ada di handpone nya. Iseng melihat foto-foto ketika sedang bersama mantan suami nya.
" Seandainya kalau kamu mendengarkan penjelasan dari aku terlebih dahulu, mungkin kejadian nya gak bakalan seperti ini, mas. Dan mungkin kita akan bersama lagi. " Ucap Vera, sambil melihat foto foto ketika sedang bersama Bobi.
__ADS_1
Ketika sedang asik-asik nya melihat foto tersebut, Vera di kagetkan dengan suara mama nya yang sudah berada di belakang nya.
" Hayooo, masih mengingat masa lalu bersama Bobi ya ? " tanya mama nya, membuat Vera kaget.
" Eng-engga, mah. Cuman iseng aja " jawab Vera sedikit gugup, karena merasa malu.
" Gimana Reno? dia jadi gak dateng ke rumah ? " tanya mama nya Vera.
" Belum ada jawaban juga, mah. Sudah Vera pastiin lagi, tapi belum ada jawaban " jawab Vera.
" Jangan-jangan dia berbohong sama kamu? " ucap mama nya.
" Ya mudah mudahan si engga, mah. kan dia harus tanggung jawab " jawab Vera.
" Ya kali, kamu di kadalin lagi sama dia. Yasudah, tunggu aja dulu, mungkin dia lagi kerja. " Ucap mama nya, sambil berjalan keluar dari kamar Vera.
Setelah beberapa lama menunggu, Reno pun membalas pesan singkat yang di kirimkan Vera kepadanya.
" Sabar, nanti aku juga bakalan ke rumah kamu ko, setelah aku selesai kerja. " Balasan pesan dari Reno.
" Awas aja kalau bohong, tau rasa kau ! " balas Vera.
" Kamu udah gak sabar ya? kepingin buru-buru nikah sama aku? " jawab Reno.
Vera mengabaikan jawaban dari pesan singkat Reno, dan Vera kembali memberi tau orang tua nya.
" Mah, katanya Reno dateng nya nanti, kalau sudah selesai kerja. " Ucap Vera.
" Yasudah, sukur kalau memang dia ada itikad baik untuk bertanggung jawab. " Jawab mama nya.
***
Hari pun sudah mulai sore, dan harusnya Reno sudah datang ke rumah Vera, karena waktu jam sibuk kerja sudah habis.
Akan tetapi Reno mengabari Vera, kalau dia telat untuk datang kerumah nya, karena dia harus lembur kerja.
" Maaf ya, kalau aku agak telat dateng kerumah kamu, karena aku harus lembur sampai jam 17.30. " Reno mengirimkan pesan singkat kepada Vera.
__ADS_1
" Di tunggu ! kalau kamu berani berbohong, tau rasa ! " balas Vera dengan ketus.
" Iya sabar, aku kerja juga kan buat nikahin kamu. " Jawaban Reno sedikit gombal.
Jam pun sudah menunjukan pukul 16.20, mama nya Vera sedikit heran, karena sudah waktunya bubaran kantor, Reno masih belum datang juga.
Inisiatif lah mama nya Vera kembali menanyakan hal itu kepada anak nya.
" Ko Reno belum dateng juga? katanya pulang kerja dia langsung kesini? tapi kok belum dateng juga? " tanya mama nya, seraya mengerutkan kening.
" Dia harus lembur dulu katanya, mah. sampai jam 17.30. " Jawab Vera.
" Alah, alesan aja. " Timpal mama nya Vera, sambil berjalan kembali ke tempat duduk nya.
Kini, jam sudah menunjukan pukul 17.30, sudah saat nya Reno pulang kerja, dan sudah saat nya Reno untuk datang ke rumah Vera.
Reno kembali mengirim pesan singkat kepada Vera. " Aku otw sekarang. " Ucap Reno.
Melihat pesan singkat dari Reno, Vera kembali memberi tau orang tuanya.
" Mah, Reno lagi menuju kesini. " Ucap Vera.
" Iya, jangan sampai dia alesan lagi. " Jawab mama nya.
Selang beberapa lama, Reno pun sampai di rumah Vera. Reno ini sudah tau alamat tempat tinggal Vera, dari waktu mereka masih berpacaran pada saat sekolah SMA.
Reno memarkirkan mobilnya tepat di halaman rumah yang tidak terlalu luas. Reno pun keluar dari mobil nya, dengan masih mengenakan pakaian kerja.
Tanpa basa-basi, Reno pun langsung mengetuk pintu rumah Vera.
TOK.. TOK.. TOK..
" Permisi. " Ucap Reno sambil mengetuk pintu.
Mendengar hal itu, Vera pun langsung inisiatif untuk membuka pintu.
Dan benar sekali, yang mengetuk pintu itu adalah Reno, yang masih mengenakan pakaian kerja sudah berdiri di depan pintu rumah nya.
__ADS_1