Marriage Life

Marriage Life
Eps 21


__ADS_3

" Ternyata selera Lo om-om ya Kay. " Pertanyaan dengan nada remeh tersebut membuat langkah Kayla dan Arya terhenti. Kayla mengepalkan tangan nya, ketika akan berbalik , Arya mencegah nya.


Dengan santai Arya berbalik badan. Dengan gaya cool nya, ia meletakkan kedua tangan nya di saku celana. " Kenapa? iri kamu karena selera Kayla itu om-om? " Tanya nya santai.


Noah mengepalkan tangannya. Ia berdecak dengan sinis. Ia tersenyum miring. " Gue iri?. " Tanya nya seraya menunjuk dirinya sendiri. " Untuk apa iri dengan om-om yang umur nya sudah tua. " Ejek nya seraya menatap Arya dari atas sampai bawah.


Katarak kali mata si Noah. Orang ganteng kaya Arya di bilang tua.


Kayla memutar tubuh nya lalu memandang Noah dengan tangan di lipat di depan dada. " Bagus dong selera gue om-om. Banyak duit nya gak kaya Lo yang masih minta sama orang tua. " Sahut nya tak kalah sinis lalu berjalan ke arah Arya dengan tangan yang melingkar di pergelangan tangan suami nya.


" Iya kan sayang? " Tekan nya seraya menebar senyum manis ke arah Arya.


Arya tersenyum miring melihat tingkah Kayla. Ia ikut menebar senyum ke arah Noah dengan tangan memeluk pinggang Kayla dan merapatkan tubuh mereka.


" Iya sayang. " Ucap Arya seraya mengecup sekilas pelipis istri nya membuat Kayla diam-diam menahan kesal atas tindakan Arya. Dasar si pedo nyari kesempatan dalam kesempitan Batin gadis itu kesal.


Wajah Noah semakin memerah menahan amarah. Tangan nya mengepal dengan erat. Kayla yang melihat itu pun tersenyum sinis. Sok-sokan mau bikin gue emosi eh dia nya malah yang emosi Batin Kayla.


" Uda yuk sayang gerah di sini. " Ajak Kayla yang langsung di angguki oleh Arya. Mereka berdua pergi memasuki mobil meninggalkan Noah yang masih diam di tempat nya dengan mata menyorot tajam ke arah dua insan yang telah memasuki mobil.


" Cih murahan. "Gumam seseorang yang bersembunyi di balik tembok sekolah dan menyaksikan kejadian dari awal sampai akhir.


...****...


" Jangan nyari kesempatan yah! " Tegur nya seraya menepis tangan Arya yang dengan lancang menggenggam tangan nya yang berada di atas paha.


" Lah bukannya kamu duluan yang meluk lengan saya tadi. " Ucap Arya dengan melirik sekilas ke arah Kayla.


Kayla mendelik mendengar ucapan Arya. " hei itu cuma akting yah! " Elak nya kesal.


" Alah kamu juga manggil saya sayang tadi. IYA KAN SAYANG. " Balas Arya dengan penekanan kata di akhir kalimat.

__ADS_1


Kayla mendengus melihat Arya yang mengejek nya. Tadi itu kan ia hanya ingin membuat Noah panas, Bukannya berkata dengan sungguhan.


" Pria tadi siapa kamu? " Tanya Arya. Ia cukup penasaran dengan pria tadi karena sudah dua kali ia melihat pria remaja tadi ingin mendekati istri nya.


Sebenarnya sebelum ia sampai di depan gerbang sekolah, ia sempat melihat Kayla dengan pria remaja tadi. Ia berhenti sejenak melihat mereka berdua yang seperti nya sedikit ada masalah apalagi saat melihat Kayla terlihat risih akan laki-laki itu.


" Buronan. " Jawab Kayla asal dengan menatap lurus ke depan.


" Saya serius Kay. "


" Kalo gak percaya yaudah. " Balas nya ketus.


Arya hanya bisa menghela nafas sabar melihat tingkah sang istri. Memang jika mengajak bicara Kayla butuh kesabaran yang tinggi.


" Sepertinya saya akan pulang larut. Banyak pekerjaan di kantor. " Beritahu nya saat mobil memasuki gerbang rumah.


