
Arya masuk ke dalam kamar nya. Sepi, itu yang menyapanya saat ia membuka pintu. Padahal jam sudah menunjukkan pukul sembilan, lalu kemana istri nya tersebut. Jadwal kerja Arya hari ini sangat padat membuat nya pulang Selarut ini.
Sebelum mencari sang istri, Arya memutuskan untuk membersihkan tubuh nya terlebih dahulu. Sekitar 15 menit ia menghabiskan waktu nya di kamar mandi. Setelah selesai ia langsung keluar untuk mencari Kayla.
Ia mengelilingi lantai dua dimana terdapat ruang keluarga dan ruang bersantai. Ia mengecek ruang keluarga dan bisa di lihat ke keadaan istri nya yang sudah tidur di atas sofa dan adik nya, Abi tidur di karpet bulu. Ia menggeleng pelan melihat keduanya.
Arya dengan langkah pelan, menghampiri Kayla lalu mengangkat tubuhnya dengan perlahan. Kayla yang sedikit terusik menelusupkan kepala nya ke dada bidang Arya membuat Arya gemas sendiri di buat nya.
Arya meninggalkan ruang keluarga tanpa mau membangunkan Abi. Ia pergi ke kamar mereka lalu meletakkan Kayla di kasur.
Cup.
" Sweet dream my wife. " Lalu ia ikut bergabung bersama istri nya dan tak lupa tangannya ikut melingkar di pinggang kecil Kayla.
...****...
Kayla mengerjabkan kedua mata nya ketika ada yang menyentuh kepala nya dengan lembut. Mata nya menyipit kala sinar matahari menembus jendela. Karena merasa terganggu, ia membalikkan badan nya dengan mata yang masih terpejam erat. Tanpa menyadari jika suami nya kini tengah menatap nya intens.
" Kamu gak mau bangun Kayla?. " Bisik Arya dengan suara serak khas bangun tidur.
Kayla hanya bergumam tidak jelas. Mata nya terasa lengket untuk di buka apalagi jika mengingat ini adalah hari minggu, hari dimana enak nya untuk bersantai.
Arya tersenyum geli ketika Kayla menggeliat dan semakin menelusupkan wajah nya di dada nya. Mungkin jika sadar saat ini, Kayla akan berteriak dan menyebut nya om pedo mesum. Panggilan andalan Kayla saat kesal.
" Uda siang Kayla. " Bisik nya kembali yang langsung mendapatkan respon dari Kayla.
Mata nya mulai mengerjab, Perlahan ia membuka mata nya. Samar-samar ia bisa melihat wajah seseorang tersenyum di depan nya. Pinggang nya juga terasa ada yang melingkari. Saat merasakan nyawanya terkumpul ia langsung melotot dan memberontak. Namun nihil Arya tidak mau melepaskan nya.
__ADS_1
" Ih lepas. Lo emang dasar tukang nyari kesempatan!. " Teriak nya kesal tepat di depan wajah Arya.
Bukannya tersinggung, Arya malah semakin mengeratkan pelukannya di pinggang istri nya membuat Kayla bertambah kesal.
" Saya gak nyari kesempatan. Buktinya kamu nyaman sama pelukan saya. " Goda nya yang langsung mendapatkan cubitan keras di pinggang nya.
Arya terkekeh geli melihat wajah jutek istri nya. Ia mencium sekilas kening tersebut membuat wajah Kayla memerah.
" Kan Lo nyari kesempatan lagi! " Kesal nya dengan wajah tertekuk kesal.
" Lah saya kan suami kamu, jadi terserah saya dong kalo saya mau cium kamu. " Ucap nya santai yang mendapat cibiran tanpa suara dari Kayla.
Arya menghela nafas nya. " Sudah-sudah saya mau bicara serius sama kamu. " Ucapnya yang langsung merubah raut wajah menjadi serius.
Kayla hanya diam. Ia masih kesal dengan Arya.
" Kita?. " Tanya nya bingung.
" Iya kita. Saya mau bicara tentang kita. Tentang rumah tangga kita. Mau sampai kapan kamu akan terus menerus seperti ini. seperti tidak menginginkan pernikahan ini terjadi. " Ujar nya tegas membuat Kayla memalingkan wajahnya. Enggan menatap Arya.
Bukan dirinya tidak menginginkan pernikahan ini, namun ini terlalu tiba-tiba bagi nya. Bagaimana tidak tiba-tiba, jika dirimu yang masih SMA di nikahkan dengan pria matang seperti Arya. Apa yang akan kalian lakukan? Bingung kan? Sama Kayla juga seperti itu. Bingung harus bersikap seperti apa.
" Kayla?! " Panggil Arya membuat Kayla tersentak dari lamunannya.
" Gue juga gak tau mau gimana. " Bisik nya lirih dan masih enggan menatap suami nya.
Arya menghela nafas nya kasar lalu tangan nya langsung membalikkan tubuh Kayla dengan paksa agar kembali menatap dirinya. Ia dengan lembut menangkup wajah Kayla dan menarik nya pelan agar mau menatap diri nya.
__ADS_1
" Lihat dan dengar saya. Sekarang tergantung kamu mau nya apa? Kalo kamu mau nerusin hubungan ini, tolong buka hati kamu untuk saya. " Cerca nya dengan suara sendu.
" Lo nyuruh gue buka hati, Emang hati Lo Uda kebuka untuk gue?! " Tanya nya sinis seraya melepaskan pelukan Arya.
Arya menatap datar ke arah Kayla. " Kamu nanya saya? Mau saya buktikan sekarang? "
Kayla membuang wajah nya ke samping. " Sok punya bukti. " Sahut nya malas.
Arya yang merasa tertantang, mendekatkan tubuh nya ke arah Kayla yang masih enggan menatap nya. " Kalau saya buktikan ke kamu apa yang akan kamu lakuin? " Tanya nya dengan wajah semakin dekat dengan Kayla.
" gak ada. " Balas nya singkat yang masih belum mengetahui jika jarak nya dengan Arya semakin dekat kembali.
Cup.
Dengan secepat kilat Arya mencium sudut bibir Kayla membuat tubuh Kayla mematung. Mata nya mengerjab, memastikan jika itu tadi tidak benar.
" Lo?!. " Tunjuk nya tepat di depan wajah Arya dengan wajah syok.
Arya dengan raut wajah Santai, menurunkan telunjuk Kayla. " Apa? Kamu perlu bukti jadi sudah saya buktikan. Jadi saya minta buka hati kamu untuk saya saat ini. " Ucapnya mutlak tanpa mau penolakan sama sekali.
Setelah nya ia berlalu ke kamar mandi dengan langkah Santai seakan-akan yang baru ia lakukan bukan hal yang perlu di pikirkan.
" ARYA XAVIERO MESUM!! "
Setelah sadar Kayla langsung berteriak dengan kencang membuat Arya yang berada di kamar mandi terkekeh geli. Lihatlah wajah menggemaskan istri nya ketika terkejut, sungguh membuat jantung nya berdebar.
Bersambung...
__ADS_1