Marriage Life

Marriage Life
Episode 11


__ADS_3

" Mending Lo jangan deket-deket Kayla lagi deh. Inget ya Lo itu Uda jadi mantan. " Sarkas Cinta kepada Noah. Ia terkadang kesal melihat Kayla selalu di ganggu oleh Noah yang notabenya adalah mantan dari Kayla.


Noah hanya acuh terhadap ucapan Cinta. Ia terus memandang Kayla dengan pandangan penuh arti.


Drt Drt.


Semuanya mengalihkan pandangannya pada ponsel Kayla yang tergeletak di atas meja. Tertera nama ' Om Pedo '. Cinta dan Tiara yang mengetahui itu dari siapa hanya acuh. Tanpa berlama-lama Kayla mengangkat telepon nya.


" .... "


" Walaikumsalam. " Sahut Kayla saat Arya mengucap salam di sebrang sana.


" .... "


" Iya, iya. Gue gak akan kemana-mana langsung pulang. " Ucapnya ketika Arya mengingatkan nya akan pesan Arya tadi pagi.


" Iya bapak Arya yang terhormat. Assalamualaikum. " Balas nya yang langsung mematikan sambungan telepon tanpa mau mendengar balasan dari sana.


" Siapa om pedo. " Celetuk Noah yang sedari tadi memperhatikan Kayla menelfon.


" Bukan urusan Lo. " balas nya ketus lalu bangkit dari duduk nya.


" Gue Uda siap. Gue duluan. " Ucapnya lalu pergi meninggalkan mereka bertiga. Mood Kayla langsung turun melihat Noah.


Cinta dan Tiara pun langsung berhenti makan dan mengejar Kayla. Mereka juga malas melihat Noah di sini.


Noah mengepalkan kedua tangan nya yang berada di atas meja. Sorot mata nya menatap tajam pintu kantin dimana Kayla pergi dari sana.


...****...


Arya sampai di restoran dimana papa Kayla, David Brawijaya telah menunggu nya untuk pertemuan rapat.


" Maaf pa Arya terlambat. " Ucapnya sopan lalu duduk di depan mertua nya yang sedang menyesap kopi milik nya.


" Santai saja kayak sama siapa aja. " Jawab nya.


" Dani. " Merasa nama nya di panggil, Dani langsung meletakkan proposal di atas meja lalu kembali berdiri di belakang Arya.

__ADS_1


Arya menyerahkan proposal tersebut ke David. " Jangan buru-buru bahas pekerjaan Arya. Santai aja dulu kita di sini. " Ucapnya tenang.


Arya hanya mengangguk dan meminum kopi nya yang baru saja di antar oleh pelayan. " Bagaimana rumah tangga kalian?. " Tanya David.


Arya meletakkan gelas nya di meja. " Baik pa. " Sahut nya sopan.


" Kayla gak nakal kan?. " Tanya penasaran. Karena ia tahu tabiat anak nya itu, jika tidak menyukai suatu hal yang membuat nya di rugikan pasti dirinya sering memberontak.


" Sedikit. " Jawab nya di akhiri dengan ringisan kecil.


David tersenyum mendengar jawaban menantunya. " Kamu harus sabar ngadepin Kayla yang kekanakan. Dia emang gitu anak nya tapi kalo kita selalu sabar dan terus ngasih pengertian nanti dia nya sadar sendiri kok. Biasalah nama nya masih SMA. " Ujar David dengan tawa kecil.


" Dan kamu juga kalau Kayla ada salah langsung tegur jangan diem aja. Nanti jadi kebiasaan. " Lanjut nya.


Arya hanya mengangguk dengan senyuman tipis. Papa mertua nya ini sangat pengertian dan bersifat hangat. Ia tidak memaksa anak atau menantu nya untuk menjadi sempurna. Yang terpenting mau bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi.


" Yaudah ayo kita lanjut bahas pekerjaan. Istri saya tidak bisa di tinggal lama-lama nanti marah-marah di rumah. " Kekeh David.


