
Kayla berjalan menuju kantin bersama ketiga sahabatnya. Saat asik bercerita seorang siswi menghadang mereka dengan wajah menunduk membuat ketiga nya bingung.
" Hmm kak Kayla yang mana yah? " Tanya nya gugup.
Mereka bertiga saling pandang satu sama lain. Lalu Kayla maju sedikit. " Lo nyari gue? " Tanya nya yang di balas anggukan ragu oleh siswi itu.
" Ada apa? " Tanya nya lagi.
Siswi yang kemungkinan adalah adik kelas itu, memilin kedua jari nya gugup. " Hmm ka-kakak di cari Bu Tuti di gedung belakang. " Beritahu nya tapi ada sedikit ketakutan di mata nya dan tangan nya pun terlihat gemetar membuat ketiga gadis di depan nya merasa curiga.
" Ngapain Bu Tuti nyuruh Kayla ke sana setau gue tu guru tau nya di BK Mulu. " Ucap Cinta dengan tatapan penuh curiga.
Siswi tersebut semakin gugup. Wajah pias. Dan tubuh nya gemetar ketakutan. Melihat hal itu Kayla merasa tidak tega. " Yaudah yaudah biar gue ke sana. Kalian duluan aja pesenin gue kaya biasa. " Ucapnya lalu mata nya beralih ke siswi tadi. " Dan Lo makasih uda ngasih tau sekarang Lo boleh pergi. " Tanpa merasa ragu, siswi tersebut langsung pergi dari sana dengan cepat. Sungguh berhadapan dengan primadona sekolah membuat jantung nya berdetak cepat tapi bukan jatuh cinta yah melainkan merasa takut.
" Tapi Kay masuk akal gak sih Bu Tuti nyuruh Lo ke sana. " Ujar Tiara yang di balas anggukan oleh Cinta.
" Udalah lagian kalo gue di macem-macemin gue bisa lawan kali. " Sahut Kayla. Karena memang Kayla itu jago bela diri bahkan pernah mengikuti ajang pertandingan silat nasional.
" Oke oke pokoknya hp Lo harus aktif yah. " Ingat Cinta yang di balas kedua jempol oleh Kayla.
Akhirnya Kayla pergi di susuk Cinta dan Tiara yang juga pergi menuju kantin.
Kayla celingukan mencari keberadaan seseorang di taman belakang ini. Dahi nya berkerut ketika melihat punggung seseorang di dekat pohon mangga yang memang ada di belakang sekolah.
Ketika mengenali punggung siapa itu, Ia berdecak kesal. Tangan nya terlipat di depan dada. " Drama apa lagi yang akan Lo buat? " Tanya nya datar.
Orang tersebut membalikkan tubuhnya. Senyum sinis tercetak jelas di wajah nya. " Gue kira Lo gak bakal dateng. " Ucap Clara. Yah, orang tersebut adalah Clara.
Kayla memutar bola matanya malas. " Kalo Lo gak suruh tu adik kelas bawa nama Bu Tuti juga gue ogah ke sini. "
" Jadi apa urusan Lo sama gue. Bukannya Uda pernah gue bilang yah kalo jangan ganggu gue lagi! " Tekan Kayla.
Clara berdecak lalu berjalan pelan ke arah Kayla. " Gue cuma mau ngomong baik-baik kali ini. Gue lagi gak mau nyari masalah sama Lo. "
Tepat saat di depan Kayla, Clara berhenti. " Gue cuma mau ngasih tau sama Lo. Jauhin Noah karena Lo gak tau yang sebenarnya tentang dia. " Tekannya.
Kayla terkekeh geli mendengar ucapan Clara. " Astaga! Siapa yang deketin Noah, dia kali yang deketin gue terus. Dan yah gue juga anti yang nama nya mantan. " Ucapnya tegas.
__ADS_1
Clara menghela nafas nya. " Gue serius Kay! " Ucapnya kesal.
" Ya ya terserah Lo. Buang buang waktu gue tau gak bahas kaya gini. Udalah bye. " Kayla meninggalkan Clara yang masih berusaha memanggil nya.
" Heran deh gue siapa juga yang deketin Noah. Gini-gini suami gue jauh lebih ganteng dari pada tu bocah. Memang yah derita orang cantik emang gini. " Oceh nya di sepanjang jalan.
" Huhh susah banget ngomongin dia. " Gumam nya.
