
" Tiara?! " Kayla langsung menghampiri Tiara dengan raut wajah khawatir. " Lo kenapa?! " Ucapnya seraya memandang Tiara dari atas sampai bawah.
" Gue gak papa. Adik ipar Lo gak sengaja nabrak gue tadi. " Sahut nya seraya menahan sakit karena kayla tidak sengaja menyentuh luka nya.
" Eh sakit yah? " Tanya Kayla panik. Lalu mata Kayla langsung menatap Abi yang sedang berdiri di samping mama nya dengan tajam
" Lo apain sahabat gue?! " Tanya nya tajam.
Abi meringis melihat tatapan kakak iparnya, Sebelum ia menjawab, Dania sudah menginterupsi obrolan mereka. " Sudah-sudah jangan ribut. Arya cepat obati luka Tiara, nanti takut nya infeksi. " Titah nya yang langsung di jawab anggukan oleh Arya.
Kayla menggeser tubuh nya untuk memberikan ruang agar arya bisa mengobati luka Tiara. Mata nya menatap khawatir sahabat nya itu. Tiara itu sangat anti dengan rasa sakit, sakit sedikit saja ia bisa menangis kejer, namun kenapa ini Tiara diam saja.
Sama dengan Kayla, Abi pun sama khawatir nya. Ia tidak pernah menabrak orang baru kali ini ia menabrak seseorang walaupun tidak terlalu parah.
" Besok di ganti perban nya biar gak infeksi. "Ujar Arya seraya melilitkan perban di tangan Tiara.
Tiara hanya mengangguk sebagai jawaban. Jujur saat ini rasa nya ia ingin menangis karena rasa sakit di tangan dan kaki nya yang terkilir.
" Ssttt AW. " Spontan Tiara menjerit ketika Arya tidak sengaja menyenggol kaki nya saat akan berdiri.
" Eh kenapa?! " Tanya Dania panik. Apalagi ketika melihat air mata Tiara keluar.
" Apa yang sakit?! " Tanya Abi seraya berjongkok di hadapan Tiara dengan raut panik. Kayla pun tak kalah panik ia dengan reflek memegang tangan Tiara yang terluka, membuat Tiara semakin menjerit histeris.
" HUAAA SAKIT!! "
" Kayla hati-hati sayang. " Tegur Dania membuat Kayla meringis di buat nya. sungguh ia tidak sengaja.
" Maaf Tiara. " Sesal nya yang di balas anggukan oleh Tiara, namun masih dengan raut wajah sedih.
__ADS_1
Abi memegang pergelangan kaki Tiara yang memar membuat Tiara meringis. " Pelan-pelan ihh! " Sentak nya.
" Kayak nya kamu nginep di sini aja yah Tiara. " Ucap Dania yang di jawab anggukan oleh Kayla. " Iya nanti biar gue bilang sama mama Lo. "
" Yasudah, Abi bawa Tiara ke kamar tamu. " Titah Arya yang langsung mendapatkan anggukan dari Abi. Dengan perlahan Abi menggendong tubuh Tiara dan membawanya ke kamar tamu. Sedangkan Tiara hanya diam. Sungguh kaki nya benar-benar sakit.
" JAGAIN TEMEN GUE YAH!! " Teriak Kayla saat Abi hampir hilang dari pandangan.
" Arya besok pagi kamu hubungi tukang urut yang di komplek sebelah yah. Mama mau balik ke kamar. " Ucap Dania lalu pergi ke kamar nya.
" Ayo. " Ajak Arya yang mendapatkan tatapan bingung dari Kayla.
" Ayo kemana? " Tanya Kayla.
" Yah ke kamar. Emang kamu mau tidur di sini? " Ucap Arya.
Arya hanya menggeleng kecil, Sebelum mengikuti istri nya ia membereskan peralatan medis nya terlebih dahulu.
...****...
Kayla mengerjabkan mata nya saat mendengar adzan subuh berkumandang di masjid dekat komplek. Ia menoleh ke samping dan terlihat Arya masih memejamkan mata nya dengan tangan memeluk erat pinggang nya membuat dirinya berdecak kesal. Sudah di bilang berkali-kali jangan asal menyentuh nya, tapi memang dasar Arya nya aja tukang modus.
