Marriage Life

Marriage Life
Episode 26


__ADS_3

" Suster tolong cek kamar VIP nomor 12 yah. Infus nya sudah di ganti atau belum. " Titah Celine yang sibuk dengan dokumen di meja nya.


Suster tersebut mengangguk lalu pamit pergi. Wajah Celine terlihat kusut karena belum tidur sejak tadi malam karena operasi mendadak yang harus ia tangani.


" Kemana berkas yang kemarin yah. " Celine terus mencari bahkan meja nya sudah berserak dengan kertas-kertas.


" Apa di ruangan dokter Arya. " Ia keluar dari ruangan untuk menuju ruangan Arya yang terletak di lantai atas gedung rumah sakit.


Saat Celine membuka pintu ternyata di dalam tidak ada orang. Apa hari ini Arya tidak masuk?.


Melihat penjaga rumah sakit lewat, Celine menghentikan nya. " Iya dokter ada yang bisa saya bantu? " Tanya penjaga itu.


" Enggak pak saya cuma mau nanya dokter Arya kemana yah? " Tanya nya.


" Dokter Arya Uda 2 hari gak masuk dok. Kata nya sih ada urusan di kantor nya. " Jawab penjaga itu.


Celine mengangguk. " Yaudah pak kalo gitu makasih pak. "


Penjaga tersebut mengangguk. " Yasudah kalau begitu saya kembali bertugas ya dok. " Mendapat anggukan dari Celine, penjaga itu pergi dari sana.


" Masuk aja kali yah. Soal nya berkasnya penting banget. " Celine dengan ragu masuk ke dalam ruangan Arya. Ruangan ini sangat tertata rapi, mungkin tidak ad debu yang menempel di sini sangking bersihnya. Berbeda dengan ruangan nya yang sangat berantakan walaupun setiap hari di rapikan oleh Cleaning servis.


" Maaf ya dokter saya masuk tanpa izin. " Setelah mengucapkan hal tersebut, Celine mulai mencari dokumen pasien yang di butuhkan nya. Ia mencari di meja dan laci-laci meja juga ia buka. Namun dokumen nya tidak ada. Mata nya kembali menjelajah ke seluruh ruangan dan yah, ia menemukan nya. Berkas tersebut ada di meja sudut dekat jendela, sepertinya Arya lupa untuk meletakkan dokumen itu ke tempat yang aman.


Saat mengambil dokumen itu, tanpa sengaja ia menjatuhkan sebuah foto yang ternyata ada di bawah dokumen itu.


" Foto? " Ia mengambil nya di lantai lalu membalikkan foto tersebut. Terlihat foto seorang gadis SMA yang bergaya dengan ceria nya dan memperlihatkan gigi putih nya yang rapih.


" Kayak kenal? " Gumam nya bertanya-tanya. Mata nya memicing memperhatikan detail wajah di foto tersebut.


" Ini Kayla kan. " Tebak nya.


" Kok Arya punya foto Kayla? Apa mereka punya hubungan? " Batinnya terus bertanya-tanya. Sebelumnya ia tidak pernah melihat Arya dekat dengan siapapun dan mempunyai hubungan yang spesial. Tapi ini?

__ADS_1


" Dokter Celine?! "


Celine tersentak dari lamunannya. Ia buru-buru meletakkan foto tersebut lalu berbalik. Terlihat asisten Arya berada di ambang pintu. " Dokter Celine kok di sini? " Tanya Dani.


" Eh saya ngambil berkas pasien. Kalau begitu saya permisi. " Dokter Celine keluar dengan terburu-buru membuat Dani mengerutkan keningnya bingung.


Tanpa mau berfikir panjang Dani mencoba acuh lalu kembali melanjutkan tugas nya yang di perintahkan oleh Arya.


...****...


Hari ini sesuai apa yang di katakan Arya tadi malam. Mereka mengunjungi orang tua Kayla. Kebetulan hari ini hari Minggu jadi mereka datang pagi hari.


" Mama Kayla pergi ke rumah mama Kay yah. " Kayla menyalimi tangan mama mertua nya.


