
Selesai sholat magrib, Kayla sekarang berkutat dengan peralatan dapur dengan di temani beberapa pelayan. Malam ini entah mengapa ia ingin masak. Padahal sudah di peringati oleh suami dan mertua nya jika ia tidak usah repot-repot memasak karena di rumah ini sudah ada pelayan. Jika ia bekerja jadi apa tugas pelayan di sini. Sultan mah gitu.
" Mba om Arya suka makanan apa sih?. " Tanya Kayla yang sedang membalik ayam yang ia goreng.
Terkadang para pelayan di sini sedikit geli mendengar Kayla menyebut Arya dengan sebutan 'om' , Apa Arya setua itu.
" Tuan Nathan sangat suka tempe sambal non. " Sahut madam Sonia yang sedang mengiris tempe.
Kayla membulatkan matanya mendengar jawaban madam Sonia. " Tempe?. " Tanya Kayla memastikan. Ya kali sultan suka nya tempe kan kurang elit yah. Walaupun tempe memang makanan khas Indonesia.
Madam Sonia mengangguk. " Tuan Nathan sangat suka sambal tempe dari kecil nona. Jadi setiap kali memasak kita tidak lupa memasak itu untuk nya. " Jelas nya yang sudah tau tabiat tuan nya dari kecil karena madam Sonia bekerja di sini sudah sangat lama.
Kayla mengangguk walaupun sedikit tidak percaya. Ia kembali fokus pada masakan nya.
Sekitar tiga puluh menit, mereka selesai memasak. Dengan telaten Kayla menata masakan yang ia buat. Semasa ia masih bersama orang tua nya, ia sering membantu ibu nya menyiapkan makanan jadi bukan hal yang sulit untuk nya tentang ini semua.
" Wihh masak enak ni. " Abi yang baru datang langsung duduk di kursi meja makan. Ia menatap binar makanan di depan nya.
Kayla hanya diam, fokus dengan pekerjaan nya. " Lo yang masak?. " Tanya Abi yang di jawab anggukan singkat oleh Kayla.
" Ternyata Lo bisa masak?. " Tanya nya tidak percaya. Bukannya apa, ibu nya yang seorang ibu rumah tangga saja tidak pandai memasak. Melihat minyak panas saja menjerit.
" Bisa lah ya kali enggak. " Ucapnya sewot.
Abi hanya mengangguk dan sibuk memperhatikan Kayla. Ia kira Kayla adalah anak yang manja dan tidak tahu apa-apa ternyata tidak. Beruntung sekali sang kakak.
...****...
Arya sedari tadi mencari keberadaan Kayla. Selesai sholat magrib tadi ia sempat mengecek pekerjaan nya sebentar di ruang kerja nya dan saat kembali, Kayla sudah tidak ada. Padahal sebentar lagi makan malam tapi istri nya tidak kunjung menampakkan batang hidungnya.
Ia menuruni tangga satu persatu menuju meja makan. Mungkin istri nya sudah berada di sana. Dan ternyata benar, istri nya berada di meja makan bersama adik nya.
__ADS_1
Ia menghampiri kedua nya lalu duduk di sisi sebelah Kayla. " Lama banget sih. Gue uda laper tau. " Ucap Kayla kesal.
Arya hanya diam. Tidak tahu kah istri nya ini jika ia tengah mencari dirinya sedari tadi.
" Lo tau gak? Ini semua Kayla yang masak. " Ucap Abi memberitahu.
Arya mengerutkan keningnya lalu menatap Kayla yang sibuk mempersiapkan makanan nya. " Benar yang di bilang Abi?."
Kayla hanya mengangguk asal. " Iya. Kenapa?. "
Arya menghela nafas nya lalu berujar. " Kan sudah saya bilang tidak usah memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Karena di sini sudah ada pelayan. "
" Yaelah sekali doang. Gue juga jago masak kali. " Sahut nya kesal.
" Terserah kamu. " Ucapnya lalu mulai memakan makanan nya.
