
Tiara di antar pulang oleh Abi menggunakan mobil pagi ini. Sebelum Tiara pulang, terjadi kegaduhan di rumah ini. Tiara menjerit keras karena kaki nya di urut. Dania dan Kayla sampai kewalahan menenangkan si cengeng Tiara.
Saat Kayla sedang memakai sepatu sekolah nya sedangkan Arya sedang berdiri di depan mobil, menunggu Kayla yang tak kunjung siap.
" Oke siap. " Kayla bangkit dari duduk nya lalu menghampiri Arya. " Ayo kita berangkat. " Ajak nya seraya masuk ke kursi belakang di ikuti oleh Arya dengan setelan dokter nya.
Hari ini Arya sengaja memakai sopir karena ia sedang malas berkendara. Arya melirik Kayla yang sedang menatap ke arah jendela dengan senyuman manis nya.
" Nanti kamu pulang di jemput sopir, saya tidak bisa menjemput kamu karena saya harus ke perusahaan. "Beritahu Arya.
Kayla menoleh ke arah Arya lalu mengangguk. " Oke. " Sahut nya singkat.
" Tapi jika kamu mau, kamu boleh mampir ke perusahaan saya. " Ucapnya kembali.
Kayla menggeleng. " Ogah nanti gue di kira anak SMA simpanan om-om. "
Tentang perjanjian kemarin, sebenarnya sudah selesai. Dan kini Kayla kembali memanggil Arya dengan panggilan khas nya.
Arya menghela nafas nya. Bicara dengan Kayla memang butuh kesabaran. " Yah ganti baju dulu Kayla, baru ke perusahaan saya. " Ucapnya kembali.
Kayla tetap menggeleng. " Mager. " Sahut nya seraya kembali memalingkan wajah nya ke arah jendela.
Ketika akan kembali berbicara, Mobil berhenti di depan gerbang sekolah Kayla. Kayla mencium tangan Arya lalu keluar dari mobil. Arya hanya diam memandang Kayla yang akan memasuki gerbang, namun mata memicing tajam, ketika melihat sosok cowok yang dengan lancang nya menyentuh pergelangan tangan istrinya. Ia juga bisa melihat jika Kayla terlihat risih dan mencoba menyentak tangan tersebut. Melihat cowok asing itu mulai memaksa Kayla, Arya membuka pintu mobil, tapi saat akan turun teman-teman Kayla datang membantu Kayla
Arya menghela nafas nya. " Jalan pak. " Titah nya kepada sopir. Mobil Arya pun melaju meninggalkan sekolah.
Sedangkan di sisi Kayla. Saat ini terjadi perdebatan antara sahabat Kayla dengan Noah.
" Tolong yah kalau Uda jadi mantan jangan sok-sok deket. " Ucap Cinta seraya memandang Noah dengan sinis.
" Kami itu anti mantan, jadi tolong jaga jarak 100 meter. " Timpal Tiara yang tangan nya di perban. Ini cewek Uda tau tangan nya cedera masih berani ledekin orang.
" Dan tolong yang nama nya mantan jangan lupa diri. " Sahut Kayla juga membuat Noah terdiam dengan wajah merah dan tangan terkepal.
__ADS_1
" Kay--. "
" Eitss juga jangan terlalu dekat. Alergi mantan soal nya gue. " Potong Kayla kembali lalu masuk ke dalam sekolah di ikuti oleh Cinta yang memapah Tiara karena kaki nya masih sedikit sakit.
Noah terdiam menahan emosi. Mata nya berkilat tajam memandang punggung ketiga sahabat itu.
...****...
Katiga sahabat itu masuk ke dalam sekolah dengan tertawa bersama. Mereka berjalan beriringan di disepanjang koridor. Rasa nya mereka sangat puas melihat wajah Noah yang memerah menahan amarah.
" Ekspresi langsung marah dong yah. " Kekeh Cinta saat mengingat wajah Noah.
" Hahaha iya iya lawak tau. " Sahut Tiara.