" Hati-hati di jalan. " Ucapnya. Mereka berdua mengangguk.


Saat sudah di dalam mobil, Arya menoleh sebentar ke arah Kayla. " Gak ada mau mampir kemana gitu? " Tanya nya pada kayla yang sedang memasang sabuk pengaman.


Mobil Arya melaju membelah jalanan ibu kota. Tidak lama kemudian mobil berhenti tepat di depan sebuah toko kue langganan mama Kayla.


" Om gak mau nitip? " Tanya Kayla seraya membuka sabuk pengaman nya.


Arya menggeleng. " Saya kurang suka roti. "


" Oke. " Lalu Kayla keluar dari mobil dan masuk ke dalam toko roti tersebut.


Kayla melihat menu-menu roti yang tersedia di toko ini. Pilihan nya jatuh pada kue red Velvet kesukaan mama nya. Sambil menunggu ia duduk di kursi pojok toko yang memang di sediakan untuk para pengunjung.


" Kayla. "


Kayla menoleh ketika mendengar nama nya di panggil. Terlihat wanita paruh baya seumuran mama nya sedang berjalan ke arah nya. Itu mama Noah. Astaga Kayla lupa jika toko ini milik mama Noah.


" Tante. " Dengan sopan Kayla mencium tangan mama Noah yang di sambut hangat sang empu.

__ADS_1


" Uda lama banget Tante gak liat kamu semenjak kamu putus sama anak Tante. " Ujar nya membuat Kayla tersenyum kaku. Mereka duduk berhadapan.


" Hehe iya Tante Kayla sibuk akhir-akhir ini karena sebentar lagi ujian. " Jawab nya jujur.


Mama Noah tersenyum kecil. " Iya Tante paham kok nama juga Uda kelas 12. "


" Iya Tante. " Kayla sedikit gugup duduk dengan mama mantan nya ini. Apalagi dulu mama Noah termasuk orang yang sangat excited dengan hubungan nya dan Noah bahkan mereka di desak untuk bertunangan dulu.


" Mama. " Mereka berdua menoleh ke arah sumber suara. Terlihat Noah berjalan ke arah mereka.


" Sayang sini-sini liat siapa yang ada di sini. " Mama Noah melambaikan tangan nya ke arah sang anak agar anak nya cepat menuju kemari.


Sesampainya di meja mereka, Noah melirik ke arah Kayla yang hanya diam menatap ke sana kemari. " Ni liat mama ketemu Kay. Makin cantik kan orang nya. " Ucap mama Noah antusias.


Noah berdehem. " Hai Kay. " Sapa nya yang hanya di jawab senyuman singkat dari Kayla.


" Hmm maaf Tante Kay gak bisa lama-lama di sini. Ada janji soal nya. " Ucap Kayla mengundang raut lesu dari mama Noah.


" Yah padahal kita belum ngobrol panjang. " Ucapnya tidak semangat.


" Lain kali ya tante. " Ucap Kayla tak enak.


Mama Noah menghela nafas nya lalu mengangguk meski tak rela. " Yaudah kamu hati-hati yah. " Ucapnya yang di balas anggukan oleh Kayla.


Setelah nya Kayla mengambil pesanan nya lalu keluar dari toko. Jujur ia kurang nyaman di sana apalagi ada Noah. Bukannya belum move on atau apa tapi ia tidak suka saja berinteraksi dengan sosok orang yang pernah menyakitinya.


Kayla masuk ke dalam mobil lalu memasang wajah bersalah. " Maaf yah om lama ngantri tadi. " Ucapnya berbohong.


Arya hanya mengangguk lalu kembali menjalankan mobil nya tanpa mengatakan apapun. Kayla menatap heran ke arah suaminya yang tidak seperti biasanya. Wajah datar dengan pandangan lurus ke depan. padahal sebelum ia masuk ke toko roti, Arya memasang wajah lembut walaupun masih terkesan datar tapi beda aja gitu.


Mencoba abai, Kayla mencoba duduk tenang menikmati perjalanan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2