
Beberapa kali Kayla menarik dan menghembuskan nafas nya kasar. Ia mempersiapkan mental nya untuk memasuki kamar. Dengan gaun tidur nya, ia berjalan perlahan memasuki kamar nya.
Sekali lagi ia menarik nafas nya sebelum masuk. Ini semua karena ia kalah lomba renang dengan Arya. Jika tidak ia tidak mau menuruti perintah om suami nya itu.
Ceklek.
Kayla masuk ke dalam kamar. Bisa ia lihat Arya sedang duduk seraya memainkan ponsel nya di kasur dengan bersandar pada kepala ranjang. Perlahan ia berjalan mendekat lalu duduk di tepi ranjang dengan perasaan gugup. Oh ayolah dengan keadaan begini, ia seperti anak perawan yang akan di jebol. Eh?! Bukannya memang iya yah. Iya masih perawan.
Arya hanya diam sedari tadi. Ia telah sadar saat istri nya masuk ke dalam, namun ia mencoba acuh tak acuh. Padahal dalam hati ingin tertawa. Lihatlah wajah gugup itu, sangat menggemaskan.
" Ehem Om eh ma-mas. " Panggil nya seraya memejamkan mata nya. Ia malu ketika memanggil Arya dengan sebutan mas. Inilah perintah yang harus di di jalankan oleh Kayla. Memanggil Arya dengan sebutan mas selama 3 hari dan tidak boleh berkata kasar. Dan malam ini ia tidak boleh protes ketika tidur, Arya memeluk nya. Simpel memang, namun tidak bagi Kayla.
Sebelum nya juga saat di meja makan, ia juga melayani Arya dengan lembut. Seperti mengambil makanan untuk Arya lalu menyuapinya dengan lemah lembut di depan adik ipar nya.
" Hmm. " Sahut Arya dengan deheman membuat Kayla mengutuk Arya dalam hati.
" Ka-kamu gak tidur? " Oh ayolah kenapa ia harus gugup, ingat hanya tiga hari tidak lebih.
" Ayo kayla Lo harus bisa. jangan jadi pengecut. " Semangat nya dalam hati.
Arya memiringkan kepala nya menatap Kayla. " Kamu mau tidur? " Tanya nya polos.
Sebenarnya Kayla ingin berteriak di depan wajah Arya, namun sekuat hati ia tahan. Ia memaksakan senyuman nya. " Iya aku mau tidur. " Setelah nya ia mulai merebahkan tubuh nya dengan membelakangi Arya.
Arya tersenyum geli melihat tingkah istri nya. Terlihat sekali Kayla terpaksa atas itu semua. Secara perlahan ia ikut merebahkan tubuh nya di samping sang istri. Tangan nya menelusup ke bawah leher istri nya untuk di jadikan bantalan.
__ADS_1
Kayla terdiam kaku mendapatkan perilaku seperti itu. Tubuh nya di paksa tidak bergerak, nafas nya pun ia tahan.
" Kamu gugup? " Bisik nya tepat di telinga Kayla, memberikan sensasi geli dari empu nya.
Kayla hanya diam, sibuk menetralkan detak jantung nya yang entah mengapa berdetak kencang tidak seperti biasa nya.
" Makasih uda mau jalani perintah aku malam ini. Aku makin sayang sama kamu. " Arya menelusupkan wajah nya di ceruk leher Kayla dan mengubah kosa kata nya menjadi aku-kamu.
Kayla hanya diam. Tidak membalas apapun perkataan dan perilaku Arya. Malam ini ia mati kutu di buat Arya. Sungguh ini membuat nya gugup dan malu meskipun ada perasaan nyaman yang membuncah dalam hati nya.
sebenarnya Bagi Kayla, Arya adalah sosok yang sempurna di mata wanita. Ia adalah pengusaha sukses Dengan wajah tampan, dan perilaku nya yang lembut membuat siapa saja akan luluh olehnya. Namun pengecualian bagi Kayla. Bukan nya dia tidak suka atau menolak takdir, namun ia hanya butuh waktu untuk itu semua. Butuh waktu untuk beradaptasi oleh kondisi dan status nya yang sudah bukan lagi anak remaja yang bebas berganti pasangan sana-sini.
Malam itu mereka tidur dengan segala pemikiran yang berbeda-beda. Mencoba menetralkan perasaan satu sama lain.
...****...
Hai morning sunshine:)
Hari yang cerah ini belum lengkap kalau
gak lihat senyuman kamu.
TTD 'N'
Lagi-lagi kamu menghindar
__ADS_1
Mau sampai kapan?
TTD 'N'
Hai sunshine ku :)
Jangan lupa senyum nanti jelek loh.
TTD 'N'
Kayla meremas sticky note tersebut dengan wajah datar nya lalu melempar nya asal. Ia kembali akan tujuan nya yaitu mengambil buku-buku nya. Setelah nya ia pergi dari sana tanpa menghiraukan arti dari sticky note tersebut.
" Kamu membuang nya lagi. " Batin seseorang yang bersembunyi di balik tembok.
Kayla terus berjalan dengan sesekali menebar senyum ramah di sepanjang koridor yang ia lewati. Mata nya celingukan mencari keberadaan kedua sahabatnya yang tiba-tiba menghilang dari kelas sehabis mereka makan bersama di kantin. Kata nya sih ke toilet.
Langkah nya dengan spontan berhenti ketika seseorang menghadang langkah nya. Ia berdecak melihat siapa sosok yang menggangu mood. Siapa lagi jika tidak Noah. Karena hanya tiga orang di sekolah ini yang sering mengganggu mood nya yaitu Noah, Clara dan si guru matematika, ibu Tuti terhormat.
" Kamu sibuk? " Tanya Noah yang menatap wajah Kayla.
Mata nya berotasi lalu berdecak kesal. " Karena Lo yang nanya. Jadi gue jawab SIBUK. " Ucapnya dengan penekanan kata di akhir.
Noah menghela nafas nya. " Please kali ini aja. Ngomong sebentar gak lama kok. " Mohon nya yang tidak berubah apapun dari wajah Kayla yang senantiasa datar.
" Please juga Noah. Gue bilang GUE SIBUK! " Ucapnya kembali lalu berjalan pergi meninggalkan Noah begitu saja. Tidak perduli dengan raut wajah Noah yang berubah sendu tapi tidak dengan tangannya yang mengepal.
__ADS_1
Setelah di rasa jauh dari keberadaan Noah. Kayla mengibaskan rambut nya dengan dagu sedikit terangkat. " Memang susah yah jadi orang cantik. Gak suami gak mantan semuanya mohon-mohon. " Ujar nya dengan pede. " Ngidam apa yah mama bisa punya anak di rebutin gini. Besok harus gue tanya biar anak gue kayak emak nya. " Lanjut nya. Tidak perduli di liatin orang aneh yang penting hati nya senang.
Bersambung.....