Kayla berhenti tertawa lalu memandang tangan Tiara. " Tangan Lo Uda gak papa kan Ra? Sama kaki Lo juga? " Tanya Kayla.
Tiara memandang tangan nya yang di perban lalu menggeleng. " Gak terlalu sakit lagi kok. Kan tadi pagi juga Uda di ganti perban nya sama Abi. "
" Lo di anter sama Abi tadi? " Tanya Kayla lagi.
" Wait wait. Jadi yang nabrak Lo itu nama nya Abi? Dan kenapa Lo kenal Kay? " Tanya Cinta yang sedari tadi hanya menyimak.
" Adik ipar gue yang nabrak Tiara. " Jawab nya seraya meletakkan tas nya di atas meja saat mereka sudah sampai kelas.
" Wah kebetulan banget. " Sahut Cinta.
Kayla mengangguk menyetujui. " Makannya Ra lain kali hilangin kebiasaan Lo nyari makanan pas malem sendirian. Untung yang nabrak Lo Abi , kalo gak kan bahaya juga. " Ujar Cinta menasehati Tiara yang di balas anggukan oleh empu nya.
" Btw dua hari lagi orang tua gue ngadain pesta anniversary mereka di rumah. Gue di suruh ngundang kalian. " Beritahu Cinta.
" Tanpa Lo suruh juga pasti orang tua Lo uda ngundang orang tua gue. " Balas Tiara yang di jawab anggukan oleh Kayla.
" Kata mama Lo jangan lupa bawa suami Lo Kay. " Ucapnya berbisik agar siswa maupun siswi lain yang berada di kelas tidak mendengar nya.
__ADS_1
Kayla berdecak mendengar nya. " Pernikahan gue kan di rahasiain. Pasti nanti yang datang ada temen sekolah kita. " Jawab nya tak kalah pelan.
" Iya juga yah. Tapi gak mungkinkan Lo sendirian aja. " Ucap Tiara.
" Gue bisa berangkat sama ortu gue kali Ra. " Sahut nya malas.
" Tapi kayak nya orang tua gue ngundang Arya juga deh. Arya kan termasuk ke dalam jajaran pengusaha sukses yang bekerja sama sama perusahaan bokap gue. " Imbuh nya.
" Kok Lo tau? " Tanya Kayla.
" Papa yang bilang saat datang ke pernikahan Lo sama Arya. " Jawab cinta seadanya yang mendapatkan anggukan dari Kayla.
...****...
Arya duduk di kursi kantin. Hari ini ia memutuskan makan di kantin, biasanya ia jarang sekali makan, makanan kantin rumah sakit ini. Namun kali ini asisten nya sedang cuti karena ibu nya sedang sakit, jadi apa boleh buat.
" Dokter Arya. " Sapa Celine seraya duduk di hadapan Arya dengan nampan berisi makanan di depan nya.
" Dokter Celine. " Sapa nya kembali.
" Tumben makan di kantin? " Tanya Celine.
" Lagi pengen aja. " Sahut nya singkat dengan senyum tipis nya.
Teringat sesuatu Celine langsung menatap Arya. " Eh saya gak papa kan gabung di sini. " Ucapnya.
" Santai saja Celine. "
Celine mengangguk lalu mulai memakan makan siang nya. " Ngomong-ngomong akhir-akhir ini saya liat kamu cepat sekali meninggalkan rumah sakit. Biasanya kamu sampai mau lembur jika banyak pasien. " Ucapnya yang menjerumus ke pertanyaan.
Arya yang sedari tadi memandang sekitar langsung kembali menatap Celine. " Saya banyak kerjaan di kantor. " Jawab nya sedikit berbohong, Karena alasan utama nya bukan itu. Ia tidak ingin meninggalkan istri nya sendirian saat malam.
" Ah iya kamu kan Dokter yang merangkap sebagai CEO. " Ujar Celine.
__ADS_1
Arya hanya tersenyum sambil mengangguk kecil. Tidak lama makanannya telah datang. Arya mulai menikmati makanan nya tanpa tau jika wanita di hadapannya itu sedang menatap nya dengan pandangan penuh arti.
Bersambung....