
Bobi tidak mengetahui, kalau vera sudah datang kerumah, dan mendengar pembicaraan orang tua bobi, yang ingin menjodohkan nya kepada ratna.
Tiba tiba saja, ketika bobi membuka ponsel nya. Terdapat pesan singkat yang di kirimkan vera.
Di dalam pesan itu berisikan.
" aku dan kamu tidak akan mungkin bersatu lagi, mas ! aku sudah mendengarkan semua apa yang di bicarakan mama kamu, bersama tamunya ".
Sontak, bobi merasa kaget dan tidak menyangka, kalau vera sudah mendengar semuanya. bobi pun tidak menyangka, kalau vera mengetahui bobi yang sudah pulang dari rumah sakit.
" Bisa mas jelasin dulu, ver ! nanti sore, kita ketemu di tempat makan favorit kita. supaya, mas bisa jelasin semuanya kepada kamu ". Balas bobi.
" Gak ada yang harus di jelasin lagi, mas ! semuanya sudah jelas ko ! kalo mama kamu bisa memberikan wanita yang terbaik buat kamu, kamu harus nurut sama mama kamu, mas ! ".
" Nggak, ver ! kamu harus dengerin dulu penjelasan aku, supaya kamu gak salah paham seperti ini ". balas bobi.
" Sudah, mas ! kamu harus nurut sama pilihan mama mu sendiri. aku juga sadar kok, aki memang gak pantas untuk menjadi istri kamu ".
kini bobi sangat sangat kebingungan, dia tidak tau harus melakukan apa, dan harus berbuat apa. Niat awal nya ingin memperbaiki rumah tangga bersama vera, tetapi belum apa apa, kejadian nya malah menjadi seperti ini, sangat di luar ekspestasi.
Tak lain hal nya dengan vera, wanita itu pun merasa sangat bingung harus berbuat apa untuk rumah tangga nya. Rasa cinta dan kasih sayang nya sudah mulai tumbuh, meskipun dia belum bisa sepenuhnya untuk merubah dan memperbaiki diri.
vera ingin hidup bersama kembali dengan bobi. tetapi, wanita itu juga bingung harus berbuat apa, setelah mendengar hal yang membuat nya sakit, ketika di rumah bobi.
Vera hanya bisa menangis meratapi kesedihan. masalah yang di hadapi nya sangat rumit sekali, tidak ada teman atau tempat untuk mencurahkan semua isi hatinya. Dia hanya bisa menangis saja, tanpa bisa bertindak.
Dan vera, sekarang menjadi ancaman mantan kekasih nya.
__ADS_1
Tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk di ponsel nya. vera langsung tercengang ketika melihat isi pesan itu. karena isi pesan itu, ternyata rekaman video nya vera, pada saat di perkosa oleh kedua pria yang tidak di kenal nya.
" Gimana? kamu Mau menikah sama aku? atau kamu mau, video ini di sebarin ke suami kamu? ". Ancam lelaki itu.
Ya, Masalah yang di hadapi vera sangat bertubi-tubi sekali. masalah yang satu belum beres, muncul lagi masalah baru, yang membuat dirinya semakin stres.
Vera sangat kebingungan dengan video rekaman itu. padahal vera tidak melihat kamera, untuk menjadi bahan rekaman pada saat dia di perkosa.
Tetapi, kenapa vera harus kebingungan? bukan nya itu hanya musibah? dan dia juga bisa melaporkan bukti itu kepada pihak berwajib? jikalau dia sudah menjadi korban pemerkosaan?
" Dasar lelaki jahat ! lelaki licik ! hapus video itu ! kalau enggak, akan ku laporkan ke pihak yang berwajib ". Vera berusaha mengancam mantan kekasih nya.
" Silahkan, kalau kamu mau melaporkan aku ke polisi. bukan nya di video rekaman itu, kamu juga menikmatinya, ya? pada saat di perkosa? ". Balas pria itu.
" Mau anda apa? Sehingga anda terus-terusan mengganggu kehidupanku? ".
