Mantan Istriku

Mantan Istriku
Sidang perceraian


__ADS_3

2 hari setelah kejadian itu. Ada satu orang pria datang ke rumah vera, memberikan surat undangan di dalam amplop berwarna coklat, entah apa itu isi nya.


Setelah surat undangan itu di berikan nya kepada vera. wanita itu sangat kaget sekali dengan amplop yang ia terima.


Karena, Surat undangan itu adalah surat dari kantor kejaksaan dimana tempat dia tinggal.


Amplop coklat yang berisikan surat undangan sidang perceraian nya dengan bobi.


vera sangat sedih akan hal ini, ternyata bobi benar-benar ingin menceraikan vera.


Berdasarkan keterangan surat tersebut, gugatan perceraian mereka dilayangkan pada esok hari nya.


Vera sangat tidak menyangka kalau suaminya ingin melakukan hal ini. padahal, vera masih mempunyai rasa sayang dan rasa cinta yang sangat amat dalam kepada suaminya, dan tidak ingin bercerai dengan bobi.


Orang tua vera menanyakan amplop cokelat yang sedang di pegang oleh tangan anak nya.


" itu apa, nak ? ". Tanya orang tua nya, seraya menatap amplop berwarna cokelat itu.


Vera langsung memeluk mama nya dengan erat, sambil menangis dan menjawab pertanyaan dari orang tua nya.


" Surat undangan sidang perceraian, mah. ". Vera terisak di pelukan sang mama.


" Ya alloh, apa itu benar? coba mama lihat ". ucap orang tua vera, sambil melihat isi surat undangan itu.


Vera pun memberikan surat undangan itu kepada orang tua nya, tetapi vera memutuskan untuk masuk kedalam menuju kamarnya, dengan mata yang tak henti mengeluarkan air mata.


Setelah mama nya melihat dan membaca isi amplop tersebut. mama nya pun merasa kaget dan tidak menyangka, wanita paruh baya itu merasa kasihan juga kepada anaknya, yang bertubi tubi harus menghadapi masalah seperti sekarang.


Mama nya langsung bergegas menghampiri vera kedalam kamarnya. terlihat, vera sedang tengkurep di atas kasur sambil terus mengeluarkan air mata. Sehingga membuat mama nya sangat tidak tega melihat vera menangis seperti itu.


Wanita paruh baya itu memeluk anak nya dengan rasa kasih sayang seorang ibu pada seorang anak, dan mama nya ikut menangis saat memeluk vera. dia mengalami hal yang sama dengan vera, karena setiap seorang ibu yang melihat anaknya merasa sedih, yang membuat anaknya mengeluarkan air mata, pasti seorang ibu pun merasakan hal yang sama dengan anak nya.


" Sudah ya, nak. yang sabar, mama percaya, kamu pasti bisa melewati ini semua ". Isak tangis mama nya membuat vera semakin merasa sedih.

__ADS_1


lalu vera beranjak dari tidur nya, duduk di depan mama nya, mengusap air mata dirinya sendiri dan mengusap air mata yang mengalir di pipi mama nya.


" Mama jangan ikut sedih, ya. vera bisa ko melewati ini semua. mama harus percaya sama vera, kalau vera bisa kuat. jadi, mama gak perlu sedih dengan keadaan vera. ". Ucap vera, sambil terus mengusap air mata mama nya yang terus mengalir.


Orang tua nya hanya bisa mengeluarkan air mata untuk anak nya. dia tidak bisa membantu dan berbuat apa apa, hanya merasakan hal yang sama dengan vera, merasa sedih keadaan yang menimpa anak nya sekarang.


" Doain vera ya, mah. mudah mudahan vera bisa menghadapi ini semua ". Ucap vera, kembali memeluk mama nya.


*****


Hari persidangan pun telah tiba. dengan perasaan yang sangat tidak sanggup, dengan terpaksa vera harus menghadiri persidangan ini.


Kemudian vera datang ke Pengadilan Agama yang berada di tempat tinggal nya, sesuai dengan waktu yang ditentukan.


