
Kayla menopang dagu nya dengan kedua tangan nya. Mata nya saat ini sedang asik melihat Arya yang sedang memasak di dapur. Melihat begitu lihai nya tangan kekar tersebut meracik makanan membuat nya sedikit iri, yah walaupun dirinya juga pandai memasak.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam jadi rumah sudah sepi dan beberapa pelayan sudah beristirahat di belakang rumah dimana tersedia tempat tinggal untuk beberapa pelayan dan penjaga rumah.
Arya melepas apron nya saat masakan nya sudah siap. Ia meletakkan piring berisi masakan nya di meja pantry. Mata nya lalu beralih ke arah Kayla yang sedang menahan kantuk nya.
" Kamu mau lanjut tidur? " Tanya Arya menyadarkan Kayla yang hampir memejamkan mata. Ia mengerjabkan mata nya lalu mata nya langsung berbinar ketika melihat beberapa makanan tersaji di hadapannya.
" Gue Uda laper jadi makan dulu. " Kayla langsung mengambil nasi dan lauk pauk nya lalu memakan dengan lahap.
Arya tersenyum tipis melihat nya. Tadi saat ia sedang mengerjakan tugas kantor nya di ruang kerja, Kayla menghampiri nya dengan wajah mengantuk dan mengeluh jika perut nya terasa lapar namun takut untuk ke dapur sendirian. Tapi saat sampai dapur, makanan sudah habis jadi terpaksa ia harus memasak karena ia tidak akan membiarkan istrinya yang memasak dengan wajah mengantuk. Bisa bahaya nanti.
" Pelan-pelan makannya Kayla. " Tegur nya seraya membersihkan sudut bibir Kayla yang terdapat sebiji nasi.
Kayla terdiam mematung. Sendok di mulut nya pun ikut terhenti. Mata nya mengerjab kaku.
" Hei jangan melamun. " Kayla tersentak dan spontan langsung menelan makanan membuat dirinya tersedak.
" Uhuk uhuk air. " Pinta nya dengan wajah memerah. Dengan cepat Arya menyodorkan air di depan mulut Kayla yang langsung di minum habis oleh Kayla.
" Kamu gak papa? " Tanya nya khawatir.
Kayla mengangguk seraya meletakkan gelas di atas meja pantry. Wajah nya memerah dengan hidung yang kembang kempis. " huh untung gak mati gue. " Gumam nya lirih yang masih di dengar oleh Arya.
" Makannya hati-hati Kayla jangan ceroboh. " Tegur nya.
Kayla mendelik kesal ke arah Arya. Tidak tahukah jika suaminya yang membuat nya seperti ini.
" Sudah cepat habiskan makanan kamu. Ini sudah malam besok kamu sekolah. " Ucapnya lalu berjalan ke arah dapur untuk membuat coklat panas kesukaan istri nya itu.
Kayla hanya diam, namun mulut nya kembali mengunyah makanan.
...****...
" Lo di jemput? " Tanya Tiara kepada Kayla yang berada di samping nya.
__ADS_1
Saat ini mereka berdua sedang berada di gerbang sekolah menunggu jemputan masing-masing. Cinta sudah pulang duluan karena ia sudah di jemput oleh sopir nya.
Kayla mengangguk. " Si oom kata nya lagi gak ada jadwal. " Jawab nya.
Tiara mengangguk. " Enak ya Lo dapet suami yang tajir melintir. "
Kayla memutar bola matanya jengah. " Lo kira seenak itu. Lo pikir aja gue yang masih SMA gini di tuntut untuk jadi seorang istri. Itu gak gampang. " Balas nya.
Tiara menghela nafas nya. " Itu karena Lo belum nerima sepenuhnya suami Lo Kay. Coba Lo buka hati untuk suami Lo. Pasti gak ada kata di tuntut. " Nasehat nya.
Karena memang benar, jika kita menerima sepenuhnya tentang pasangan kita nanti, pasti apa yang kita lakukan tidak ada di dalam nya kata tuntut menuntut yang ada hanyalah sebuah kewajiban yang harus kita jalani.