Ingin sekali, vera melaporkan mantan kekasihnya itu kepada pihak yang berwajib. akan tetapi, vera juga merasa takut, karena di dalam video rekaman itu, vera juga menikmati pada saat dia di perkosa.
hah, vera menikmati nya pada saat dia di perkosa? Semurah itukah harga diri vera? sehingga dia harus menikmati kelakuan bejad itu?
Ya, meskipun begitu, vera sangat tidak ingin jikalau video rekaman itu di sebarkan kepada suaminya. meskipun dia sudah mengetahui, kalau suaminya itu akan di jodohkan kepada orang lain oleh orang tuanya.
" Di tunggu keputusan nya, sayang ! Kalau enggak ada keputusan juga, video ini akan ku sebarkan kepada suamimu ".
Sial nya, pria itu meberi waktu yang sangat singkat kepada vera. sehingga membuat vera semakin ketar-ketir di buatnya.
Ingin sekali rasanya vera bunuh diri. agar tidak ada lagi masalah yang menimpa dirinya.
__ADS_1
2 hari itu sangat singkat sekali menurut vera. apa yang kini harus di lakukan vera sekarang? apakah vera harus menuruti permintaan mantan kekasihnya, untuk menikah dengan nya? atau tetap memperjuangkan tekad nya, supaya bisa hidup bersama kembali dengan suaminya.
Tetapi setelah di pikir pikir kembali oleh vera. kalau pun vera kembali kepada suaminya, sudah pasti orang tua bobi tidak akan menerima nya sebagai menantunya lagi. dan juga vera sudah yakin, kalau mantan kekasih nya bakal menyebar luas kan video rekaman nya itu, terutama kepada bobi.
Akan tetapi, vera juga tidak ingin menikah sama lelaki bejad seperti mantan kekasihnya, yang sudah menghancurkan hidupnya.
*****
Sementara bobi sekarang sedang di bujuk oleh orang tuanya sendiri, untuk menjalin hubungan dekat bersama wanita pilihan orang tuanya.
" bob, kamu itu kenapa sih? yang di pikiran kamu itu hanya vera dan vera. sudah tau kalau vera itu bukan cewe yang baik buat kamu. kenapa sih? kamu masih saja ingin mempertahankan wanita itu? ". Hardik orang tua bobi.
" Terus? kalo memang mama ujung nya seperti ini, kenapa mama dulu menjodohkan kami berdua? Gak salah juga kan aku mempertahankan vera? perempuan yang mama jodohkan kepadaku waktu dulu ". Bantah bobi.
" Sudah lah ! jangan mengungkit-ngungkit masa lalu, toh si vera nya yang gak bener, kan? ". Jawab mama nya membela diri.
" Terserah mama deh ! bobi cape ngomong sama mama ! ". Bantah bobi.
" Iya, pokok nya mama gak mau tau ! kamu harus menjalin hubungan baik bersama ratna, agar kalian bisa berumah tangga ". Ucap mama nya, sambil meninggalkan bobi keluar dari kamarnya.
Mendengar hal itu, papa nya bobi berusaha untuk berbicara dengan istrinya sendiri, supaya tidak melakukan hal itu kepada anak nya.
" mah, sudah gak usah ikut campur dengan kehidupan bobi, gak usah menjodoh-jodohkan bobi lagi. dia itu bukan anak kecil, yang harus kita atur atur terus. dia juga punya hak untuk menentukan pilihan nya sendiri, mah ! ". Papa nya bobi berusaha membujuk istrinya, supaya tidak ikut campur dengan urusan pribadi nya bobi.
" Halah, papa ini tau apa sih? papa bisa nya hanya manjain bobi saja dari kecil, makan nya pikiran papa gak sejalan dengan pikiran mama, untuk kebaikan hidup bobi sendiri ". Bantah mama nya bobi.
" Yasudah lah, mah ! terserah mama saja. papa hanya menyaran kan saja, papa hanya kasian saja sama bobi, belum juga dia sembuh dari penyakitnya, sudah di beri beban seperti ini ". Timpal papa nya, sambil berlalu meninggalkan istrinya.
__ADS_1