Dengan pelan ia menyingkirkan tangan Arya. Setelah berhasil ia langsung berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengambil wudhu.
Mendengar gemericik air, Perlahan Arya membuka mata nya. Ia melirik ke samping yang sudah tidak ada keberadaan istri nya. Ia bangkit dari tidur nya seraya merenggangkan kedua tangan nya.
Arya tersenyum melihat istri nya yang keluar dari kamar mandi dengan air yang masih mengalir di wajah nya. Rasa nya adem gitu lihat istri kita sehabis berwudhu.
" Uda bangun? " Tanya Kayla yang di jawab anggukan oleh Arya.
__ADS_1
Kayla hanya mengangguk lalu mengambil mukena dan sajadah nya di lemari.
" Kamu tunggu saya yah. " Habis mengatakan itu, Arya langsung pergi ke kamar mandi tanpa mendengarkan jawaban Kayla.
Kayla mengangkat kedua alis nya mendengar perkataan Arya, tanpa menghiraukan nya ia langsung menggelar sajadah dan mulai memakai mukena nya. Ketika akan membaca niat sholat, suara arya menginterupsi nya.
" Tunggu Kayla. " Lalu ia langsung memakai baju Koko dan peci. " Saya mau berjamaah sama kamu. " Ucapnya seraya menggelar sajadah di depan Kayla. Selama mereka menikah, mereka belum pernah sholat berjamaah bersama. Setiap akan sholat Kayla pasti akan menghindar, alasan nya belum siap aja.
Kayla menghela nafas dan hanya bisa diam saat arya mulai memimpin sholat. Mereka sholat dengan kusyu sampai akhir. Jujur hati Kayla bergetar ketika mendengar Arya melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Ini pertama kali ia mendengar langsung dan di imami oleh suami sendiri.
Selepas salam, Arya membalikkan tubuh nya lalu menyodorkan tangan nya kepada Kayla yang di sambut baik oleh istri nya tersebut. Tidak mungkinkan Kayla menolak. Bisa nambah dosa dia nanti.
" Saya senang hari ini bisa sholat berjamaah bareng kamu. " Ungkap Arya seraya menatap wajah Kayla.
Kayla menahan senyum nya lalu memalingkan wajah nya. Jangan sampai ia ketahuan salting. Kayla menarik nafas nya lalu kembali menatap Arya. " Yaudah gu- eh aku Uda selesai. " Saat akan bangkit, tangan Kayla di tarik oleh Arya membuat Kayla limbung dan kembali duduk di hadapan Arya, malah semakin dekat.
" I love you my wife. " Ungkap nya tiba-tiba yang mampu memacu jantung Kayla menjadi cepat. Sial jantung nya tidak bisa di kompromi. Apalagi wajah nya sudah memerah malu.
" Tolong secepatnya buka hati kamu. " Ucapnya lalu mencium kening istri nya dengan penuh sayang. Kayla terpaku mendapatkan perlakuan dari Arya. Ia bingung harus berekspresi seperti apa.
Setelah melepaskan ciuman nya, ia menatap dalam mata Kayla. " Saya gak memaksa, tapi saya akan berusaha buat kamu cinta sama saya karena apa? Karena kamu sudah ada di bagian hati saya. Dan apa yang sudah masuk tidak akan lagi bisa keluar. " Ujar nya sungguh-sungguh.
Kayla masih diam. Jantung nya terus berdebar kencang. Ia tahu ia sudah menikah dan sudah seharusnya ia berusaha mencintai suami nya sendiri. Namun entah kenapa ia belum cukup siap menjatuhkan hati.
Mencoba menetralkan perasaan nya, ia mulai melepaskan tangan nya yang di genggam lembut oleh Arya. " Udah yah. Kayla mau siap-siap untuk sekolah. " Dengan perlahan ia pergi meninggalkan Arya yang masih memandang nya.
" Saya yakin ada saya di hati kamu. " Ucap Arya pelan.
Bersambung.....
__ADS_1