" Iya pa. "


Lalu mereka lanjut membahas tentang pekerjaan dimana perusahaan mereka bekerja sama, karena emang sedari dulu saat papa nya masih hidup, Perusahaan Xaviero grup bekerja sama dengan Wijaya company.


...****...


Arya mengangguk. " Iya pa nanti Arya sampaikan. " Lalu ia mencium punggung tangan pria paruh baya tersebut.


" Yaudah papa pergi dulu. " Pamit nya lalu masuk ke dalam mobil.


Selepas kepergian David, Arya juga masuk ke dalam mobil nya dan melaju meninggalkan restoran menuju rumah perusahaan nya.


...****...


Siang ini dua manusia berbeda jenis sedang duduk di karpet berbulu yang ada di ruangan keluarga. Entah sejak kapan Kayla dan Abi akur. Lihat lah apa yang mereka lakukan. Mereka menikmati drama Korea bersama dan sesekali mengomentari film tersebut.


" Kenapa nanggung banget sih nyium nya kan gak seru!. " Ucap Kayla kesal.


" Heh Lo masih kecil gak boleh ngomong begituan. " Tegur Abi dengan mata melotot ke arah Kayla.

__ADS_1


Kayla memandang kesal ke arah Abi. " Kecil-kecil gini Uda jadi istri orang kalo Lo mau tau. " Sahut nya tak mau kalah.


" Istri paksa aja bangga. " Cibir nya yang mengundang emosi dari Kayla.


" Apa Lo bilang!. Rasakan ini. " Kayla menarik rambut Abi dengan kencang. Sudah di bilang Kayla ini anak bar-bar malah di ledekin kan kena sekarang.


" Woi sakit woi. " Abi mencoba melepaskan tangan Kayla dari rambut nya seraya menahan ringisan. Jambakan Kayla tidak main-main sakit nya.


" Makannya jangan asal ngomong setan!. " Teriaknya kesal.


Drt. drt.


Bunyi dering handphone membuat atensi mereka berdua teralihkan. Melihat Kayla terdiam, Abi langsung melepaskan diri dan langsung mengambil handphone nya. Tertera nama ' Mama ' Dengan emoticon love.


Abi merapikan sedikit rambut nya lalu mulai mengangkat video call mama nya.


" Assalamualaikum anak ganteng mama. " Ucap Dania antusias di balik telpon. Bisa di lihat Dania sedang duduk di dekat kolam renang.


" Walaikumsalam mama cantik. " Jawab Abi tak kalah semangat.


" Kamu sendiri aja. " Tanya Dania.


Abi langsung mengarahkan kamera nya ke arah Kayla yang sedang duduk di sofa dengan wajah tertekuk kesal.


" Eh anak mama kok muka nya masem. " Heran Dania yang bisa di dengar langsung oleh Kayla.


Kayla menoleh ke arah ponsel Abi lalu langsung merubah raut wajah nya. " Hai mama. " Kayla turun dari sofa lalu langsung merebut ponsel Abi membuat Abi berdecak kesal.


" Hai mantu mama yang cantik. " Puji nya yang membuat Kayla tersenyum lebar.


" Mama kapan pulang?. " Tanya Kayla seraya meletakkan ponsel Abi di meja dengan buku yang menjadi sandaran nya.


" Mungkin minggu depan. Nenek di sini masih belum sembuh sayang. "


Kayla mengangguk mendengar jawaban mama mertuanya. " Arya belum balik yah?. " Tanya nya yang tidak melihat keberadaan anak sulungnya.


Kayla menggeleng kecil. " Belum ma katanya ada rapat jadi lama pulang nya. " Dania ikut mengangguk mendengar ucapan Kayla.

__ADS_1


Mereka terus berbincang di dalam telepon. Terkadang Dania menegur kedua nya ketika mereka berdebat hanya karena omongan kecil. Dania sempat heran. Sejak kapan keduanya akur begini.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2