" Apalagi kali ini!! " Suara dengan nada tajam itu membuat tubuh Clara menegang lalu membalikkan tubuh nya.
" No-noah. " Ucapnya gagap.
" Ikut gue!! " Noah menarik kasar tangan Clara lalu pergi dari sana tidak perduli dengan rontaan yang di lakukan oleh Clara.
...****...
Arya terdiam di ruang kerja nya. Mata nya fokus menatap bingkai besar di hadapannya yang berisikan foto seorang anak kecil yang tersenyum lebar. Bibir ikut tertarik untuk tersenyum melihat betapa manisnya sosok yang ada di dalam foto tersebut.
" Kayla Arabella. " Gumam nya pelan. " Si peri kecil yang manis. " Setelah mengucapkan itu, Arya memejamkan mata nya untuk mengingat kepingan-kepingan memori masa lalu.
" Kay akan menjadi peri kecil kakak. "
" Kakak ingat jangan lupakan Kay. "
" Saat besar nanti Kay akan melamar kakak. "
" See you kesayangan Kay. "
Tok tok.
Arya membuka mata nya saat mendengar ketukan pintu dari luar. " Masuk. " Terlihat Kayla yang menyembulkan kepalanya di balik celah pintu.
" Ada apa Kayla? " Tanya nya saat menyadari jika istri nya yang datang.
" Boleh masuk gak? " Tanya nya. Arya melihat ke arah Kayla lalu ke arah figura besar itu. Jika ia memperbolehkan Kayla masuk, bisa mampus nanti jika Kayla melihat foto masa kecil nya ada di sini.
Tidak tahu saja Arya jika Kayla sudah pernah memasuki tempat kerja nya dan melihat foto tersebut.
__ADS_1
" Ehem di luar saja. " Ucapnya lalu berdiri dari kursi nya.
Kayla mengangkat alis nya. " Memang kerjanya om uda siap? " Tanya nya.
Arya mengangguk saat sudah ada di depan Kayla. " Ayo keluar. " Ajak nya lalu mereka pergi dari situ.
" Ada apa? " Tanya nya saat sudah keluar dari ruangan tersebut.
" Gu-- eh Aku mau minta tolong ajarin tugas fisika. " Beritahu nya seraya menunjukkan buku yang ia pegang.
Arya mengangguk lalu mereka duduk di atas karpet bulu dengan posisi berhadapan. " Mana yang kamu gak ngerti. " Kayla menunjuk salah satu soal.
" Aku gak ngerti yang ini. Uda di cariin jalan nya tapi gak nemu jawabannya. "
Arya mencoba menjelaskan dengan terperinci agar istrinya itu paham. Di tengah penjelasan Kayla mengangguk-anggukan kepala nya seolah mengerti, padahal otak nya masih memperoses jalan jalan dari soal tersebut.
" Ngerti? " Tanya nya saat selesai menjelaskan.
" Enggak. " Sahut nya seraya menunjukkan deretan gigi putih nya.
Arya menghela nafas nya. " Kata nya juara umum masa gini doang gak ngerti. " Ucapnya.
Kayla berdecak kesal saat presentasi nya di ungkit- ungkit. Orang juara umum tu belum tentu tau semua pelajaran tau.
" Aku tu paling lemah kalo belajar fisika. Rumit tau gak. " Keluh nya.
Arya tersenyum lalu mengacak lembut Surai Kayla. " Yaudah ayo kita selesaikan lagi. " Mereka belajar sampai hampir tengah malam karena Kayla yang tak kunjung mengerti dan opsi terakhir nya adalah Arya yang mengisi jawaban tersebut.
" Hadeh capek banget. " Ucap Kayla seraya merebahkan tubuh nya di kasur.
Arya keluar dari walk in closed dengan piyama hitam melekat di tubuhnya. Ia duduk di tepi kasur. " Papa David nyuruh kita ke rumah nya besok. " Beritahu nya saat Kayla akan memejamkan mata nya.
Mata Kayla terbuka lalu mengangguk tanpa merubah posisi nya. " Oke Uda lama juga gak kerumah mama papa. "
" Iya. " Lalu Arya ikut merebahkan tubuhnya dan menghadap ke arah Kayla yang memejamkan mata nya.
Arya tersenyum tipis saat di rasa Kayla sudah tertidur pulas. Tubuhnya maju lalu memeluk erat tubuh istri nya. " Good night my little wife. "
__ADS_1
BERSAMBUNG...