Maple Leaf Kingdom

Maple Leaf Kingdom
Page 10


__ADS_3

"Sudah larut malam, kalau begitu aku permisi kembali ke asrama," pamit Luciana pada kepala sekolah dan Rudolf.


"Iya," balasnya yang kini mengantar kepergian Luciana.


"Tuan, kau baik-baik saja?" tanya Rudolf ketika melihat Luciana berjalan pergi.


"Iya," jawab singkat tuannya.


"Yang di dalam kotak itu, jangan-jangan..." ucap Rudolf terhenti saat tuannya mengangguk seolah menjawab isi pikirannya.


"Itu adalah milikmu yang paling berharga. Bagaimana bisa Tuan memberikannya pada Luciana?" tanya Rudolf terlihat khawatir.


"Entah mengapa, aku merasa di dalam hatiku. Seandainya bisa, aku bahkan rela bertukar tubuh dengannya, menggantikannya merasakan kesakitan yang pernah aku berikan. Bahkan seandainya bisa, nyawa pun akan aku beri. Namun apa daya, hidupku abadi, kehadirannya kini sangat terasa dibanding sembilan generasi lalu setiap seratus tahun sekali."


"Tuan, Luciana Lighter merupakan generasi ke sepuluh. Wajah dan bahkan nama mereka begitu sama. Jika kalung itu kau berikan, hidupmu akan benar-benar abadi dan tidak akan pernah bisa bereinkarnasi lagi. Tuan akan hidup di dalam kesepian dan kegelapan yang juga abadi," seru Rudolf masih dengan raut wajah khawatir.


"Aku tahu. Setelah ini, jika kau dan Refisha menginginkan kematian, akan aku beri," ujar laki-laki itu.


"Tidak, Tuan. Sampai kapanpun, bahkan dalam keabadian sekalipun, aku akan selalu berada di samping Tuan," ucap setia Rudolf.


"Terima kasih, Rudolf," ucap tuannya, lalu melenggang pergi.


Sementara wajah Rudolf kini tengah berlinang air mata. Seumur hidupnya, baru kali ini mendapat ucapan terima kasih dari tuannya yang berhati beku itu.


***


Keesokannya di pagi hari.


"Ingat, namaku adalah Alfa Bellezza Dell'arcobaleno. Kotak yang kuberikan kemarin..."

__ADS_1


"Aku sudah memakai kalungnya," potong Luciana sambil mengeluarkan sebuah kalung dari balik bajunya. Kotak yang diberikan kemarin berisi kalung yang sangat indah.


"Kau..." kata kepala sekolah atau yang kini dipanggil Alfa, "berhati-hatilah."


Luciana menggangguk mantap. "Tolong jaga teman-temanku. Tiara, Rey, Dev, dan juga Chilli, meskipun dia terkadang suka bertindak bodoh dan pendengki."


Luciana tertawa cantik, sementara Alfa menampakkan kesedihan di wajahnya.


"Kau yakin mau pergi? Setelah aku ceritakan semuanya?" tanya Alfa memastikan dan dibalas anggukan yakin dari Luciana.


Sebelumnya, sesuai janji, laki-laki itu akan menceritakan semua kejanggalan yang ada di pikiran Luciana. Dimulai dari namanya, David Robert adalah nama samaran dari Alfa Bellezza Dell'arcobaleno. Seorang raja dari Kerajaan Maple Leaf.


Katanya, waktu dulu, bersamaan dengan hari penobatannya sebagai raja, Alfa dinikahkan dengan putri dari Kerajaan Lighter. Putri itu bernama Putri Luciana Lighter. Dan Luciana Lighter adalah reinkarnasi ke sepuluh dari Putri Luciana Lighter, putri dari Kerajaan Lighter, sekaligus ratu dari Kerajaan Maple Leaf. Itulah mengapa setiap hal yang menjadi aktivitas gadis itu begitu diperhatikan oleh Rudolf.


Namun, nasibnya begitu tragis. Sepuluh tahun dalam pengabaian Alfa dan akhirnya dijatuhi hukuman mati atas tuduhan pengkhianatan.


"Bunuh dia!" perintah Raja Alfa yang berhati dingin kepada prajuritnya.


Mendapati usahanya yang sia-sia itu, Putri Luciana Lighter bangkit.


"Aku tidak akan menyerahkan nyawaku padamu! Sebagai gantinya nyawa ini kugunakan untuk membuka sihir penghenti waktu, membalaskan dendamku, atas cinta yang kini berubah menjadi kebencian mendalam," ujarnya bangkit, lalu merapalkan mantra.