Ia sudah pasrah dengan segala keputusan yang berkaitan dengan pernikahan mereka. Vera hanya menyerahkan nasib pernikahannya kepada Yang Maha Kuasa.


" Bismillah, semoga vera bisa tegar dengan semua ini, ya alloh " ucapnya, dengan kelopak mata yang masih terlihat bengkak, akibat seharian kemarin vera menangis, dan juga kurang tidur.


Tetapi rupanya, pria yang pernah menjadi suaminya itu turut hadir pada hari persidangan tersebut. Ia tak menyangka, dapat saling bertemu dalam sidang pengadilan.


Tentunya hubungan mereka sudah tidak terasa seperti dulu lagi. Vera merasa asing ketika bertemu suaminya, Suasana di pengadilan berubah menjadi canggung.


" Masih asing rasanya, " Ucap vera dalam hati.


Meski begitu, vera mencoba mencairkan suasana agar tidak terasa canggung. Apalagi keduanya sedang duduk berduaan di ruang tunggu menjelang sidang dimulai.


Ketika rasa cinta sudah tumbuh dengan kuat, rasanya agak sulit untuk berpisah dari orang yang disayangi nya.


Hal itu pula yang terbesit di benak vera, pada saat menunggu giliran sidang. vera mencoba untuk menyapa bobi di ruang tunggu.


" Apa kabar, mas? kamu udah sehat? " Tanya vera memberanikan diri untuk menyapa bobi.


bobi hanya mengangguk saja tanpa menjawab pertanyaan dari vera, membuat perasaan vera semakin sedih dengan apa yang di perlihatkan oleh bobi kepadanya.

__ADS_1


Vera kembali bertanya kepada bobi.


" apa keputusan ini sudah sangat bulat, mas? buat kamu ? ". Tanya vera kembali kepada bobi. meskipun tadi, bobi tidak menjawab pertanyaan dari vera.


Lagi-lagi, bobi hanya mengangguk tanpa menjawab pertanyaan dari vera. membuat vera merasa sudah tidak di hargai lagi dengan bobi. dan semenjak itu, vera pun tidak membuka percakapan sama sekali.


Hingga beberapa saat kemudian, mereka pun di panggil ke ruang sidang untuk menjalankan persidangan.


Dan ternyata bobi ini datang tidak sendirian. dia sengaja mengundang ratna untuk datang ke hari persindangan nya dengan vera. sengaja untuk memanaskan suasana hati vera.


Tetapi ratna datang nya telat, Ratna datang setelah persidangan selesai.


Di dalam ruang tersebut, Vera hanya bisa terdiam membisu, tidak bisa berbuat apa apa dan hanya bisa pasrah saja kepada yang maha kuasa.


Keputusan bobi pun sudah sangat bulat. sekarang mereka sudah resmi bercerai, dan persidangan yang di jalankan mereka pun sudah usai.


Vera hanya bisa menahan rasa sedih, dan sangat tidak kuat untuk membendung air mata. Sehingga, sesekali vera mengeluarkan air mata yang tidak bisa di bendung nya lagi.


Mereka pun keluar dari ruang sidang tersebut, dan ternyata di luar ada ratna yang sudah menunggu bobi.


" Sudah selesai, mas? ". Tanya ratna kepada bobi.


" Maaf ya, mas. aku telat datang nya ". Lanjutnya, sambil mereka berjalan meninggal kan ruang sidang dan meninggalkan vera.


Melihat hal itu, vera sangat sakit hati sekali. sekarang dia merasakan apa yang dulu bobi rasakan, setelah apa yang telah vera perbuat dengan mantan kekasihnya.


Wanita itu sadar dengan hal ini, mungkin ini karma yang harus dia terima, dan penderitaan yang harus dia jalani.


Vera bergegas untuk pulang dengan menahan rasa sedihnya.


Setelah sampai di rumah, orang tua nya menanyakan tentang hal persidangan vera dengan bobi tadi.


Namun, vera hanya menghiraukan pertanyaan dari orang tua nya, dengan isakan tangis dan bergegas masuk ke dalam kamar, untuk menenangkan dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2