Ketika Kayla akan membalas, sebuah deruman motor terdengar mendekat. Mereka berdua mengalihkan pandangannya ke depan. Terlihat seorang pengendara motor berhenti tepat di depan mereka.
Abi, sang pengendara motor itu membuka helm nya. " Ayo Ra. " Ajak nya pada Tiara.
Kayla menatap kedua nya dengan selidik. " Lo kok jemput Tiara? " Tanya nya pada Abi.
Abi menatap kakak ipar nya itu lalu menjawab. " Lah gue kan masih punya tanggung jawab sama ni anak. " Tunjuk nya pada Tiara yang berjalan ke arah nya.
" Yah kan belum sepenuhnya. " Jawab Tiara kikuk lalu Abi memasang helm nya.
"Uda deh kakak ipar gue mau nganterin pulang anak orang. Bye bye. " Abi langsung menancap gas nya dan pergi meninggalkan Kayla yang memandang mereka berdua dengan curiga.
" Curiga gue. " Gumam nya.
" Lo belum pulang? "
" Setan!! " Teriak Kayla kaget saat ada yang berbicara di belakang nya. Ia membalikkan tubuh nya dengan memegang dada nya.
" Lo?! " Tunjuk nya tepat di depan wajah sang pelaku.
" Maaf kaget yah. " Sesal nya dengan wajah bersalah.
Kayla mendengus mendengar nya. Rasa nya melihat wajah sok memelas itu rasa pengen nampol aja.
__ADS_1
" Kan Uda gue bilang jaga jarak! gue alergi mantan. " Ucapnya ketus seraya kembali membalikkan tubuh nya.
Noah menghela nafas nya. " Lo belum pulang? " Tanya nya sekali lagi.
Kayla hanya menggeleng acuh. " Kalo gitu ayo bareng gue. " Ajak nya yang di tanggapi acuh tak acuh dari Kayla.
" Ogah! kan gue bilang gue alergi mantan. " Jawab nya.
" Ya---. "
Tin tin.
Ucapan Noah terpotong ketika sebuah mobil berhenti tepat di depan mereka. Ketika Kayla akan berjalan ke arah mobil, Arya terlebih dahulu keluar dari mobil membuat Kayla melotot di buat nya.
" Sayang lama nunggu yah? " Ucap Arya seraya menghampiri sang istri.
Kayla semakin melebarkan mata nya mendengar ucapan Arya apalagi dengan seenak jidat nya ia memeluk pinggang kecil nya.
" Jangan macem-macem ya Lo. " Bisik nya tajam yang hanya di balas senyuman oleh Arya. Tapi tidak tahukah Kayla jika di balik senyum itu ada kecemburuan yang mendalam ketika melihat Kayla bersama pria remaja di depan nya ini.
" Eh om jangan macem-macem yah! " marah Noah ketika melihat sosok asing dengan lancang nya menyentuh Kayla. Apalagi Kayla juga tidak melarang nya, beda ketika dulu mereka berpacaran. Berpegangan tangan saja Kayla tidak mau.
Arya mengerutkan kening nya pura-pura bingung melihat pria remaja di hadapannya ini. " Dia siapa sayang? " Tanya pada Kayla dengan suara lembut.
Kayla melirik sekilas ke arah Noah yang mengepalkan tangan nya. Tiba-tiba sebuah ide terlintas di otak nya.
" Ah iya dia orang gak di kenal sayang. " Jawab Kayla tak kalah lembut seraya tersenyum manis di hadapan Arya.
Arya mengangguk lalu menatap Noah dari atas sampai bawah dengan tatapan remeh. " Lain kali jangan deketin pacar saya yah. Dia alergi orang asing soal nya. " Ucapnya dengan nada peringatan membuat Kayla menahan tawa nya ketika melihat wajah Noah menahan amarah dan mengepalkan tangan nya.
Lalu setelah nya Arya membimbing Kayla untuk masuk ke dalam mobil, namun suara noah mengintrupsi membuat mereka berdua menghentikan langkah nya.
" Ternyata selera Lo om-om ya Kay. "
Bersambung.....
__ADS_1