"Aku, bukan sebagai seorang ratu dari Kerajaan Maple Leaf, melainkan seorang putri dari Kerajaan Lighter. Aku, Putri Luciana Lighter, bersumpah mengutukmu, Raja Kerajaan Maple Leaf, Alfa Bellezza Dell'arcobaleno. Kau kukutuk dengan sihir penghenti waktu. Tidak menua, tidak pula mati. Hingga tiba setiap seratus tahun sekali, aku akan bereinkarnasi menjadi seorang gadis yang paling unggul di antara semua gadis di daratan ini. Hingga kau akan mengerti rasanya mencintai, tetapi harus kehilangan," sumpah Putri Luciana Lighter. Cahaya hijau menyelimuti tubuhnya.


Raja Alfa ketakutan dan kemudian membentak prajuritnya, "Apa kalian tidak mendengar?! Cepat bunuh pengkhianat ini!!"


Dua orang prajurit yang mendekati Putri Luciana Lighter terpental.


"Alfa Bellezza Dell'arcobaleno, aku bersumpah, jika tiba waktunya nanti, kau akan merasakan rasanya menjadi seperti aku, hidup dalam kesepian dan kegelapan selama 10 tahun, sama halnya denganmu yang harus menunggu hingga setiap 100 tahun sekali. Hingga tiba seorang gadis yang akan menyentuh hatimu yang beku, membuatmu untuk pertama kalinya meneteskan air mata, menciptakan rasa sakit yang tak tertahankan."

__ADS_1


Tiba-tiba tubuh Putri Luciana Lighter berubah menjadi sebuah kalung. Sementara lambat laun Kerajaan Maple Leaf menjadi suram dan hanya menyisakan Alfa, Refisha-pengasuh pribadi Alfa, dan Rudolf-kesatria yang paling setia.


"Tidakkkk!!!" teriak Raja Alfa, berlari mencegah tubuh Putri Luciana Lighter yang kini telah sepenuhnya berubah menjadi kalung indah dengan permata hijau sebagai bandulnya.


Kerajaan yang besar itu, kini berubah menjadi sebuah Akademi yang sekarang bernama Akademi Nusa Bangsa.


Laki-laki itu mengenyahkan bayangan lama yang menjadi mimpi buruknya, lalu berucap, "Kau tidak gugup?"


"Sedikit," sahut Luciana, berbaring di ranjang. Dalam hatinya, Aku seperti seekor hewan yang akan dijadikan pengorbanan.


"Jika kau tidak ingin, aku tidak akan memaksamu," ucap Alfa lagi.


"Aku sudah berjanji, maka akan aku tepati," sahut Luciana, tak ada ketakutan, apalagi kekhawatiran. Semalaman berulang kali, dipikir lagi dan lagi, akhirnya keputusannya sudah bulat.


Dengan berat hati, Alfa mengucap mantra yang setiap seratus tahun sekali selalu dilafalkannya ketika mengirim reinkarnasi dari wanita itu. Namun kini, Alfa merasa tak rela, takut, dan khawatir. Pikirannya mengawang ke kejadian yang hasilnya dapat dibilang hampir mustahil. Setiap yang dikirimnya pasti akan gagal.


Wus...


Angin berhembus kencang. Cahaya hijau menyelimuti tubuh Luciana yang kini terangkat ke atas. Namun tak lama semuanya sirna, perlahan tubuh gadis itu terjatuh lagi ke ranjang.


"Pergilah! Tinggalkan aku sendiri di sini," usir Alfa ketika tubuh Luciana yang terbaring kini sudah tidak memiliki kesadaran. Rohnya sudah berpindah, namun napasnya masih berhembus pelan.


Rudolf dan Refisha menuruti perintah Tuannya, keluar dari ruangan sakral itu. Mereka mengetahui satu hal, Tuannya kini merasakan perasaan yang belum pernah ada di dirinya, yaitu cinta dan kehilangan. Ternyata kutukan itu benar-benar terbukti.


Alfa mengelus wajah cantik Luciana, membelai rambut hitam panjangnya, dan berkata lembut, "Aku mengerti sekarang. Kau menang, aku memohon agar kau kembali dengan selamat..." Setetes air matanya lolos dan berubah menjadi sebongkah kaca.


To be continue...


Halo semuanya,

__ADS_1


Kalian dapat join grup aku ya, di sana setiap kali aku update akan langsung aku kabarkan. Jadi kalian sudah dapat menunggu hingga proses review selesai dan langsung baca cerita 'Maple Leaf Kingdom'. Jangan lupa berikan Like, Vote, dan dukungan terbaik kalian ya...


See you soon.


__ADS_2