Kayla mengangkat bahu nya acuh lalu fokus dengan makanan nya. Ia sudah lapar tapi Arya mengajak nya berdebat.
Abi hanya diam sedari tadi. Ia tidak mau ikut campur dalam urusan pasutri baru tersebut.
...****...
" Dasar tu Bu Tuti. Uda tau anak murid nya bego malah di kasih tugas sepanjang ini. " Gerutunya kesal.
Arya yang sedang bersantai di ranjang mulai menghampiri sang istri yang asik menggerutu dari tadi.
" Susah?. " Tanya nya setelah berdiri di belakang istri nya.
Kayla yang sedang serius terlonjak kaget mendengar suara berat di belakang nya.
" Ngagetin aja sih om. " Ucapnya kesal seraya kembali fokus kepada buku nya.
__ADS_1
" Bisa gak di rubah panggilan kamu ke saya." Ucapnya menahan kekesalan.
Kayla menggeleng tanpa mengalihkan atensi nya kepada Arya. " Gak bisa. " Jawab nya singkat.
Arya tersenyum kecil lalu sedikit merunduk agar bisa melihat soal yang dikerjakan oleh istri nya. Kayla sempat menahan nafas ketika jarak antara dirinya dan Arya sangat dekat. Bisa ia cium wangi parfum Arya.
" Ini itu gampang. " Ucapan Arya membuat Kayla tersadar dan langsung kembali menatap buku nya. Arya menunjuk salah satu soal. " Tinggal cari persamaan nya terus masukkan rumus nya pasti dapat. " Beritahu nya.
" Sini saya jelasin. " Arya mengambil pena dari genggaman Kayla lalu mulai menjelaskan satu persatu soal. Kayla hanya diam menyimak penjelasan dari suaminya dengan posisi yang seperti tadi. Biasanya jika di kelas ia akan mengantuk jika guru menjelaskan, namun ini tidak. Remaja tersebut dengan serius mendengarkan penjelasan Arya. Kayla akui, Arya memang pintar.
Kayla mulai mengerjakan soal demi soal dan di bantu langsung oleh Arya. Jika di lihat dari belakang, Posisi mereka sangat romantis. Dengan tubuh Arya yang condong ke depan seperti memeluk Kayla dan Kayla yang hanya diam, seperti menikmati pelukan nya.
" Yeyy selesai. " Ucapnya senang seraya menutup buku nya dengan antusias yang tanpa sadar membuat pergerakan tubuh nya semakin dekat dengan Arya.
Arya menahan nafas nya ketika wajah nya hampir dekat dengan pipi Kayla. Sedikit saja Kayla bergerak ke kanan, mungkin Arya bisa saja men---
Cup.
Belum selesai hati nya berkata. Bibir Arya mendarat mulus di pipi Kayla ketika Kayla menggerakkan wajah nya ke samping ingin melihat Arya, membuat kedua nya diam mematung.
Kayla yang hendak berterima kasih, langsung terdiam membeku. Pipi nya memanas sehingga menimbulkan rona merah di wajah putih nya. Begitu pun dengan Arya yang masih terdiam.
Mencoba menetralkan detak jantung nya. Arya menegakan tubuh nya dan berdehem pelan.
" Ehem sa-saya mau tidur. Kalau kamu sudah selesai cepat lah tidur. " Ucapnya menahan gugup sambil mengambil langkah menuju kasur.
Tidak jauh dengan gugup nya Arya. Kayla juga merasa gugup. Seumur-umur ia tidak pernah di cium laki-laki selain papa nya.
Kayla membereskan buku-bukunya lalu ikut berjalan ke arah kasur. Tidak lupa memberi pembatas, ia ikut tidur di ranjang dengan posisi membelakangi Arya. Kedua nya hanyut dalam hening seakan menikmati tidur mereka. Padahal yang terjadi adalah mereka masih sama-sama gugup.
" *Pipi gue Uda gak perawan. " Batin Kayla menjerit.
__ADS_1
" Jantung saya astaghfirullah. " Batin Arya menahan degup jantung nya*.
Bersambung....