" Hmm. " Balas Kayla cuek.


" Jika ingin keluar izin dulu dengan saya. " Ucapnya saat Kayla akan keluar dari mobil.


Arya hanya bisa menggelengkan kepala nya. Tadi saja sok memanggil nya sayang dengan lembut sekarang berubah jadi ketus.


Melihat sang istri yang sudah masuk ke dalam rumah, Arya melajukan mobil nya meninggalkan pelataran rumah menuju kantor.


" Assalamualaikum. " Ucap Kayla saat masuk ke dalam rumah.


" Walaikumsalam. " Jawab Dania yang sedang duduk di sofa dengan ponsel di tangan nya.


" Eh Uda pulang sayang. " Ucapnya saat Kayla menyalimi tangan nya.


Kayla mengangguk sebagai jawaban lalu duduk di samping Dania. " Capek yah? " Tanya Dania saat melihat wajah sang mantu yang kelelahan.

__ADS_1


" Iya mah. Laper juga. " Keluh nya seraya memegang perutnya.


" Kasian nya mantu mama. Yaudah setelah ini kamu bersih-bersih habis itu makan. Mama mau ngajak kamu pergi nanti. " Beritahu nya sambil mengelus sayang rambut Kayla. Hmm enak nya punya mertua begini.


"Pergi kemana ma? " Tanya Kayla.


" Ada deh. Uda sana bersih-bersih dulu. " Suruh nya yang mendapat anggukan dari Kayla.


Kayla pergi ke dalam kamar untuk membersihkan tubuh nya yang lengket. Selesai mandi ia mengeringkan rambut nya di depan kaca rias. Saat mengeringkan rambut nya, mata nya menangkap sebuah map di atas meja rias nya.


" Kayak nya punya si om ni. " Ucapnya lalu meletakkan hairdryer milik nya lalu mengambil map tersebut.


" Penting kaya nya. " Gumam nya saat melihat-lihat isi nya yang berisikan dokumen-dokumen perusahaan.


Ia bangkit dari duduk nya lalu berjalan menuju ruangan kerja Arya yang tidak pernah ia masuki karena gak penting juga. Ia meletakkan map tersebut di atas meja. Sebelum pergi mata nya melihat sebuah figura cukup besar yang berisikan orang-orang berseragam dokter.


" Keren juga suami gue. " Gumam nya saat melihat sosok Arya di foto bagian depan sambil memegang sebuah piagam penghargaan.


" Mantap juga kalo gue jadi dokter. " Kekeh nya. Dulu memang ia ingin menjadi dokter saat menginjak usia 15 tahun, bahkan ia sempat merengek kepada ayah nya jika tamat SMA ia akan mengambil jurusan kedokteran. Tetapi saat tidak sengaja melihat kecelakaan terjadi di depan sekolah nya dan melihat begitu banyak darah, ia jadi mengurungkan niat nya tersebut. Ia jadi takut dengan yang nama nya darah.


Mata nya memicing saat melihat ternyata di foto tersebut Arya hanya berdua berada di posisi depan bersama dokter wanita yang cukup cantik, yang sama-sama memegang piagam penghargaan. Mata nya kembali beralih ke sebelah figura besar yang terdapat figura kecil di samping nya.


" Cantik banget gila. " Ucapnya kagum saat melihat foto dokter wanita itu bersama dengan Arya yang sama-sama mengenakan mendali di leher mereka.


" Kayak nya mereka dokter spesial deh. " Ucapnya saat melihat beberapa foto di sini yang memiliki peran penting adalah suami nya dan sosok wanita tersebut.


" Jadi iri. " Ucapnya tanpa sadar. " Eh?! Ngapain iri goblok! Cuma foto aja kok. "


Saat berbalik badan, mata nya membulat melihat foto masa kecil nya terpajang di dinding bagian atas ruangan yang di sebelah nya juga terdapat foto pernikahan nya dengan Arya.


" Ini kan foto yang ada di kamar gue!. " Pekik nya. " Ni pasti om satu itu yang nyolong ni! " Ucapnya kesal.

__ADS_1


" Liat aja nanti kalo pulang gue pites itu orang. " Kesal nya lalu keluar dari ruangan tersebut.


Bersambung....


__ADS_2